
"Tok.....tok....tok.."
"Ya... Sebentar, siapa.....?"
Jose melangkah ke arah pintu hotel dan membuka pintu kamar hotel itu.
"Ada yang bisa saya bantu?'.
"Saya dari kepolisian pak, ngantar beliau ini yang punya toko perhiasan ingin bertemu dengan istri anda"
"Baiklah silahkan masuk".
Jose mengajak keempat tamu itu masuk ke kamar hotel dan mempersilahkan para tamu duduk di sofa.
Jose tidak lupa menelpon Yosi untuk datang ke kamarnya, dan membangunkan Fatia yang sedang tidur bersama baby Al.
Setelah berkumpul semua yaitu Jose, Fatia, Yosi, pemilik toko perhiasan suami dan istri ditambah dua polisi duduk di sofa kamar saling berhadapan.
"Begini pak, Bu, saya pemilik toko perhiasan ingin mengucapkan terima kasih atas bantuannya telah menyelamatkan pegawai dan toko kami" kata pemilik toko laki laki itu.
"Ini ada kenang kenangan dari kami untuk mbaknya berdua".
Ibu pemilik toko itu menyodorkan dua cincin kecil bermata berlian sederhana tetapi elegan.
Awalnya Jose dan Fatia menolaknya tetapi pasangan suami istri itu memaksa, sebagai hadiah kenang kenangan, akhirnya Fatia dan Jose menerimanya, dan mengucapkan terima kasih kepada mereka.
Setelah para tamu itu berpamitan pulang, Fatia berbaring lagi di samping baby Al, dan Jose ikut berbaring di samping Fatia.
Memiringkan posisi tidurnya menghadap Fatia yang sedang memunggunginya, melingkarkan tangannya di perut Fatia, awalnya hanya melingkarkan saja tetapi lama kelamaan masuk kedalam bajunya, gerakan tangannya keatas menyentuh gunung kembar itu.
Menciumi punggung dan leher Fatia bagian belakang, yang awalnya Fatia hanya diam saja terpancing juga dengan sentuhan Jose, Fatia mendesah manja justru menambah Jose semakin bergairah.
Terjadilah adegan panas malam itu sampai pada klimaksnya, baru Jose merebahkan kembali tubuh Jose dengan penuh cucuran keringat dan senyum kepuasan dan bahagia.
Pagi harinya semua sudah bersiap untuk pulang ke Surabaya, rombongan menuju bandara untuk menaiki helikopter perusahaan yang sudah menunggunya disana.
Perjalanan pulang di tempuh selama satu setengah jam sampai tiba di bandara Surabaya dengan cuaca cerah, dan kembali melanjutkan perjalanan ke rumah dengan di jemput oleh om Ari bapaknya Ardi.
Pada pagi harinya semua beraktivitas seperti biasa, Yosi mulai kuliah, Jose dan Ardi mulai ke kantor untuk mengurus perusahaan PT KURNIA.
__ADS_1
Sudah beberapa hari ini perusahaan di tinggalkan, banyak sekali yang harus Jose dan Ardi tangani, terpaksa harus lembur sampai malam untuk menyelesaikan semuanya.
Yang biasanya Jose pulang tepat waktu, hari ini sudah pukul delapan malam belum pulang membuat Fatia jadi cemas, handphonenya juga tidak bisa dihubungi.
Fatia memutuskan untuk ke rumah mbak Rina untuk menanyakan keberadaan Jose ataupun Ardi.
"Tentang aja, mereka masih di kantor, tadi papanya Dina menelpon, handphonenya mas Jose baterainya habis tidak sempat di cas katanya".
Hati Fatia merasa lega setelah mendengar kabar dari mbak Rina, dan kembali ke kamar melihat baby Al yang tertidur pulas.
Pukul sembilan malam Jose baru pulang ke rumah, langsung masuk kamar.
"Bunda aku pulang"
Fatia langsung berlari menyambut suaminya mengambil tas kerja dan di letakkan di meja, membantu melepaskan sepatu dan membukakan jas dan dasinya.
