
Beberapa hari sudah berlalu. Pagi ini langit nampak sangat cerah, matahari baru mulai akan memancarkan sinarnya. Burung-burung nampak berkicau sambil melompat dari ranting satu ke ranting lainnya. Siapa pun akan semangat beraktivitas dengan menyambut pagi seindah ini.
"Bi Tami kok belum datang ya mas?" Tanya Zantisya saat melihat jam di hapenya dan langsung mendekati kolam dimana suaminya sedang asik berenang.
"Bi Tami aku liburkan hari ini sayang. Pak Edi juga" jawab Arjuno yang sedang bersandar di pinggir kolam sambil meminum jus buatan Zantisya.
"Kenapa?" tanya Zantisya sambil duduk dan memasukkan kakinya ke dalam air kolam renang.
"Karena aku dirumah"
"Mas nggak ke kantor?" tanya Zantisya heran.
"Aku libur hari ini"
Kata libur di luar jadwal libur kantor membuat Zantisya menatap curiga suaminya. Zantisya menatap Arjuno dengan penuh selidik.
"Kok serem ya di tatap sama istri sendiri"
"Mas mencurigakan"
Arjuno tersenyum penuh arti. Ia memilih berenang lagi membiarkan istrinya menatap dirinya dengan tatapan horornya. Setelah dua kali bolak balik berenang, Arjuno menghampiri Zantisya mendaratkan wajahnya di pangkuan Zantisya.
"Kenapa curiga kaya gitu hem?" tanya Arjuno sambil memeluk Zantisya dan wajahnya tenggelam pada perut istrinya itu. Usel-usel menggoda.
"Mas geli ih"
"Masa sih? Perasaan kalau digituin biasanya adek gini eh... mas... ah..." Goda Arjuno sambil menirukan suara favorit Zantisya.
Plak
"Ih sakit dek" ucap Arjuno sambil mengusap-usap lengan yang di pukul Zantisya.
"Kapok, suruh siapa pagi-pagi udah godain aku"
"Siapa yang godain dek. Kan emang bener, keenakan ya kan" goda Arjuno semakin menjadi membuat wajah Zantisya memerah malu. Padahal sama-sama keenakan. Dasar Arjuno.
"Mas ngeselin" ucap Zantisya mencipratkan air kearah Arjuno dan langsung beranjak.
"Loh dek mau kemana?" teriak Arjuno.
"Nyiram bunga mas"
Zantisya langsung menarik selang air agar memanjang dan langsung menyirami bunga yang ia tanam. Halaman belakang sudah seperti kebun bunga karena Zantisya selalu menambah koleksi tanamannya.
Bunga-bunga yang dulu nampak kecil sekarang sudah semakin besar dan beberapa sudah mulai berbunga. Senyum Zantisya selalu merekah kala melihat tanamannya tumbuh subur.
__ADS_1
Arjuno langsung keluar dari kolam renang dan memakai bathrobe yang dibawakan Zantisya tadi. Ia tersenyum menatap istrinya yang selalu nampak bahagia itu. Perlahan namun pasti Arjuno mengendap-endap berjalan ke arah Zantisya.
Grep
"Astaghfirullah mas, kaget tau" ucap Zantisya yang tiba-tiba dipeluk dari belakang.
"Jangan buang-buang air kalau sudah selesai menyiram bunga" peringatan Arjuno saat melihat Zantisya hanya memainkan air saja.
"Mas..." Zantisya menatap Arjuno yang mendaratkan dagu di pundaknya.
"Hem..."
"Terimakasih mas selalu memenuhi apapun keinginan ku. Padahal aku nggak kasih balasan apapun ke mas"
Arjuno langsung membalik tubuh Zantisya agar menatapnya dengan benar. "Itu sudah kewajiban suami pada istrinya sayang. Aku sangat bahagia saat melihat kamu bahagia dek." Ucap Arjuno sambil menarik pipi Zantisya.
"Tapi tetap saja mas, aku berterimakasih atas semuanya. Aku sangat beruntung menjadi perempuan yang dicintai mas" ucap Zantisya tersenyum.
Arjuno mengambil alih selang dari tangan Zantisya dan menghidupkan kembali selang air. Arjuno mengarahkan selang air ke atas sehingga air jatuh seperti air hujan.
"Basah mas hampp…"
Arjuno langsung membekap mulut istrinya. Zantisya langsung mengalungkan kedua tangannya dan berjinjit karena Arjuno yang tinggi membuat ia ekstra kesusahan.
Arjuno mematikan selang air dan menggendong Zantisya tanpa melepaskan aktifitas mulut keduanya. Ia melangkah ke arah Gazebo yang baru di beli Arjuno dengan desain khusus.
