
Hari ini adalah hari ke 21 setelah peristiwa penembakan terjadi, dimana kemarin para teman sejati berpisah dan kembali ke rumah masing-masing.
Termasuk Ridwan sudah sampai rumah dan menceritakan kepada istri tercinta nya Iis, karena Iis adalah seorang ibu rumah tangga yang aktif di media sosial atau menyimak berita di televisi atau pun media Jetak.
hari ini juga hari kemenangan anggota karate Fatia, karena mendapat kan medali emas tingkat yunior se Asia tenggara.
Ada sesi wawancara yang harus diikuti oleh Fatia dan pemenang utama nya, tapi karena tidak disiarkan langsung maka keesokan harinya sesi wawancara itu disiarkan di televisi.
Hari ini juga Fatia dan rombongan kembali ke kota Surabaya, dengan pesawat yang terbang pada malam hari.
Keesokan harinya pagi itu saat Iis istri walikota Ridwan duduk di ruang keluarga sedang menonton berita televisi ada tayangan wawancara Fatia dan pemenang medali emas karate.
"Itukan gadis yang ditunjukkan oleh Ridwan kemarin ya" gumam Iis sambil mengambil handphone dan membuka kamera nya.
"cekrek.... cekrek..... cekrek"
Langsung foto itu di kirim ke handphone Ridwan lewat WA dengan cepat.
Dan Iis membuka kontak hp langsung menelpon suaminya yang sudah ada di kantor.
"Sayang, cepat buka tayangan berita televisi nasional ada gadis karate itu sedang diwawancarai" ucap Iis dengan cepat.
"Iya sayang" Ridwan langsung berlari di ruang aula walikota dan memegang remote mencari informasi tentang gadis itu.
Setelah mendapat kan informasi itu benar adanya Ridwan langsung membuka nomor kontak dengan nama Jose, setelah beberapa detik tidak ada jawaban, akhirnya mengganti nama Ardi.
"Halo Ardi, cepat kamu nyalakan televisi nasional ada wawancara gadis karate itu" kata Ridwan dengan tergesa-gesa.
"Baiklah" Jawab Ardi singkat.
Ardi berlari dan meninggalkan rapat yang sedang berlangsung tanpa permisi, membuat para anggota rapat heran dan bertanya apa yang terjadi.
"Ada apa Ardi?" tanya Jose kaget.
"Sebentar bos, ada hal yang emergency" jawab Ardi tanpa menoleh kebelakang.
Sebetulnya rapat itu sudah selesai tinggal tanda tangan kesepakatan dari pihak anggota rapat karena Jose sebagai pimpinan sudah tanda tangan, sehingga sang sekertaris lah yang melanjutkan.
Jose juga ikut berlari mengikuti Ardi dibelakangnya dengan terburu-buru karena penasaran apa yang terjadi.
__ADS_1
Ceklek Ardi memencet remote televisi, Ardi dan Jose langsung melihat wajah gadis karate itu sedang diwawancarai.
Kaki Jose langsung lemas duduk bersimpuh di depan televisi nasional itu
"Ooooo gadis itu berada di kota Bali" gumam Jose.
Tanpa menunggu nanti, hati Jose sangat bahagia dan ingin segera menyusul kesana.
"Ar..... siapkan helikopter perusahaan sekarang juga langsung kita terbang ke kota Bali" pinta Jose dengan terburu-buru.
"Siap bos" jawab Ardi langsung.
Ardi berlari kembali ke bagian hanggar di belakang perusahaan, dan mempersiapkan semua perjalanan bos nya.
Jose merogoh kantong saku dan mengambil handphone nya untuk menghubungi ibu Diniya.
"Bu, saya mau ke kota Bali sebentar ya ada urusan penting" ijin Jose kepada ibunya.
"Iya nak hati-hati, ada. apa to?" jawab Bu Diniya cemas.
"Nanti aja Bu kalau sudah pulang dari kota Bali saya ceritakan, minta doanya ya Bu" pinta Jose sambil berlari ke ruang hanggar menyusul Ardi.
Setelah satu jam perjalanan Jose dan Ardi tiba di kota Bali dengan selamat. mereka langsung ke tempat arena pertandingan karate.
