Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 46 Surat Permohonan Maaf


__ADS_3

Malam ini Yosi membolak-balik kan amplop surat dari almarhum Purnomo, mau membukanya ragu ragu, akhirnya Yosi memutuskan untuk membacanya.


"Anakku.....Yosi.


Kalau kamu baca surat ini berarti bapak sudah tidak ada di dunia ini.


Maafkan bapak, sudah setahun ini bapak tahu siapa dirimu, tetapi bapak tidak berani mengatakan sebenarnya, karena dosa bapak yang terlalu besar, bapak hanya berharap maaf darimu saja, sampaikan juga kepada ibumu atas apa yang bapak lakukan kepada beliau, juga sampaikan maaf kepada nak Jose, bapak memang tidak pantas untuk di maafkan, tetapi mohon bisa membuka hati sedikit untuk memaafkan bapak.


Anakku.


Bapak tidak memiliki siapapun kecuali kamu, jadi bapak mohon tolong jaga peninggalan bapak, dan manfaatkan untuk masa depanmu dan keturunanmu kelak.


Terima kasih sudah membaca surat bapak dan menjaga peninggalan bapak."


Tanpa terasa air mata Yosi menetes tanpa bisa di bendung lagi, hatinya antara kasihan dan sakit berkecamuk menjadi satu.


Yosi meletakkan surat itu diatas nakas dan berbaring di tempat tidur sambil menangis sampai tertidur menjelang pagi hari.


Jam sembilan pagi Jose dan Fatia pergi ke rumah sakit untuk imunisasi folio baby Al, dan Fatia ingin konsultasi tentang pemakaian alat kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui.


Pertama Jose dan Fatia menemui dokter anak untuk imunisasi, yang kedua menemui dokter Tia untuk konsultasi tentang alat kontrasepsi.


Menjelang siang Jose dan Fatia keluar dari rumah sakit, dan mampir ke mall untuk membeli keperluan baby Al.


Fatia mendorong stroller baby Al sedangkan Jose mendorong keranjang belanja.


Dari belanja peralatan kamar mandi, bedak bayi dan baju untuk baby Al, dengan mengantar istri belanja bulanan sudah membuat hati bahagia, selayaknya pasangan suami istri pada umumnya.


Padahal selama ini Jose tidak pernah yang namanya belanja ataupun membeli keperluannya sendiri, selama menjadi suami banyak perubahan yang terjadi.


mendorong troli, mengambil belanjaan, mengantri di kasir itu yang jarang di kerjakannya, apalagi soal mengantri itu yang paling tidak dia sukai.


Tetapi demi anak dan istri dengan senang hati Jose melakukannya, walaupun banyak orang orang yang berbisik bisik.


"Itukan pengusaha yang viral kemarin, belanja disini juga" kata pengunjung yang melihat nya.


Banyak juga yang minta berfoto, mencubit pipi ada juga yang ibu hamil yang mengusap rambutnya, serta memeluknya.


Muka Jose seperti tomat merah merona menahan emosi tetapi Fatia hanya tersenyum manis saja.

__ADS_1


"Ayo Bun cepat keluar dari sini" kata Jose sambil berlari keluar mall.


Diperjalanan menuju pulang Jose mulai bisa mengontrol emosinya karena melihat baby Al yang menggemaskan, sambil menyetir tangan kanannya serta tangan kirinya sesekali mengelus pipi baby Al yang ada di pangkuan Fatia dan terkadang menggenggam erat tangan Fatia.


Sampai rumah Yosi sudah tidak di rumah pergi ke kampus untuk kuliah, ibu Diniya sedang ke tempat tetangga yang sedang arisan.


Baby Al tertidur dalam pangkuan Fatia langsung di baringkan di box bayi yang ada di kamarnya, Fatia istirahat sebentar untuk merebahkan tubuhnya yang lumayan pegal.


Yang sudah hampir satu setengah bulan ini Jose tidak bisa bermesraan dengan istri tercintanya langsung saja memanfaatkan waktu yang ada.


Mumpung baby Al tertidur pulas, Jose langsung ikut merebahkan tubuhnya di samping Fatia memeluknya, Fatia yang sudah hampir tertidur hanya tersenyum.


