Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 24 Tidur Bersama Bukan Malam Pertama


__ADS_3

Malam hari menjelang Jose menyuapi Fatia untuk makan malam karena harus minum obat untuk menghilangkan rasa nyerinya setelah operasi.


"Ayo sini mas bantu duduk ya, makan dulu setelah itu baru minum obat" ucap Jose sambil memegang pundak Fatia untuk duduk.


"Ini suapan pertama haaa" kata Jose sambil menyodorkan sendok ke arah Fatia.


"Mas makan juga jangan lupa, kebanyakan itu kalau untukku sendiri" ucap Fatia.


"Baiklah kita makan berdua lagi' setelah menyodorkan sendoknya lagi ke Fatia.


Suapan demi suapan mereka makan berdua sampai habis dipiringnya, selesai Jose memberikan obat dan air putih kepada Fatia agar bisa di minum.


Danny diikuti oleh beberapa suster masuk ke ruang rawat inap itu untuk memeriksa perkembangan kesehatan Fatia.


"Selamat malam, romantisnya pengantin baru ini" kata Danny yang masuk ruangan dengan para suster yang mendampinginya.


"Selamat malam dokter" jawab Fatia singkat.


"Sudah minum obatnya, kalau belum tak tunggu sebentar?" tanya Danny lagi.


"Sudah Dan" Jose menjawab singkat.


"Baiklah di periksa dulu ya, tidak terkena airkan hari ini bekas luka operasinya?" tanya Danny lagi sambil membuka perban yang ada di tangan Fatia.


"Tidak dok" Fatia menjawab.


Danny memeriksa luka bekas jahitan Fatia dengan teliti, dan luka di kakinya juga tidak lupa di periksa.


"Dan, kapan boleh pulang ke rumah?" tanya Jose sambil berdiri di samping Fatia.


Danny memandangi wajah Jose yang sedikit khawatir, dan ingin menggoda temannya yang baru pertama kalinya jatuh cinta.


"Jangan macam-macam Se, masak baru sehari selesai operasi minta pulang, coba lihat jahitan operasinya saja belum di lepaskan?" jelas Danny.


"Ini besok baru bisa dibuka jahitannya, suster tutup lagi dengan perban dan pasangkan gipsnya lagi ya" titah Danny kepada suster itu.


"Sekarang kita lihat jahitan yang ada di kaki ya?" kata Danny sambil membuka perban kakinya.


"Jose ingat jaga betul betul ipar ku ya, jangan sampai jahitan bekas operasi yang di tangan terbuka ya, rawan soalnya" perintah Danny.


"Iya baiklah" jawab Jose pasrah.


"Kalau sampai terbuka jahitannya lagi bukan hanya tangan mu yang aku patahkan tapi lehermu juga" ancam Danny sambil tersenyum.


"Idih sadis banget sih ini dokter" jawab Jose kesal.

__ADS_1


Jose mengerucutkan bibirnya dengan muka masam dan sedikit di tekuk.


"Ha....ha.... ha tahan tahan dulu pikiran ngeres nya" goda Danny.


Jose jika bertemu dengan teman sejati pasti tidak jauh dari pikiran ngeres yang di bahas.


"Dan, jangan ngomong sembarangan ada suster, dijaga dong wibawanya" larang Jose.


"Jadi seberapa lama lagi harus nginap disini Dan?" tanya Jose penasaran.


"Ha .....ha....ha Jose...Jose, lucu kau ini, sekitar tiga hari lagi lah" jawab Danny sambil tertawa lepas.


Danny hanya tertawa kecil dengan menggelengkan kepalanya karena tingkah Jose yang bisa di baca oleh Danny, suster pun ikut tersenyum melihat keakraban mereka.


"Suster ganti perban yang di kaki ya" perintah Danny kepada susternya lagi.


"Ya..... dok" jawab kedua suster itu serempak.


"Sudah selesai pemeriksaan nya, istirahat yang banyak, kalau di ganggu terus sama temenku yang satu ini laporkan aja, biar tak kirim dia ke Antartika, biar tambah frustasi tidak bisa melihatmu lagi" canda Danny lagi.


