HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 42 PAGI YANG SEMPURNA


__ADS_3

Zantisya berdiri menatap pantulan tubuhnya dari kaca yang ada didalam kamar mandi. Jika dulu ia sangat membenci tubuhnya yang banyak jejak Bima. Bukan hanya jejak jamahan yang Bima lakukan secara paksa tapi juga siksaan yang Bima berikan karena memaksanya.


Jika dulu ia menangis dan merasa jijik dengan apa yang ada ditubuhnya, kini ia menatap pantulan dengan senyuman dan wajah yang sangat bahagia.


Di ingat berapa kali pun apa yang ia dan Arjuno lakukan, membuat Zantisya malu campur bagian. Bahkan kini Zantisya tersenyum kala mengingat berapa sangat tampan suaminya itu saat dalam keadaan hot.


Hampir satu jam Zantisya baru keluar dari kamar mandi membersihkan diri. Ia langsung melangkah pelan mendekati ranjang dimana Arjuno masih sangat nyenyak. Zantisya tersenyum menatap suaminya yang lelap terlihat seperti anak kecil.


Zantisya melihat ke sekeliling kamar yang sudah tidak beraturan. Bantal dan guling yang berserakan dan kelopak bunga yang bertaburan ke seluruh lantai. Pergerakan mereka berdua sungguh membuat kamar menjadi semrawut tak beraturan lagi.


Arjuno langsung mengerjapkan mata dan membukanya kala sadar wajahnya mendapatkan tetesan air. Zantisya langsung tersenyum saat Arjuno bangun karena tetesan air dari rambutnya yang masih basah. Zantisya tadi memang sengaja tidak mengeringkan rambutnya lebih dulu.


"Jail ya sekarang" ucap Arjuno yang langsung menarik Zantisya hingga menimpa tubuhnya.


"Sorry…" ucap Zantisya tengil.


"Yang romantis dong sayang kalau bangunin suami itu kan bisa dipeluk" Tangan arjuno memeluk Zantisya erat memperagakan ucapannya.


"Diusap wajahnya" tangan Arjuno mengusap wajah Zantisya dan langsung menyusup ke tengkuk sang istri.


"Atau bisa juga dicium" tak butuh waktu lama Arjuno menarik tengkuk Zantisya membawa wajah istrinya mendekat dan langsung mencecap benda berwarna pink alami yang membuat candu.


"Ihhh… Mas modus tau nggak" ucap Zantisya kala Arjuno mengakhiri tautan mereka.


"Kamu udah mandi dek?"


Zantisya langsung sadar saat mendengar pertanyaan Arjuno. "Ih mas wudhu ku jadi batal kan" ucap Zantisya yang langsung bangun dari atas tubuh suaminya.


"Lagian siapa coba yang iseng bangunin suami pake tetesan air" ucap Arjuno sambil turun dari ranjang dan memakai celananya.


.


.


.


Pagi ini Arjuno sudah sampai di kantor pusat miliknya. Meski masih berkembang namun kemajuannya sangat pesat. Sejujurnya Arjuno enggan ke kantor hari ini. Setelah waktu subuh tadi, Arjuno hanya ingin bermalas ria di kamar sambil memeluk istrinya.


Semua karyawan nampak heran melihat aura wajah Arjuno yang begitu berseri tidak seperti biasanya. Menambah ketampanan lelaki yang di kagumi para karyawan. Meningkat ples ples nilai rupanya.


Setiap karyawan yang Arjuno lewati selalu menyapanya. Arjuno tersenyum ramah dan balik menyapa. Raut wajah yang pagi ini semakin berseri lain dari hari-hari sebelumnya membuat banyak karyawan saling berbisik.


"Kalian sudah datang?" tanya Arjuno kala sudah memasuki ruang kerjanya dan sudah ada Rudi dan Firman menunggu disana.


"Wah ada apa dengan wajah bos kita ini?" celetuk Firman pada Rudi.


"Menang lotre kali kok bisa berseri-seri gitu" tebak Rudi iseng.


"Aromanya sih bukan lotre deh" udahlah mulai ghibah Firman.


"Kayanya sih iya"


"Kalian ngomongin apa sih?" mulai risih juga Arjuno di ghibahin depan matanya oleh kedua sahabatnya sendiri.


"Abis di jatah berapa ronde pak semalam?" tanya Rudi asal jeplak.


"Woi… masih pagi otak kalian udah mesum aja" ucap Arjuno.


"Lagian senyum mu itu mencurigakan bos" ucap Firman masih nampak penasaran.

__ADS_1


"Udah… ayo bahas masalah inti kita sekarang" ajak Arjuno yang langsung ikut gabung bersama kedua sahabatnya.


"Beres bos" ucap Rudi.


"Hari Ini material sudah mulai dikirim ke lokasi" Arjuno manggut-manggut.


"Hanya saja terjadi pembengkakan dana" tambah Firman.


"Selama nggak melewati dana cadangan aku rasa nggak ada masalah. Itu lebih baik dari pada apa yang sudah kita bangun terbengkalai"


"Benar"


.


.


.


Sejak tadi Zantisya membolak-balik ponselnya. Menimba ulang apakah ia akan menghubungi Laras. Meskipun Arjuno sudah memberikan izin, namun ia pun harus berfikir ulang.