Tangan Jose mulai masuk ke dalam baju Fatia merabanya dan mencium bibir nya dengan penuh gairah, satu persatu baju terlempar entah kemana, terjadi adegan panas pada siang itu.


Setelah itu Jose tersenyum puas, berbaring disamping Fatia sambil memeluknya sambil berbisik.


"Bolehkah minta ronde kedua?" rayu Jose sambil mengedipkan matanya.


Saat bersamaan baby Al terbangun dan menangis dengan kencang.


"Yah, Baby Al bangun, tidak ada ronde selanjutnya"


Diangkatnya baby Al dengan penuh kasih sayang.


"Haus kah nak ayo kita nen dulu"


Fatia langsung menyusui baby Al, tetapi di belakangnya ada yang mengganggunya, merabanya membelainya walaupun di pangkuannya ada baby Al.


Karena sudah terlanjur rencana minta minta ronde kedua Jose setia menunggu baby Al tertidur lagi.


Baby Al mulai pulas kembali setelah merasa kenyang, di tidurkan kembali dengan pelan pelan, tetapi Jose juga tidak lepas memeluk Fatia tanpa mengenakan sehelai benang pun.


"Bun.... ayo satu ronde lagi please"


Jose merayu Fatia dengan memelas, menahan hasrat yang membara karena sudah lama tidak tersalurkan.


Setelah adegan panas untuk yang kedua kalinya Jose merasa puas, berbaring miring menghadap Fatia yang kelelahan karena ulah Jose serta memeluknya.


Sore hari setelah mandi Jose turun tangga dan berjalan ke dapur ingin membuatkan susu ibu menyusui, disitu bertemu Yosi.

__ADS_1


"Mas ....ini surat yang dari almarhum pak Purnomo kemarin, mas aja yang ngurus, Yosi tidak faham".


Setelah Jose menerima surat itu, kemudian kembali ke atas di kamarnya untuk memberikan susu ibu menyusui dan membaca surat Yosi dari almarhum Purnomo.


"Ini mana dulu ya yang dikerjakan Wasiat dari almarhum Purnomo atau mencari bapak kandung dulu ya" gumam Jose sendiri.


Jose akhirnya minta bantuan Syaiful untuk mencarikan informasi tentang bapak kandungnya.


Baru Jose menghubungi pengacara untuk menindak lanjuti wasiat yang di berikan kepada Yosi.


Jose menyerahkan urusan itu kepada pengacaranya untuk mendatangi perusahaan ternama yang ada di Jakarta yang dimiliki sahamnya oleh Yosi.


Sudah hampir lima hari pengacara Jose pergi ke Jakarta, baru mengabari Jose bahwa rapat pemegang saham akan diadakan satu Minggu lagi.


Yosi di harapkan datang untuk menghadiri rapat pemegang saham itu karena Yosi memiliki 35% nya.


Jose memutuskan untuk berangkat ke Jakarta dengan mengajak seluruh anggota keluarganya di tambah dengan pengacaranya dan Ardi sebagai asisten Jose.


Sekalian Jose ingin mengajak keluarganya berwisata di ibukota Jakarta, dengan helikopter perusahaan.


Tiba di Jakarta pada malam hari, Jose dan rombongan langsung reservasi hotel bintang lima dan menginap disana.


Jose memesan empat kamar satu untuk Jose dan istri, satu kamar lagi untuk Yosi dan ibu Diniya, serta yang dua lagi untuk Ardi dan pengacaranya.


Hari pertama pada pagi harinya di Jakarta Jose dan Yosi bertemu dengan para pemegang saham.


Tidak disangka sangka ternyata saat rapat itu Jose bertemu dengan Andini wanita yang menyukainya dahulu.


Hati Andini sangat bahagia bertemu dengan Jose, tanpa mengetahui kalau Jose sudah menikah dan mempunyai satu putra.


Rapat itu diadakan dua kali pertemuan, hari ini rapat pertama belum selesai, besok akan dilanjutkan lagi.


Setelah selesai rapat Andini mencari informasi tentang hotel dimana Jose menginap, setelah mendapatkannya Jose langsung ke mendatangi Jose disana.


Saat itu Jose lagi duduk berhadapan dengan Fatia saat Andini datang dan langsung memeluknya dari belakang.


"Jose aku masih selalu mencintaimu" ucap Andini


"Yah..........." Fatia bengong

__ADS_1


__ADS_2