
Hari ini adalah Minggu terakhir Triana berada di rutan Surabaya, karena akan dijatuhkan vonis untuk Triana.
Banyak yang datang di persidangan hari ini, selain orang yang setia menghadiri persidangan selama ini, hari ini hadir mantan suami dan putranya Triana, tetapi Jose dan Fatia tetap tidak hadir dalam persidangan itu.
Saat sidang berlangsung Damar dan putranya duduk di kursi paling belakang, Syaiful juga hadir saat itu tetapi mengenakan seragam lengkap dan Damar tidak begitu mengenali Syaiful walaupun pernah bertemu sekali saat ulang tahun putri bungsu walikota Ridwan.
Setelah dua jam berlangsung persidangan akhirnya di tetapkan Triana di jatuhi hukuman 10 tahun penjara, dan uang denda sebesar lima juta rupiah.
Mata Triana terbelalak melihat sosok Damar dan anak laki-laki kecil sedang duduk paling belakang, melihatnya dengan mata sendu dan hampir mengeluarkan air mata.
Triana berbisik kepada pengacaranya hanya minta ijin bertemu dengan putranya, pengacara berjalan ke arah Damar dan berbisik juga bahwa Triana ingin bertemu.
Damar berdiri dan berjalan mendekati Triana dengan menggandeng putranya.
"Apa kabar Dam?" Triana mengulurkan tangannya dan menatap putra kecilnya.
"Kami baik.... Kamu bagaimana?" tanya Damar kemudian.
Ada sosok wanita tua bersama Geri mendekati mereka dengan tergopoh-gopoh.
"Apakah dia cucuku?" tanya wanita itu.
"Iya Bu, dia cucu laki-laki anda" kata Damar dengan wajah datar.
Wanita tua itu seketika memeluknya dengan erat, tetapi Triana justru mundur dua langkah, dan memandangi anak laki-laki itu dengan ekspresi yang tidak bisa di ungkapkan.
Wanita tua itu mengajaknya untuk mampir ke rumah, tetapi Damar menolaknya, alasannya hanya ingin melihat ibu dari anaknya untuk yang terakhir kalinya.
Saat Damar akan mengajak putra nya keluar dari tempat itu melihat sosok Syaiful yang sedang mengamankan acara sidang itu.
"Apakah anda teman walikota Ridwan, mengapa anda disini?" tanya Damar.
"Ya aku teman Ridwan, aku bertugas di wilayah ini" jawab Syaiful tegas.
Kemudian Damar menerima tawaran mantan ibu mertuanya itu setelah melihat Syaiful bertugas di Surabaya.
"Bu....tunggu, kami akan menginap satu malam di rumah anda" kata Damar sambil berlari mendekati wanita tua itu.
__ADS_1
Damar dan putranya mengikuti Geri dan ibunya keluar dari pengadilan menuju rumah mereka, sedangkan Triana di bawa ke rutan dan nanti malam akan diterbangkan ke Jakarta akan melanjutkan hukuman yang pertama di Jakarta.
Sedangkan Yosi sangat puas akan hukuman yang di terima oleh Triana berarti dia akan mendekam di penjara selama 25 tahun atas perbuatannya yang telah dia lakukan.
Yosi juga menyampaikan pesan dari Mark untuk Irul, saat setelah selesai sidang Triana.
"Kapan aku bisa bertemu dengan Dedy mu Yosi?".
"Terserah mas saja, kalau sudah ada waktu yang tepat kabari Yosi".
"Bagaimana kalau sekarang saja?"
"Kenapa harus terburu-buru?" Jawab Yosi gugup.
"Tidak..... Yosi, tidak sekarang....aku hanya bercanda,..... Nanti aku kabari lagi".
Yosi mengangguk tanda setuju dan menundukkan kepalanya karena muka yang memerah seperti udang rebus.
Irul hanya tersenyum melihat Yosi yang salah tingkah, membuat hatinya menghangat seketika seolah olah hatinya sudah terpaut dengan Yosi sejak lama.
Di kantor Jose sedang mengadakan rapat bersama jajaran staf perusahaan, ada masalah yang harus diselesaikan.
