HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 83 PINDAH KAMAR


__ADS_3

"Sayaaanggg..." teriak Arjuno yang langsung terbangun dari mimpi buruknya.


Bersamaan teriakan Arjuno barusan. Saat itu juga Zantisya keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya yang semerbak segar.


"Ada apa mas?" tanya Zantisya khawatir.


Bagaimana mungkin perempuan yang tengah hamil itu tidak khawatir. Jika Arjuno memanggilnya sampai berteriak keras.


"Astaghfirullah..." Arjuno langsung mengusap wajahnya yang dipenuhi keringat setelah melihat Zantisya berjalan mendekatinya.


"Kenapa mas?" tanya Zantisya yang sudah duduk ditepi ranjang.


Arjuno langsung mendekati Zantisya dan langsung memeluk erat sang istri karena rasa takut dari mimpi buruknya tadi.


"Mas mimpi buruk ya?" tanya Zantisya sambil mengusap punggung Arjuno.


"Buruk sekali dek." Ucap Arjuno semakin mempererat dekapannya.


"Itu hanya mimpi mas. Istighfar."


"Astaghfirullahalazdim" ucap Arjuno menenangkan degup jantung yang masih sangat cepat.


"Tuh sudah adzan subuh mas, cepat mandi sana terus kita solat." Ajak Zantisya setelah mendengarkan suara Adzan.


.


.


.


Arjuno terus duduk didepan televisi bersama Zantisya. Setelah mereka menghabiskan sarapan yang dibuat khusus oleh Arjuno sendiri.


Entah kenapa sampai saat ini Arjuno masih saja belum menginginkan asisten rumah tangga menginap dirumahnya.


Mungkin karena keduanya yang kelewat romantis saat berdua membuat mereka harus merasa aman dan nyaman dimana pun mereka ingin.


Kecuali petugas keamanan. Ya wajar saja, karena mereka ditugaskan 24 jam untuk menjaga keamanan rumahnya dengan 3 waktu pembagian jam kerja.


Arjuno langsung beranjak saat melihat bi Tami sudah masuk kedalam rumah. "Bi, saya mau berangkat kerja sekarang. Tolong ganti seprai dan sarung bantal di kamar tamu, mulai hari ini saya dan Kemala tidur dikamar bawah."


"Iya mas."


Zantisya heran kenapa tiba-tiba Arjuno memindahkan kamar mereka di kamar bawah. Namun ia memilih diam dan menurut saja. Toh sudah pasti Arjuno melakukan itu untuk kebaikannya juga.


"Dan tolong jangan biarkan Kemala naik kekamar atas bi. Tolong bantu dia apapun yang di butuhkan jika itu harus ke atas."


"Iya mas."


"Sudah bi, itu saja."


Bi Tami langsung menuju dapur karena Arjuno sudah selesai memberikan amanahnya.

__ADS_1


Arjuno langsung menghampiri Zantisya lagi. "Jangan naik turun tangga lagi ya sayang. Minta tolong apapun yang kamu butuhkan sama bi Tami atau bi Siti. Ok!"


"Iya mas."


Arjuno langsung memeluk erat Zantisya. Dan mencium pucuk kepala istrinya itu penuh dengan sayang. Kemudian ia duduk jongkok mengsejajarkan wajahnya pada perut Zantisya.


"Hari ini ayah ada meeting penting nak. Jadi besok ya kita periksa kesehatan kalian berdua." Ucap Arjuno sambill terus mengusap perut buncit Zantisya.


Zantisya langsung membelai pucuk kepala Arjuno, saat Arjuno mencium lama-lama perutnya. Setelahnya Arjuno mengusap lagi perut Zantisya.


"Ayah kerja dulu nak. Jaga bunda kalian ya." Arjuno megecup lagi perut Zantisya. Kemudian ia berdiri tegak.


"Ingat ya pesan ku dek, nggak boleh naik turun tangga kalau bukan sama aku. Eh bukan-bukan adek dilarang keras naik turun tangga." Pesan Arjuno penuh peringatan.


"Iya mas iya."


Arjuno langsung mencium Zantisya sekilas. "Aku kerja dulu."


"Hati-hati mas."


.


.


.


Zantisya jalan-jalan mengelilingi rumah sambil menikmati indahnya matahari pagi yang mulai meninggi.


Pak Edi nampak sedang membersihkan halaman rumah. Sedangkan pak totok nampak baru datang bersama bi Siti.


Zantisya melihat bunga mawar yang ia tanam sudah nampak mulai berbunga. Ia langsung memetik satu-satunya bunga yang nampak indah diantara yang lain.


