HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 33 TRAUMA


__ADS_3

Sekitar pukul 21.00 WIB Arjuno dan Zantisya baru memasuki kamar hotel yang mereka pesan tak jauh dari pantai.


Setelah waktu isa' tadi Arjuno mengajak makan malam. Bukan makan malam romantis di sebuah tempat yang mewah dengan lilin dihadapan mereka. Tapi Arjuno mengajak istrinya makan semua jenis seafood di pinggir pantai. Meski dengan tempat seadanya namun begitu banyak pengunjung yang berdatangan mengantri untuk menikmati makanan laut.


"Aku mandi dulu ya dek"


"Iya mas…"


Hampir 15 menit Arjuno baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe berwarna putih. Zantisya menatap Arjuno hingga tak berkedip saat suaminya itu terus mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


Arjuno tersenyum melihat istrinya ternganga menatapnya. Ia langsung melangkah mendekat dan mendekatkan wajahnya pada wajah Zantisya.


"Ganteng ya?" ucap Arjuno dengan sikap narsisnya dan jangan lupakan kedipan salah satu matanya sebagai pemanis super pedenya.


Zantisya seketika langsung sadar akan pikirannya sendiri. "Narsis banget sih mas" ucap Zantisya malu. Tentu saja dia malu apa lagi wajahnya yang semakin memerah. Dengan cepat ia lari ke kamar mandi untuk menyembunyikan diri.


Arjuno terkekeh melihat tingkah istrinya yang malu tapi malah bikin dia gemes sendiri. Arjuno langsung menggantung handuk yang ia gunakan di jemuran kecil tak jauh dari kamar mandi.


Sudah hampir satu jam Zantisya tidak juga keluar dari kamar mandi. Entah ritual apa yang dilakukan perempuan itu hingga betah untuk berlama-lama disana. Zantisya terus mondar mandir ragu mau keluar atau tidak.


Akibat terlalu malu pada suaminya, ia sampai lupa membawa pakaian ganti dan langsung lari ke kamar mandi dengan cepat kilatnya.


Pikirannya sudah berkelana kemana-mana jika ia keluar dengan seperti ini. Tapi biar seribu kali pun Zantisya berpikir, ia pun salah jika harus menghindar.


Zantisya menarik nafas dalam-dalam mengatur degup jantungnya sendiri. Dengan banyak berdoa akhirnya ia keluar juga dari dalam kamar mandi.


Zantisya melangkah pelan sambil melihat sekeliling namun tak ia temukan sosok suami yang membuatnya ragu untuk keluar dari area persembunyian.


Zantisya langsung mengambil hair dryer dan menyambungkan ke saluran listrik. Ia lalu melepas lilitan handuk pada rambutnya.


"Aku kira ketiduran di kamar mandi dek" ucap Arjuno yang baru masuk kamar setelah berlama-lama menunggu istrinya di balkon hotel.


"Mas…" Zantisya terkejut. Sudah terkejut karena kehadiran suaminya sekarang terkejut juga kalau suaminya nggak ganti baju dan masih menggunakan bathrobe, kan pikiran Zantisya jadi melayang kesana-sana.


Arjuno terus melangkah mendekati Zantisya. "Cantik" batin Arjuno. Ini pertama kalinya melihat istrinya tidak memakai jilbab.


Arjuno meletakkan ponselnya di meja rias. "Sini dek ku bantu keringkan rambut mu"

__ADS_1


Zantisya mengangguk. Meski hatinya semakin nggak karuan tapi ia mantap melangkah menuju kearah suaminya yang menatapnya dengan sorot berbeda.


Arjuno langsung menghidupkan hair dryer dan mulai mengeringkan rambut hitam bergelombang milik Zantisya. Setelah benar-benar kering Arjuno langsung mematikan alat pengering rambut itu lalu mengambil sisir.


Sesekali Zantisya mendapati Arjuno tersenyum yang terus menyisir sedang matanya menatap rambutnya.


"Mas kok senyum, kenapa?" tanya Zantisya penasaran juga.


Arjuno menatap mata istrinya dari pantulan cermin yang ada di depan mereka itu. "Kamu cantik dek, dan sekarang ternyata lebih cantik" ucap Arjuno sambil membelai rambut Zantisya. Emang modus lelaki kalau ingin apa-apa ya harus pinter ngerayu. Eh.


"Gombal tau mas" Zantisya terkekeh.


Kini ia sadar dibalik sifatnya yang hangat, perhatian dan tegas itu ada sikap yang terkadang narsis dan juga sekarang bertambah 'gombal'.Sepertinya Zantisya harus siap dengan kenyataan-kenyataan suaminya.


"Serius lo dek" ucap Arjuno meyakinkan istrinya yang nggak percaya.