Tidak lupa juga Ardi pamit pada istri tercinta nya Rina yang sedang mengandung buah hati cinta mereka.
Tetapi apa di kata acara itu sudah selesai kemarin, dan Fatia sudah pulang ke kota Surabaya tadi malam.
"Aaarghhh......, "Jose mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Kenapa bisa terlambat begini Ar" ucap Jose dengan hati yang hancur.
"Sabar bos" jawab Ardi dengan mengusap punggung bosnya.
Akhirnya Jose dan Ardi hanya mencari informasi dari panitia yang belum meninggalkan tempat pertandingan.
Mereka mendapatkan informasi bahwa Fatia adalah pelatih handal sebuah perguruan karate terkenal di kota Surabaya yang bermarkas di jalan Muhammad Hatta.
Karena sudah terlalu malam akhirnya Jose dan Ardi menginap semalam di hotel kota Bali.
__ADS_1
Malam itu sambil beristirahat Jose kirim chat ke WA group teman sejati.
"tringgg..... tringgg.... tringgg...".
"Aku ketinggalan kereta bro, sudah bubar pertandingan karate nya di kota Bali" tulis Jose dengan hati kecewa.
"Waduh, emang kau terbang ke sana kah bro, kenapa tidak bilang?" jawab Ridwan dengan tulisan nya.
"Aduh jomblo akut satu ini selalu tergesa-gesa tanpa perhitungan lebih dulu" sahut Syaiful.
"Ok sekarang posisi dimana bro?" tulis Danny.
"Kami masih di kota Bali bro, tapi ini sudah mendapatkan informasi yang akurat dari pihak panitia" sahut Ardi.
"Besok pagi pulang saja bro, yang di sini biar saya yang menanganinya, saya bisa beralasan kunjungan kerja pihak kepolisian" tulis Syaiful dengan tegasnya.
Akhirnya pagi hari Jose dan Ardi terbang kembali ke kota Surabaya selama satu jam perjalanan di udara.
Sesampainya di rumah Jose menceritakan dari awal peristiwa di jalan Muhammad Hatta dan sampai mencari gadis karate itu ke kota Bali kepada ibu Diniya dengan sendunya.
Bu Diniya mengucap syukur atas apa yang terjadi pada diri Jose dan berpesan cari calon menantu ku itu sampai ketemu.
Jose hanya tersenyum kecut karena menyebut gadis karate itu calon menantunya.
"Masih jauh Bu jangan banyak berharap dulu perjuangan ku baru di mulai" kata Jose.
"Jangan sampai gagal Se..... kau harus semangat dalam mencari nya" perintah ibu Diniya.
"Iya... Bu,.... ini baru mau di bantu oleh Syaiful, sabar ya Bu".
Bu Diniya menganggukkan kepalanya tanda setuju apa yang di katakan Jose.
Setelah berbincang dengan ibu Diniya, Jose membaringkan tubuhnya sejenak, hanya untuk beristirahat karena dari kemarin mengejar gadis karateka itu tanpa memperdulikan keadaan nya sendiri, ada rasa lelah di sana sudah hampir tiga Minggu belum juga ada hasilnya.
Ardi mencari lewat media sosial tentang pergaulan karate yang ada di Surabaya terutama yang berada di jalan Mohammad Hatta.
Syaiful juga tidak kalah sibuk nya, mencari informasi tentang keberadaan perguruan karate yang ada di jalan Muhammad Hatta hanya ada satu yaitu yang menaungi Fatia selama ini.
Syaiful berencana mencari informasi tentang hal itu, besok pagi rencana Syaiful ingin bertemu langsung atau berkunjung di perguruan karate yang ada di jalan Muhammad Hatta itu.
__ADS_1
Semua sudah di persiapkan oleh Syaiful, tinggal berangkat kesana untuk melakukan kunjungan secara resmi dari pihak kepolisian untuk mengucapkan selamat atas keberhasilan nya menjadi juara dalam pertandingan karate se- Asia tenggara semoga kedepannya bisa terjalin kerjasama dengan kepolisian.