
Tak perlu waktu yang lama Arjuno menunggu. Kini Zantisya sudah kembali dengan membawa kue ulang tahun dan lilin yang sudah menyala. Zantisya langsung meletakkan kue diatas meja tepat didepan ARjuno.
"Selamat ulang tahun mas. Cepat tiup lilinnya mas" perintah Zantisya.
Arjuno langsung menadahkan kedua tangannya tanda berdoa dan memejamkan mata. Tak lama Arjuno langsung meniup lilin-lilin yang ikut serta menghiasi kue.
"Terimakasih sayang untuk semua kejutan malam ini" ucap Arjuno setelah mencolek krim kue dan menyentuh pucuk hidung Zantisya.
"Ih mas ini. Bukannya disuapi kue potongan pertama. Ini malah main colek-colek" gerutu Zantisya sambil membersihkan hidungnya.
"Itu sudah biasa dek."
"Mas tadi minta apa saat berdoa?"
"Rahasia."
"Nggak mau kasih tahu nih!"
"Namanya juga rahasia sayang."
"Ya sudah. Itu Artinya mas nggak akan mendapatkan hadiah utama dari aku."
"Masih ada lagi?" tanya Arjuno. Zantisya hanya menganggukkan kepala menatap ARjuno. "Apa dek?"
"Kasih tahu dulu rahasia tadi"
"Sini" perintah Arjuno. Zantisya langsung duduk dipangkuan suaminya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Arjuno.
"Aku meminta kelengkapan kebahagiaan kita sayang" ucap Arjuno sambil membelai wajah Zantisya. "Aku berdoa agar ada kehidupan didalam sini hasil kerja keras kita" ucap Arjuno sambil membelai perut Zantisya.
Dan masih sempatnya Arjuno mengedipkan salah satu matanya menggoda Zantisya. "Kalau boleh juga kembar dua, tiga, empat, atau lima gitu kan lumayan."
"Banyak amat mas" ucap Zantisya sambil memukul lengan suaminya.
"Biar sekali hami dapat banyak dek."
Zantisya merogoh saku piyamanya dan mengambil sebuah kotak kecil didalam sana. "Aku nggak bisa kasih mas barang mahal seperti yang mas kasih ke aku. Aku hanya bisa kasih ini buat mas."
Arjuno langsung menerima kotak kecil persegi panjang. Arjuno langsung membuka ikatan pita yang menghiasi. Setelah itu ia langsung membuka kotak kecil dengan rasa penasaran.
Mata Arjuno sedikit melebar karena melihat isi yang ada di dalamnya. Kado yang menurut Zantisya tidak semahal seperti yang ia berikan tapi nyatanya kado ini tidak ternilai oleh apapun yang ada di dunia ini.
"Ini beneran dek?" tanya Arjuno belum percaya. Zantisya mengangguk dan tersenyum.
Arjuno celingukan kesana kemari. "Adek nggak lagi ngeprank aku kan?" tanya Arjuno makin ngaco.
"Nggak ada kamera tersembunyi mas selain CCTV" ucap Zantisya.
"Serius adek hamil?" tanya Arjuno sekali lagi. sepertinya ia butuh keyakinan karena kebanyakan nonton acara prank.
"Iya sayaaanggg..." ucap Zantisya gemes sambil menarik kedua pipi Arjuno.
"Alhamdulillah" ucap syukur Arjuno. Ia langsung menghujani ciuman pada seluruh wajah Zantisya karena terlalu bahagia.
__ADS_1
"Mau kemana mas?" tanya Zantisya setelah Arjuno menggendongnya ala-ala pengantin baru.
"Ke kamarlah kemana lagi."
"Itu belum diberesin mas" tunjuk Zantisya pada meja makan mereka tadi.
Arjuno langsung mendudukkan Zantisya di kursi. "Diam dan hanya boleh lihat aku saja ok" perintah Arjuno. Lalu ia pun membereskan semuanya seorang diri.
Setelah selesai, Arjuno langsung mengangkat tubuh Zantisya menuju kamar mereka.
"Mas, aku bisa jalan sendiri."
"Tapi aku ingin menggendong mu dek."
Setelah memasuki kamar, mereka langsung membersihkan diri. Setelah melaksanakan solat Arjuno terus memeluk Zantisya setelah sama-sama merebahkan diri diatas ranjang. Berpelukan dibawah selimut dengan sangat erat.
"Mas. Pengap juga lama-lama" keluh Zantisya.
Arjuno langsung melepaskan dekapannya. Ia langsung menurunkan tubuhnya kebawah selimut hingga wajahnya berada tepat didepan perut Zantisya.
Arjuno langsung menaikkan gaun tidur Zantisya dan langsung menyusupkan wajahnya pada perut Zantisya. Usel-uselkan wajahnya sangking bahagianya.
"Mas mau apa?" Tanya Zantisya karena merasakan Arjuno yang tidak hentinya menciumi perutnya. Dan lagi tangannya sudah mengabsen kemana-mana.
"Cium anak kita sayang" ucap Arjuno. Lalu mencecap kembali perut Zantisya membuat sang pemilik salah kaprah.
"Mas. Jangan mancing-mancing dong" ucap Zantisya kesal.
Bagaimana tidak, Arjuno jelas menyepakati jadwal untuk hal itu-itu tapi jika diatas tidur selalu membuat Zantisya susah tidur.
"Mas mau?"
