Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 100 Kesepakatan


__ADS_3

"Pak mari saya antar ke ruangan owner" ucap pegawai itu dengan gemetar.


Bagi sebagian orang berhubungan dengan polisi adalah salah satu yang menakutkan.


"Maaf permisi pak, saya mengganggu sebentar" kata Syaiful.


"Ya pak ada yang bisa saya bantu?" Jawab owner itu.


Syaiful menceritakan kejadian barusan dia ingin minta bantuan melihat CCTV dari warung kopi itu.


"Ooooo tentu pak mari saya antar".


Sebelum melihat CCTV itu Syaiful menelepon anggotanya untuk mengajak mengecek dari warung kopi dan tidak lupa untuk mengajak Jose bersama mereka.


Sesampainya di ruang CCTV warung kopi itu owner membuka laptopnya, mereka memperhatikan dengan seksama semua terlihat dengan jelas saat kedua pengawal itu membantu mengganti ban mobil Syafitri, dan saat itu juga Damar dan Triana menarik Al dari samping gapura gerbang TK itu.


"Maaf pak saya bawa CCTV ini sebagai petunjuk dalam pencarian pelaku penculikan" pinta Syaiful dengan tegas.


"Silahkan pak, dengan senang hati, semoga cepat di temukan korbannya" jawab owner lagi.


"Aamiin....." jawab semua orang yang hadir.


Jose keluar dari warung kopi itu dengan gontai dan lemas seketika, seakan dunianya runtuh, dia tidak tahu bagaimana cara memberi tahukan kepada Fatia jika Al di culik oleh Damar, Triana dan Syafitri.


Tetapi mau tidak mau Jose harus memberi tahu kepada istri tercinta itu, sehingga dia meminta Ardi untuk menemui Fatia dan Sebelum nya mengabari Dedy nya melalui telepon.


Fatia sedang di dapur dan baby El putri kecilnya sedang di gendong oleh bibi di belakang rumah.


"Sayang.......sayang....."


Jose memanggil istrinya berlari dan memeluk nya dengan erat sambil terisak, sementara Ardi dan Mark menatap mereka dengan sendu.


"Ada apa yah, kenapa menangis?" tanya Fatia heran.

__ADS_1


"Al...... Al...di culik oleh Triana, Damar dan Syafitri" jawab Jose melorot lemas terduduk di kaki Fatia dengan berderai air mata.


Dunia seakan runtuh menghantam tubuh Fatia, lemas dan bersimpuh sambil meraung-raung menangisi putranya Al yang entah dimana keberadaannya sekarang.


Di kantor polisi Syaiful sedang menelusuri nomor polisi mobil yang di gunakan Syafitri dan Damar dalam melakukan penculikan itu.


Kedua mobil itu ternyata mobil sewaan yang di sewa oleh ketiga tersangka sudah satu Minggu lalu, dan sekarang masih mereka bawa, kedua mobil itu masih mereka sewa hingga dua Minggu ke depan.


Bagi kepolisian akan lebih mudah melacak kedua mobil itu jika masih ada di tangan mereka, di cari melalui CCTV jalan raya di seluruh daerah Surabaya.


Didalam kamar sempit Al terduduk diam sendirian masih mengenakan seragam sekolah TK nya, dan di awasi oleh ketiga tersangka.


Ketiga tersangka itu tidak segan segan memukul dan menendang Al jika dia tidak menjawab pertanyaan ketiganya, tetapi kalau hanya pukulan atau tendangan bagi Al adalah biasa karena dia sudah sering mengalaminya saat berlatih Karate dengan Bunbun nya.


Yang membuat trauma Al adalah bertemu dengan wanita dewasa cantik tetapi tidak memiliki belas kasih, tega memukulnya tanpa kasih.


Sampai menjelang pagi Al masih meringkuk di pojok kamar kontrakan ketiga tersangka itu, tanpa menghubungi Jose ataupun Fatia sama sekali.


