HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 48 SUAPAN SEPESIAL


__ADS_3

Evita terus mengikuti langkah Bima menuju kamar mereka dengan amarah yang masih ia tahan sejak tadi. Evita langsung menarik lengan Bima dengan kasar agar suaminya itu menghadap kearahnya.


"Apa maksudnya tadi Bim?" tanya Evita dengan emosi yang tersulut.


"Nggak ada maksud apapun" jawab Bima santai sambil membuka kancing bajunya satu persatu dihadapan Evita.


"Kamu tertarik dengan perempuan itu?" tanya Evita dengan air mata yang mengalir deras.


Rasanya kini semua sudah berubah. Bima yang dulu sangat mencintainya kini terasa hambar, Bima yang selalu melimpahi harta kini semua sudah di blokir. Bahkan sekarang Evita mendapatkan uang saat setelah ia melayani hasrat suaminya saja.


Sekarang Evita mungkin harus was-was jika Bima sampai meninggalkannya. Evita langsung menghambur ke pelukan Bima kala suaminya bertelanjang dada.


"Kenapa kamu berubah sayang?" tanya Evita meredam emosinya dan berusaha mengambil ulang hati suaminya. Evita bertekad mengembalikan Bima yang dulu.


"Perempuan murahan" desis Bima dalam hati saat matanya terpejam dan menikmati sentuhan yang diberikan Evita padanya.


Kini pikiran Bima dipenuhi wajah ayu Zantisya yang sangat menggoda. Tubuh perempuan yang pernah ia lucuti walau belum seutuhnya kembali terbayang dalam ingatan Bima.


Bima menghembuskan nafas kasar lalu dengan cepat ia melucuti pakaian Evita untuk melepas hasrat yang tiba-tiba memuncak karena teringat tubuh mungil yang mulus belum pernah ia jamah kala itu.


Evita memanfaatkan situasi, ia harus memberikan pelayanan terbaiknya untuk membuat Bima puas. Memanjakan suaminya dengan gaya yang sudah tidak diragukan lagi.


Evita pun bertekad akan bermain lebih ganas lagi demi menciptakan kenikmatan baru yang mungkin saja tidak akan pernah Bima lupakan.


Tapi semuanya salah, perkiraan Evita melenceng arah. Saat ia semakin berani Bima lebih menantang. Saat Evita bermain dengan sedikit kasar Bima semakin menjadi. Mengeluarkan kata-kata kasar dan memberikan pukulan yang sangat menyakitkan saat tubuh Bima terus bergerak hebat.


Dan lagi, kesalahan itu terjadi lagi. Bima menyakitinya lagi. Berfantasi liar dengan perempuan lain karena pada puncaknya Bima kembali menyebut nama Zantisya Kemala dengan suara yang sangat lantang, hingga terasa menyakitkan di telinga Evita apalagi di hatinya.


Evita mengusap air matanya sambil menatap Bima yang sudah lelap. "Tega kamu Bima" s gumam Evita dengan perasaan yang sangat marah.


.


.


.


Arjuno terus mengusap punggung istrinya. Rasa lelah sangat menghantam keduanya setelah melakukan pergerakan merajalela.


Arjuno langsung merenggangkan pelukannya dan membenarkan posisi tidur istrinya agar lebih nyaman. Lalu Arjuno menarik selimut untuk menghangatkan tubuh mereka yang belum menggunakan selembar kain.


Arjuno menatap wajah istrinya yang nampak lelap dalam mimpi. Ia membelai wajah istrinya dan mendaratkan kecupan pada kening istrinya.


"Lupakan semua kenangan yang menyakitkan sayang, ingatlah aku dan semua hanya tentang ku. Jangan pernah bersedih karena aku akan selalu membuatmu bahagia. Bertahanlah bersama ku karena kita harus saling percaya. Aku mencintai mu Zantisya Kemala” ucap Arjuno berbisik tepat ditelinga Zantisya.

__ADS_1


Arjuno meninggalkan kecupan dibibir istrinya sebelum akhirnya ia pun ikut terlelap mengejar mimpi Zantisya.


.


.


.


Setelah solat subuh Zantisya langsung menuju dapur. Perutnya bahkan sudah meronta meminta ingin diisi akibat kerja kerasnya semalam bersama sang suami.


"Alhamdulillah ada nasi" ucap Zantisya setelah membuka rice cooker.


Dengan cepat Zantisya mengambil bawang merah, bawang putih, cabe dan dua butir telur. Setelah dicuci bersih Zantisya langsung mengiris semua bumbu. Lalu menuang sedikit minyak ke dalam kuali dan langsung menghidupkan kompor.


Zantisya langsung menumis bumbu hingga harum lalu memasukkan dua butir telur. Setelah di orak arik rata, Zantisya langsung memasukkan nasi secukupnya.