Ada staf yang menggelapkan dana perusahaan yang tidak sedikit jumlahnya, ini terjadi sudah hampir empat bulan terakhir.
Awal terjadinya penggelapan dana saat Jose membantu Dedy di Manhattan, baru diketahui oleh Jose selama satu Minggu ini.
Ardi sangat kaget dengan kejadian ini, karena sudah hampir dua tahun belakangan ini Jose jarang sekali marah, tetapi hari Jose sangat naik pitam, tidak ada yang bisa meredakan emosinya saat ini.
"Bos.... Maaf mungkin aku yang selama ini kurang teliti".
"Kamu kerja bagaimana sih?".
"Maaf.... ingat di rumah ada Al dan kakak ipar yang menunggu, kita bisa selesaikan dengan kepala dingin".
Jose hanya mengingat istri dan anaknya saja sudah mulai mereda emosinya, mengambil nafas panjang untuk mengurangi rasa amarahnya.
"Ardi aku beri waktu kamu tiga hari, coba selidiki secepatnya".
__ADS_1
"Baik bos akan aku usahakan".
Jose kembali ke kantornya dan mulai memeriksa kembali dokumen dokumen yang ada semenjak dia meninggalkan Indonesia menuju Manhattan.
Jose memeriksa dengan teliti satu persatu semuanya tanpa terlewati satupun juga.
Sementara Damar yang ada di kediaman mantan mertuanya sedang termenung di teras rumah mengingat adanya Syaiful di sidang peradilan Triana kemarin.
Damar mencari informasi tentang persidangan Triana dan orang orang yang terlibat dengan persidangan itu.
Damar tidak begitu puas dengan informasi yang ada di media sosial, akhirnya Damar memutuskan menanyakan kepada adiknya Triana untuk mencari informasi.
Dari Geri, Damar mendapatkan informasi bahwa yang menuntut kematian seorang ibu yang meninggal akibat di tabrak oleh Triana adalah orang yang menolak cinta bernama Jose dan adiknya Yosi.
Geri juga menceritakan bahwa anak gadis dari ibu yang di tabrak Triana adalah gadis pujaan hatinya tetapi gadis itu sudah mempunyai kekasih.
Yang mencengangkan Damar adalah saat Geri bercerita bahwa gadis itu memiliki kakak laki-laki keturunan bule dan menikah dengan orang Ngawi satu daerah dengannya.
Ternyata kecurigaan Damar benar adanya, ini berkaitan dengan Fatia, gadis yang pernah menolak cintanya, yang pernah menghajar sampai babak belur karena mencintainya juga.
Hanya saja Geri tidak mengetahui nama dari istri dari kakaknya Yosi yang Geri tahu hanya sosok laki-laki bule bernama Jose Kurniawan.
Sebelum pulang ke Ngawi kembali, Damar ingin jalan-jalan dan mengajak Geri bersamanya, dia membawa Damar ke kompleks perumahan Yosi yang kebetulan Fatia sedang bermain dengan Al di depan teras rumahnya.
Ternyata benar dugaan Damar semua ada kaitannya dengan Fatia, baru dia tahu bahwa orang yang di sakiti oleh Triana adalah keluarga Fatia.
"Apakah betul Ger, wanita tadi adalah kakak ipar dari gadis yang kau taksir?" tanya Damar saat keluar dari kompleks perumahan elite itu.
"Iya mas, dia adalah kakak iparnya Yosi, memang mas Damar kenal?".
"Sepertinya dia teman mas saat SMP tetapi mas belum yakin betul kalau belum tahu namanya".
"Dia pernah viral di YouTube yang menolong gadis kecil keturunan USA".
Damar langsung berselancar ke media sosial you tube mencari tahu tentang Fatia, selama ini Damar memang sengaja tidak terlalu aktif di media sosial karena tidak ingin mengetahui lebih banyak tentang Triana dan sepak terjang wanita yang pernah mengisi hatinya.
Mata Damar dan terbuka lebar melihat You Tube itu, benar adanya itu Fatia yang semakin hebat beladirinya dan semakin ciut nyali Damar hanya untuk sekedar membalas sakit hatinya.
__ADS_1