HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 61 GAGAL MODUS


__ADS_3

Seperti biasanya, usai makan malam Arjuno dan Zantisya duduk diruang keluarga menonton televisi. Zantisya tidur berbantalkan paha suaminya. Sedang sejak tadi, Arjuno terus mengusap kepala Zantisya dan memperhatikan wajah cantik istrinya itu.


"Kenapa sayang?"


"Kenapa mas?"


"Sejak tadi kamu diam melamun dek, ada apa?"


Zantisya sadar sekecil apapun perubahan raut wajahnya maka Arjuno akan dengan cepat mengetahuinya dan langsung menanyainya.


Selain menjadi peran suami yang begitu menyayanginya, tapi Arjuno juga selalu menjelma sebagai sahabat untuknya dan mendengarkan apapun yang di ucapkan Zantisya.


"Mas, mbak Evita tadi kesini"


"Evita? Ngapain?" tanya Arjuno heran. "Sayang nggak di apa-apain kan?" mulai panik lelaki ini.


Zantisya menggelengkan kepala. "Mbak Evita kesini minta maaf sama aku mas"


"Terus?"


Zantisya mulai menceritakan semua. Sedang Arjuno terus menatap Zantisya dan setia mendengarkan. Dari semua cerita Zantisya yang tanpa filter tanpa bisa menutupi apapun, Ada hal yang membuat Arjuno marah.


Saat Zantisya menceritakan bahwa Bima menggunakan Evita untuk berfantasi di atas tubuh Evita. Arjuno Rasanya ingin menghancurkan Bima karena dengan kurang ajar memikirkan istrinya.


"Aku salah nggak mas kasih saran ke mbak Evita?"


Zantisya tadi memang memberikan saran pada Evita untuk lebih sabar menghadapi Bima apa lagi mereka sudah memiliki anak.


Jika berurusan dengan anak, jujur Zantisya tidak tega jika seorang anak kekurangan kasih sayang orang tuanya karena keegoisan masing-masing.


Namun jika semua sudah tidak dapat dipertahankan, berpisah lah yang menjadi jalan terbaik untuk keduanya. Bukankah lebih baik dari pada saling menyakiti.


"Istri ku semakin dewasa ya" puji Arjuno menarik pipi Zantisya.


.


.


.


Esok harinya, Bima melajukan kendaraan dengan cukup kencang karena harus menuju kantor. Beberapa menit yang lalu ia di kabari sekertaris barunya bahwa Laras sedang memimpin pertemuan dengan para petinggi.


Perusahaan yang sudah diambang kehancuran itu, satu persatu sudah menjual beberapa aset Sanjaya Group tanpa sepengetahuan Laras.


Beberapa bulan terakhir ini Bima sudah menjual empat lahan Apartemen yang di kelola langsung oleh Sanja Group.


Belum lagi banyak klien yang menuntut ganti rugi karena Bima tidak kompeten dalam menjalankan kerja sama kontrak kerja mereka.

__ADS_1


Sudah banyak dana yang di gelontorkan Sanjaya Group akibat kecerobohan Bima sendiri. Bahkan sampai banyak competitor yang menatap heran atas kehancuran Sanjaya dalam waktu singkat ini.


Sangat-sangat disayangkan oleh Laras akibat ini semua banyak karyawan yang harus di PHK.


"Masih berani kamu menginjakkan kaki disini Bima?" tanya Laras saat Bima baru saja memasuki ruang kerjanya.


"Bima bisa mengatasi ini semua ma"


"Dengan cara apa? Kamu dengan mudahnya menghancurkan perusahaan yang sudah berdiri puluhan tahun" Laras menarik nafas dan menghembuskan secara kasar karena terlalu jengkel dengan anaknya ini.


"Mama ambil alih semuanya dan mulai sekarang. Semua fasilitas yang berkaitan dengan Sanjaya Group mama ambil. Silahkan kamu mencari uang dengan kerja keras mu sendiri tanpa bantuan perusahaan ini" Laras menatap sini Bima karena terlalu Emosi.


"Mama mau tahu seberapa bisa kamu hidup tanpa uluran dari tangan mama" Bima benar-benar direndahkan oleh mamanya sendiri. "Silahkan keluar dari kantor ini"


Langkah Bima terhenti saat akan membuka pintu. "Dengar Bima Sanjaya, jangan berusaha menghancurkan Arjuno jika kamu tidak ingin lebih hancur dari saat ini" ucap Laras sebelum akhirnya Bima benar-benar keluar dari gedung yang megah menjulang tinggi itu.


