HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 68 MENEMUI BIMA


__ADS_3

Tiga bulan sudah berlalu. Sidang pun sudah di lakukan beberapa kali dan beberapa kali juga sidang diundur karena kesehatan Bima yang menurun.


Sejak saat itu juga, Bima beberapa kali mengajukan permintaan pada pengacara Arjuno agar ia bisa bertemu dengan Arjuno.


Namun Arjuno yang sejak awal tidak pernah mengikuti persidangan. Hanya mengetahui perkembangan kasus tuntutannya, tetap enggan menemui Bima.


Hari ini, mobil Arjuno sudah memasuki area kantor polisi. Pada akhirnya Arjuno memutuskan untuk menemui Bima. Karena pengacara Bima sendiri sampai datang ke rumah memohon untuk menemui Bima sebelum sidang putusan.


Arjuno masuk keruangan temu dimana Bima sudah menunggu disana. Sedangkan Zantisya berada diluar bersama Firman dan pengacaranya.


Arjuno langsung duduk dihadapan Bima. Melihat keadaan Bima saat ini membuat hati Arjuno terenyuh. Namun jika ia mengingat lagi bagaimana kurang ajarnya Bima menyentuh istrinya. Membuat mereka kehilangan calon anak yang mereka nantikan, membuat rasa benci Arjuno muncul lagi.


"Terimakasih telah sudi menemui ku" ucap Bima. Lelaki yang lebih kurus dan wajah yang dipenuhi ****** itu sukses membuat orang pangling melihatnya.


"Kita langsung saja. Kenapa kamu meminta ku untuk menemui mu?" Arjuno sepertinya enggan untuk basa-basi.


"Aku tahu ini tidak sopan karena aku yang memintamu untuk menemui ku. Karena memang seharusnya aku lah yang datang dan meminta maaf dengan benar. Namun karena aku berada disini, maka maaf karena aku telah menyita waktu mu."


Bima menarik nafas dan menghembuskan secara perlahan. Mengingat bagaimana kelakuannya yang gelap mata.


Mencintai yang bukan miliknya dan mencoba merebut apa yang bukan haknya. Itulah kesalahan Bima yang meninggalkan penyesalan seumur hidup.


"Aku minta maaf atas segala yang aku perbuat pada mu. Dan aku minta maaf karena dengan bejatnya aku ingin menodai kehormatan istrimu" Bima mengusap Air matanya.


Jujur saja Arjuno terkejut melihat lelaki sombong dan angkuh itu kini menangis di depan matanya.


"Aku juga minta maaf karena telah membuat kalian kehilangan calon anak kalian" ucap Bima sambil menyodorkan testpack milik Zantisya beberapa bulan lalu.


Sejak tadi tangan kiri Bima ternyata menggenggam testpack yang jelas sudah memudar garis duanya.


Arjuno mengambil testpack istrinya. Hasil kehamilan yang belum ia ketahui. Dan berakhir di rumah sakit mengabarkan hal yang sangat membuat Arjuno marah dan sedih secara bersamaan. Arjuno menatap Bima yang sejak tadi menatapnya.


"Aku bahkan sampai kesulitan tidur" Bima tertawa menyedihkan.


Setelah beberapa minggu berada didalam tahanan, Bima memang mengonsumsi obat tidur karena sangat sulit baginya untuk tidur.

__ADS_1


"Kamu benar, aku harus menanggung semua dosa-dosa ku. Aku mohon maaf atas segala perlakuan ku yang tidak pantas kamu maafkan. Tapi aku benar-benar tulus meminta maaf."


Arjuno melihat ketulusan dan penyesalan di mata Bima membuat lelaki itu semakin terenyuh. Arjuno langsung berdiri berniat meninggalkan Bima tanpa sepatah kata dengan menggenggam tes kehamilan istrinya. Karena sejak tadi Bima tidak mengatakan apapun lagi.


"Apa Istrimu ada diluar?" tanya Bima menghentikan Arjuno yang ingin membuka pintu.


"Apa aku boleh berbicara dengannya. Kamu juga bisa ikut menemaninya disini jika tidak mengizinkan dia berada disini sendirian. Ini untuk terakhir kalinya aku bicara pada istri mu" pinta Bima memohon agar diizinkan bertemu dengan Zantisya.


Arjuno langsung keluar dari sana. Bagaimana pun Arjuno bersyukur karena Bima saat itu berhenti melakukan niat busuknya.


Karna jika sampai Bima mengotori kehormatan istrinya. Bisa saja malam itu Arjuno gelap mata dan menjadi akhir nafas Bima di dunia. Dan membaut Arjuno sendiri mendekam dalam penjara.


Sudah sepuluh menit Bima menunggu. Apakah Arjuno mengizinkan Zantisya untuk menemuinya atau tidak. Bima sangat berharap, meski Arjuno tidak menanggapi permintaannya.