"Tidak kok dok, Terimakasih, jangan khawatir" jawab Fatia sambil tersenyum dan menggeleng kan kepala nya.


kemudian Danny dan para suster nya bergegas meninggalkan ruang Fatia pindah ke ruang rawat inap yang lain.


Jose duduk di kursi dekat tempat tidur dengan memegang erat tangan kirinya, jari itu bertautan sambil menatap wajahnya dengan rasa cinta yang menggebu.


"Maaf ya mas, harus bersabar lagi ya, apa mas sudah ngantuk" tanya Fatia.


"Belum sih, cuma agak capek aja dari pagi belum istirahat" jawab Jose jujur.


"Sini naik mas, rebahan aja disini" ajak Fatia dengan menepuk tempat tidur di sebelah kiri.


Fatia bergeser ke pinggir tempat tidur brankar itu agar Jose bisa merebahkan dirinya.


"Boleh juga, cukupkah tempat tidurnya" tanya Jose penasaran.


"Tapi bisa minta tolong dulu mas sebelum tidur?" pinta Fatia.


"Tentu saja, apa yang harus aku lakukan?" jawab Jose sambil berdiri.


Fatia memiringkan badannya membelakangi Jose dan menunjukkan kaitan branya.


"Tolong lepaskan kaitan branya dulu, biasanya kalau tidur sesak kalau tidak dibuka" ucap Fatia jujur.


"Waaaah ini pekerjaan yang menyenangkan buat mas" Jose senang.

__ADS_1


Jose tersenyum penuh arti, jika di minta tolong yang membuat hatinya bahagia dan membuat libidonya terbangun dengan cepat tanpa dikomando.


"Miring dulu ya, kenapa sih ini kaitan kecil banget pasangnya susah bukanyapun susah, tapi kok menyenangkan ya" ucap Jose sambil mengedipkan matanya.


"Sudah selesai, mas naik ya?" pinta Jose.


"Jangan di sebelah kanan mas nanti nyenggol gipsnya, sini disebelah kiri aja mas rebahannya" titah Fatia.


Jose merebahkan dirinya sambil miring menghadap Fatia dengan melingkarkan tangannya di pinggang Fatia.


Awalnya hanya diletakkan di pinggang tangan Jose masuk ke dalam baju Fatia memegang gunung kembar Fatia dengan lembut.


Jose langsung mencium bibir Fatia dengan lembut dan tetap tangannya bergerilya.


"Mas....... " panggil Fatia lembut.


"Hemmm" jawab Jose melepaskan ciumannya.


Tetap saja Jose tidak bisa mengendalikan gelora hati yang membara mengulanginya kembali yaitu tangan bergerilya masuk di balik baju Fatia.


"Ini katanya mau rebahan capek kok malah modus sih" protes Fatia.


"Sudah hilang capeknya kalau dekat kamu girl, tidak apa-apa ya cuma pegang pegang aja kok" Jose meminta.


"Ini masih dirumah sakit mas, tidak usah macam macam" larang Fatia lagi


"girl,...... " panggil Jose.


"Ya mas, kenapa?" jawab Fatia.


"Sebetulnya kita nichh malam pertama atau tidur bersama sih" protes Jose.


"Maaf ya mas, aku jadi merasa bersalah, membuat mas harus menahan rasa jadinya" kata Fatia.


"Iya... tapi nanti kalau sudah pulang ke rumah kamu harus membayarnya dobel" kata Jose dengan enteng nya.


"Bayar pakai apa aku tidak punya uang banyak seperti mas kok" protes Fatia pura pura tidak tahu.


"Siapa yang minta bayar dengan uang, maunya di bayar dengan ini aja" jawab Jose sambil mencium bibir Fatia lagi.


Lagi lagi Jose mengulangi bergerilyanya lagi, tanpa mendengar protes dari Fatia yang merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi keinginannya.


"Kapan bisa istirahatnya kalau mas modus terus nich, mau tak laporkan dokter Danny" ucap Fatia sambil bercanda.


Akhirnya malam itu Jose dan Fatia tidur di atas tempat tidur rumah sakit berdua sampai pagi menjelang hanya memeluknya dengan erat walau dengan menahan rasa dengan susah payah.

__ADS_1


__ADS_2