
Jose pov
Jose Kurniawan adalah pria yang berumur 30 tahun, pemilik perusahaan properti PT KURNIA yang cukup disegani di kota provinsi kota Surabaya.
Jose tumbuh menjadi laki-laki yang dingin, sosok kuat, tangguh, tampan berwajah bule, pantang menyerah karena pengalaman hidup yang pahit dan sulit, tetapi ada satu kelemahan dari Jose yang sulit dikendalikan yaitu emosi yang meledak ledak dan mudah marah jika ada orang yang bersalah atau mengkhianatinya.
Jose tidak mengenal sosok ayah kandungnya, dia di besarkan oleh ibunya Bu Diniya. selama ini Bu Diniya sangat tertutup dengan kisah dan latar belakang ayah kandungnya.
Yang Jose tahu sekitar 31 tahun yang lalu Bu Diniya menikah kontrak dengan pria bule yang berasal dari USA bernama Mark Jose, yang saat itu orang tua Bu Diniya terlibat hutang dengan pria bule itu, jadi harus membayar hutang dengan menikahkan putrinya dengan nya.
Mark Jose kembali ke negara nya saat Jose dalam kandungan berumur 4 bulan, tanpa mengetahui bahwa Bu Diniya mengandung putra nya, saat itu Mark Jose meninggalkan usaha properti yang belum berkembang pesat seperti sekarang ini, waktu Jose kecil usaha properti itu dikelola oleh Bu Diniya sendiri di bantu oleh teman kecil Bu Diniya Tante Tanti namanya.
Mark Jose kembali ke USA atas permintaan kedua orang tua nya yang sedang sakit keras waktu itu, sedangkan keluarga Mark Jose yang di USA tidak mengetahui jika Mark sudah menikah di Surabaya.
Dengan terpaksa Mark meninggalkan ibu Diniya di Surabaya untuk kembali ke USA dan meninggalkan ibu Diniya seorang diri dengan meninggalkan perusahaan kecil yang belum berkembang.
Mark berharap dengan perusahaan itu ibu Diniya bisa bertahan hidup dengan baik.
Jose tumbuh dengan perjuangan tanpa lelah bersama ibunya sampai berumur 12 tahun dan lulus SD, sampai peristiwa kelam yang menimpa ibu kandungnya terjadi.
Waktu itu rumah yang ditempati keluarga Jose terkena gusuran jalan tol yang dilakukan oleh pemerintah pusat, Bu Diniya mendapatkan uang pengganti tanah itu dengan harga yang menggiurkan, sehingga ada gerombolan perampok yang menyatroni rumah baru Bu Diniya.
Pukul satu dini hari perampok itu berhasil mengikat tubuh Jose kecil dan menutup mulutnya dengan lakban.
"Serahkan uang itu kepada kami" bentak pimpinan gerombolan perampok itu dengan kasar.
"Uang apa maksud anda?" jawab Bu Diniya.
__ADS_1
"Jangan berlagak bo*oh.... cepat serahkan" kata pimpinan perampok itu dengan menatap tajam pada tubuh Bu Diniya muda waktu itu.
Karena pimpinan gerombolan perampok itu tidak mendapatkan apa yang mereka cari, menggeledah semua area rumah, lemari, dapur, ruang tamu di obral abrik semua tetapi tidak mendapatkan apa yang mereka cari.
"Cepat kalian tinggalkan tempat ini" perintah pimpinan gerombolan perampok itu dengan keras.
"Tapi bos?" ucap salah satu anak buah nya.
"Tidak ada kata bantahan cepat pergi?" kata pimpinan gerombolan perampok itu sambil mendekati Bu Diniya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Seluruh anggota perampok itu menggunakan topeng di mukanya, sehingga tidak ada yang mengenalinya, dengan rakusnya pimpinan itu memperkosa Bu Diniya di depan mata Jose yang tidak bisa berbuat apa-apa karena tangan dan kakinya yang sudah terikat.
setelah selesai pimpinan perampok itu melenggang pergi dengan santai nya tertawa puas, tanpa meninggalkan jejak hanya saja Jose melihat ada tanda lahir warna hitam di kebelakang telinga sebelah kiri.
