Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Ban 77 Tiup Lilin


__ADS_3

Pagi harinya semua para wanita sudah siap untuk memulai pergumulan di dapur, karena hidangan harus siap pukul sepuluh pagi.


Jose membawa Al bermain, Fatia membantu para ibu-ibu memasak di dapur, dengan rambut yang basah.


Semua para ibu-ibu tersenyum memandangi Fatia termasuk para istri teman sejati.


"Satu Minggu tidak ketemu, dapat setoran sampai berapa kali?" Bisik Iis di telinga Fatia.


"Issst..... Mbak Iis kenapa ketularan virus ngeres sih?" Jawab Fatia sambil mencubit lengan Iis.


Lia dan Anna yang sedang memotong sosis untuk membuat mie mendengar bercandaan Iis dan Fatia menggelengkan kepalanya.


"Tadi malam dapat berapa sosis Fatia" tanya Lia.


"Dapat dari mana, dari tadi sosisnya kau elus-elus. Begitu?" jawab Fatia sekenanya.


"Ini terlalu kecil Kurang mantap jika di elus-elus" ucap Anna.


Waktu sudah pukul sepuluh pagi, hidangan tertata rapi di meja, semua teman sejati memakai seragam kaos putih bergambar princess, termasuk anak anak mereka.


Acara tiup lilin segera di mulai, para tamu di dominasi oleh anak anak, membagikan topi, dan menyanyikan lagu ulang tahun dengan meriah.


Saat acara tiup lilin dimulai semua bertepuk tangan dengan meriah, menyanyikan lagu ulang tahun, dan memotong kue ulang tahun.


Anak-anak dengan suka cita mendapatkan bingkisan aneka Snack, paket nasi kotak dan balon.


Berfoto bersama dengan keluarga dan teman sejati adalah acara selanjutnya setelah potong kue ulang tahun itu.


Acara anak anak selesai, baru tamu dari walikota Ridwan mulai berdatangan satu persatu, dari mulai staf kantor walikota, dinas yang terkait juga di undang oleh walikota.


Ada seorang laki-laki bersama putra kecilnya yang membawa kado lumayan besar.


"Maaf pak saya terlambat....."


"Ini tidak apa-apa, silahkan duduk apakah ini putramu, Damar?" Tanya walikota Ridwan.


"Ya ini putraku pak umurnya delapan tahun" jawab Damar.


"Kemana ibunya?".


"Kami sudah berpisah Pak, kami hanya tinggal bersama neneknya saja".


Di samping walikota Ridwan berdiri Jose yang memperhatikan percakapan antara mereka.


"Bro.... Siapa namanya tadi?" Tanya Jose kemudian.


"Damar.... Memang nya kenapa?".


"Tidak apa-apa, sebentar ya"


Jose berjalan meninggalkan tempat itu berlari ke dalam untuk mencari Fatia, tetapi Jose tidak menemukan fatia disana.


Berlari keluar lagi dengan tergesa-gesa ternyata melihat sosok Fatia di samping meja prasmanan.


Tetapi kalah duluan Damar juga sudah melihat sosok Fatia disana.


"Fatia.... Fatia kau disini?".

__ADS_1


Damar menarik paksa Fatia dengan tangan kanannya, refleks Fatia memelintir tangan Damar kebelakang.


"Aaugh....... lepaskan" kata Damar.


"Apakah kau ingin merasakan seperti dulu lagi" ancam Fatia.


Dari kejauhan ada yang menarik tangan Fatia Jose berlari mendekati mereka.


"Sayang.... kau tidak apa-apa?".


"Ya..... tenang aja, dia yang aku ceritakan tadi malam" ucap Fatia dengan penuh emosi.


Semua orang memandangi Damar dengan penuh curiga, dan ikut mendekati mereka.


"Bro ada apa ini?" tanya walikota Ridwan.


"Apakah dia pegawaimu?" tanya Jose sambil menunjuk ke Damar.


"Ya.....Se dia dari dinas pertanian, apakah kalian saling kenal?".


"Tidak..... Orang tidak punya sopan buat apa di kenal" kata Jose kesal


Jose menarik Fatia menjauh dari tempat itu serta menggendong Al, semua membubarkan diri dan duduk menikmati hidangan dengan tenang kembali.


Ridwan yang sedikit bingung kemudian di hampiri oleh Rina dan Ardi, mereka menceritakan tentang Damar.


"Bro.... Boleh minta biodata Damar kah?" pinta Syaiful kepada Ridwan.


