
Pagi ini langit nampak mendung. Hujan sepertinya akan segera turun dengan sangat lebat. Namun sepertinya cuaca tidak menghambat lalau lalang orang yang terus melajukan kendaraannya karena harus menjalankan aktifitasnya.
Hari ini Zantisya sengaja ikut kekantor. Entah apa yang mengubah mood istri Arjuno Andrewiyoko itu. Sepertinya overtingking terhadap suaminya semakin menjadi karena terlalu sering melihat acara ku menangis.
Sejujurnya Arjuno sudah melarang Zantisya melihat serial drama sejuta emak-emak itu. Karena setelah melihat acara itu membuat mood Zantisya jadi buruk dan berakhir mencurigainya kemanapun Arjuno pergi.
Apa lagi kini kehamilan Zantisya sudah masuk 7 bulan. Sudah tidak dapat diragukan lagi bagaimana overtinkingnya Zantisya setiap saat.
Dan karena kecemburuan yang semakin menjadi, terkadang setiap kali ia meeting diluar kantor bersama Resti pasti Zantisya selalu melakukan video call.
Bukan cemburu pada Resti karena setiap kali meeting diluar dimana ada Resti pasti ada Firman. Sengaja Firman, Arjuno bawa sekaligus agar tidak ada yang terjadi kesalah pahaman.
Bahkan Rudi sampai mengusulkan untuk Arjuno memakai sopir pribadi. Tapi lagi-lagi Arjuno belum menginginkannya.
Sangkin pikiran Zantisay menjalar lebar kemana-mana saat meeting bersama klien pun ia melakukan Video call. Beruntung kliennya memahami ke posesifan Zantisya saat hamil begini.
"Dingin nggak?" tanya Arjuno sambil memeluk Zantisya dari belakang.
Sejak tadi Zantisya berdiri didekat kaca melihat air hujan yang jatuh cukup deras.
Tangan Zantisya ikut mendekap tangan lelaki yang melingkar erat pada tubuhnya.
"Aku serasa mengingat kembali kenangan dulu saat kita bertemu mas." Zantisya tertawa kecil lalu menoleh, melihat Arjuno yang mendaratkan dagu pada pundaknya.
"Bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta pada lelaki yang sedang berkabung. Menatap lelaki yang jelas sedang kecewa, sedih dan marah bercampur menjadi satu."
Arjuno langsung merenggangkan pelukannya dan memutar tubuh Zantisya agar menghadapnya.
"Jadi sejak saat itu adek sudah jatuh cinta sama aku?"
Seketika Zantisya mengatupkan bibirnya. Merasa ia salah ucap karena telah membongkar perasaannya sendiri. perasaan yang ia tutup rapat karena memang hanya ia sendiri yang tahu.
Arjuno menahan dagu Zantisya, saat perempuan hamil ini akan menundukkan wajahnya karena malu dengan wajah yang memerah.
"Kamu adalah satu-satunya orang yang menatapku berbeda saat hari itu dek. Disaat orang lain menatap ku iba karena rasa kasian atas peristiwa yang menimpaku. Tapi tatapan mu yang sekilas ku lihat itu seperti mendorong ku untuk tetap kuat karena hidup masih panjang."
"Itu karena aku sama sekali tidak tahu kisah mas saat itu."
Cup
Arjuno mengecup Zantisya sekilas. Mata mereka terus bertautan seolah selalu menemukan cinta dari tatapan yang mampu menghipnotis raga.
"Aku tidak tahu sejak kapan bisa jatuh cinta dengan mu dek. Tapi yang pasti sejak kita bertemu untuk yang kedua kalinya. Aku justru sering teringat wajah mu. Maka dari itu, saat kita bertemu terus menerus, perasaan ku semakin di pupuk dan tumbuh semi begitu saja. Tanpa bisa aku cabut walau saat itu aku merasa tidak mungkin bisa memiliki mu." Ucap Arjuno membelai wajah Zantisya.
Zantisya langsung memeluk erat Arjuno. Mengingat kembali perjalanan mereka. Kejadian manis dan pahit yang datang bersamaan. Dan kini mereka sangat bahagia tanpa menghawatirkan apapun lagi.
"Hujan adalah kerahmatan yang Allah berikan untuk semua yang hidup." Ucap Arjuno memeluk erat Zantisya.
"Maka dari itu aku suka dengan hujan mas."
"Kenapa."
"Karena mas akan akan menghangatkan aku saat hujan." Zantisya langsung tertawa setelah mengucapkan hal itu.
"Adek goda aku ya?" tanya Arjuno. Padahal Arjuno tadi sangat serius mendengarkan alasan Zantisya.
__ADS_1
Zantisya langsung menutup bibir Arjuno dengan telapak tangannya dan mendorong agar menjauh dari wajahnya.
"Kita masih dikantor mas."
Arjuno menghela nafas kuat-kuat. "Lihat nanti malam sayang. Kamu aku ajak begadang." Ancam Arjuno yang langsung kembali duduk di kursi kerjanya.
"Yakin?"
"Loh adek nantangin?"
.
.
.
Sekitar pukul 13.45 wib. Arjuno dan Zantisya sudah berada di salah satu Restoran yang ada dibawah kendalinya Nuri. Arjuno langsung menuju ruangannya sedangkan Zantisya tidak ikut serta keatas.