Jose kecil saat itu menggigil, tangan nya mengeras, matanya menangis dengan deras, menahan sakit hati yang teramat sangat.
Setelah pimpinan itu melenggang pergi dari situ, dengan susah payah merangkak mendekati Jose yang terikat tangan dan kakinya.
Jose memundurkan tubuhnya menjauhi ibu kandungnya itu, duduk meringkuk di samping ranjang, menenggelamkan kepalanya di antara lutut nya menangis tersedu-sedu sampai fajar muncul dari ufuk timur.
Ibu Diniya berbaring di samping Jose yang masih terisak saat fajar itu mengajak Jose untuk mandi, tetapi Jose sama sekali tidak berani menyentuh ibunya sendiri.
"Ayo Se... kita mandi dulu?" ajak ibu Diniya.
Saat tangan ibu Diniya ingin meraih tangan Jose, Jose spontan mundur, menggigil dan tidak berani menatap mata ibunya.
"Ada apa dengan mu ....nak?"
__ADS_1
"Jangan dekati Jose Bu.... menjauh lah".
"Nak..... ini ibu... ibu sangat menyayangi mu, mendekatkan sebentar sini!".
"Maaf Bu,.....Jose belum bisa, masih teringat peristiwa itu jika ibu memegang Jose".
Ibu Diniya menangis tersedu-sedu mendengarkan ucapan anak laki-laki satu satu nya itu,
Sejak saat peristiwa malam itu Jose tidak pernah menyentuh ibunya dan bahkan dekat dengan seorang wanita manapun juga selalu di hindari.
Hidup Ibu Diniya bagai jatuh dan tertimpa tangga pula, sudah di gagahi oleh orang yang tidak di kenal, Jose mengalami trauma yang sangat besar, karena sejak saat itu Jose tidak pernah menyentuh Ibu Diniya sama sekali.
Peristiwa itu tidak di laporkan oleh ibu Diniya kepada pihak yang berwajib, karena syok dan tidak mau nama baiknya tercoreng dalam masyarakat, ingin melaporkan nya tetapi tidak ada bukti yang mendukung pada peristiwa itu.
Tetapi ada yang mengganjal dalam benak ibu Diniya, sepertinya dia mengenal sosok orang yang datang merampok ke rumahnya saat itu dan telah menggagahinya dengan keji.
Suaranya tidak asing bagi Bu Diniya, tetapi dia tidak berani menceritakan kepada siapapun, karena tidak ada bukti yang bisa mendukung nya.
Bu Diniya mencurigai tangan kanan Mark Jose yang melakukan nya malam itu, sebab dalam waktu menikah siri dengan Mark Jose, tangan kanan Mark Jose selalu mencuri pandang ke Bu Diniya dengan penuh cinta, tetapi waktu itu ibu Diniya tidak terlalu mengenal sepak terjang antara bos dan tangan kanan nya itu.
kabar burung pada waktu itu perusahaan properti adalah hanya kedok dan kamuflase saja, tetapi tidak tahu pasti apa pekerjaan mereka saat itu.
Mark memiliki anak buah yang sangat banyak baik orang Indonesia asli ataupun teman dari USA, sebagian besar sangat loyal kepada Mark Jose.
Nama tangan kanan Mark Jose adalah Purnomo, laki-laki itu berasal dari kota Madura, setelah Mark Jose kembali ke negara nya, Purnomo juga kembali ke kota Madura.
Setelah kepergian Mark Jose kembali USA, Purnomo dan teman teman nya mulai goyah, terpecah belah.
__ADS_1
Banyak kelompok kelompok kecil yang malang melintang di dunia hitam sekitar daerah Surabaya dan sekitarnya.
Tetapi sampai sekarang tidak ada yang tahu dimana Mark Jose dan Purnomo berada, seperti di telan bumi bulat bulat, menghilang tanpa jejak sedikit pun.