
...WARNING!!!...
...WAJIB MEMBACA ULANG BAB 92 KARENA HAMPIR SETENGAH BAB SAYA ROMBAK TOTAL🙏 MAAF JIKA TERJADI KETIDAK NYAMANANNYA 🙏 CUKUP BACA PART TERAKHIR SAAT TENAGA MEDIS MENGETUK PINTU RUANG RAWAT ZANTISYA...
...Terimakasih untuk salah satu reader yang sudah memberi masukan🥰 silahkan berkomentar memberikan saran jika dirasa tulisan saya kurang tepat ya teman-teman. Terimakasih sudah selalu setia mengikuti kisah Zantisya dan Arjuno....
Happy reading all...
Beberapa saat lalu dokter bayi yang bertanggung jawab untuk kesehatan kedua anak Zantisya dan Arjuno telah menjelaskan bagaimana keadaan kedua anak mereka.
Jika bayi perempuan yang diberi nama Ruby Al Humaira itu bisa bernafas dengan normal. Meski tadi Zantisya sempat memberikan ASI secara langsung pada malaikat cantiknya, Namun bayinya harus tetap mendapatkan perawatan yang tepat mengingat berat lahirnya 2000 gram. Selain itu juga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Sedangkan bayi keduanya. Bayi laki-laki yang diberi nama Safir Al Ghani. Bayi itu jelas lebih mendapatkan perawatan maksimal. Selain lahir dengan berat 1800 gram. Riwayat asfiksia saat lahir juga menjadi faktor utama.
Sesuai dengan penjelas dokter. Bahwa kelahiran bayi saat usia kehamilan 34 minggu. Paru-paru bayi belum matur. Arjuno dan Zantisya memahami semua penjelasan yang diberikan dokter beberapa saat lalu.
.
.
.
"Kita ke rumah sakit sekarang dek." Ajak Arjuno.
"Iya mas."
Arjuno mengemudikan mobilnya. Melewati hiruk pikuk jalanan yang ramai di pagi menjelang siang hari.
Dua minggu sudah berlalu. Saat itu Zantisya sudah diperbolehkan pulang sore harinya dihari setelah melahirkan kedua permata hatinya dan sang suami.
Setiap Hari Zantisya dan Arjuno ke rumah sakit. Mengantar Asi yang sudah diperah. Sekaligus tujuan pertama mereka ialah melihat kedua anaknya.
Jika Arjuno dan Zantisya bisa melihat Rubi secara langsung. Berbeda halnya dengan bayi mereka, Safir.
Mereka hanya diperbolehkan melihat anak laki-laki mereka dari balik kaca.
"Alhamdulillah." Ucap Zantisya dan Arjuno bersaman.
Setelah dilakukan pemeriksaan, berat badan Safir meningkat sangat pesat. Bayi yang sudah semakin terlihat lincah itu kini berat badannya sudah 2100 gram.
"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Zantisya sambil mengeluarkan salah satu pusat produksi ASI nya.
Dan betapa bahagianya Zantisya dan Arjuno karena Saat ini Safir berada dalam jangkauan mereka. Sedang bekerja kerasa menyesap nutrisi terbaik di dunia.
Tiada henti tangan Arjuno terus mengusap pipi Bayi yang terus berusaha kerasa meraup cairan kaya nutrisi. Sesekali Ia mencium tangan bayi yang menggenggam erat.
"Sehat terus ya nak. Agar kita bisa cepat pulang ke rumah." Bisik Arjuno.
Seolah mendapatkan kenyamanan dari Skin to skin antara Zantisya dan Safir sepertinya benar-benar membuat Bayi mungil itu merasa bahagia. Mata kecilnya terus menatap ke arah Zantisya sedang tangan kanannya terus bergerak. Menyentuh pusat yang tengah ia kuasai itu.
"Aku pikir dia akan bingung pu*ting mas. Ternyata enggak." Ucap Zantisya sambil mengusap pipi Safir.
"Didikan siapa dulu." Celetuk Arjuno sambil tertawa.
Lola alias loading lama mungkin kata itu tepat tersematkan untuk wajah Zantisya yang menatap bingung suaminya. "Maksudnya?"
"Namanya juga anak Arjuno Andrewiyoko. Ya harus pintar nyedot pu*ting dong dek." Ucap Arjuno sambil memainkan kedua alisnya naik turun menggoda Zantisya.
Plak
__ADS_1
Satu pukulan Zantisya mendarat pada lengan Arjuno. Bisa-bisanya ia di goda suaminya masih saja tidak peka dengan hal-hal nyeleneh Arjuno.
"Aw..." Pekik Arjuno sok kesakitan. Padahal pukulan Zantisya terasa seperti belaian menurutnya.
"Mas ini bikin gemes tahu nggak."
.
.
.
Arjuno mengemudikan mobilnya pelan dan hati-hati. Karena kini mereka pulang tidak hanya berdua. Tapi bertiga. Bersama dengan bayi mungil yang cantik dalam dekapan Zantisya.
Karena berat badan Rubi sudah mencapai normal. Yaitu 2700 gram dan hasil pemeriksaannya baik. Akhirnya Arjuno dan Zantisya diperbolehkan membawa Ruby pulang lebih dulu.
