Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 10 Mencari Jejakmu


__ADS_3

Setelah dua Minggu berlalu dari kejadian di jalan Muhammad Hatta dan tangan Jose pulih dari cidera nya, Jose japri dokter Danny.


"Dan, bisa ketemuan kah aku ingin konsultasi pribadi dengan mu?" chat Jose.


Danny sedang memeriksa pasien saat ada chat dari Jose sehingga setelah beberapa saat baru bisa membalasnya.


"Ok, gimana pas makan siang aja hari ini?" jawab Danny.


"Baiklah aku tunggu di kafe tempat biasa ya" pesan Jose.


"Aku ajak Ardi juga ya" kata Jose lagi.


"Ok tidak masalah" jawab Danny singkat.


Danny melanjutkan memeriksa pasien selanjutnya setelah menjawab chat dari Jose.


Setelah jam makan siang Jose dan Ardi meluncur ke kafe yang sudah ditentukan untuk bertemu Danny.


"Hai, bro sudah lama kah?" teriak Ardi dari jauh sambil berlari kecil dan diikuti Jose di belakang nya.


"Tidak aku baru aja datang nich, ayo duduklah aku cuma punya waktu satu jam aja setelah itu ada jadwal operasi" kata Danny.


"Baiklah dokter sok sibuk" jawab Ardi sambil duduk dan di ikuti oleh Jose di depan Danny.


Sebelum melanjutkan pembicaraan mereka memesan makan siang, menu andalan kafe itu dan minuman juga.


"Begini bro..... aku mau cerita tentang perubahan tubuh ku semenjak kejadian di jalan Muhammad Hatta waktu itu" Jose berkata dengan nafas yang berat


"Maksudnya gimana sih bos?" jawab Ardi singkat.


"Semenjak saat gadis itu meraba juga menyentuh perutku dari belakang dan mengambil ikat pinggang ku seluruh tubuh ku seperti terbangun seketika termasuk juniorku di dalam sana" ucap Jose tanpa basa-basi.


"Ha.... betulkah itu?" serempak Ardi dan Danny bersamaan.


"Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang, sedangkan bayangan gadis itu tidak bisa aku hilangkan dari benakku?" Jose melanjutkan.


Danny dan Ardi saling memandang mendengar cerita Jose terheran heran sebab hampir 15 tahun lebih trauma Jose itu tidak bisa di obati, hanya karena sentuhan lembut di pinggang nya bisa terbangun seketika.

__ADS_1


"Apakah aku akan bisa normal kembali seperti orang pada umumnya Dan?" tanya Jose lagi.


"Pantes aja akhir-akhir ini bos selalu banyak melamun" Ardi menjawab dengan cepat.


Danny mengerutkan keningnya berpikir sejenak mendengar pertanyaan Jose.


"Apakah kamu tahu siapa gadis itu, Jose, Ardi" tanya Danny kembali.


"Itulah yang membuat aku bingung, entah kemana gadis itu sekarang berada?, sedangkan waktu itu karena panik melihat tanganku terluka Ardi tidak menanyakan dimana gadis itu tinggal" jawab Jose gelisah.


Danny ingin memeriksa keadaan Jose secara medis di rumah sakit untuk mengetahui kesehatan nya.


"Sebaiknya kamu datang ke rumah sakit Se, nanti aku periksa" pinta Danny.


"Baiklah nanti aku akan ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan ku" Jawab Jose dengan mantap.


"Sebaiknya kita cari gadis itu Se" jelas Danny kembali.


"Harus dari mana kita mencari nya ya?" kata Ardi balik.


Danny teringat Syaiful teman kuliah nya juga teman sejati nya yang bekerja di kepolisian di Surabaya.


"Ok kita chat di group teman sejati aja biar semua teman kita memberi saran atau membantu mencari gadis itu" usul Ardi.


Akhirnya setelah satu jam pertemuan mereka Danny kembali ke rumah sakit, sedang Ardi kembali ke kantor, Jose memilih pulang ke rumah karena hati yang gelisah selalu mengenang gadis itu.


