Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 87 Karena Syafitri


__ADS_3

"Hah....dasar wanita gila!!!!!!" ucap Ardi dengan kesal.


"Siapa dia bro......?" tanya Syaiful heran.


Ardi menceritakan tentang kemunculan Syafitri yang tiba tiba bilang menyukai Jose sejak waktu kuliah dulu.


"Ini gara gara wanita lagi, ya Tuhan.... Ardi aku jadi pusing" kata Syaiful memegang kepalanya.


"Bawa mereka semua ke kantor polisi, saya akan ke rumah sakit dulu" perintah Syaiful kepada beberapa polisi yang sedang memborgol keempat laki-laki yang menyerang Fatia tadi.


Syaiful dan Ardi berangkat ke rumah sakit dengan menggunakan mobil masing-masing dengan kecepatan tinggi.


Sedangkan di rumah sakit Jose mengikuti brankar Fatia masuk UGD yang sudah di tunggu oleh Danny.


Danny melihat sosok Fatia yang meringis menahan sakit di kaki di atas lutut paha bagian bawah.


"Suster.... gunting.... cepat" perintah Danny kepada suster yang ada di sampingnya.


"Ini dok"


"Danny mau kau apakan istriku?".


"Mau gunting celananya Se.... Bagaimana memeriksa kakinya kalau masih pakai celana panjang, atau mau aku plorotin celana kakak ipar di depanmu?"


"Jangan kau, biar suster itu saja atau aku saja sini" protes Jose.


Fatia mencengkeram erat tangan Jose sehingga tidak bisa beranjak dari dia berdiri.


"Yaaaah.... sakit"


"Ya sayang maaf, sabar sayang.... sabar".


Suster itu mulai menggunting perlahan celana panjang Fatia dari bawah sampai di atas lututnya.


Selesai di gunting celana itu terlihat kaki Fatia yang bengkak dan memerah.


"Suster bawa pasien ke ruang rongsen" perintah Danny lagi.


Brankar Fatia di dorong oleh suster di ikuti oleh Jose dan Danny dari belakang, bersamaan dengan datang Rina menggendong Al, dan kedua orang tua Ardi dan cucunya.


"Mas Jose...." panggil Rina.


"Yayah..... Yayah".


Al membuka kedua tangannya minta di gendong sambil menangis terisak.


"Aduh.... hauskah nak?..... cari Bunbun kah dari tadi?".


"Bunbun.... Bunbun".


Rengek Al mencari bundanya yang dari tadi pagi tidak di temukan oleh Al sama sekali.


Semua menuju ke ruang rongsen dan menunggu di depan pintu masuk dengan gelisah.


Sesaat kemudian Danny keluar dari ruangan rongsen itu dan memanggil Jose.


"Se..... sebentar lagi Kakak ipar akan di pindahkan ke ruang rawat inap, ada retak sedikit di paha bagian bawah" ucap Danny.


Brankar Fatia keluar dari ruangan rongsen, melihat bundanya, Al menangis keras dan tangannya ingin meraih minta dipeluk.

__ADS_1


"Sini..... nak, di samping Bunbun".


Jose meletakkan Al di samping Fatia berbaring baru Al terdiam.


"Bun....nen......nen....nen".


"Ya..... sebentar.... nanti sampai di ruangan ya sayang".


Sesampainya di ruang rawat inap dilarang masuk saat Fatia sedang memberikan ASI kepada Al bahkan Danny sekalipun.


"Kamu gila ya Se..... kasihan tuuuh kakak ipar meringis kesakitan, ini mau di suntik untuk mengurangi rasa nyeri, malah kau larang" kata Danny marah


"Dia lagi memberikan ASI kepada Al.... enak aja kau mau ngintip".


"Sudah hampir dua tahun di Al seharusnya sudah di latih tidak ASI lagi".


"Tunggu sebentar kalau begitu, aku lihat sebentar".


Jose masuk ruang rawat inap itu ternyata Al sudah tertidur pulas di samping Fatia, Jose keluar lagi dan memanggil Danny untuk masuk.


Danny masuk mendorong pintu dengan cepat sambil ngomel-ngomel tidak karuan.


"Suami gila mu itu memang tidak jelas kakak ipar, dia terlalu posesif, dasar bucin"


Fatia hanya tersenyum dan memandangi Jose dengan tatapan mata yang tidak bisa di artikan.


