Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 60 Resepsi Adiknya Banu


__ADS_3

Sudah hampir dua Minggu semenjak Mark Jose datang ke Surabaya, dua hari lagi undangan pernikahan adik kandung Banu akan di laksanakan.


Ibu tidak berminat untuk pergi menghadiri pernikahan itu, karena hatinya masih ragu-ragu, mau di terima atau di tolak permohonan Mark Jose.


"Se, ibu tidak ikut ke Jakarta ya...,ajak istri dan adik mu Yosi untuk menemani disana".


"Yosi tidak bisa juga mas, Yosi ada ujian semester besok, tidak bisa ditinggalkan".


"Tidak apa-apa Bu, nanti Jose sama Ardi dan Rina saja yang ikut, dik Yosi konsentrasi saja sama ujiannya".


Jose menghubungi Dedy nya bahwa besok akan terbang ke Jakarta pada sore hari, Tetapi Jose minta maaf kepada Dedy nya karena ibu tidak bisa ikut ke Jakarta karena kurang enak badan alasannya.


Hari ini Jose akan bekerja seperti biasa, besok baru akan bekerja setengah hari, Fatia dan mbak Rina mulai packing untuk undangan pernikahan adik kandungnya Banu hari Minggu nanti.


Ardi menghubungi pilot helikopter perusahaan untuk mempersiapkan jika akan ada perjalanan ke Jakarta.


Sore ini Jose dan Ardi beserta istri dan anaknya berangkat ke Jakarta dengan helikopter perusahaan, dijemput oleh Banu saat tiba di bandara internasional Soekarno Hatta.


Menuju rumah Banu dan Jaseline yang berada di daerah Jakarta timur di sebuah perumahan elite di sana.


"Tidak usah tinggal di hotel mas kami sudah menyiapkan kamar untuk anda, mari saya antar" Banu mengajak para tamunya untuk istirahat di kamarnya di lantai atas.


"Terima kasih, maaf merepotkan" jawab Jose sambil menarik koper miliknya.


Pada malam hari nya Jose bertemu dengan Dedy nya Mark, membicarakan tentang permasalahannya yang sudah sempat Mark ceritakan waktu berkunjung di Surabaya waktu itu.


"Dedy harap kamu bisa mengatasi masalah perusahaan Dedy yang di USA?".


"Saya akan mempelajari terlebih dahulu Ded, mungkin butuh waktu agak lama"


"Yes...I Will wait for it"


"Jangan lupa data laporan perusahaan yang lengkap ya Ded?"


"Ok....sure....".


Hari Minggunya semua keluarga Banu sudah berada di gedung pernikahan yang di adakan di hotel bintang lima, sangat mewah acara pernikahan itu.


Ternyata adik kandung Banu adalah Seorang model terkenal di ibukota Jakarta, sehingga semua tamu mayoritas artis terkenal.


Jose memangku Al, duduk di bangku samping Fatia, di depannya Ardi duduk di samping Rina yang memangku putrinya Dina.


Dari kejauhan ada tamu yang dikenal oleh Ardi ataupun Jose, siluet tubuh itu tidak begitu asing bagi Jose ataupun Ardi.


"Bos.... Bukannya itu Triana teman kita saat kuliah, yang pernah cinta mati dengan bos?"

__ADS_1


Karena mendengar ucapan Ardi yang terdengar jelas Fatia langsung terlihat pias mukanya.


"Yang mana?" Tanya Fatia penasaran.


Sepontan Jose menunjuk seorang wanita yang sedang berjalan memasuki area gedung dengan jalan gemulai dan badan yang ideal.


"Tenang kakak ipar, bos dulu tidak tertarik sama sekali kok dengan model itu".


Jose langsung menggenggam tangan Fatia dengan erat dan tersenyum.


"Aku tidak tertarik sedikit pun dengan dia sayang.... jangan marah atau cemburu ya please"


"Tergantung...." Fatia menjawab dengan mata tetap memandang Triana yang lagi berjalan menuju pelaminan.


"Kakak ipar dengarkan aku, dulu pernah bos di jebak oleh Triana dan di bawa ke sebuah kamar hotel, dan Triana tanpa menggunakan benang sehelai pun di badannya tetapi onderdil bos ku ini tetap tidak bangun".