"Mas…" Zantisya terkejut saat ia berdiri dan ingin melangkah mengambil pakaian ganti, kini tubuhnya mendarat di pangkuan suaminya.


Arjuno menyibak rambut Zantisya kebelakang, ia menatap istrinya yang malu-malu menatapnya.


"Aku harus siap. Semoga ketakutan ku nggak akan ngerusak semuanya" batin Zantisya memejamkan mata saat Arjuno mengecupnya.


"Boleh kan dek kita mulai malam ini?" tanya Arjuno yang sudah penuh dengan rasa minat.


Zantisya sungguh sangat menghargai suaminya. Bahkan ia bertanya terlebih dulu dengan apa yang ingin ia dapatkan. Lelaki selembut ini bisa-bisanya ia mengira-ngira seperti bima. Zantisya jadi merasa bersalah dengan pikirannya sendiri.


Arjuno langsung bertindak dengan lembut namun pasti setelah Zantisya menganggukkan kepalanya. Tak ingin berlama-lama dengan posisi berpangku, akhirnya Arjuno mengangkat tubuh Zantisya dan merebahkan tanpa melepaskan ce*capan yang menghubungkan keduanya.


Zantisya seolah merasa Dejavu dengan tindakan yang ia terima saat ini. Ia terus menguatkan diri saat Arjuno mulai merayapi tubuhnya. Mata Zantisya semakin erat terpejam menahan ketakutan yang persis seperti dulu.


Aku bisa...


Aku bisa...


Aku bisa...


Entah berapa kali ia mengucapkan kata itu sebagai keyakinan dirinya sendiri saat ucapan 'Jangan menolak ku, karena kamu sah dan halal untukku' terngiang telinganya seolah mengintimidasinya.

__ADS_1


Semakin erat Zantisya memejamkan mata semakin pekat juga wajah menakutkan Bima yang begitu ingin terhadapnya. Hingga akhirnya.


"Jangan kak, tolong lepasin aku. Demi Allah aku nggak mau kak tolong lepasin aku" ucap Zantisya sambil menangis hingga suaranya bergetar.


Arjuno seketika mengangkat wajahnya, ia heran kenapa kini Zantisya memanggilnya 'kak' dengan suara bergetar dan ketakutan.


Ia mengira karena sentuhan yang ia berikan terlalu kasar jadi Arjuno mengangkat kedua tangannya dan turun dari atas Zantisya. Namun nyatanya Zantisya masih menangis ketakutan dengan mata tertutup rapat.


"Astaghfirullah dek" pekik Arjuno setelah menyadari ada yang tidak beres dengan istrinya.


"Dek buka matamu ini aku, istighfar dek" ucap Arjuno menepuk-nepuk pipi Zantisya agar sadar dan membuka matanya.


Zantisya langsung membuka matanya saat tubuhnya merasa ringan dan mendengar suara Arjuno yang terus memanggilnya. Kini ia sadar sepenuhnya.


"Mas aku takut mas" lirih Zantisya menatap Arjuno dengan suara bergetar. "Dia paksa aku mas aku nggak mau, dia sakiti aku, dia banting aku, nampar aku, dia…"


"Sssttt…" Arjuno langsung memeluk istrinya mencoba menenangkan. Ia sungguh tidak kuat lagi mendengar ucapan Zantisya yang semakin bergetar dengan nafas yang berat seolah terasa penuh sesak di rongga dadanya.


"Tenang sayang, kamu aman sama aku jadi jangan takut lagi. Ada aku"


Zantisya langsung mempererat pelukannya kala merasakan kenyamanan yang ia dapatkan kini. Cukup lama mereka berpelukan.


Arjuno langsung merenggangkan pelukannya saat merasakan ketenangan dari diri Zantisya.


Kini Zantisya menyadari telah merusak momen mereka saat Arjuno memakaikan kembali bathrobenya dengan benar.


"Maafin aku mas, aku ngerusak semuanya" sesal Zantisya saat Arjuno selesai mengikat tali bathrobe.


"Aku yang seharusnya minta maaf dek. Seharusnya aku nggak terlalu buru-buru dan akhirnya bikin kamu kaya gini dek"


"Aku yang salah mas. Seharusnya aku nggak boleh mengandai-andai kalau mas sama seperti dia. Aku terlalu takut, aku…"


Arjuno menangkup wajah Zantisya agar menatapnya. "Cukup lihat aku, hanya ke arahku dek. Lupakan semua yang sudah terjadi dan lihat lah aku saja. Jadikan aku obat dari segala ketakutan mu agar kamu kuat. Aku sayang kamu dek jadi apapun yang terjadi aku akan selalu untuk mu"


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


Selamat pagi dan selamat beraktifitas 💪


__ADS_2