Arjuno tersenyum menggoda. Tangannya dengan jahil menyusup ke area terpenting. "Ini sudah banjir lo dek."
Plak
"Aw..." pekik Arjuno setelah mendapatkan pukulan di punggungnya. "Sakit dek" keluh Arjuno dengan suara manjanya.
"Suruh siapa godain aku. Sudah tahu kalau bukan jadwalnya tapi masih aja mancing-mancing. Berat lo mas nahan kaya gini" keluh Zantisya.
"Kan sudah menghasilkan sayang. Jadi nggak apa-apakan kalau lanjut malam ini" ucap Arjuno sambil melepaskan gaun Zantisya.
"Tapi harus hati-hati ya mas. Aku pernah baca kalau awal kehamilan harus ekstra hati-hati."
"Iya sayang."
"Jangan iya-iya mas." Todong Zantisya benar-benar.
Sepertinya Zantisya tidak mempercayai jawaban iya dari Arjuno kalau sudah berurusan hal seperti ini. Awalnya saja pelan lama-lama khilaf kebablasan dengan kekuatan supernya.
"Bawel dek" ucap Arjuno.
Sejujurnya Arjuno sudah tidak tahan mendengarkan ocehan Zantisya. Karna ia akan benar-benar melakukan sepelan mungkin karena kini mereka harus menjaga keamanan buah hati yang telah mereka inginkan.
__ADS_1
Arjuno mencecap bibir Zantisya. Dengan lembut memagut benda kenyal yang selalu merona saat dipandang mata. Arjuno membuka matanya. Melihat mata Zantisya sedekat ini saat sedang saling mencecap adalah hal kesukaannya.
"Setiap hari, setiap saat hidup ku semakin terasa sempurna bersamamu dek. Kamu adalah dunia ku" batin Arjuno.
Zantisya membuka mata. Kali ini entah kenapa rasanya sangat ingin menatap Arjuno. Zantisya langsung membulatkan kedua matanya. Siapa sangka jika ternyata Arjuno mencecapnya dengan membuka kedua netranya.
"Kenapa mas lihat aku tadi?" tanya Zantisya penasaran.
Sedangkan kedua tangannya membuka satu persatu kancing piyamanya. Begitulah Arjuno. Ia sendiri memakai baju tidur caouple mereka tadi sedang Zantisya tetap harus menggunakan gaun penggoda iman. Agar aktifitas tangannya mudah melakukan hal apapun. Dasar.
"Kamu cantik dek kalau dipandang sedekat itu."
"Gombal banget sih mas" ucap Zantisya. Ia langsung menarik tengkuk Arjuno agar mereka saling mencecap lagi.
Ini sih namanya serangan bagi Arjuno. Karena istrinya merasa sudah siap maka ia pun harus beraksi. Tangannya mulai menjalar kemana-mana.
Eh...
Gumam Zantisya dalam pagutan mereka karena merasakan tangan Arjuno yang sudah memainkan gunung kembar.
Arjuno melepaskan pagutan mereka. Ia mengabsen seluruh leher Zantisya yang tercium sangat wangi. Wangi kesukaan Arjuno.
Ah...
Arjuno mulai mencecap salah satu pucuknya si kembar membuat Zantisya salah kaprah sendiri. sepertinya Arjuno sengaja mempermainkan Zantisya.
"Pelan masβ¦ Ahβ¦" tubuh Zantisya sepertinya ingin memberontak karena merasakan permainan tangan Arjuno yang selalu berhasil membuatnya ingin berteriak sekencang-kencangnya.
Tangan Zantisya menekan kepala Arjuno agar lelaki itu memperdalam permainan mulutnya. Sungguh sangat menyiksa Zantisya jika hanya pucuknya saja di permainkan Arjuno secara bergantian.
"Mas Arjun" teriak Zantisya sambil mencengkram tangan Arjuno yang menyiksanya dibawah sana.
Tubuhnya terasa bergetar lemas, nafasnya memburu membuat da*da Zantisya naik turun dengan cepat setelah melepaskan rasa yang pertama.
Arjuno langsung melakukan Aksinya seolah tidak ingin Zantisya istirahat lalu tertidur lelap. Ia langsung masuk ke pertandingan inti.
Ah...
Zantisya menggeliat saat Arjuno berhasil gol. Mereka saling bertatapan saat Arjuno sudah mulai bekerja. Kali ini kerja santai karena ingin memanjakan raga dan menjaga buah hasil kerja kerasa yang lalu-lalu.
Zantisya membelai dada Arjuno lalu kedua tangannya mencengkram bahu Arjuno agar tubuhnya terangkat. Zantisya langsung mengecup Arjuno sejenak.
"I love you mas ah..."
"Love you istri ku" bisik Arjuno lalu mencecap daun telinga Zantisya.
Kamar mereka kini hanya terdengar suara keduanya yang tengah dirundung kebahagiaan. Saling merayu dan saling menc*umbu mesra dengan rasa yang begitu melegakan.
Bersambung...
Tuh kan jangan salahkan jari ku loh ya salahkan mas Arjun yang meminta ku dibuatkan beginian lagi πππ
Bab ini tu harusnya update semalem tapi aku baru tahu kalau semalem cuma aku edit tanpa aku klik posting π mohon maaf yaπππ ini semua gara-gara mereka berdua yang bikin iri. Eh.
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan π₯° kasih like dan komennya π tab favorit juga ya β€οΈ
Selamat hari minggu π₯°