Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 22 Nikah Siri Dulu Saja Ya Girl


__ADS_3

Di dalam ruang tamu itu duduk berhadapan antara Pak haji, walikota, lurah, Jose dan Ardi serta mbak Mona.


"Begini pak, saya mewakili temen saya Jose Kurniawan melamar putri bapak yaitu Fatia" jelas Ridwan.


"Oooo ini lamaran, kok Fatia tidak cerita?"jawab pak haji heran.


Akhirnya Jose memberanikan diri menceritakan tentang pertemuan nya dengan Fatia dari awal sampai niatnya ingin menikah siri dulu.


"Baiklah nak Jose lamaran ini bapak terima dengan syarat pernikahan resmi harus di adakan di Ngawi" permintaan pak haji.


Satu bulan ke depan acara pernikahannya di lakukan dengan aturan dan adat masyarakat yang ada di Ngawi.


"Seandainya ada acara di Surabaya hanya acara resepsi aja, gimana?" syarat pak haji.


"Baik pak, tapi hari ini kami di nikahkan siri dulu" ucap Jose jujur.


Semua yang hadir di situ pada tertawa dengan permintaan Jose yang tidak sabaran, tetapi suananya menjadi lebih akrab.


"Dari kemarin di tolak terus pak haji sama Fatia, sampai frustasi dia, memang hanya putri anda yang bisa membuat teman ku ini tergila-gila" goda Ridwan.


"Sudah tidak tahan rupanya bosku satu ini" Ardi ikut menggoda nya.


Pak haji hanya tersenyum mendengar teman teman dari calon menantu itu selalu di ledek.


"Baiklah saya ijinkan nikah siri dulu, saya sebagai walinya yang akan menikahkan langsung, bagaimana rencananya?" tanya pak haji lagi.


Jose memberikan gambaran rencananya pernikahan siri akan di adakan di ruangan rawat inap rumah sakit dimana Fatia di rawat saat ini.


"Baik pak, berapa orang yang akan berangkat dari sini" tanya Jose kepada calon mertua nya.


"Saya bawa helikopter pak, maksimal penumpang nya 8 orang beserta pilot dan kru-nya" jawab Jose.


"Dari kami ada walikota, Jose, Ardi dan pilot jadi sisa empat orang lagi kalau mau tambah anak kecil juga bisa tapi satu aja pak?" jelas Ardi.


Berhubung jadwal pak haji sangat padat karena sudah tersusun dari awal bulan, kemungkinan tidak bisa menginap di Surabaya nanti.


"Tetapi tidak bisa menginap ya nak, soalnya bakda isya ada ceramah di masjid desa sebelah" pinta pak Haji lagi.


"Jam berapa berangkat dari Ngawi?" tanya Mbak Mona.


"Terserah pak Haji saja mbak" Ardi berserah diri.

__ADS_1


Pak haji membuka buku kecil yang ada di sakunya, jadwal nya semua tertulis di sana, untuk memastikan bahwa seharian ini tidak ada jadwal yang harus di hadiri.


"Baiklah kita sarapan dulu, setelah itu baru berangkat" titah pak Haji lagi.


"Habis asar aja akad nikahnya" tambah pak haji lagi.


Disini yang disibukkan justru Ardi karena Ardi harus menghubungi Abah guru, ibu Diniya, Rina istrinya. serta teman-teman akrab Fatia untuk menghadiri akad nikah Jose dan Fatia yang mendadak.


Ardi juga mengatur ruangan rawat inap itu menjadi ruang tempat mengucapkan ijab kabul, telah selesai Ardi mengirim pesan ke group teman sejati


"Tringgg.... tringgg.... tringgg...."


"Bro...... habis asar kita ngumpul dirumah sakit ya" ajak Ardi dalam tulisannya.


"Acara apa bro, aku ada piket sampai malam pasti bisa aja" tulis Danny.


"Mau acara belah duren tu jomblo akut" jawab Ridwan sambil tertawa.


"Jangan ngawur belah duren tidak boleh di lihat, hanya di lakukan berdua" jawab Jose sekenanya.


"Ha ha ha ha pikiran nya sudah jadi ngeres nich bosku" gantian Ardi goda.