Sedangkan safir. Meski sudah bernafas dengan baik. Namun untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Zantisya dan Arjuno sepakat membawa pulang Safir setelah berat badannya normal.
"Kok perasaan nggak nyampek-nyampek sih mas." Ucap Zantisya.
"Sabar dek. Sebentar lagi kita sampai."
Sesampainya dirumah. Zantisya langsung keluar dari mobil. Melangkah pelan memasuki rumah yang akan menjadi tempat tinggal Rubi saat ini.
"Assalamualaikum." Salam Zantisya saat kakinya melewati pintu utama.
"Waalaikum salam." Jawab bi Tami dan bi Siti bersamaan.
Mereka menyambut suka cita kedatangan anak majikan mereka. Bayi mungil yang sudah mereka nanti kepulangannya dari rumah sakit.
"Bi Tami. Tolong siapkan makan ya bi. Nanti biar mas Arjun yang bawain ke atas."
Semenjak satu minggu setelah melahirkan. Arjuno dan Zantisya memutuskan untuk kembali menghuni kamar utama mereka.
"Mau aku suapi dek?" Tawar Arjuno yang baru masuk dan langsung ikut duduk di samping Zantisya.
"Mas mau gendong Ruby?"
Arjuno langsung meletakkan nampan diatas meja yang ada didepan mereka. "Tentu saja." Ucap Arjuno sambil mengambil alih permatanya yang sangat cantik.
Zantisya langsung menikmati hidangan yang dibawakan Arjuno. Rasa lapar begitu menyiksa perutnya setelah mengASI dua bayi saat dirumah sakit tadi.
"Dia cantik seperti kamu dek." Ucap Arjuno sambil membelai pipi yang nampak berisi. "Lihat bulu matanya lentik seperti kamu dek."
Zantisya langsung menatap bayi dalam dekapan suaminya. "Memangnya aku secantik itu mas?" Tanya Zantisya cepat setelah menelan makanan yang sudah lembut ia giling.
Ia sangat tidak percaya melihat bayi cantik yang nampak lelap. Bulu mata yang terlihat lebat, panjang dan lentik.
"Apa sekarang adek baru sadar setelah melihat betapa cantiknya anak kita? Seperti itulah kamu dek. Cantik." Ucap Arjuno menatap lekat mata Zantisya yang juga menatapnya sambil terus mengunyah.
Zantisya tertawa setelah menelan makanannya. "Mas ini masih saja ya suka gombalin aku."
"Itu salah satu keahlian ku untuk menarik mu ke kehidupan ku sayang." Ucap Arjuno sambil membelai pucuk kepala Zantisya.
"Kenceng ya mas peletnya."
"Pasti."
.
__ADS_1
.
.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Arjuno menyiapkan Air hangat. Sedangkan Zantisya menyiapkan pakaian ganti untuk putrinya, Ruby.
Zantisya langsung melepaskan seluruh pakaian Ruby. Ilmu yang ia dapat saat kelas hamil sungguh banyak manfaatnya untuk Zantisya yang baru menjadi seorang ibu.
Zantisya jalan pelan menuju kamar mandi sambil mendekap Ruby yang semakin aktif.
"Biar aku yang mandikan Ruby dek." Ucap Arjuno yang menyerap ilmu kelas hamil dengan benar.
"Aku saja mas."
"Aku dek." Arjuno masih berusaha merebut.
"Aku mas." Zantisya tidak mau kalah.
"Aku."
"Aku."
"Aku."
"Aku."
"Aku."
"Stop mas." Peringatan Zantisya. "Kenapa kita jadi rebutan kaya gini sih."
Dan akhirnya Zantisya lah yang memandikan Ruby. Walau sedikit bergetar, namun ia yakin bisa melakukan semuanya.
"Adek butuh baby sitter nggak?" tanya Arjuno sambil mengamati Zantisya yang tengah mengganti pakaian Ruby.
"Buat apa mas?"
"Buat bantu adek kalau aku lagi di kantor."
"Aku bisa sendiri mas."
"Sekarang masih Ruby yang dirumah. Mungkin adek masih bisa menghandle. Tapi nanti kalau safir sudah pulang. Adek yakin bisa melakukan sendiri?"
Zantisya diam. Mencerna keterangan yang diucapkan Arjuno barusan. Bi Tami dan bi Siti sudah melakukan banyak pekerjaan. Apa lagi mereka sudah paruh baya. Zantisya juga tidak tega jika meminta bantuan bi Siti dan bi Tami. Tapi...
Zantisya bergidik ngeri mengingat berita di ponselnya. Seorang baby sitter menikahi suami majikannya.
"Kenapa adek lihat aku kaya gitu?" Tanya Arjuno. Entah kenapa tiba-tiba ia merinding mendapat tatapan intimidasi Zantisya.
"Aku nggak butuh tenaga orang lain mas." Ucap Zantisya. Mencoba mengenyahkan pikiran buruknya beberapa saat yang lalu.
Bersambung...
Mohon koreksinya ya teman-teman jika ada kesalahan dalam keterangan tentang kesehatan bayi. Meski ini dunia hallu tapi tetap saja harus memberikan keterangan yang tepat. Maaf karena saya masih banyak kekurangan.🙏
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️
Mampir yuk 🥰
__ADS_1