Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 68 Rencana Triana


__ADS_3

"Halo.... sweethart.... how are you?".


"Kamu.....!!!.


"Yes ....I am in here".


Triana menarik tangan Arnold ke tempat agak sepi, dan mendorong badannya, dengan menggunakan bahasa Inggris Triana marah.


"Ngapain kamu disini?"


"Aku merindukan permainanmu, jauh jauh dari USA aku mencarimu, kau tahu itu?".


"kau pergi sana, aku mau bersenang senang".


"Aku juga mau bersenang senang, ayolah kita sama-sama, atau coba lihat foto ini".


Arnold menunjukkan wallpaper handphonenya terpampang jelas foto nya yang tidak memakai benang sehelaipun pada tubuhnya, mata Triana terbelalak lebar dengan memandang wallpaper itu.


Terpaksa Triana mengijinkan Arnold bergabung dan bersenang-senang dengan bersama teman-temannya.


Arnold malam ini mentraktir alkohol banyak untuk Triana dan teman temannya, sehingga membuat mereka mabuk berat.


Tidak terkecuali Triana, malam ini mabuk berat, jadi Arnold membawa Triana ke hotel dimana dia menginap.


Malam ini terjadi lagi pergumulan panas yang terjadi antara Triana dan Arnold, tetapi bedanya malam ini Arnold lah yang memegang kendali.


Dalam keadaan mabuk Triana mengimbangi permainan panas Arnold, sampai mengulanginya sampai beberapa kali.


Arnold tersenyum puas, sudah hampir tiga Minggu ini dia tidak bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa seperti yang dia di dapatkan dengan Triana.


Mereka tertidur pulas sampai pagi setelah terjadi pergumulan panas beberapa kali malam ini.


Saat bangun tidur Triana kaget bukan kepalang, melihat badannya yang tanpa sehelai benangpun, memandangi sosok laki-laki ada di sampingnya yang tidak kalah dengan Triana tidak memakai sehelai benangpun.


"Mengapa aku di sini, hai kau ini siapa?".


"Aku Arnold baby....".


Triana tidak menggubris Arnold yang ingin memeluknya, diraihnya baju yang berserakan di lantai, berlari ke kamar mandi membersihkan badannya serta mengenakan baju itu dengan cepat.


Keluar kamar mandi dengan pelan sambil mengawasi seluruh ruangan kamar hotel itu, tidak menemukan sosok Arnold disana, segera Triana menuju pintu ingin keluar, tetapi dia mengurungkan niatnya, kembali masuk kamar dan mencari tas yang dia Bawa tadi malam, tetapi tidak menemukannya.


Dengan kesal Triana mencari sesuatu yang berada di dalam lemari.

__ADS_1


"Setidaknya aku dapat menemukan uang kes untuk naik taksi" gumam Triana dalam hati.


"Apa yang kamu cari baby?".


Triana tersentak mendengar suara bas Arnold yang berada di belakangnya, dengan membawa piring makanan untuk sarapan.


"Ayo kita sarapan dulu, nanti aku ambilkan tasmu kalau sudah selesai sarapan".


Triana terpaksa mengikuti ucapkan Arnold, duduk di sofa panjang berdua dengannya, Arnold menyodorkan sepiring pancake langsung diterima oleh Triana dan menyantapnya tanpa bersuara dengan cepat.


Habis semua pancake itu, kemudian Arnold menyodorkan segelas jus jeruk dan langsung habis tanpa sisa oleh Triana.


"Mana tasku aku mau pulang, aku hari ini ada pemotretan, cepat aku tidak mau terlambat".


Arnold langsung mengambil tasnya yang disembunyikan di balik bantal di tempat tidur hotel.


"Tetapi berikan nomor handphonemu dulu baru aku kasihkan tasnya".


"Handphoneku aja ada di tas itu, cepat kembalikan".


Arnold langsung mengambilkan handphone Triana dan dengan cepat Triana memberikan nomor handphonenya Walaupun sedikit terpaksa.


Triana mengambil tas itu dan dengan cepat kemudian berlari menuju pintu dan keluar dari kamar dan tidak lupa memakai masker yang baru diambilnya dari tasnya.


Tak ada seorang pun yang curiga jika yang keluar dari kamar hotel itu adalah model terkenal di Indonesia, dan pegawai hotel itu tidak mengenalnya karena menggunakan masker.


