Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 18 Mengajak Ta'aruf


__ADS_3

Pada keesokan harinya di sosial media dan you tube, lagi viral aksi Fatia dan Jose di taman tadi malam.


Justru yang tranding malah tidak mengetahui nya sama sekali, akhirnya ada komentar di group teman sejati.


"Tringgg.... tringgg.... tringgg"


"Ternyata si jomblo akut kita cepat sekali kemajuan nya lihat ini" kirim Ridwan dari Ngawi sambil mengirim you tube Fatia dan Jose yang lagi viral.


"Woiiii, keren banget itu, mulai dari kapan kok sudah tranding?" tanya Syaiful dalam tulisannya.


Ardi yang dari tadi ada suara notifikasi masuk lumayan banyak langsung membuka nya.


"Ardi kayak apa to mana bos mu sudah tahu belum dia?" tanya Danny.


"Sorry bro, aku baru buka WA kayaknya belum tahu sih" jawab Ardi.


Jose yang baru buka handphone membaca WA group itu dan menjawab nya dengan tersenyum bahagia.


"He.....he...... sorry bro " jawab dalam tulisan Jose.


"Gimana rasanya Se?" tulis Ridwan lagi.


"Rasa apa maksudnya?" kirim Jose dalam tulisannya.


"Rasanya jatuh cinta lah apalagi?" gantian tulis Dany.


Jose membaca pertanyaan dari teman teman nya itu berpikir sejenak dan dengan cepat membalas lagi.


"Kayak apa ya, tidak bisa membayangkan nya sih, karena belum tahu terbalas atau tidak?" jawab Jose jujur.


"Loh, kan kalau dilihat di YouTube sudah sangat serasi bos, ayo semangat" pesan Ardi.


"Ayo ... kita kerja dulu lain waktu kita diskusi lagi, aku ada operasi nichhh" Danny pamit.


"Ok bro semangat"


Sebelum berangkat kerja Jose mengirim you tube yang di dapat nya dari group tadi ke handphone Fatia.


"Tringgg..... tringgg.... tringgg"


"Sudah lihat girl?" tulis Jose.


Fatia saat ada WA masuk sedang ada di mobil online dalam perjalanan berangkat ke PT KURNIA.


"Ini kan nomor bos PT KURNIA, simpan pakai nama apa ya" gumam Fatia.


Kemudian Fatia menulis dan menyimpan di handphone dengan nama dalam kontak nya yaitu bos Kurnia


Kemudian Fatia membuka WA itu, matanya terbuka lebar setelah melihat tayangan di YouTube itu, padahal tadi malam rasanya tidak ada yang merekam nya.


"Kok bisa......pak? padahal kemarin perasaan tidak ada yang merekam video itu?" tanya Fatia penasaran.


"Tidak tahu juga girl, ini baru dapat tadi pagi" jawab Jose lagi.


Karena tidak menjawab WA Jose menulis lagi dengan pertanyaan.


"Oya girl, apa kah hari ini kau puasa?" tanya Jose.

__ADS_1


"Insyaallah pak" jawab Fatia.


Fatia memasukkan handphone nya kedalam tas, memberikan uang kepada sopir mobil online itu, dan berjalan masuk kantor ke lantai lima.


Setelah sampai kantor Fatia melakukan rutinitas sehari-hari dalam pekerjaan nya dengan penuh tanggung jawab.


Rina yang baru datang dari kantor HRD, mendekati Fatia dan menggodanya.


"Fat, sudah serasi sekali kau sama bos" goda Rina kepada Fatia.


"Apa sih mbak jangan ngawur deh" jawab Fatia.


Rina menyodorkan map kepada Fatia yang diambilnya dari kantor HRD tadi.


"Oya ini tolong mintakan tanda tangan ke bos ya.....harus sekarang?" perintah Rina.


"Baiklah" jawab Fatia singkat.


Fatia keluar kantor jalan menuju ruangan bos nya dan mengetuk pintu itu.


"Tok.....tok.....tok...."


"Silahkan masuk" jawab Jose.


Fatia membuka pintu ruangan bos nya yang ternyata juga ada Ardi disana.


"Selamat pagi pak" ucap Fatia sambil membungkukkan badan nya.


"Pagi" jawab Jose dan Ardi bersamaan.


