HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 45 ON FIRE


__ADS_3

Matahari sudah semakin terik, jam pun sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB. Namun sejak tadi pagi Arjuno disibukkan dengan laporan tutup buku akhir bulan. Semua rasa lelahnya terbayar kala melihat laporan yang ia periksa sejak tadi, statistic kemajuan seluruh cabang Arko Restoran setiap hari semakin meningkat saja.


Jika diingat lagi bagaimana ia sampai ke titik ini, perjuangan yang dulu ia jalankan bersama sang ibu yang dulu hanya membuka warung makan kecil-kecilan dipinggir jalan, dan sekarang warung yang dulu hanya dibangun menggunakan bambu kini berganti dengan bangunan kokoh yang sudah memiliki beberapa cabang.


Impian Arjuno dan sang ibu terwujud karena kini bisa membuka lapangan kerja untuk banyak orang. Arjuno menatap bingkai foto ibunya yang ada di meja kerjanya.


"Terimakasih bu" gumam Arjuno.


Tak lama kemudian senyumnya terbit kala mendengar ponselnya bordering dan melihat nama yang tertera di layar ponsel mahalnya itu.


"Assalamualaikum sayang" salam Arjuno setelah menggeser tombol warna hijau.


"Waalaikumsalam, mas aku ganggu ya?"


"Enggak sayang. Kenapa?" tanya Arjuno sambil meletakkan berkas yang ada ditangannya.


"Ini ada paketan baru dateng mas, beneran buat aku?"


"Maaf sayang, itu buat istri mas tercinta"


"Gombal ih mas. Aku serius loh" suara Zantisya bahkan terdengar merajuk membuat Arjuno terkekeh. "Kok mas ketawa sih"


"Kamu bikin aku gemes dek, kan jadi pengen cepet pulang" ucap Arjuno sambil menatap bingkai besar yang terpajang di dinding ruang kerjanya. Bukan bingkai pernikahan tapi bingkai foto disebuah tempat wisata, di hamparan bunga tulip merah.


"Kerja mas, Kerja… mau ngapain jam segini pulang?" Zantisya mulai mengingatkan.


"Ya ngelonin kamu lah dek ngapain lagi coba"


"Ih mas godain aku terus. Udah ah kembali ke paketan, itu baju cantik buat apa?" tanya Zantisya kala bi Tami sudah berhasil membuka bungkus paketan dan menampilkan baju berwarna gold yang nampak mewah.


"Cantikan kamu sayang"


"Maaasss..."


"Yes Baby"


"Serius nih"


"Itu untuk ke Acara pesta rekan bisnis sayang, Jam 7 kamu harus udah siap ya. aku jemput"


.


.


.


"Kamu jadinya sama siapa Rud?" tanya Arjuno saat Rudi memasuki ruang kerjanya.


"Jangan bikin aku malu ya kamu Rud" ancam Arjuno. Karena memang biasanya dimana pun ada Rudi disana ada Firman. Bikin orang salah paham.


"Santai bos, aku nyulik anak buah mu satu"

__ADS_1


"Siapa?" tanya Arjuno penasaran.


"Nuri"


"Good" ucap Arjuno mengacungkan dua jempolnya. "Halalin aja sekalian dari pada keburu diterjang orang"


"Ck… Aku iseng tanya-tanya dia nggak mau pacaran" ucap Rudi galau.


Arjuno yang geram dengan tuturan Rudi pun melempar pulpen kearah Rudi. "Itu anak orang halalin bukan di ajak pacaran ya pantes aja nggak mau dodol. Inget umur" kesel juga Arjuno jadinya.


Memang Rudi sudah lama menaruh hati pada Nuri tapi Nuri memang nggak mau diajak pacaran apa lagi sebagai wanita yang umurnya sudah 25 tahun bukan waktunya buat menyek-menyek pacaran aja.


"Diajak pacaran aja nggak mau, Apa lagi diajak nikah bos"


"Makannya dicoba dulu bambang. Nggak mau diajak pacaran pasti mau di ajak ke KUA"


.


.


.


Pukul 18.45 mobil Arjuno sudah masuk ke halaman rumahnya. Arjuno langsung keluar mobil dan bergegas memasuki rumah.


"Kemala dimana bi?" tanya Arjuno saat memasuki ruang keluarga. Disana bi Tami sedang menemani Amel mengerjakan tugas sekolahnya.


"Masih di kamar mas"


"Ini ngerjain tugas bahasa inggris om"


Arjuno mengusap pucuk kepala Amel. "Tumben lancar jaya, ada yang perlu om ajarin nggak?" Arjuno mulai menawarkan otak pintarnya.


