Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 19 Kecelakaan Kerja


__ADS_3

Semenjak mengajak ta'aruf justru Fatia meminta jika bertemu harus ada orang yang ketiga menemani nya.


Jika Jose ngajak bertemu berdua selalu menolak, justru Jose malah jadi frustasi di buat nya, saat malam hari di kamar nya Jose hanya melamun memandangi ikat pinggang itu lagi dan lagi.


Karena tidak tahan dengan rindu yang sangat dalam, Jose mengirimi pesan WA kepada Fatia.


"Girl boleh kah saya bertanya?" kirim WA Jose kepada Fatia.


"Ya pak ada yang bisa saya bantu?" jawab Fatia lagi.


"Kenapa sih tidak mau bertemu berdua?" tanya Jose penasaran.


Fatia berusaha menjelaskan dengan gamblang dan mudah di mengerti oleh Jose yaitu tentang ta'aruf sesuai dengan pemahaman nya.


"Kalau sudah ta'aruf niat bertemu nya sudah beda pak, kata ayah nanti takutnya datang orang ketiga yaitu setan" jelas Fatia.


"Kok bisa begitu?" tanya Jose lagi.


"Sekarang saya tanya pak, apa tujuan anda pingin ketemu dengan saya?" tanya Fatia.


Menurut Jose suatu pertanyaan yang sangat klise jika bertemu dengan orang yang di cintai pasti karena rindu.


"Terus terang hati ini rindu ingin bertemu" ucap Jose terus terang.


"Naah itulah masalah nya pak, kalau orang sudah rindu jika bertemu berdua fikirannya sudah beda, takut nya ada setan yang menggoda kita, walaupun cuma memandang wajah dengan penuh cinta itu sudah disebut zina penglihatan" Jelas Fatia panjang lebar.


"Baiklah saya ikutin semua aturan mu girl, insyaallah Sabtu depan saya ke Ngawi, bertemu. calon mertua" jelas Jose lagi.


"Di tunggu pak" tulis Fatia lagi


Mendapati jawaban dari Fatia, Jose menjadi sangat bahagia, Jose menyimpulkan sendiri bahwa Fatia juga menyukainya.


"Kalau di tunggu berarti sudah di terima ya" Jawab Jose dengan hati berbunga-bunga.


"Insyaallah jika orang tuaku merestui nya pak" jawab Fatia singkat.


Tambah berjingkrak kegirangan hati Jose mendapatkan jawaban Fatia itu.


"Apakah kamu juga menyukai ku...girl?".


"Kalau itu anda harus lebih berusaha keras pak, karena saya tidak ingin pacaran Sebelum menikah?".


"Baiklah... aku akan membuatmu menyukaiku seperti aku sangat mencintaimu, beristirahat lah besok hari Senin harus kerja lagi" pesan Jose.

__ADS_1


"Iya pak terima kasih, selamat beristirahat juga pak" tulis Fatia.


Fatia merebahkan tubuhnya di tempat tidur kecilnya, untuk beristirahat, tetapi tersenyum membayangkan bos nya yang selalu terus terang jika menyukai nya.


Hari Senin Fatia masuk kerja seperti biasa, Jose hanya melihat Fatia dari kejauhan, melihat berbincang dengan Rina


"Fat.... boleh kah saya minta saran mu?" tanya Rina.


"Saran apa mbak?" jawab Fatia singkat.


"insyaallah besok saya ijin tidak masuk kerja, mau mengadakan tujuh bulanan, sebaiknya mengadakan acara apa ya bagus nya?" tanya Rina.


"Kalau di Ngawi mbak mengadakan pengajian dan membacakan surah Maryam jika anaknya perempuan, dan membacakan surah Yusuf jika anaknya laki-laki" jelas Fatia panjang.


"Kalau belum diketahui jenis kelamin nya gimana?" tanya Rina lagi.


"Baca saja dua duanya" ucap Fatia singkat.


"Kalau masalah buat rujak dan es dawet gimana itu?" Rina minta penjelasan lagi.


"Itu adat orang tua kita dulu mbak, kita ikuti juga tidak masalah mbak, hanya niatnya saja yang perlu kita luruskan" saran Fatia.


"Maksudnya gimana kok tidak faham ya?" tanya Rina lagi.