Ibu hamil satu ini memilih jalan-jalan mengelilingi taman yang ada didepan retosran padahal panas sedang terik-teriknya.
Setelah usai berkeliling Zantisya langsung memasuki restoran. Para kariawan menyapanya sopan dan ramah.
Zantisya terus melangkah dan matanya langsung mendapati bocah yang sangat tampan yang pernah ia mintai gula kapasnya.
Zantisya tersenyum dan langsung mendekati anak yang menghipnotis matanya itu.
"Zen." Sapa Zantisya.
"Eh tante Tisya."
"Zen sendirian?" tanya Zantisya yang ikut duduk saat Zen sudah kembali duduk.
"Kan sama tante." Jawab Zen santai.
Zantisya tertawa mendengar jawaban Zen. Memang benar sih. Tapi kan bukan itu maksudnya.
"Zen kesini sama siapa?"
"Sama nda sama ayah."
"Terus dimana Nda sama ayah Zen?" tanya Zantisya menatap Zen.
Bukan Zen yang menjadi titik fokus Zantisya saat ini. Tapi Zantisya tertarik dengan Es krim yang sedang dinikmati Zen.
"Nda lagi ke toilet. Kalau ayah itu lagi ketemu sama orang." Tunjuk Zen. Dan Zantisya langsung mengikuti arah tunjuk Zantisya.
Zantisya mengangguk ramah karena orang yang ditunjuk Zen menatap kearah mereka.
"Tisya."
"Mbak Nissa." Zantisya langsung berdiri dan bersalaman dengan Nissa. Jangan lupakan juga kalau mereka cium pipi kanan dan kiri.
"Sudah dari tadi disini?" tanya Nissa. Perempuan yang nampak dewasa dengan baju serba panjang dan rambut yang tertata rapi.
"Barusan mbak." Jawab Zantisya menatap Nissa sekilas lalu titik fokusnya kembali pada Zen yang cuek aja menikmati Es krim.
__ADS_1
"Sudah berapa bulan Sya? Sepertinya sudah besar sekali."
"Sudah 7 bulan mbak. Ini sepasang makanya kelihatan besar." Zantisya tersenyum menatap nissa sambil mengusap perutnya yang terus mendapatkan tendangan dua bayi didalam sana.
"Kembar dan sepasang Sya?" Tanya Nissa antusias.
Zantisya tersenyum dan mengangguk saja. Matanya terus terkunci pada Zen yang menikmati Es krim.
"Jadi dedeknya ada yang perempuan tante?" Tanya Zen ikut antusias.
"Iya."
"Itu artinya adek perempuannya buat Zen ya tante." Pinta Zen seperti awal bertemu dulu.
"Boleh Zen" jawab Zantisya asal tanpa berfikir apapun.
"Zen boleh minta es krimnya?" ucap Zantisya yang sudah sangat minat. Ia mengabaikan rasa malunya pada Nissa.
Zen langsung menatap NIssa dan Zantisya bergantian.
"Ini tante." Zen langsung menyodorkan es krim miliknya.
"Boleh suapin nggak Zen." Pinta Zantisya tanpa malu sambil mengusap perutnya yang terus berdenyut karena pergerakan si kembar yang sangat aktif.
Dan Zen pun langsung menyuapi Zantisya dengan es krimnya. Ia tidak complain karena ia pernah melakukan ini untuk kakaknya, Reina.
Arjuno langsung turun kebawah karena urusannya dengan Nuri sudah selesai. Matanya mengabsen setiap sudut ruangan mencari keberadaan istrinya.
Arjuno langsung melangkah saat melihat punggung Zantisya yang tertutup jilbabnya.
"Dek."
"Eh mas."
"Hai om." Sapa Zen sambil mengangkat tangan kanannya seperti melambai kepada temannya sendiri.
"Zen yang sopan nak." Ucap Nissa memperingati.
"Sorry om." Ucap Zen yang langsung beranjak untuk menyalami Arjuno sopan.
Arjuno sungguh terkesan dengan bocah tampan ini. Walau memiliki sikap tengil dan tingkat kepedean sejak dini. Namun ia memiliki sikap yang santun,
"Bu..." sapa Arjuno ramah pada Nissa.
Arjuno langsung duduk disamping Zantisya. Dan seketika itu Arjuno menatap heran adegan drama romantis bocah tengil dengan ibu hamil yang tengah disuapi es krim.
Zantisya yang paham dengan tatapan heran Arjuno hanya tersenyum malu-malu.
"Aku ingin sekali mas makan es krim Zen dan disuapi juga." Jelas Zantisya.
Bersambung...
Maaf jika tidak suka kenapa aku masukin karakter novel NISSA disini ๐ yang mengikuti NISSA pasti tahu kalau kedua cerita ini sama-sama berada di Jawa Timur. Tepatnya Malang. Dan ini sudah sesuai rencana awal ku sejak membuat novel Nissa. Untuk meneruskan kisah Anak Arjuno dan Zen versi Bujang.๐ sekuel ini akan sangat penting nanti saat membuat novel selanjutnya ๐ฅฐ semoga tetap di terima dengan baik dan tetap terhibur๐
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ๐ฅฐ kasih like dan komennya ๐ tab favorit juga ya โค๏ธ
__ADS_1