"Banyak yang di kerjakan kah yah... Kok baru pulang jam segini"
Jose mengangguk dan tersenyum melihat Fatia yang begitu telaten dan sabar membantu Jose, rasanya capeknya langsung hilang seketika melihat istri dan putranya itu.
"Mandi dulu ya yah, nanti bunda siapkan makan malamnya"
Jose langsung mandi sedangkan Fatia turun ke lantai bawah untuk mengambil makan dan minum untuk berdua.
"Bunda belum makan juga?"
Jose bertanya setelah selesai mandi dan melihat menu makanan untuk dua porsi.
"Iya belum, tetapi tadi sore sudah makan bubur kacang hijau kok, ibu yang membuatnya".
"Lain kali kalau aku pulang malam tidak usah menunggu, kalau lapar ya makan saja, kasihan Al kalau tidak ada gizinya nanti ASI nya".
"Iya yah.... baiklah"
Kemudian Jose dan Fatia makan berdua tanpa ada suara kecuali suara sendok dan garpu saja.
Makan malam sudah selesai Jose dan Fatia duduk berdampingan berpelukan di sofa panjang di kamar itu.
Bercerita tentang kegiatan masing-masing, Fatia menceritakan bahwa Al sudah mulai bisa mengangkat kepalanya sendiri, sedangkan Jose menceritakan pekerjaan dan klien yang dia temui hari ini.
__ADS_1
Saat cerita tangan Jose juga ikut bekerja, membelai menyentuh setiap inci bagian tubuh Fatia tanpa henti, bagi Jose tubuh Fatia bagai candu yang tidak bisa dia lepaskan saat berdekatan.
Hati Jose selalu bergetar dan bergetar hebat tanpa di sadari nya padahal sudah satu tahun lebih mereka bersama, cinta Jose tidak pernah berkurang sedikitpun justru bertambah besar saja setiap harinya.
Jose menggendong Fatia ke tempat tidur, mulai mencium bibir Fatia dengan gairah, turun ke leher nya, Fatia memeluk Jose dengan erat, sama sama merasakan gelora cinta yang membara.
Adegan panas itu terus berlanjut sampai pada puncak kenikmatan yang mereka rasakan seperti terbang di atas awan.
Jose langsung berbaring roboh di samping Fatia dengan tersenyum puas, langsung tertidur berpelukan tanpa sehelai benangpun, hanya selimut yang menutupi mereka.
Di pagi harinya, mandi besar bersama melaksanakan sholat subuh berjamaah, dan bersiap siap akan melakukan aktivitas seperti biasa.
Karena baby Al menangis, Jose langsung menggendongnya, Fatia sedang di kamar mandi, tanpa disadarinya Jose yang sudah rapi menggunakan baju kerja Hem putih tetapi belum menggunakan jasnya, basah karena baby Al ngompol di gendongan Jose.
"Ya....ya.... kok hangat hangat ini di pinggang yahnda, putra yahanda nakal nich"
"Kenapa yah... baby Al terbangun ya?"
"Ini ngompol di gendongan"
Fatia tersenyum melihat Jose terkena ompol oleh baby Al, mengambil baby Al dari gendongan Jose.
"Mandi dan ganti baju sana yaaah, maafkan Al ya, sudah nakal".
Jose menuju kamar mandi untuk mandi dan berganti baju, Fatia kemudian memandikan baby Al, setelah selesai memakaikan baju, dan turun ke lantai bawah bersama Jose yang sedang selesai dan memakai jas siap untuk berangkat kerja.
"Selamat pagi Nek"
"Selamat pagi, sini sarapan dulu, biar Al nenek yang gendong".
"Aduuuh keponakan tante yang ganteng sudah mandi, muuuah".
Yosi yang baru datang dari kamarnya Langsung mencium pipi baby Al yang mulia gembul.
"Yosi ada kuliah pagi kah?, bareng mas aja ya?".
"Iya mas, mungkin nanti Yosi pulang agak terlambat karena langsung ke perguruan karate, di panggil oleh Abah katanya di suruh gantikan mbak Fatia melatih karateka yang baru daftar"
"Ya hati hati nak, telepon mas Jose aja kalau pulangnya terlambat, jangan pulang sendiri".
__ADS_1
"Baik Bu, nanti Yosi telpon mas Jose"