Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 63 Menjebak Mark


__ADS_3

Mark setiap malam mulai mempelajari agama Islam, mulai dari buku buku ataupun tanya langsung kepada Fatia.


Terkadang juga bertanya kepada Jose, berdiskusi, mengamati saat beribadah anak dan menantunya, terkadang juga melihat siaran dari televisi atau media sosial lainnya.


Mark sangat menyukai acara ceramah yang menayangkan tanya jawab , menyimak dengan seksama, terkadang juga ikut tertawa lepas jika Ustad lnya menerangkan dengan ringan tetapi lucu.


Jose dan Fatia sangat bahagia melihat perkembangan Dedy nya yang sungguh sungguh mempelajari agama, terkadang juga menceritakan kemajuan itu kepada ibunya di Surabaya.


Mark juga mulai membeli buku mengenal huruf Hijaiyah, dan mempelajarinya di bimbing langsung oleh Fatia, terkadang saat lagi belajar dekat Al, Al juga ikut mengucapkan huruf itu karena memang baru belajar bicara.


Malam itu Mark sedang membaca iqro di ruang keluarga di temani Fatia dan Al, walaupun Al sedang bermain mobil-mobilan kesukaannya tetapi telinganya mendengarkan apa yang di ucapkan Mark dan Fatia


"A...Ba....Ta...." Mark sedang membaca


"A....Ba.....Ba.." Al mengikuti


"A... Ba... Ta... sayang bukan Ababa" Fatia berucap dengan lembut.


"Cucu grandpa memang pintar, let's go kita belajar lagi"


"Do.....do....do..." Al menjawab lagi.


"Ba ......Ba.... A...." Mark mulai mengulangi huruf Hijaiyah itu.


"Ba... Ba...." Al ikut menghafal.


Sudah hampir tiga Minggu semenjak Jose di Manhattan mulai terkuak kebenaran tentang korupsi yang di lakukan oleh adik tiri Mark, Jose sudah mendapatkan bukti itu dengan susah payah.


Penyelidikan Jose sudah mencapai 80% berhasil, dari bukti korupsi ataupun orang orang yang terlibat di dalamnya, tinggal mencari sedikit lagi dimana uang korupsi itu di sembunyikan atau di simpan di bank mana, tinggal itu saja yang belum di dapatkan oleh Jose dan orang kepercayaan Mark.


Mark mendapatkan laporan dari Jose sangat senang dan bangga karena putranya memiliki kemampuan yang handal dalam mengatasi masalah.


Jose merencanakan akan menyelesaikan dengan bertahap, dari menarik orang orang yang melawan Mark satu persatu, mencari kelemahan dari masing-masing orang.


Jose juga menyelidiki latar belakang orang orang yang ikut korupsi itu agar lebih mudah untuk menariknya ke fihak Mark nantinya.


Sementara Triana yang putus asa sudah satu Minggu di Manhattan tidak bisa mendekati Jose ataupun Mark, akhirnya mendekati manager hotel dengan tujuan melihat CCTV saat Mark mengantarkan Triana ke hotel itu.


Triana sudah mendapatkan tekanan CCTV dari manager hotel kemudian mengeditnya sedemikian rupa sehingga bisa dipergunakan untuk menjebak Mark.


Pengeditan terlihat nyata seperti Mark sedang bergandengan dan bermesraan dengan Triana itu dikirim ke WA Mark dengan penuh keyakinan oleh Triana.


Mark mendapatkan kiriman CCTV yang sudah di rubah itu justru malah tersenyum dan menemui Fatia setelah Jose berangkat kerja.


"Fatia..... coba di lihat ya...., Dedy kirim lewat WA, itu kiriman dari Triana".


Kemudian Fatia membuka handphonenya, dan melihat dengan seksama kiriman Mark tentang CCTV yang di berikan oleh Triana itu.


"waduh..... Ded, itu benar kah?".

__ADS_1


"Itu saat Dedy mengantarkan Triana ke hotel karena mabuk berat kemarin, sepertinya sudah di edit".


"Kita ikuti aja Ded, sepertinya mau menjebak dengan tujuan tertentu dia?".


"Yes... wait dan see, kita tunggu dan lihat seperti apa nantinya".


"Ok Ded, tunggu aja apa yang dilakukan Triana setelah ini".


Sesaat kemudian ada suara WA masuk ke notifikasi ke handphone milik Mark.


