Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 15 Gagal Bertemu


__ADS_3

Ini hari pertama Fatia magang di PT KURNIA, dia menggunakan mobil online agar bisa tepat waktu sampai tujuan.


"Selamat pagi Bu" sapa Fatia pada resepsionis sambil membungkuk tanda hormat.


"Pagi mbak, ada yang bisa dibantu?" jawab resepsionis lagi.


"Saya ingin bertemu dengan bagian keuangan Bu, ini surat rekomendasi dari universitas saya" ucap Fatia dengan sopan.


Fatia mengulurkan tangannya memberikan amplop berisi surat rekomendasi dari universitas nya.


"Baiklah, naiklah ke lantai 5 belok kiri disitu ada lima pintu, naaah bagian keuangan pintu ke tiga ya" jelas nya lagi.


"Baik Bu terimakasih" kata Fatia sambil melangkah menuju lift dan menekan angka 5.


Setelah keluar lift Fatia menuju pintu ketiga dan mengetuk pintunya.


"Tok.... tok....tok..."


"Silahkan masuk" kata Rina dari dalam ruangan.


Kemudian Fatia membuka pintu pelan pelan, berjalan masuk dan membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.


"Selamat pagi Bu, nama saya Fatia dari universitas UN" jawab Fatia.


"Oya, nama saya Rina silahkan duduk" jelas Rina sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Terimakasih Bu" kata Fatia sambil duduk.


"Umur mu beberapa Fatia?" kata Rina sambil memandang wajah Fatia.


"Saya berumur 24 tahun Bu" jawab Fatia singkat.


"Cuma beda dua tahun kok, jangan panggil aku Bu ya, panggil mbak aja biar lebih akrab" ucap Rina lagi


"Baiklah mbak, dengan senang hati" Kata Fatia.


Setelah pertemuan pertama nya dengan Rina, Fatia mulai melaksanakan tugas yang diberikan kepada nya, yaitu membantu mengerjakan pekerjaan bagian keuangan perusahaan.


Beda lagi dengan Jose, di hari yang seharusnya bisa bertemu dengan Fatia, dia harus meninggalkan Indonesia menuju Singapura selama satu Minggu bersama Ardi melakukan lobi-lobi bisnis disana.


Jose hanya mendapatkan laporan dari Rina tentang keseharian Fatia selama di kantor, Rina dan Fatia semakin akrab dan kompak dalam melaksanakan tugas nya.


Disela-sela kesibukan nya Rina sering menanyakan tentang hal pribadi ataupun keseharian Fatia.


Dari hobi makan pedas, tidak suka minum menggunakan gula pasir, hobi makan nasi Padang, sampai hobi karate dari kecil dan lokasi kos-kosan di mana dia tinggal.

__ADS_1


Tidak terasa sudah hari ini hari Jum'at Minggu pertama Fatia magang di PT KURNIA, pas jam istirahat tiba Rina dan Fatia makan siang di kantin.


"Fatia kamu mau makan apa?" tanya Rina.


"Saya makan nasi sama rica-rica ayam saja mbak" jawab Fatia singkat.


"Kamu tuuuh ya, makan pedas terus setiap hari, apa tidak sakit perut?" tanya Rina penasaran.


"Sudah biasa mbak, kalau saya sih, tidak afdol kalau makan tidak pedas" ucap Fatia dengan senyum.


Saat makanan dan minuman yang di pesan datang, Fatia mengeluarkan gula jagung bungkus kecil dari tas nya.


"Kenapa sih kamu selalu bawa gula jagung bungkus kecil sendiri untuk minuman mu?" tanya Rina lagi.


"Ibu saya punya penyakit diabetes mbak, jadi keluarga kami tidak mengonsumsi gula pasir mbak" jelas Fatia singkat.


"Lho... kamu kan tidak terkena diabetes juga Fat, kenapa ikut pakai gula jagung?" ucap Rina.


"Dari kecil saya sudah terbiasa menggunakannya, jadi kalau saya minum manis menggunakan gula pasir air liur saya ikut manis, saya kan tidak terlalu suka manis mbak" keterangan Fatia agak panjang.