"Mas..." Zantisya mengatur nafas yang tak beraturan lagi kala Arjuno sudah melepaskannya. Dan kini tangannya sedang membuka kain yang menjadi penghalang aktivitas nakalnya. "jangan disini, malu kalau kedengaran orang"
Arjuno tersenyum lalu menutup gazebo agar lebih aman meskipun tidak mungkin terlihat aktifitas yang sudah ada di otak nakal Arjuno.
"Adek harus bisa meredupkan suara ok" goda Arjuno sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ih mas ini, gimana aku mau pelan kalau mas aja kuat banget. Ayo ke kamar aja mas"
"Kita cari suasana baru dek, biar hari ini jadi lebih semangat"
"Semangat ngapain mas?"
"Semangat nambah" ucap Arjuno yang sudah selesai melepas seluruh penutup Zantisya dan langsung melepas bathrobe nya. "Ayo baca doa" Ajak Arjuno dan setelahnya ia langsung melancarkan aksinya. Membuat suasananya menjadi panas yang menimbulkan rasa candu.
Rasa panas tentu saja ikut dirasakan seseorang yang sejak tadi mengintip aktifitas pasangan suami istri itu. Panas bercampur rasa cemburu yang tidak pantas ia simpan rasa itu.
Sejak kemesraan Arjuno dan Zantisya berada di kolam renang, Bima mengintip lewat pagar belakang yang menjulang tinggi melalu sela-sela kecil pagar. Niat hati ingin melepas Rindu sejenak untuk melihat wajah Zantisya. Namun ternyata sial karena disuguhi kemesraan panas membara.
Bima mengepalkan kedua tangannya karena nafasnya yang sudah tidak beraturan dan detak jantung yang sudah tidak tenang. Ingin sekali ia berteriak marah, namun pantaskah itu ia lakukan?.
__ADS_1
Bima langsung melangkah menuju mobilnya, ia membanting pintu mobil kala sudah masuk kedalam. Betapa sangat menyesalnya saat dulu ia menyakiti perempuan berjilbab yang dulu ia sia-siakan. Dan kini nampak sangat bahagia bersama lelaki yang mendekati Zantisya saat perempuan itu masih menjadi istrinya.
"Aku harus mendapatkan mu" geram bima memukul kemudinya.
.
.
.
Zantisya dan Arjuno masih terus berpelukan, keduanya masih mengatur nafas yang masih belum beraturan setelah mencapai puncak indahnya sebuah hasrat.
"Mas masih mau?" tanya Zantisya menatap Arjuno dan tangannya menghentikan tangan Arjuno yang terus membelai perutnya.
"Adek masih mau?"
"Ih kok balik tanya sih mas, ini mas lo yang mulai usil tangannya" ucap Zantisya memperjelas kelakuan tangan suaminya.
"Lagi yuk" ajak Arjuno berniat hanya menggoda.
"Aku mau asal pindah ke kamar mas"
"Memangnya kenapa kalau disini" tanya Arjuno sambil membelai lagi perut Zantisya.
"Punggung ku sakit mas. Lutut ku juga sakit, memangnya mas nggak sakit?"
"Enggak tuh. Kalau sakit kenapa adek nggak bilang sejak tadi?"
"Ya tadi kan itu beda mas" jawab Zantisya pelan mengingat kelakuannya tadi. Bisa-bisanya tadi dialah yang semangat pantang diam tak bergerak.
Arjuno paham istrinya kini sedang menahan malu. "Aku malah senang kalau adek lebih ekspresif, sepertinya banyak manfaatnya setelah beli banyak buku ya dek" goda Arjuno.
"Mas aku nggak baca buku aneh-aneh loh ya" bela diri Zantisya. Setiap hari dia kan baca buku yang baik-baik agar rumah tangganya bahagia, tentram dan damai.
"Yang aneh juga nggak apa sayang, terus kita praktekkan." Belum menyerah juga Arjuno meledek istrinya.
"Mas udah dong tangannya diem"
"Sssttt... nikmati saja sayang" ucap Arjuno. "Semoga doa kita cepat di ijabah" ucap Arjuno masih terus membaca doa dalam hati sambil membelai perut istrinya.
"Aku ingin cepat punya anak mas"
"Kalau sudah waktunya pasti akan disegerakan sayang" ucap Arjuno sambil membawa tubuh Zantisya bangun. "Mandi yuk sayang" ajak Arjuno sambil memunguti pakaian keduanya yang berserakan.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️
Selamat pagi dan selamat hari libur 😊