Apa yan diucapkan Laras bukan lah main-main, wanita yang jelas sudah tidak muda lagi itu telah memblokir semua akses transaksi yang biasa bima gunakan.


Bahkan Bima juga tidak bisa menggunakan Card apartemennya yang biasanya ia tinggali karena menghindari Evita.


Mau tidak mau Bima harus pulang ke rumah lagi. Itupun kalau Bima tidak mau dengan Laras. Mungkin itulah cara Laras agar Bima kembali dekat dengan Evita dan juga Aurel.


Apalagi kini Evita sudah sangat berubah. Laras sangat bersyukur karena kini Evita sudah semakin telaten mengurus Aurel seorang diri. Bu Ati kini hanya sesekali menggantikan Evita mengurus Aurel.


.


.


.


"Lihat, bunga Amek udah ada kuncup bunganya" ucap Zantisya.


Amel langsung lari karena langkahnya tertinggal Zantisya tadi. "Asik Amel berhasil nanam bunga" ucap Amel sambil melonjak kegirangan.


"Amel harus bilang apa"


"Alhamdulillah" ucap syukur Amel.


Zantisya langsung menarik selang air untuk menyirami bunga. Hal yang sangat ia sukai. Zantisya langsung menyirami semua bunga yang ada di halaman depan. Setelah selesai Zantisya dan Amel pindah ke halaman belakang.


Zantisya yang jahil mulai menyemprotkan air kearah Amel. Amel terus lari menyelamatkan diri karena terus dikejar oleh Zantisya.


Mereka terlihat asik canda tawa dengan bahagia tanpa tahu diluar sana ada seseorang yang terus memantau mereka berdua dengan seringai yang begitu mengerikan.


Tak lama kemudian mobil Arjuno masuk ke halaman rumahnya, mobilnya terhenti saat tiba-tiba Amel dan Zantisya berada di depan mobil sedang bercanda dan berlarian.


"Astaghfirullah" Arjuno menghentikan laju mobil secara tiba-tiba.

__ADS_1


Amel dan Zantisya langsung berhenti tertawa. "Amel mandi dulu sana, udah basah kuyup kaya gini" Amel pun menurut.


"Ya Allah, sayang mainan air" ucap Arjuno setelah keluar dari mobil dan langsung mendekati Zantisya.


"Mas jangan peluk, aku basah semua nih" ucap Zantisya karena Arjuno langsung mendekapnya.


"Ini sudah ritual kebiasaan kita nggak boleh dilewatkan sayang" jelas Arjuno.


Cup


"Mas, jangan cium aku asal tempat kaya gini dong. Malu kalau ada yang lihat" meski sudah terbiasa tapi sifat nggak tahu tempatnya Arjuno memang menyebalkan.


"Nggak ada siapa-siapa ini"


"Lihat lah suami ku sayang" ucap Zantisya sambil menghadapkan wajah Arjuno kearah pak Edi yang sedang membersihkan halaman belakang. "Ada pak Edi"


"Pak Edi pasti tadi nggak lihat sayang" ucap Arjuno ingin mencium Zantisya lagi.


Zantisya sigap menutup mulut suaminya dengan telapak tangannya. Mendorong agar wajahnya terjauh kan dari wajah Arjuno. "Mesum juga tau tempat mas" kesal Zantisya yang langsung meninggalkan Arjuno masuk kedalam rumah.


"Loh dek ini suaminya kok ditinggalin sih" teriak Arjuno nggak tanggung-tanggung.


"Urus dulu itu mobil mas" Zantisya jadi ikut teriak karena sudah masuk kedalam.


Arjuno langsung balik badan melihat mobilnya. "Sepertinya aku harus cari sopir biar gak ribet masukin mobil sendiri" gumam Arjuno ke mobil masuk kedalam mobil.


"Loh udah selesai mandi dek?" tanya Arjuno yang tadi dengan cepat naik ke kamarnya.


"Udah mas" jawan Zantisya sambil melepas handuk yang melilit rambutnya.


"Mandi lagi yuk" ucap Arjuno berniat memeluk Zantisya.


"Stop maaasss..." Pekik Zantisya kuat-kuat.


"Kenapa?"


"Aku tahu niat terselubung mas tapi maaf ini udah jam lima mas, aku belum solat ashar"


"Tumben sih dek jam segini belum solat"


"Tadi nyiram bunga sebelum adzan soalnya, udah mas awas aku mau solat dulu"


Arjuno langsung berlalu ke kamar mandi, kasian terhadap diri sendiri karena gagal ngerjain istrinya.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️ follow akun author juga ya 🥰

__ADS_1


Selamat malam dan selamat istirahat ❤️


__ADS_2