"Yah... tolong pindahkan Al ke tempat tidur itu nah".


Jose mengangkat Al pelan dan di pindahkannya dengan hati hati agar tidak terbangun.


Danny di bantu para suster memasang gib untuk membalut kakinya yang retak, salah satu suster juga memberikan suntikan lewat infus penghilang rasa nyeri.


"Satu lagi.... untukmu Se.... sekalian gunting tu celana Fatia, pakai rok yang longgar saja biar sirkulasi darah lancar"


"Ya terima kasih Bro..."


"Atau aku aja sini yang gunting!" Goda Danny lagi.


"Enak aja mau aku patahkan juga kakimu" bentak Jose.


"Dasar.... bucin..... posesif..." ucap Danny sambil memukul lengannya.


Danny dan suster keluar ruangan, bergantian keluarga masuk untuk melihat keadaan Fatia.


Ardi dan Syaiful datang memanggil Danny dengan cepat.


"Bro..... Bro.... tunggu.....".


"Eeee kalian... ada apa?"


"Mana Jose, aku mau membicarakan sesuatu?" kata Syaiful..


"Di dalam panggil aja, aku tunggu di luar".


Syaiful menarik Jose keluar ruangan, dan mengajak mereka ke ruangannya Danny.


"Ada apa sih....?" Protes Jose.


"Kau tahu bos.... kekacauan itu di buat oleh Syafitri?" Jelas Ardi.

__ADS_1


"Itu maksudku Se......ini gara gara wanita lagi, kau tahu itu?" kata. Syaiful kesal.


"Apa aku terlalu tampan.... sehingga banyak wanita yang selalu mengejarku?, tetapi aku tidak pernah. memberikan harapan kepada mereka". Jawab Jose jumawa.


"Idih GR...... kau ini terlalu" kata Danny kesal.


Ardi menceritakan tentang perkataan Syafitri yang sepertinya ada yang tidak beres dengan otaknya.


"Ha....ha....ha..." seketika Danny tertawa lepas.


"Kenapa kau tertawa begitu?" tanya Jose.


"Itu wanita yang suka sama ketampananmu otaknya tidak penuh, cuma setengah alias agak seteres" ledek Danny kemudian.


Jose dan Ardi masuk ruangan rawat inap, Jose meminta Rina untuk pulang dan mengambilkan baju ganti untuk Fatia.


Ardi dan seluruh keluarganya pamit pulang sebentar sekalian mengambilkan baju ganti untuk Fatia dan Al.


"Sayang.....masih sakit kah...?".


"Sudah berkurang.... tidak terlalu sakit lagi".


Jose mencium kening Fatia dengan lembut dan duduk di kursi di samping brankar dan menggenggam tangan Fatia dengan erat.


"Sayang....maaf ini semua gara-gara aku, karena pegawaiku yang di pecat dua Minggu yang lalu".


Fatia kemudian menceritakan tentang pertemuannya dengan Syafitri dan akan memberikan uang 50 juta jika bisa mematahkan satu kakinya saja.


Jose juga sangat heran mengapa ada wanita tergila gila padanya, padahal mereka tahu jika dia sudah menikah, Jose juga hampir tidak pernah berbincang dengan wanita kecuali soal bisnis ataupun keluarganya saja.


"Apa masih ada lagi wanita yang tergila-gila padamu yah?".


"Apakah aku terlalu tampan Bun?".


"Jangan mulai GR ya..... "


"Tidak sayang..... tidak ada seorang wanitapun yang bisa menggantikan istri tercintaku, sumpah demi apapun jangan ragukan cintaku ok".


"Ya...ya.... percaya... percaya..., tapi aku lapar belum makan dari tadi pagi" rengek Fatia.


"Mau makan apa sayang?" pesan lewat online aja ya?".


"Soto ayam saja, biar nanti kalau Al bangun bisa sekalian disuapin".


"Baiklah.... sebentar, di pesan dulu".


Dan makan bersama saat pesanan soto itu datang, Jose yang menyuapi Fatia dan Al dan untuk dirinya sendiri.


Dalam waktu satu jam Ardi datang lagi dengan membawakan baju ganti Fatia, Jose dan Al, bersamaan dengan Danny masuk ruang rawat inap itu.


"Apakah Al akan tidur disini?" tanya Danny.


___________


terima kasih shobat semua


jangan lupa like vote dan komentar nya


I love you

__ADS_1


__ADS_2