Ardi kemudian menceritakan dalam tulisannya bahwa Jose dan Fatia akan melangsungkan akad nikah habis asar nanti.


"Akad nikah dulu, itupun dilakukan di rumah sakit, datang ya, kita aja dulu, nanti kalau yang versi lengkap bulan depan di Ngawi" penjelasan Jose sambil tersenyum.


Akhirnya pak haji, ibu Hajah, pak lurah, mbak Mona dan putri kecilnya Aisyah yang ikut ke Surabaya.


Pukul sebelas siang helikopter terbang ke menuju Surabaya selama satu jam dengan selamat.


Yang pertama tujuan rombongan ke masjid sholat Zuhur, makan siang di rumah Jose, dan beristirahat sebentar, setelah cukup istirahat rombongan berangkat ke rumah sakit dan sholat ashar berjamaah lagi di komplek di masjid rumah sakit.


Naaah inilah acara yang di tunggu Jose, akad nikah, semua undangan yang dihubungi Ardi sudah datang.


Ruang inap di pasangi Hambal Permadi di bawah ranjang tempat Fatia berbaring, Fatia menggunakan gamis dan kerudung putih yang dibawakan oleh ibunya dari Ngawi terlihat anggun walaupun cuma hanya berbaring saja.


Setelah ijab qobul di lakukan dan ada kata "SYAH" dari semua undangan yang hadir semua mengucapkan syukur kepada Allah.


Setelah pukul lima sore rombongan terpaksa harus terbang lagi ke Ngawi, karena jadwal pak haji yang padat.


Fatia hanya mengeluarkan air matanya tanpa henti karena tidak sempat ngobrol banyak dengan orang tua ataupun mbak Mona selama di Surabaya.

__ADS_1


Setelah menjelang malam teman sejati juga berpamitan juga, di ruangan rawat inap tinggal ibu Diniya Yosi Jose dan Fatia.


"Mas Jose malam ini Yosi nginap disini lagi kah?" tanya Yosi.


"Tidak boleh" jawab Jose singkat.


"Idiiiih mas pelit" jawab Yosi sambil mengerucutkan bibirnya.


Akhirnya Yosi dan ibu Diniya pulang ke rumah dengan selamat setelah berpamitan dengan Jose dan istrinya.


"Girl, sekarang jangan larang larang lagi ya, kan sudah halal"Jose merayu.


Walaupun sudah agak malam, Fatia merasa gerah karena belum sempat mandi sore tadi.


"Ayo mandi dan ganti baju dulu biar tidak gatal" ajak Jose sambil menggenggam tangan nya.


"Mas tunggu di luar ya" pinta Fatia.


"Wuiiih enak aja, kan tadi sudah bilang jangan melarang" ucap Jose sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Fatia.


Langsung Jose mencium bibir Fatia dengan lembut, hati keduanya seperti mau loncat dari badannya, dak dik duk tidak karuan.


"Mandi dulu mas, dari pagi tidak mandi gatal nich badan" pinta Fatia.


"Baiklah sesuai permintaan sang ratu" jawab Jose sambil merayu.


Jose menggendong Fatia menuju kamar mandi, diletakkannya dengan pelan pakan agar tidak terkena bekas jahitan.


"Mas... please bertahap ya ...... jangan masuk ke kamar mandi dulu aku malu" pinta Fatia lagi.


"Nanti kalau pakai baju aja boleh bantuin, aku masih malu" ucap Fatia sambil menunduk.


Jose hanya menatap sendu karena permintaan Fatia yang sangat tidak di harapkan itu.


"Baiklah sesuai permintaan sang ratu saja, tapi pegang boleh ya?" goda jose


"Ihh jangan mesum ya mas" ucap Fatia malu.


"Ya sudah mas tunggu di depan kamar mandi" pinta Jose kemudian.


Kemudian Fatia membersihkan badan nya pelan pelan karena tangan dan kakinya tidak boleh basah.

__ADS_1


Dalam setengah jam Fatia juga mandinya, melilitkan handuk nya dengan satu tangan baru meminta Jose masuk.


__ADS_2