Al hanya di berikan makan sepotong roti dan sebotol air mineral pada malam harinya, sedang pagi harinya di berikan nasi campur dan air mineral juga, saat Al minta ijin ke kamar mandi untuk buang air besar dia harus menerima pukulan bertubi-tubi baru diijinkan untuk ke kamar mandi, itupun di berikan batas waktu yang cuma sedikit.


Di pagi hari pihak kepolisian mendapat informasi dari polisi lalu lintas melihat salah satu mobil itu melintas di perempatan pasar Turi, langsung pihak berwajib melesat cepat mengejar mobil itu di daerah pasar Turi, ternyata Syafitri membeli nasi bungkus untuk mereka makan untuk nanti siang.


Syafitri agak gugup ketika melihat ada polisi berlari mendekati mobil yang dia parkir di parkiran pasar saat Syafitri akan pulang ke kontrakan, sehingga terpaksa dia meninggalkan mobil itu pulang menggunakan mobil online tanpa di ketahui oleh pihak kepolisian.


Sampai di depan kontrakan bergegas masuk ke dalam rumah, dan menceritakan yang baru saja terjadi kepada kedua teman barunya itu.


"Jangan keluar rumah dulu, takut polisi mencari kita" bilang Damar.


Keduanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju, sedangkan Al tertidur dengan pulas setelah habis di pukuli oleh Damar saat tidak menjawab pertanyaan Damar tentang bunbun nya.


Di tunggu sampai menjelang siang ternyata mobil itu tidak di ambil oleh Syafitri, akhirnya mobil di derek ke kantor polisi.


Menjelang siang pun Jose belum mendapatkan telepon dari penculik itu, Jose sudah sampai di puncak kemarahannya orang yang ada di sekitarnya terkena amarah tanpa kecuali.

__ADS_1


Pukul dua siang Syaiful dan anak buahnya mendatangi kediaman Jose selain memberikan kabar jika salah satu mobil sudah di temukan di daerah pasar Turi, Syaiful juga ingin menenangkan hati teman sejatinya itu.


Ada notifikasi WA yang masuk dari nomor yang tidak di kenal, Jose membuka dengan cepat pesan itu.


"KAMI INGIN MELAKUKAN KESEPAKATAN AGAR PUTRA MU AL BISA BEBAS".


Jose terbelalak dengan pesan dari orang yang tidak di ketahui namanya itu.


"Se..... ayo kita ke markas, nanti kita bisa lacak keberadaan mereka, kamu yang menghubungi nomor telepon itu supaya mereka tidak curiga" perintah Syaiful.


Jose mengikuti Syaiful ke markas kepolisian, sedangkan Fatia hanya duduk melamun dengan pikiran yang kosong di temani para istri teman sejati serta Yosi dan anak anak mereka.


Semua peralatan di persiapkan oleh pihak kepolisian untuk bisa melacak ponsel orang yang tidak di kenalinya itu.


"Se... siap...ayo hubungi nomor yang tadi, Jangan lupa loud speaker" perintah Syaiful.


Jose membuka nomor handphonenya dan menekan tombol hijau dan meletakkannya di meja di ruang kantor polisi agar bisa mendengarkan semua.


Handphone itu mulai berdering dan masih menunggu ada yang mengangkat dari pihak yang sedang di hubungi.


"Se... jangan lupa ulur waktu...agar kami bisa melacak mereka" perintah Syaiful lagi.


Jose hanya menganggukkan kepalanya, menunggu dengan hati yang berdebar-debar dan gelisah tidak menentu.


Panggilan pertama menyambung tetapi tidak di angkat oleh orang yang tidak di kenal itu.


"Aku cobo sekali lagi" kata Jose cemas.


Jose mengulangi lagi panggilan ke nomor handphone yang memberikan pesan lewat WA tadi dan menunggu sesaat.


"Halo......halo....."


Suara dari jawaban itu adalah seorang laki-laki, Jose menatap mata Syaiful, sedang Syaiful memberikan kode dengan tangan agar Jose berbicara dengan penjawab telepon itu.

__ADS_1


"Halo..... saya Jose.....apa kesepakatan nya cepat katakan?" tanya Jose sedikit emosi


__ADS_2