Zantisya mencium bunga yang sudah dalam pegangannya. Ia menghirup aroma wangi yang menguar dari bunga mawar berwarna merah itu. Senyumnya langsung menghiasi wajahnya yang cantik. Ia mengusap beberapa kali perutnya.


"Tiba-tiba bunda jadi kepikiran akan memberikan kalian nama apa nanti." Gumam Zantisya yang langsung beranjak dari sana.


Zantisya langsung menuju dapur dimana bi Tami sedang menyiapkan bahan masakan hari ini.


"Mau masak apa bi?" tanya Zantisya sambil membuka kulkas. Matanya menelisik isi kulkas mencari buah yang ingin ia makan pagi ini.


"Mau bibi masakin ikan asam manis. Mbak ingin masakan yang lain?" tanya bi Tami.


"Masak itu saja bi." Ucap Zantisya yang langsung beranjak sambil membawa buah anggur menuju wastafel. Ia langsung mencuci buah anggur dan langsung meletakkan kedalam mangkuk.


"Oh iya bi, Tisya ingin makan sama urapan yang bibi bawa dari pasar kemarin. Kaya nya enak bi."


"Mau bibi buatkan apa beli dipasar mbak?"


"Memangnya hari ini bibi jadwal kepasar?"


"Enggak mbak. Tapi kalau mbak Tisya inginya yang dipasar ya bibi kepasar sekarang."

__ADS_1


"Kalau dirumah ada kelapa, bibi buatkan saja bi ya. buat kita makan nanti siang sepertinya enak bi. Tisya bukannya ngidam kok bi. Hanya ingin makan sama itu aja."


"Iya mbak, bibi buatkan."


"Terimakasih ya bi." Zantisya langsung beranjak dan kakinya spontan melangkah menuju anak tangga.


"Mbak TIsya mau kemana?" pekik bi Siti terkejut setelah keluar dari kamar yang akan ditempati majikannya kini, ia disuguhi dengan Zantisya yang akan menaiki tangga.


Kaki Zantisya spontan turun dari tangga. "Tisya lupa bi." Ucap Zantisya sambil tersenyum seperti anak kecil yang ketahuan melakukan kesalahan.


Bi Siti langsung mengusap dadanya. "Untung bibi tahu mbak. Kamar mbak sudah bibi rapikan. Mbak butuh sesuatu diatas?"


Zantisya menggelengkan kepala. "Enggak bi. Ya sudah Tisya mau nonton TV dulu bi."


"Panggil bibi ya mbak kalau butuh sesuatu."


"Siap!" ucap Zantisya sambil mengacungkan jempolnya.


Awalnya Zantisya ingin rebahan didalam kamar sambil menonton TV. Karena diruang kamar yang baru belum ada Tv nya akhirya ia duduk santai di ruang TV sambil memakan anggur yang ia bawa tadi.


Arjuno sendiri yang berada dikantor sempat senam jantung saat melihat Zantisya yang akan menaiki tangga melalu layar ponselnya.


Rasanya ia ingin segera lari dan menghentikan langkah kaki Zantisya. Tapi mana mungkin.


Arjuno langsung bernafas lega setelah bi Siti menghentikan langkah istrinya itu.


Sungguh sangat posesif Arjuno pada sang istri tercinta. Beruntungnya Zantisya merasa aman dan nyaman dengan cara Arjuno mencintai Zantisya.


Arjuno langsung merapikan kembali beberapa berkas yang telah ia periksa tadi. Ia langsung beranjak membawa tas kerjanya dan langsung keluar dari sana.


Arjuno mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Siang ini jalanan nampak ramai dipadati kendaraan yang tiada hentinya berlalu lalang.


"Halo Nuri." Ucap Arjuno setelah mengangkat panggilan telepon dari Nuri.


"Pak Arko, ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani."


"Laporan akhir bulan ya Nur?"


"Iya pak. Ini mau saya antar ke kantor atau bagaimana pak?" tanya Nuri.


Karena memang Arjuno sekarang sudah sangat jarang melihat satu persatu Restoran seperti sebelumnya.


Semenjak kehamilan sang istri yang ada dipikiran Arjuno hanya untuk cepat-cepat pulang.


"Tolong kamu antar kerumah saja ya Nuri. Hari ini saya meeting diluar."


"Baik pak kalau begitu. Selamat siang."


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ๐Ÿฅฐ kasih like dan komennya ๐Ÿ’‹ tab favorit juga ya โค๏ธ

__ADS_1


__ADS_2