Dipikir ulang berapa kali pun tidak ada alasan yang bisa membuatnya untuk tidak menghubungi Laras. Berkat bertemu perempuan paruh baya itu ia tidak perlu bersusah payah bekerja mengambil kembali sertifikat tanah bapaknya, terutama pertolongan yang Laras ulurkan untuk pengobatan bapaknya kala itu.


"Assalamualaikum ma…" salam Zantisya kala panggilan telponnya diangkat Laras.


"Waalaikumsalam, Tisya. Mama senang akhirnya kamu telpon mama nak" binar bahagia laras langsung terpancar kala mendengar suara Zantisya.


"Maaf ma, Tisya baru sekarang hubungi mama"


"Iya nggak apa-apa sayang. Mama masih ingin bertemu dengan mu nak"


"Tisya juga masih ingin bertemu mama"


"Nanti Tisya kabari mama lagi"


"Mama tunggu sayang"


"Ma… Sudah dulu ya, suami Tisya sudah pulang" ucap Zantisya kala mendengar mobil Arjuno pulang lebih awal.


"Iya nak"


"Amel… mbak ke depan dulu ya" ucap Zantisya pada cucu bi Tami yang sejak tadi Zantisya bantu mengerjakan PRnya.


Arjuno langsung memeluk Zantisya dan mencium kening istrinya kala ia disambut diambang pintu.


"Seneng banget sih keliatannya" ucap Arjuno merangkul Zantisya.


"Senanglah kan mas pulang"


"Memangnya mau apa kalau aku pulang?"


"Memang mas maunya apa?" nah kan ditanya malah gantian memberi pertanyaan.


Arjuno mulai membungkukkan tubuhnya Agar wajahnya sejajar dengan Zantisya. Tak butuh waktu lama niat Arjuno ingin mencecap Zantisya namun belum sampai mendarat, bibirnya ditutupi dengan telapak tangan Zantisya.


"Mas lupa?"


"Lupa apa dek?"


"Masih ada bi Tami dan Amel dirumah mas" nah kan, setelah mendengar ucapan Zantisya Arjuno langsung berdiri tegak.

__ADS_1


"Mas Uno sudah pulang?"


"Iya bi barusan"


"Kalau begitu bibi sama Amel pulang sekarang ya mas, mbak"


"Memangnya pak Totok sudah jemput bi?" Tanya Zantisya.


Kalau dulu saat Arjuno belum menikah yang mengantar bi Tami dan Amel pulang terkadang Arjuno sendiri atau ojek online yang dipesan Arjuno.


Semenjak Arjuno menikahi Zantisya kini Arjuno meminta pak Totok untuk mengantar jemput bi Tami dan juga mengantar Amel pulang pergi sekolah.


Itu Arjuno lakukan Atas inisiatifnya sendiri kala mengetahui pak Totok di PHK dari pekerjaannya. Setidaknya ia bisa memberikan pekerjaan pada orang yang membutuhkan.


"Sudah mbak, itu barusan dateng pak Totoknya"


Zantisya langsung menuju kamarnya setelah bi Tami dan Amel pulang. Ia tidak mendapati suaminya didalam kamar namun terdengar suara gemericik air. Zantisya langsung menuju lemari baju menyiapkan pakaian yang bisa Arjuno gunakan nantinya.


"Dek…" panggil Arjuno setelah membuka pintu.


"Iya mas" Zantisya langsung meletakkan ponselnya diatas nakas dan langsung melangkah menuju suaminya.


"Kenapa mas?" tanya Zantisya heran karena suaminya hanya memperlihatkan wajahnya.


"Luluran yuk" Ajak Arjuno.


"Aku kan sudah mandi mas" ucap Zantisya dengan makna penolakan. Karena kalau ia luluran itu artinya ia harus mandi lagi.


"Ayolah"


Zantisya langsung melepas jilbab instannya dan menggantungnya dulu.


"Mas yang luluran ya, aku bantu gosokkan" tutur Zantisya sambil masuk ke dalam kamar mandi tak lupa ia juga langsung menggulung lengan bajunya agar tidak basah maksudnya.


Arjuno langsung menutup pintu dan langsung melangkah mendekat Zantisya, mengangkat tubuh istrinya agar duduk di meja kecil yang ada disana.


"Mas…" Zantisya tentu kaget dengan pergerakan cepat suaminya. Mau komplain pun percuma karena kini Arjuno sudak membekap bi*birnya. Tangannya saja mulai nakal menyusup kemana-mana.


"Katanya tadi mau luluran mas" Zantisya mengingatkan ajakan Arjuno tadi dengan nafas yang memburu karena terlalu lama dibekap.


Arjuno membuka baju Kurung Zantisya dan melemparnya asal.


"Ya ini mau luluran sayang"


"Aku udah mandi mas, aku nggak mau luluran" masih belum paham juga Zantisya dengan maksud terselubung suaminya.


"Kita luluran keringat sayang" ucap Arjuno yang langsung menyerang Zantisya.


Sejujurnya Zantisya terkejut dengan ajakan suaminya yang tidak ia pahami tadi. Bisa-bisanya ia nggak paham dengan ajakan model seperti ini.


Namun kini ia mulai hanyut dengan trip yang diberikan Arjuno. Perlahan namun pasti Zantisya juga harus mulai ikutan Nakal seperti suaminya. Nggak mau kalah dong.


Bersambung...


Ada yang punya pengalaman luluran sama seperti apa mas Arjuno 😂 sini pada absen biar kecatet🤭


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


Semangat hari Senin💪💪💪

__ADS_1


__ADS_2