Keesokan harinya Jose bersiap ke kantor sebentar, nanti setelah jam istirahat rencana nya ingin menemui Danny di rumah sakit untuk cek-up lengkap untuk mengetahui kondisi kesehatan badan nya.


Setelah selesai istirahat siang Jose melajukan mobilnya ke rumah sakit dengan kecepatan sedang, tiba disana memarkirkan mobilnya dan berlari kecil menuju ruangan Danny.


Danny mengantarkan Jose untuk pemeriksaan lengkap, tetapi saat salah satu suster ingin mengambil darahnya Jose langsung pucat pasi.


Danny tersenyum melihat tingkah laku Jose yang ketakutan melihat jarum suntik.


"Badan Segede ini masak takut sama jarum suntik sih".


"Dan.... tidak ada cara lain kah?, aku..... aku" ucap Jose ragu.

__ADS_1


"Coba kau berpaling kesana, tanganmu sini aku pegang, ingat rileks aja" perintah Danny.


Salah satu suster itu menyuntikkan jarum di lengan Jose perlahan dan mengambil darahnya dengan cepat.


Jose meringis sambil mencengkeram tangan Danny dengan erat.


"Bro. ...sudah... lepaskan tanganmu, sakit tau" kata Danny sambil memukul lengan Jose.


Selesai pemeriksaan Jose dan Danny berbincang di kantin rumah sakit sambil menunggu hasil pemeriksaan yang sebentar lagi keluar.


Jose dan Danny memesan kopi di kantin itu, menikmati kopi dan camilan, sampai di panggil oleh suster bahwa hasil nya sudah keluar.


Danny membacakan hasil nya, ternyata semua tidak ada masalah, Jose di nyatakan sehat, bahkan junior nya pun sudah normal seperti orang pada umumnya.


Hati Jose sangat bahagia, dia hanya ingin mencari gadis karateka yang sudah merubah hidup nya dalam satu sentuhan.


Pulang ke rumah dan membersihkan diri sebentar di kamar mandi, baru berbaring di tempat tidur big size nya.


"where are you girl" gumam Jose


"why I Miss you so much"


Jose di kamar dan menyentuh ikat pinggang yang pernah di gunakan gadis itu untuk menghajar pria pemegang senjata waktu itu.


Ya Tuhan berikan petunjuk mu, dari mana aku bisa mencari gadis itu, aku akan mengucapkan terima kasih atas apa yang dia lakukan pada tubuh ku sekarang, dan kalau bisa aku akan membuat dia berada di sisi ku seumur hidup ku.


Atau mungkin Jose sedang jatuh cinta dengan gadis itu, rasanya ingin melihat sosok gadis karate itu tetapi tidak bisa digapainya.


Hati Jose tidak pernah merasakan getaran degup jantung seperti itu selama ini, biasanya dia selalu menjauh apabila ada gadis yang mendekati nya.


Tetapi beda dengan gadis itu, justru dia selalu mengingat nya dan tidak bisa lepas dari bayang-bayang di angannya.


Dalam tidur pun Jose bermimpi bertemu dengan gadis karateka yang sederhana tetapi tegas itu.


Saat terbangun hanya rasa kecewa, ternyata hanya mimpi saja, tetapi Jose bertekad ingin mencari pujaan hati nya itu di manapun dia berada.


Ardi tidak kalah sibuknya, membantu mencari informasi tentang keberadaan gadis karateka itu dan tinggal di mana di bantu oleh anak nya.

__ADS_1


Ardi mulai menyusuri jalan Muhammad Hatta untuk mengawali pencarian tentang gadis itu, tetapi tidak ada petunjuk sedikit pun yang dia dapatkan, akhirnya Ardi hanya menunggu kabar dari Syaiful semoga dia mendapatkan petunjuk atau informasi tentang peristiwa perampokan malam itu.


__ADS_2