"Pantes aja, setiap pesan minuman selalu semua tawar, yang es teh tawar lah, jus jeruk tawar apalagi es kelapa pasti minta murni he he he" berucap Rina sambil makan.


Rina mengingat suaminya Ardi bahwa harus mencari informasi tentang dirinya sebanyak mungkin.


"Tidak mbak, saya belum pernah pacaran" akunya Fatia jujur.


Rina menjadi heran dengan pengakuan Fatia, mengerutkan keningnya membaca pikiran Fatia yang sedikit aneh.


"Kenapa, kamu kan cantik, masak tidak ada yang mau sama kamu?" Rina memprovokasi.


"Yang mau ngajak saya pacar banyak mbak Rina, tapi saya tidak mau" kata Fatia takut.


"Di keluarga kami hampir tidak ada yang pacaran sebelum menikah, disamping di larang oleh kakek dan orang tua saya juga tidak berniat untuk pacaran mbak" jelas Fatia lagi.


Tanpa di sadari Rina menjadi penasaran dengan pola pikir keluarga Fatia yang tidak biasa seperti keluarga kebanyakan.


"Jadi gimana cara membina rumah tangga nya, Fat kalau gitu?" menyelidiki lagi Rina karena penasaran.


"Sebagian besar sih di jodohkan, atau melalui ta'aruf, tapi walaupun di jodohkan tidak harus dipaksakan sih mbak, harus persetujuan kedua belah pihak" umunya Fatia lagi.


"Terus kamu pernah kah di jodohkan kah Fat?"


ucap Rina singkat.


"Pernah sih mbak, tapi....." terputus jawaban Fatia.

__ADS_1


Fatia menundukkan kepalanya, mengingat peristiwa saat dia di jodohkan dengan laki-laki yang tidak sesuai kriteria yang dia inginkan.


"Tapi kenapa Fat?" semakin penasaran Rina nya.


"Belum ada yang cocok mbak, dan juga mereka tidak ada yang ngajak ta'aruf, aku maunya sih pacarnya setelah menikah, he he" ucap Fatia sambil cengar-cengir.


"Emang sudah pernah ada yang mengajak mu ta'aruf kah Fat?" kata Rina penasaran.


"Selama ini belum pernah sih mbak" jawab Fatia jujur.


Dalam pikiran Rina ini kesempatan Jose mengajak nya ta'aruf tanpa harus menunggu sampai lama, tanpa terasa sambil bercerita makanan nya sudah habis.


"O..... gitu ya, sudah selesai kan makannya ayo kita ke mushola dulu baru kerja lagi" kata Rina yang tidak penasaran lagi


"Iya ....... mbak"


Pada keesokan harinya di saat kantor libur, Jose yang sudah kembali dari Singapura ke kantor melihat CCTV tentang keseharian Fatia.


Ridwan juga sudah mendapatkan informasi tentang keluarga Fatia di kota Ngawi, semua sudah di informasikan kepada Jose.


group WA teman sejati hari ini ada diskusi lagi.


"tringgg.... tringgg...... tringgg"


"Sudah siap ta'aruf bro" tulis Ardi.


"Kenapa harus ta'aruf, kan harus PDKT dulu" jawab dalam tulisan Danny.


"Kemarin istri saya cerita gadis karate itu tidak pernah pacaran, maunya ta'aruf aja" Ardi bercerita.


"Tapi jangan langsung tembak ta'aruf juga kali" saran bijak dari Syaiful.


"Jadi aku harus gimana nich bro, pusing jadi nya?" tulis Jose kemudian.


"Sabar bro, bertemu aja dulu, mengalir aja gitu lho" tulis Syaiful.


"Mengalir, emang nya air sungai wk wk wk" sahut Ridwan.


"Yang jelas saran saya bro, harus di awali dengan jujur, jadi kedepannya nanti akan lebih mudah untuk mendekati nya" tulis Syaiful kembali.


"Emang paling bijak pak polisi satu ini, thanks atas masukannya bro" jawab Jose dalam tulisannya.


Setelah selesai chatting dengan teman nya Jose masuk kamar dan melamun.


"Ooooh my girl hari Senin nanti pasti aku akan bertemu dengan mu"

__ADS_1


__ADS_2