
Sudah hampir tiga bulan Syaiful menyelidiki keberadaan Purnomo, Syaiful mendapatkan informasi lengkap tentang Purnomo dari penjara dimana Purnomo pernah di hukum selama 10 tahun.
Sementara Purnomo juga berjuang mati Matian agar si shadow tidak mengetahui hubungan antara dirinya dan Yosi Kurniawan.
Hampir tiga bulan juga si shadow mengungkapkan jati diri dan keturunan dari Purnomo.
Sedangkan umur kandungan Fatia sudah memasuki bulan ke delapan, bulan lalu Jose mengadakan acar tujuh bulanan secara sederhana.
Syaiful mengirim pesan WA kepada Jose di group teman sejati tentang penyelidikan Purnomo, agar bisa di musyawarahkan agar Jose terlalu gegabah mengambil keputusan
"Tringgg..... tringgg.... tringgg.."
"Se..... aku sudah dapat titik terang foto yang kau kirim tiga bulan yang lalu" tulis Syaiful.
"Foto apa bro?" tanya Ridwan singkat dalam tulisannya.
"Foto laki laki yang memilki tanda lahir di belakang telinganya itu" jawab Jose dalam tulisannya.
"Terus dimana laki laki itu sekarang, siapa namanya?" tanya Danny penasaran.
"Dia tinggal bersama sahabatnya yang bernama Anwar yang memilikisatu putra, namanya Purnomo" jawab Syaiful kemudian.
"Sekarang sepertinya sudah insyaf, bekerja menjadi sekuriti di universitas negeri di Surabaya" cerita Syaiful lagi.
"Bro....itu.... itu tempat Yosi kuliahkan?" tanya Ardi kaget.
"Itu dia yang aku khawatirkan, sebaiknya untuk sementara berikan pengawalan aja untuk Yosi Se" pinta Syaiful.
"Kenapa harus ada pengawalan?" tanya Jose.
"Dalam penyelidikanku, ada yang sedang mengawasi gerak-gerik Purnomo belakang ini, kemungkinan ini ada kaitannya dengan masa lalu Purnomo" cerita Syaiful lagi.
"Kok aku tidak sabar ya, di ciduk ajalah Purnomonya Ardi" perintah Jose.
"Woi... woi sabar bro, inget istri lagi hamil tua, memang mau kakak ipar melahirkan kau di balik jeruji besi?" nasehat Ridwan.
"Iya Se.... tunggu penyelidikanku dulu jangan gegabah, soalnya ini menyangkut mafia kelas kakap yang susah di tangkap polisi" nasehat Syaiful bijak.
"Apa hubungannya dengan itu bro?" tanya Danny.
"Karena yang mengawasi Purnomo akhir akhir ini adalah anak buah dari si shadow" kata Syaiful dalam tulisannya.
"Siapa dia si shadow?" tanya Jose penasaran.
__ADS_1
"Orang itu sebetulnya tinggal di Jakarta kabarnya, tetapi sudah hampir tiga bulan ini ada informasi dia di Surabaya, dia adalah gembong narkoba yang sangat licin, selama ini pihak kepolisian sulit menemukan bukti tentang dia" keterangan Syaiful panjang dan lebar.
"Yang jelas Bos jangan gegabah dulu kita, tunggu instruksi dari Syaiful aja, takutnya kalau bos tidak bisa mengendalikan emosi bukan hanya Yosi yang terkena imbasnya, semua keluarga kita bisa terkena juga" minta Ardi terutama kepada Jose.
"Ok ....ok... Terima kasih atas saran semuanya" jawab Jose singkat.
Setelah selesai berdiskusi dengan teman sejatinya Jose menemui istrinya yang sedang duduk di balkon lantai atas. Jose ingin menceritakan tentang penemuan nya tadi.
"Sayang...... Yaang..... " panggil Jose manja.
"Ada apa sih mas?" tanya Fatia singkat.
"Mas mau cerita tentang penyelidikan orang yang mas temui tiga bulan lalu itu" ucap Jose sambil memeluk dan mengusap perut Fatia yang sudah buncit.
Jose menceritakan semua informasi yang dikumpulkan oleh Syaiful dari awal sampai akhir tanpa terkecuali.
"Iya mas, jangan sampai mas emosi yang tidak bisa di kendalikan, ingat tentang anak kita" nasehat Fatia.