"Memangnya ada apa bro?" tanya Danny.


"Dasar mata polisi, dimana mana tetap aja mempunyai filing memburu" protes Danny.


Di dalam kamar Fatia diam dalam pelukan Jose dengan hati yang gelisah.


"Sayang sudah lah jangan di pikirkan lagi".


"Ya sudah... kita keluar lagi yok".


"Sudah tenang kah?".


"Hemmmm".


Jose menghampiri walikota Ridwan sesaat keluar dari kamar.


"Bro.... apakah laki laki tadi sudah pulang".


"Ya baru saja, sabar bro......, kita selidiki nanti setelah acara ini selesai aku janji ok" janji Ridwan.


Sore hari para tamu sudah mulai berkurang, walikota Ridwan mengirim email kepada wakil kepala dinas pertanian untuk meminta biodata semua karyawan.


Sengaja meminta biodata semua karyawan agar tidak terlalu di curigai dengan alasan untuk pengumpulan data keluarga.


Sehabis sholat Maghrib barulah walikota Ridwan mendapatkan email tentang biodata dari kepala dinas pertanian.


Walikota Ridwan memeriksa email itu dan menemukan biodata Damar, lahir di Ngawi, kuliahnya di salah satu universitas di Jakarta, Damar mengambil jurusan pertanian.


Lebih mencengangkan lagi mantan istrinya bernama Triana, dan bercerai delapan tahun yang lalu.

__ADS_1


Damar juga mendapatkan tugas di dinas pertanian kota Ngawi baru enam bulan terakhir ini, Sebelum di tugaskan di Ngawi Damar bertugas di Jakarta.


"Bagaimana ini, kalau ini berkaitan dengan Triana si model" gumam Ridwan dalam hati.


Pukul delapan malam setelah sebagian besar anak anak sudah tidur, walikota Ridwan mengumpulkan semua anggota teman sejati termasuk juga istrinya.


"Tringgg...... tringgg..... tringgg.....".


"Aku kirim biodata lengkap Damar ya...." Kata walikota Ridwan mengawali pembicaraan.


Semua membaca pesan dari Ridwan dengan seksama, dan membuka matanya dengan lebar.


"Mantan suami dari Triana, berarti anak laki-laki itu kecil itu putra dari Triana" ucap Fatia heran.


"Mengapa sama bapaknya, bukannya hak asuh anak kepada ibunya" ucap Rina terheran heran.


Mereka kemudian bermusyawarah untuk menentukan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi.


"Bro.....coba cari akun media sosial Triana" saran Syaiful singkat.


"Itu keahlian Ardi... tancap Ardi" perintah Jose.


Ardi berselancar di Internet mencari informasi tentang Triana, tetapi tidak menemukan satupun tentang pernikahan mereka.


"Coba akun media sosial Damar atau dinas pertanian" usul Fatia.


Ardi kembali berselancar mencari akun media sosialnya Damar, tetapi ternyata sama saja tidak ada satupun berita mengenai kabar tentang pernikahan mereka.


Setelah mencari di akun media sosial dinas pertanian Jakarta baru Ardi mendapatkan satu foto pernikahan antara Triana dan damar sembilan tahun yang lalu.


"Bro..... Binggo dapat...... Ada satu foto pernikahan mereka dengan formasi lengkap anggota dinas pertanian". Kata Ardi dengan puas.


"Coba kirim ke group, agar semua tahu" perintah Syaiful kemudian.


"A.....siap....." Jawab Ardi lagi.


"Oooo sepertinya pernikahan mereka sebelum Triana menjadi model papan atas di Indonesia" kata Anna sambil memperhatikan dandanan pengantin kala itu.


"Tapi pernikahan di adakan di Jakarta bro" jawab Ardi.


"Berarti umurnya lebih tua Triana ya, kalau dilihat dari foto itu?" tanya Anna.


"Damar seumuran denganku" jawab Fatia.


"Begini saja, besok tugas walikota, untuk mencari informasi terkait Damar" saran Syaiful.


"Bagaimana caranya, itu masalah pribadi bukan, tentang tugas pemerintahan?".


"Pertama berkunjung secara mendadak aja, baru bincang bincang santai, di pancing pancing gitu bro".


"Memangnya ikan.... kok di pancing?" protes Danny.


"Yang di pancing omongan.....dodol...." jawab Jose sekenanya.


"Baiklah besok aku coba dulu" jawab Ridwan pasrah.


"Selamat berburu Bro.........".

__ADS_1


__ADS_2