Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 35 Bingung Beli Susu hamil


__ADS_3

Kaki Purnomo serasa lemas setelah selesai berbincang dengan Yosi Kurniawan, hatinya bergetar hebat, antara rasa bahagia dan bersalah berkecamuk di dalam hatinya.


Purnomo menatap lurus ke arah Yosi yang berjalan menjauhi dirinya, seperti mimpi baginya bisa berbincang dengan Yosi.


Sementara Jose baru tiba dari kantor dan di tunggu oleh Ardi di ruangannya, ada karyawan bagian HRD yang menggunakan dana untuk urusan pribadinya, ini sudah berlangsung hampir dua bulan ini.


Setelah selesai membaca laporan itu, hati Jose meradang, amarahnya tidak bisa di kendalikan.


Semua yang datang menghadap tanpa terkecuali terkena amarahnya, itulah Jose, yang susah mengendalikan emosinya jika ada yang mengkhianatinya.


"Ini tidak akan ada yang bisa mengendalikan emosi Jose kecuali kakak ipar" gumam Ardi.


Akhirnya Ardi menghubungi Fatia melalui Wa, karena Fatia saat itu tidak ke kantor karena kurang enak badan.


"Tringgg....... tringgg...... tringgg"


"kakak ipar, bisa tolong kami kah?" tulis Ardi dalam WA nya.


"Ya ada apa?" tanya Fatia singkat.


"Di kantor bos lagi emosi berat, ada yang menyelewengkan dana untuk keperluan pribadi" cerita Ardi lagi.


"Apa yang bisa saya bantu?" tanya Fatia lagi.


"Bisa kah kakak ipar video call dengan bos agar emosi reda sedikit?" pinta Ardi kemudian.


Akhirnya Fatia menghubungi Jose menggunakan video call, tetapi sebelum itu dia duduk bersandar di tempat tidur big sizenya


"Kringggg..... kringggg..."


"Halo.... ada apa?" kata Jose berkata dengan keras dan nada masih emosi karena belum menyadari kalau yang video call adalah istri tercintanya.


"Mas...... mas, kenapa kok marah marah, aku salah apa?" Fatia berbicara sambil mengerucutkan bibirnya dan raut muka yang memelas.


"Maaf..... maaf sayang, mas kira bukan sayangku yang video call" ucap Jose sambil berjalan menjauhi kantor.


Ardi hanya tersenyum simpul, sedangkan orang orang yang terkena marah Jose terheran heran dengan sikap Jose, mengapa berubah drastis setelah mendapat video call itu.


"Sayang...... sayang.... maafkan mas ya... ya please" Jose memohon.


"Mas jahat..... aku kangen ingin lihat wajah mas malah begitu" ucap Fatia sambil berlinang air mata.

__ADS_1


"Sayang.......... jangan nangis, mas minta maaf, ayo sudah lihat mas, kangen dengan wajah mas yang ganteng kan?" Jose merayu Fatia.


"Sudah tidak lagi, masnya marah marah" jawab Fatia masih cemberut.


"Mas sudah tidak marah lagi sayang... coba lihat, mas sudah tersenyum kan?" goda Jose sambil tersenyum.


"Jangan marah marah lagi ya, hilang tuhh gantengnya kalau lagi marah" gantian Fatia merayu.


"Ya sudah nanti pas istirahat bisa pulang makan siang di rumah kah?" titah Fatia.


"Insyaallah mas usahakan sayang, mau pesan apa?" tawar Jose kemudian.


"Belikan susu ibu hamil aja ya rasa coklat dan fanila" pinta Fatia sambil tersenyum.


"Titah tuan putri dilaksanakan segera" lagi Jose merayu Fatia.


Jose kemudian kembali ke kantor dengan emosi yang sudah stabil, semua bernafas lega, Ardi tersenyum sekarang tahu kelemahan Jose hanya kakak ipar.


Karyawan HRD itu akhirnya di laporkan jose ke kantor polisi dengan meminta bantuan Syifaul untuk menanganinya.


Pada siang harinya waktu istirahat Jose menanyakan kepada Ardi apakah ada jadwal yang penting.