Tangannya terus bergerak membolak balik nasi goreng buatannya. Kemudian Zantisya menaburi garam dan penyedap rasa secukupnya.


Setelah matang Zantisya langsung memindahkan nasi goreng ke piring. "Kok jadi inget bapak" gumam Zantisya, tangannya mengambil satu sendok. Nasi goreng ala Zantisya itu memang kesukaan bapak Zantisya.


Zantisya langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya. Zantisya langsung meletakkan piring diatas meja setelah memasuki kamarnya. Ia melangkah mendekati ranjang dimana suaminya kembali tidur lagi. mungkin terlalu lelah karena semalam bergadang.


"Mas..." Zantisya membangunkan Arjuno sambil menepuk lengan suaminya.


"Mas..."


Zantisya tersenyum merasakan detak jantung suaminya yang semakin cepat. "Mas nggak usah pura-pura tidur deh"


"Hah..." Arjuno membuang nafas kasar karena terbuai. Ia langsung menarik Zantisya, membawa istrinya dalam penjara kedua tangannya. "Semakin pinter ya jahilnya" puji Arjuno yang langsung mencecap bi*bir istrinya.


Morning kiss yang selalu mereka lakukan. Nggak hanya morning karena setiap waktu jika berkesempatan pasti bi*bir Arjuno bekerja ekstra cepat.


"Mas..." Zantisya menangkap wajah suaminya yang sudah berniat menjalar kemana-mana. "Kita makan dulu"


"Oh iya tadikan aku kaya nyium wanginya nasi goreng sayang" ucap Arjuno bangkit dari atas tubuh istrinya dan diikuti Zantisya.


"Lagian modus terus sok pake pura-pura tidur" sindir Zantisya.


"Modus kalau dapet bonus begituan kan berkah sayang" ucap Arjuno membela diri dan langsung mengangkat tubuh Zantisya membawanya menuju sofa.


"Seneng banget sih mas ngangkat aku, emang nggak berat?" Tanya Zantisya setelah mereka mendarat di sofa dan kini Zantisya duduk dipangkuan suaminya.


"Berat dari mana, mungil gini" ucap Arjuno sambil menarik pipi Zantisya.

__ADS_1


"Ih... aku kan makin gemuk mas. Kayanya aku perlu diet ini" Zantisya memang menyadari, semenjak menikah tubuhnya nampak lebih berisi.


"Nggak boleh, aku suka sayang makin tembem gini" puji Arjuno sambil menarik pipi Zantisya lagi karena sangking gemesnya. "Apa lagi ini."


Plak


Zantisya memukul tangan Arjuno yang mulai *******-*****. "Ayo makan mas."


Arjuno langsung mengambil piring berisi nasi goreng. "Kok cuma satu sendok dek?"


"Aku mau suapin mas" ucap Zantisya yang hendak ingin turun dari pangkuan suaminya tapi Arjuno sigap menahan pergerakan Zantisya. Melarangnya beranjak dari sana.


"Biar aku yang suapin dek" ucap Arjuno mulai membaca doa. Arjuno menyuapkan nasi goreng pertama ke Zantisya lebih dulu.


"Enak nggak mas?" tanya Zantisya setelah Arjuno melahap nasi goreng.


"Enak... enak banget rasanya sayang. Aku seperti makan masakan ibu" jelas Arjuno.


"Ini kesukaan bapak mas" info Zantisya. "Aku tadi sempet takut mas nggak suka karena Cuma ala kadarnya.


"Apapun yang adek masak pasti aku suka"


"Aaa... mas" Zantisya menunggu suapan dari Arjuno.


"Mau suapan spesial dek?" tawar Arjuno dengan gelagatnya.


"Suapan seperti apa mas?" Dasar istri yang polos emang mudah keppo dengan ucapan suaminya.


Arjuno langsung menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya dan dengan cepat ia menarik tengkuk Zantisya, detik itu juga Arjuno menyambar bibir Zantisya memindahkan nasi goreng yang dilahapnya kedalam mulut Zantisya.


Perempuan itu sejak tadi membulatkan kedua matanya karena terkejut dengan model suapan spesial ala suami modusnya.


"Spesial kan?" tanya Arjuno setelah menyesap sejenak bibir istrinya kemudian ia lepaskan.


Zantisya segera mengunyah dan cepat menelan nasi gorengnya. "Mas kok seneng banget modusin aku ih" ucap Zantisya sambil menarik hidung Arjuno.


"Mau lagi?" tawar Arjuno dengan seringai mencurigakan.


Bersambung…


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


Selamat malam dan selamat istirahat 🥰

__ADS_1


__ADS_2