"Maksudnya gini lo mbak, kalau dulu kan niatnya karena untuk persembahan untuk nenek moyang, nah..... sekarang niatnya sedekah, pengajian, atau menambah ilmu agama " jelas Fatia lagi.


"insyaallah mbak" ucap Fatia sambil tersenyum.


Setelah Rina faham dengan penjelasan Fatia tiba tiba ada telpon dengan tulisan bos Kurnia memanggil.


"Halo selamat siang, assalamualaikum" Fatia mengangkat telepon.


"Girl bisa minta tolong kah, antar kan dokumen yang ada di meja kantor ku map warna kuning?" titah Jose.


"Baik pak" jawab Fatia singkat.


Sambil masih menempelkan handphone nya di telinga, berbicara dengan bosnya, Fatia berjalan ke ruangan kantor bos mengambil map yang maksud.


"Apakah kamu puasa hari ini?" tanya Jose lagi.


"Tidak pak saya lagi libur" Fatia menjawab lagi.


"Nanti kita sekalian maka siang, kamu tidak usah khawatir, disini adalah Ardi juga kok, nanti sambil membicarakan tentang rencana ke Ngawi" jelas Jose panjang.

__ADS_1


"Diantar sama sopir kantor aja, dia tahu kok tempat nya" sambung Jose lagi.


Setelah mengambil dokumen yang diperlukan Jose, Fatia jalan turun ke lift menuju parkiran yang sudah di tunggu oleh sopir perusahaan.


Sesampainya di tempat gedung yang baru di bangun oleh perusahaan, Fatia berjalan menuju kantor.


Tetapi saat bersamaan angin tiba tiba bertiup kencang, dan merobohkan besi penyangga tepat mengenai Fatia dan mengeluarkan suara yang sangat kencang.


"Brrraaaaak"


Seketika itu Fatia pingsan, tangan dan kaki nya mengeluarkan darah, semua orang berlari ke arah Fatia termasuk Jose dan Ardi.


"Bos itu seperti....." kata Ardi


Jose dan Ardi berlari mendekati Fatia yang berbaring di lantai tertimpa besi penyangga dengan mata terpejam.


"Girl.....girl wake up" Jose sambil menepuk pipi Fatia.


Jose membopong tubuh Fatia yang pingsan ke mobil yang parkir tidak jauh dari itu diikuti oleh Ardi yang mengikuti nya dari belakang.


"Ardi cepat jangan lupa telepon Danny untuk siap-siap" titah Jose dengan hati yang khawatir.


Ardi mengemudikan mobil nya dengan cepat sambil menghubungi Danny, sedang kan Jose membaringkan tubuh Fatia di jok dan kepala nya di letakkan di pangkuan Jose.


"Danny lagi dimana?" tanya Ardi dalam teleponnya.


"Saya lagi seminar, tatapi sudah selesai kok, lagi otw ke rumah sakit, ada apa?" jawab Danny.


"Kami menuju ke sana, tolong persiapan keperluan nya, calon kakak ipar pingsan tertimpa besi" jawab Ardi cepat.


Sekitar setengah jam mobil Jose sampai depan UGD rumah sakit, tetapi sayang Danny belum sampai, ada dokter jaga yang sudah di telepon Danny untuk mempersiapkan semua.


Fatia langsung di mengangkat Jose menuju UGD dan di letakkan di tempat tidur dorong masuk ruangan, dan Danny datang berlari menyusul.


"Sebentar bro, saya periksa dulu jangan khawatir" pesan Danny.


Jose sangat khawatir, mondar-mandir di depan ruang UGD, baru kemudian Danny keluar dari UGD menghampiri Jose.


"Se, sepertinya tangannya patah, kakinya tertusuk besi, ini harus di rongsen lalu baru kita lakukan operasi pasang pen ditangan nya" jelas Danny.


"Oya Se, gadis itu sudah siuman kau boleh kesana" kata Danny lagi.


Jose langsung berlari masuk ke ruang UGD menemui Fatia yang terbaring lemah.

__ADS_1


"Are you ok my girl" tanya Jose khawatir.


Fatia hanya mengangguk dan tersenyum menjawab pertanyaan Jose.


__ADS_2