Tetapi Ardi bilang tidak ada rapat atau meeting lagi hari ini, sehingga Jose memutuskan untuk pulang.


Dalam supermarket itu Jose langsung menuju tempat stan susu, disana dia bingung merk apa yang harus di beli.


Akhirnya dia menggambil dua susu setiap merk, coklat dan fanila, sehingga keranjang belanja Jose penuh hanya membeli susu saja.


Kasir jadi heran dengan belanjaan Jose, sehingga dia bertanya kepada nya.


"Apakah Anda akan berjualan susu hamil pak?" tanya kasir itu.


"Tidak ini untuk istriku" jawab Jose singkat.


"Kenapa sebanyak ini pak, sebaiknya Anda hubungi istri dulu pak biar tidak Mundzir" saran kasir lagi.


"Atau begini saja pak, saya pilihkan yang paling laris aja anda membelinya?" saran kasir itu lagi.


"Baiklah, saya ikut saran anda, bisa tolong pilihkan yang menjadi favorit para ibu hamil" kata Jose senang.


Akhirnya Jose membawa enam kotak susu dengan tiga merk yang berbeda.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Jose memarkirkan mobilnya dan berlari kecil menuju rumahnya, Jose bertemu ibunya di tuang keluarga.


"Bu, dimana Fat?" tanya Jose sambil membawa susu ibu hamil.


"Ada di kamarnya nak, tadi bilang ngantuk mau tidur" jawab ibu Diniya.


"Yosi belum pulang kuliah Bu?" tanya Jose lagi.


"Belum nak, apa itu yang kau bawa kok banyak betul?" tanya ibu Diniya heran.


"Susu ibu hamil Bu, ada tiga merk, habis Jose tidak tahu yang mau di minum Fatia, jadi tak beli semua" keterangan Jose.


Jose naik ke lantai atas menuju kamarnya, dengan perasaan cemas teringat tadi pagi dia marah marah tidak jelas.


"Yang.... sayang.... mas pulang, ini susu hamilnya" kata Jose sambil mendekatinya.


Ternyata Fatia tidur sambil membelakangi pintu dengan pulas, memang akhir-akhir ini Fatia mudah sekali mengantuk.


Jose tidak tega membangunkannya, dia berganti baju dan ikut tidur di samping Fatia dan memeluknya.


Setelah satu jam Fatia terbangun dan melihat Jose sudah tertidur di sampingnya, karena Fatia bangun akhirnya Jose ikut terbangun juga.


"Mas sudah pulang, kenapa tadi pagi marah marah?" tanya Fatia masih sedikit marah.


"Masih marah kah, mas kan sudah minta maaf" ucap Jose dengan takut takut.


"Iya aku masih sedikit marah, mas sih jahat, tidak sayang aku lagi ya" Fatia merajuk.


"Eeee kata siapa tidak sayang lagi, mas itu cinta mati sama sayangku ini" kata Jose sambil memeluk dan menciumi pipi dan bibir Fatia dengan bergantian.


"Tidak ah, mas jauh sana, aku tidak suka kalau mas suka marah-marah" protes Fatia sambil mendorong Jose.


"Jangan begitu lah yang.... sayang, mas minta maaf, itu susunya mau mas buatkan susu kah?" rayu Jose.


"Iya..... iya mau, buatkan dua rasa langsung ya, jangan bibi yang buat tapi, harus mas sendiri yang membuatnya" perintah Fatia lagi.


Kemudian Jose lari turun ke dapur dengan membawa susu yang di belinya di supermarket tadi.


Setelah selesai Jose naik lagi, dan menyodorkan segelas susu hamil nya.


"Kok cuma satu gelas mas, ini yang rasa apa?" tanya Fatia heran.

__ADS_1


"Kan katanya dua rasa langsung, jadi mas buat satu gelas tapi dua sendok dari rasa fanila dan dua sendok dari rasa coklat" jelas Jose lagi.


"Aaaaargh.... mas ini gimana sih, satu gelas rasa coklat dan satu gelas lagi rasa fanila, tidak enak kalau di campur, mas aja yang minum" ucap Fatia marah.


__ADS_2