"Tringgg...... tringgg...... tringgg...".


"Om.... bisa kita bertemu". Triana. menulis pesan nya.


"Ok ....where....?"


"Di kafe tempat kita bertemu kemarin, saya tunggu dua jam lagi Om".


Setelah mendapatkan WA dari Triana, Mark mulai menyusun strategi dengan Fatia tentang langkah selanjutnya.


"Dedy datang saja, dan ikuti terlebih dahulu apa maunya Triana, jangan lupa rekam saja Ded, pertemuan itu untuk jaga jaga"


Fatia memberikan pesan agar hati hati dalam mengambil tindakan, dan jangan di minum atau makan jika makanannya dipesan oleh Triana terlebih dahulu.


Dua jam kemudian Mark datang ke tempat Kafe yang telah di janjikan oleh Triana, ternyata Triana sudah duduk manis dengan hidangan yang sudah di pesan kan oleh Triana.


"I am fine, apa maksudnya dari kiriman CCTV anda, bukan kah kamu dan Jose teman baik seperti katamu waktu itu".


"Terus terang Om, dari sejak masih kuliah, aku sangat mencintai Jose, aku ingin memilikinya"


"Tidak ada orang yang melarang untuk jatuh cinta, tetapi hati tidak bisa dipaksakan Triana, Jose sudah mempunyai istri, sebaiknya kau cari orang yang bisa menerimamu jangan memaksa"


"Tidak bisa Om, aku harus memilikinya"


"Sekarang apa maumu?"


"Aku ingin pertemukan aku sekali saja dengan Jose, kalau tidak......."


"Kalau tidak.... apa yang akan kau lakukan?".


"Aku akan mengirimkan CCTV itu kepada Jose"


Mark pura pura berpikir sebentar dengan menundukkan kepalanya, seolah-olah frustasi.


"Baiklah... nanti akan aku atur pertemuanmu dengannya, aku pergi dulu"


Mark berdiri dari duduknya dan mendorong ke belakang kursinya dengan pelan pelan.


"Tunggu dulu Om, satu lagi" ucap Triana sambil memegang tangan Mark.

__ADS_1


"Tidak usah pegang tanganku, apa lagi mau mu?".


"Aku minta nomor handphonenya istrinya Jose".


"Untuk apa.... tidak usah melibatkannya?".


"Om tidak perlu tahu, cepat atau aku kirim video itu sekarang ke Jose".


"Baiklah ini nomor Fatia".


Mark memperlihatkan nomor handphone Fatia dengan cepat, dan langsung di simpan oleh Triana.


Langsung meninggalkan tempat itu Mark setelah memberikan nomor handphone Fatia dengan hati yang marah dan kesal.


Sedangkan Triana tersenyum bahagia karena berhasil semua rencana awalnya, baru dia kembali ke hotel untuk merencanakan langkah selanjutnya supaya bisa menjerat Jose dalam pelukannya.


Di rumah Fatia menunggu Mark dengan gelisah, Al sedang tidur siang, Fatia duduk di ruang tamu menunggu Mark pulang.


Ketika pintu terbuka Fatia langsung menyambut Mark dengan cemas.


"Bagaimana Ded, pertemuannya dengan Triana?".


"Licik memang ternyata Triana itu".


Mark menceritakan pertemuan itu dengan penuh amanah yang memuncak.


"Sabar Ded, kita atur aja pertemuannya dengan Jose, nanti kita ikuti dari belakang, jangan lupa biarkan mengalir saja, jangan di beritahukan kepada Jose"


"Bagaimana dengan Jose, anakku?".


"Nanti setelah bertemu dengan Triana baru kita ceritakan, sebaiknya Dedy atur pertemuannya terlebih dahulu".


Akhirnya Mark merencanakan sore sepulang kerja meminta Jose menjemputnya di kafe dekat kantor, dengan alasan mobil Mark mengalami pecah ban.


Tidak lupa juga Mark mengirim pesan kepada Triana bahwa jam lima sore Jose ada di kafe dekat kantornya.


Triana sangat bahagia membayangkan akan bertemu dengan Jose, kemudian Triana ke salon kecantikan untuk perawatan agar fres saat bertemu dengan pujaan hati nya.


 --------------------------------


Apakah Jose bisa bangun


jika bertemu dengan Triana....


atau malah ilfill.......


jangan lupa like vote dan komentar nya


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2