"Aku tidak mau ya mas nanti kalau melahirkan tidak di dampingi mas, biar aja di dalam perut terus kalau tidak ada mas, tidak usah di lahir kan" gerutu Fatia kemudian.
"Iya sayang.... mas ini kan suami siaga" rayu Jose.
"Oya sayang jadi kan besok kita ke dokter kandungan, baru besok nya kita belanja pakaian dan perlengkapan bayi kita" tanya Jose sambil memeluk Fatia dengan erat.
"Belum sih, lo kok kakinya jadi bengkak gini sayang, kenapa?"tanya Jose khawatir.
"Iya mas tidak tahu nich, mulai berat kaki rasanya" keluh Fatia .
Jose berjongkok kemudian memijit kaki Fatia dengan lembut, dari kaki kanan dan kemudian kaki kiri.
"Beratkah sayang bawa anak kita kemana mana, seandainya bisa mas gantikan, mas aja yang mengalami tahapan kehamilan ini" ucap Jose yang merasa kasihan melihat istrinya hamil besar.
"Tidak usah merasa bersalah, ini sudah tugasku sebagai seorang istri mengandung dan melahirkan anak kita" ucap Fatia sambil mengusap tangan Jose.
"Nak.... jangan membuat mami mu capek ya" kata Jose sambil mengusap perut Fatia dengan lembut.
Keesokan harinya Jose mengantarkan Fatia periksa ke dokter kandungan di rumah sakit tempat Danny bekerja.
"Selamat pagi dokter Tia" kata Jose kepada dokter itu.
"Pagi pak Jose, kok tidak menemui dokter Danny dulu, tumben langsung ke sini?" tanya dokter Tia.
"Dokter Danny sedang operasi dok" jawab Fatia singkat.
__ADS_1
"Baiklah Bu, ayo silahkan berbaring dulu" perintah dokter Tia pagi.
Dokter Tia memberikan jell di perut Fatia dan memeriksa dengan menggunakan alat USG nya, digerakkan kanan dan kiri untuk mengetahui posisi bayi dan alat kelaminnya
"Ini semua sudah sempurna, dari kaki ke atas Sampai kepala, berjenis kelamin laki-laki dan berat badannya pun sudah normal jika lahir nanti" keterangan dokter Tia.
"Dok ini kaki istriku kok bengkak ya?" tanya Jose.
"Ooooo... itu karena tubuh ibu hamil memproduksi cairan yang lebih banyak, sebaiknya kurangi asupan yodium, banyak minum air putih dan berjalan pagi hari" saran dokter Tia.
"Baiklah dok, terima kasih" ucap Fatia.
"Jangan lupa diminum vitaminnya" saran dokter Tia selanjutnya.
Mereka pulang kerumah dengan perasaan bahagia, bulan depan anaknya akan lahir ke dunia.
Jose sangat menantikan kehadiran putranya itu, yang sebenarnya tidak pernah di bayangkannya.
Mulai hari itu Fatia tidak tinggal di kamar lantai dua, karena naik turun tangga membuat Fatia kelelahan.
Fatia menempati kamar tamu di lantai bawah, walaupun kamar itu tidak sebesar yang di atas, tetapi tidak kalah nyamannya.
Pada hari Minggu nya Jose dan Fatia membeli perlengkapan bayi ditemani oleh ibu dan Yosi.
Justru Yosi lah yang sangat antusias membeli baju baju bayi yang semua lucu lucu.
Disaat di toko baju bayi ada seorang ibu Ibu mencurigakan gerak geriknya, orangnya masih muda, berjilbab pink, dan baju longgar.
Ternyata ibu itu komplotan mengutil baju yang sudah terkenal di Surabaya, tetapi bagi Fatia dan Yosi yang mempunyai ilmu bela diri bisa menilai gerak gerik seseorang yang mencurigakan.
Melihat ibu itu memasukkan baju baju di balik baju gamesnya yang longgar, hampir tidak terlihat oleh sepintas mata.
Yosi dan Fatia mengapit ibu itu dari kanan dan kiri.
________________
Apa yang akan di lakukan
Fatia dan Yosi
ayo baca di bab selanjutnya
jangan lupa like vote dan komentar
__ADS_1
terima kasih