"Aku sudah selesai, keluar dulu ya" ucap Ardi keluar kantor.


"Silahkan duduk girl" kata Jose singkat.


"Ini dokumen yang harus ditandatangani pak" kata Fatia sambil menyodorkan map.


Jose langsung menandatangani dokumen dokumen itu, hampir lima menit mereka dalam diam, hanya sesekali Jose melirik gadis sangat dia sukai itu.


"Sudah selesai" kata Jose.


Fatia mengambil dokumen itu dengan cepat dan ingin pamit serta berdiri meninggalkan tempat itu, Jose langsung menahannya.


"Tunggu dulu girl" titah Jose.


"Ya pak ada yang bisa saya bantu?" jawab Fatia kaget.


"Ini sepatu yang kemarin saya janjikan itu" ucap Jose.


Jose mengulurkan tangannya memberikan paper bag yang berisi sepatu kesayangan Fatia, dengan tersenyum manis Fatia menerima nya.


"Terimakasih pak" Fatia menerima dengan bahagia.


Waktu cepat sekali berlalu, sudah hampir dua bulan Fatia magang di PT KURNIA, Jose semakin sering berkomunikasi dengan Fatia tetapi susah di dekati.


"Girl apa kau sibuk hari ini?" tanya Jose dalam tulisan pesan WA.


"Ini saya lagi di sekolah SMU di jalan Bung Tomo latihan karate" jawab Fatia.

__ADS_1


"Jam berapa pulang?" tanya Jose lagi.


"Mungkin setengah jam lagi, ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Fatia gantian.


"Saya kesana ya, jangan pulang dulu, ada yang ingin saya sampaikan".


"Baik pak" jawab Fatia singkat.


Saat Fatia keluar dari gedung sekolah itu Jose sudah di depan pintu gerbang.


"Ayo masuk" ajak Jose sambil membukakan pintu mobil.


Mobil Jose meluncur sedang ke restauran di jalan Gunung sari.


"Ayo silahkan duduk" titah Jose sambil menarik kursi setelah sampai didalam restauran.


Mereka duduk berhadapan di salah satu ruang VIP restauran itu.


"Girl saya ingin bicara jujur padamu" ucap Jose.


"Ya silahkan Pak" jawab Fatia.


Akhirnya Jose menceritakan kepada Fatia dari mulai dia lahir, adiknya lahir, kelainan yang pernah dialaminya, gadis gadis yang pernah mendekati nya, group teman sejati sampai pertemuan dengan dirinya dan perubahan yang dialami pada tubuhnya.


Jose menceritakan semua tantang dirinya tanpa terkecuali, Jose masih ingat pesan Syaiful yang harus jujur dari awal.


Fatia mendengar cerita Jose dengan seksama, tetapi tidak mengetahui apa maksudnya dengan semua. cerita itu.


"Girl" panggil Jose membuat kaget Fatia.


Waktu tangan Fatia berada di atas meja langsung di menggenggam nya


"Saya mau mengajak mu ta'aruf?" ucap Jose singkat.


Fatia langsung menarik tangan nya spontan karena kaget.


"Kenapa kamu menarik tanganmu?" tanya Jose


"Maaf Pak belum muhrim" jawab Fatia gugup.


"OOO maaf, bagaimana apakah di terima Ta'aruf nya?" tanya Jose lagi.


"Kalau ta'aruf tidak boleh bertemu berdua Pak" ucap Fatia lagi.


Jose tersenyum simpul mendengar perkataan Fatia, memang gadis ini sangat kuat keyakinan nya,


"Apa yang harus saya lakukan agar bisa diterima dalam Ta'aruf ini" tanya Jose penasaran.


"Silahkan anda bertemu dengan kedua orang tua saya pak?" jawab Fatia lagi.


"Baiklah saya akan mengatur jadwal untuk bertemu kedua orang tua mu, girl" jawab Jose dengan bahagia.


Tetapi Jose masih ragu mengapa dia tidak langsung menjawab pertanyaan nya, seperti masih menggantung.


"Girl.....tetapi jika saya kesana tidak akan di tolak kan?"


Sorot mata Jose penuh harap tidak ingin ditolak karena Jose sangat mencintai nya.

__ADS_1


__ADS_2