"Ha...... betul kah itu?" Rina heran sambil membuka mulutnya karena hampir tidak percaya.


"Bahkan karena malu Triana pindah kuliah ke Jakarta, tidak berani bertemu aku lagi ....sayang.... Jangan khawatir ok".


Jose semakin mengeratkan genggaman tangan nya, Jose tidak ingin salah faham yang terjadi pada Andini terulang kembali.


Banu dan Jaseline menghampiri meja Jose dan mengajak mereka untuk foto bersama kedua mempelai.


Mereka langsung menuju panggung pelaminan bersama, dan Triana melihat rombongan itu langsung tertegun.


Jose dan rombongan turun dari panggung kembali ke bangku yang tadi mereka duduki, mata Triana tetap mengikuti rombongan Jose sampai duduk di tempatnya tadi.


Menyadari Triana menatapnya, justru dengan sengaja Jose merangkul pinggang Fatia serta mencium bibir Fatia dengan lembut sambil menggendong Al di tangan kanannya.


Triana semakin terpana melihat Jose begitu bergairah mencium bibir Fatia, hatinya terasa sangat sakit karena waktu itu dia begitu sulit mendapatkan cinta Jose.


Saat bersamaan Mark Jose datang menghampiri mereka dan mengambil Al dari gendongan Jose.


"Come on...Al with grandpa, lihat Dad and mom mu lagi mesum di depan umum" celoteh Mark Jose.


"Dady.... bisa aja" Jose tersenyum dengan celotehan ayah kandungnya itu.


Mark membawa Al ke tempat stant hidangan buah segar yang agak jauh dari posisi Jose dan rombongan.


Saat Mark sampai di tempat stant hidangan buah itu Triana mendekati Mark.


"Halo.... Om, gantengnya si kecil ini" ucap Triana sambil memegang pipi Al.


"Halo...ini my grandson"

__ADS_1


"Apakah putranya Jose?"


"Yes..... ini anaknya putraku Jose".


"Saya Triana om, teman Jose saat kuliah" Triana memperkenalkan diri.


Triana masih mengajak Mark untuk berbincang tentang Jose karena ingin mencari tahu informasi tentang Jose.


Triana juga sempat minta kartu nama Mark dia beralasan punya job modeling di USA dalam waktu dekat.


Triana ingin suatu saat nanti jika pergi ke USA bisa mampir di kediaman Mark, Mark juga menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Mark kembali ke meja Jose dan berbincang dengan mereka, sedangkan Triana berjalan menuju panggung untuk menemui pengantin wanita.


"Mery.... selamat ya, semoga samawa"


"Terima kasih Tri, ayo kita foto dulu".


Di saat mereka sedang berfoto Triana menanyakan apa hubungannya dengan Jose dari Surabaya kok ada disini.


"Dia itu kakaknya kak Jaseline istri dari bang Banu"


"kakak kandung kah?".


"Satu ayah tapi beda ibu"


Setelah mendapat informasi lengkap Triana tersenyum dengan penuh misteri, tinggal mencari alamat lengkap yang ada di Surabaya, yang di USA sudah ditangan gumam Triana dalam hati.


Triana kemudian bersama asisten pribadinya pamit kepada kedua mempelai, turun dari pelaminan dengan santainya mendekati meja Jose dan rombongan.


Pertama yang di datangi adalah merk dan cipika-cipiki dengannya.


"Saya pamit dulu Om Mark"


"Ok.... be carefull"


"Ardi apa kabar?'


Triana yang rencana mau cipika-cipiki terlebih dahulu Ardi menautkan kedua tangannya di depan dada sehingga Triana mengundurkan badannya ikut menautkan kedua tangannya di dada.


"Alhamdulillah kami baik"


"Hai..... Jose... apa kabarnya".


"Alhamdulillah baik"

__ADS_1


Jose juga ikut menautkan kedua tangannya di dada, Tetapi lucunya Triana tidak menyapa Fatia dan Rina, langsung meninggalkan mereka dengan melambaikan tangannya.


"Daaa semuanya".


__ADS_2