"Kemana saja dari semalam, waktu sudah mepet, cepat jangan sampai terlambat".


"Bukan urusanmu, sebentar ganti baju dulu persiapan saja semuanya".


Triana masuk kamarnya dan berganti baju dan bergegas keluar menuju tempat pemotretan dengan agensi yang sudah dipersiapkan dari tadi pagi.


Di tempat pemotretan Triana mendapatkan semprotan dari agensinya lagi karena terlambat setengah jam, semua model datang tepat waktu hanya dia sendiri yang terlambat.


Pemotretan itu sampai jam tiga sore, tetapi dari siang sudah puluhan pesan dari Arnold, memintanya datang lagi ke hotel.


Terpaksa Triana harus mengirimkan bukti bahwa dia masih ada pemotretan, Triana tidak bisa berkutik dengan Arnold karena akan di ancam di sebarkan foto foto dan rekaman adegan panas dengannya, jika tidak mengikuti semua perintah Arnold.


Sudah hampir satu Minggu ini Triana dalam kendali Arnold, hanya bedanya tiap malam mereka melakukan adegan panas itu di apartemen mewahnya, Arnold datang ke apartemen pukul sebelas malam dan keluar pukul lima pagi.


Apartemen mewah Triana tidak terlalu ramai, karena penghuninya sebagian besar artis dan pengusaha muda, jadi tidak banyak yang mengenal antara penghuni satu dengan penghuni yang lainnya.


Yang mengenali Arnold masuk apartemen mewah Triana hanya sekuriti yang jaga apartemen pada malam hari.

__ADS_1


Hari Senin besok Triana akan ada pemotretan di Surabaya selama satu Minggu, rencananya akan sekalian balas dendam dengan keluarga Jose, Tetapi belum tahu apa rencananya.


Arnold sering menghubungi Mark di Surabaya, baik lewat telepon atau video call, Arnold juga menceritakan bahwa Triana sudah ada dalam kendalinya, Arnold juga sering mengirim foto kebersamaannya dengan Triana walaupun wajah Triana terlihat di tekuk.


Hari Minggu malam Senin Triana ingin merencanakan akan berbuat sesuatu kepada Arnold yang telah membuatnya tertekan selama hampir seminggu ini, Triana mengirim pesan kepada Arnold.


"Arnold jangan ke apartemenku malam ini".


"Aku harus kemana menemuimu malam ini?".


'Tidak bisakah semalam saja tidak usah mengganggu ku?".


"Tidak bisa, ini saja aku sudah tidak tahan, ingin melihatmu tanpa memakai sehelai benang dan bercinta denganmu".


"Aku capek, baru pulang kerja".


"Aku tidak perduli, cepat dimana kita bertemu?".


"Arrrgghhh....


Triana merasa frustasi dengan Arnold yang selalu memaksa memenuhi hawa nafsunya setiap malam.


Terkadang Triana harus melayaninya sampai tiga atau empat kali setiap malamnya, dia merasa muak dengan sosok laki-laki bule itu.


"Baiklah malam ini aku yang datang ke hotelmu saja, tunggu aku".


Arnold sangat bahagia membaca pesan dari Triana, sedangkan Triana datang ke hotel itu dengan menyamar menggunakan baju laki-laki, celana kain dan jas senada warna hitam serta sepatu pantofel.


Penampilannya malam ini persis seperti pebisnis muda yang tampan, menggunakan wig rambut pirang, dan kacamata hitam, serta menyelipkan sebuah pisau kecil di saku jasnya.


Triana sampai di hotel sudah tengah malam, sehingga sudah sepi suasana hotel itu, saat masuk ke kamarnya Arnold sudah tidak mengenakan sehelai benangpun.


"Akhirnya kau datang juga baby".


Triana yang menggunakan sarung tangan langsung memeluknya dan pelan pelan mengeluarkan pisau kecil dari saku jasnya di tikamkan ke dada Arnold sebelah kiri.


Arnold tumbang di lantai tanpa busana dan mengeluarkan banyak darah, Triana kemudian mengambil handphone Arnold, meninggalkan tempat itu dengan cepat tanpa meninggalkan jejak.


_______________________


Naaaah lho......


Arnold nasib mu......

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komentar nya ya


terima kasih...,............


__ADS_2