Bima langsung berdiri karena sepertinya tidak mungkin perempuan yang telah ia sakiti sudi menemui lelaki sepertinya.


Ceklek


Bima langsung balik badan melihat pintu yang terbuka. Dan saat itulah memperlihatkan Zantisya masuk dan langsung menutup pintu.


"Bagaimana kabar kakak?"


Hati Bima kini terenyuh dengan penumpukan penyesalan dan kesalahan yang telah ia perbuat.


Bahkan kini, perempuan yang telah ia sakiti tersenyum menatapnya dan mau memanggilnya dengan sebutan 'kakak'.


"Aku baik."


Zantisya menatap Bima prihatin setelah mendengar jawaban Bima. "Kalau kakak baik, tapi kenapa terlihat semakin kurus dan seperti kurang tidur."


"Aku benar-benar baik. Atas semua yang telah aku lakukan, aku merasa ini adalah hal yang terbaik dalam hidup ku untuk menebus semua kesalahan ku."


Zantisya mengangguk. "Apapun keputusan persidangan nanti, kakak harus selalu sehat dan baik-baik saja karna masih ada mama, mbak Evita dan Aurel yang menunggu kakak keluar dari sini."


Bima tertawa. Menertawakan diri sendiri lebih tepatnya. "Bahkan setelah apa yang aku perbuat pada mu dan suami mu, kamu tetap berkata baik pada ku."

__ADS_1


"Apa kakak mau aku berkata kasar dan mencaci kakak?"


"Itu lebih baik agar suatu saat nanti kamu bisa ikhlas memaafkan semua kesalahan ku. Aku benar-benar meminta maaf dari awal saat kamu menjadi istri ku hingga saat ini. Aku tahu aku terlalu bejat untuk meminta mu menemui ku. Tapi aku benar-benar minta maaf sepenuh hati ku karena telah membuat mu dan Arjuno kehilangan calon anak kalian. Dan juga maafkan atas perasaan ku yang tidak seharusnya."


"Apa kakak benar-benar mencintai aku saat itu?" Bima diam tidak menjawab pertanyaan Zantisya karena Bingung.


"Bisa saja kakak hanya terobsesi dengan semua yang pernah aku lakukan buat kakak. Karena kakak tidak mendapatkan itu dari wanita yang kakak cintai" ucap Zantisya.


Selama tiga bulan terakhir Zantisya dan Evita beberapa kali bertemu. Mendengarkan curahan hati perempuan yang kini jauh lebih baik.


"Aku minta maaf karna dengan sengaja meninggalkan kenangan yang membuat kakak jadi seperti ini. Tapi sungguh aku tidak mengira akan sampai sejauh ini kejadiannya" Zantisya tersenyum menatap Bima.


"Tanyakan pada hati kakak. Siapa yang sebenarnya kakak cintai? Lihatlah seberapa jauh perempuan yang sebenarnya kakak harapkan kini sudah berubah lebih baik" Bima menatap Zantisya tapi pikirannya nampak berputar mengingat semua kenangannya dulu.


"Ingat lagi bagaimana perjuangan kakak hingga pada akhirnya kakak bisa menikahi perempuan yang seharusnya mendapatkan seluruh cinta kasih kakak" Zantisya menarik nafas menghembuskannya secara perlahan.


"Aku sudah ikhlas dan memaafkan semua yang pernah terjadi."


"Kenapa kamu mudah sekali memaafkan ku. Bahkan apapun yang aku perbuat pada mu tidak pantas untuk kamu maafkan."


"Aku mau kakak memaafkan diri kakak sendiri. Jika nanti kakak menyelesaikan masa hukuman. Kakak kembali pada keluarga kakak dengan perasaan kakak yang utuh dan cinta yang seharusnya kakak berikan pada siapa yang berhak" Ucap Zantisya.


"Kita harus bisa berdamai dengan keadaan kak. Kita semua punya kesalahan. Tapi jika kita bisa saling memaafkan untuk kebaikan kehidupan kita kedepannya. Tidak ada alasan untuk kita melakukannya."


Balas dendam terbaik adalah meninggalkan segala kenangan baik agar orang yang menyianyiakan kita akan menyesalinya.


Itulah dulu yang difikirkan Zantisya saat menjadi istri Bima. Namun diluar dugaannya, siapa sangka jika semuanya akan menjadi seperti ini.


Zantisya langsung keluar dari ruangan itu dan langsung memeluk suaminya. "Terimakasih atas semua cinta yang mas berikan untukku. Aku cinta sama mas" lirih Zantisya dalam dekapan Arjuno yang selalu memberikan rasa aman dan nyaman secara bersamaan.


Bersambung...


Ayo mulai besok kita fokus nyetak Arjuno Junior πŸ˜‚


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❀️ kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️

__ADS_1


Selamat pagi dan selamat beraktifitas πŸ’ͺ


__ADS_2