"Tadi udah di ajarin sama mbak Tisya om"


Arjuno mengangguk paham. "Ini om beliin donat tadi, belajar yang pinter ya"


"Iya om, terimakasih donatnya om"


"Sama-sama anak pinter" puji Arjuno sambil menepuk pucuk kepala Amel.


"Jadi ngerepotin lo mas" walau Arjuno sudah terbiasa membelikan apa-apa untuk Amel tapi itu terus saja membuat bi Tami nggak enak hati karena merasa merepotkan.


"Untuk anak pinter mah nggak ngerepotin bi, Iya nggak Mel?" tanya Arjuno melihat Amel.


Amel langsung mengangkat kedua jempol tangannya dan tersenyum pada Arjuno menyetujui ucapan lelaki itu.


.


.


.

__ADS_1


Klek


Zantisya langsung berbalik melihat kearah pintu kala mendengar suara pintu terbuka dan memperlihatkan suaminya yang sudah memakai setelan jas yang sangat serasi dengan gaun yang ia kenakan kini.


Arjuno langsung melangkah dan mendekati istrinya lalu memeluk Zantisya cukup erat. Memang sudah menjadi kebiasaannya selalu memeluk sebelum atau setelah bekerja.


"Mas, engap tau" keluh Zantisya karena semakin lama semakin erat saja Arjuno mendekapnya.


"Aku kangen sayang" ucap Arjuno melepas pelukannya kemudian menangkup wajah Zantisya dan langsung mengecupnya sekilas. Sebenarnya ia ingin berlama-lama mencecap tapi takut riasan tipis yang digunakan Zantisya rusak karena ulah nakalnya.


"Isss… mas tuh gombal tau, bikin aku degdegan terus" keluh Zantisya sambil memukul lengan Arjuno pelan.


Arjuno menatap inten penampilan Zantisya dari atas hingga bawah. Senyumnya langsung tersungging kala menatap wajah cantik Zantisya, apalagi saat melihat bulu mata lentik yang terus berkedip heran menatapnya.


"Aneh ya mas?" tanya Zantisya sambil berbalik melihat pantulan tubuhnya pada cermin.


Arjuno langsung mendekap Zantisya dari belakang. Dagu Arjuno mendarat pada pundak Zantisya dan menatap wajah Zantisya di cermin.


"Mas…" Zantisya membelai tangan Arjuno yang melingkar pada tubuhnya. Wajahnya menatap Arjuno.


"Kenapa melihat ku sayang?"


"Memangnya kenapa?" kan heran juga Zantisya.


"Sejak tadi aku mau ini tapi takut make up mu rusak dek" ucap Arjuno sambil mengusap bibir Zantisya dengan ibu jarinya.


"Boleh kok mas, tapi sebentar aja ya dan jangan kuat-kuat. Nggak lucu kan kalau bibir aku bengkak"


"Beneran boleh dek?" Zantisya menganggu. Dan Arjuno pun langsung duduk di kursi membawa Zantisya duduk di pangkuannya.


Zantisya tersenyum menatap suaminya dan tangannya pun sudah mengalung dileher suaminya. Tanpa A I U E O lagi Arjuno langsung melancarkan aksinya. Mencecap lembut bibir istrinya, semakin hari semakin pintar juga Zantisya ngetrip tipis-tipis hal kaya gini membuat Arjuno semakin hari semakin kecanduan juga.


Niat awal emang sebentar, mencecap pelan takut kebablasan eh nggak taunya kini tangan Arjuno sudah nakal meremas gemes aset istrinya itu. Membuat Zantisya malayang terbawa arus permainan.


"Mas…" Zantisya langsung mendorong arjuno kala ia sadar kini tubuhnya sudah mendarat diatas ranjang. "Jangan lupa loh kita mau kemana"


Ucapan Zantisya barusan menyadarkan Arjuno yang sudah mode on fire. Arjuno langsung menyingkir dari atas tubuh istrinya. Sedangkan Zantisya langsung bangun dan menuju kaca melihat bibirnya yang terasa kebas.


"Tuh kan mas, bengkak" keluh Zantisya menatap suaminya sambil memegangi bibir bawahnya menunjukkan bukti atas kerjaan suaminya itu.


"Kamu sih dek"


"Kok jadi aku sih mas?"


"Apa kita nggakk usah pergi aja dek" usul Arjuno.


"Mubazir dong mas udah beliin aku gaun mahal-mahal kalau nggak jadi" ucap Zantisya mengambil tas kecil yang sudah ia siapkan. "Ayo berangkat"


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


Selamat malam dan selamat istirahat 😘😘😘


__ADS_2