Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 33 Jose Ngidam


__ADS_3

Sore itu Jose ingin mengajak Fatia ke rumah sakit, tetapi Fatia di panggil oleh Abah guru, sehingga terpaksa Jose mengantarkan Fatia ke perguruan silatnya.


Jose mengirim pesan WA kepada Danny bahwa tidak jadi ke rumah sakit, besok pagi saja ke rumah sakitnya katanya.


Kemudian Danny membuat jadwal ulang janji bertemu dokter Tia besok pagi.


Di dalam perguruan silat Fatia bertemu Abah guru ditemani oleh Jose.


"Selamat sore Bah" ucap Fatia sambil mencium punggung tangan Abah guru.


"Selamat sore nak, apa kabar?" jawab Abah guru.


"Alhamdulillah baik, ada apa Abah memanggil saya?" tanya Fatia lagi.


"Ini rencananya bulan depan perguruan silat kita kan mau mengadakan acara ulang tahun, jadi mau mengadakan pertandingan persahabatan antar perguruan silat seluruh wilayah Jawa timur" jelas Abah guru.


"Nah Abah mohon Fatia bisa membantu kegiatan nanti, Abah minta tolong carikan sponsor untuk acara itu" pinta Abah guru.


"Perusahaan kami siap jadi sponsor Abah" Jose langsung menawarkan diri.


"Alhamdulillah, sudah datang satu kan, kau memang membawa keberuntungan" jawab Abah guru senang.


"Baik Abah, kami pamit dulu insyaallah nanti kami bantu" pamit Jose dan Fatia.


Dalam perjalanan pulang Jose melihat bapak penjual kembang gula yang berwarna merah muda.


Air liur Jose seakan hampir menetes melihat kembang gula itu, Jose memarkirkan mobilnya sebentar.


"Mau ngapain mas kok berhenti di sini?" tanya Fatia heran.


"Itu sayang.....ada kembang gula sepertinya enak banget, mas beli dulu ya, daripada nanti ngiler" celoteh Jose senang.


Fatia hanya menggeleng kan kepalanya, terheran heran, aneh sekali akhir akhir ini tingkahnya.


Jose langsung menyantap kembang gula itu di pinggir jalan dengan lahapnya.


"Yang..... sayang mau tidak kembang gulanya?" ucap Jose sambil mengunyah kembang gula itu.


"Mas aja yang makan, itu rasanya manis banget, aku tidak suka" tolak Fatia.


"Ya sudah mas habiskan sendiri kalau gitu" ucap Jose sambil menghabiskan kembang gulanya sendiri.


Sudah habis kembang gulanya mereka lanjutkan perjalanan pulang ke rumah, tetapi sampai di belikan rumah, ada lagi penjual es Doger.


Jose berhenti lagi, membeli es doger dan meminumnya sambil duduk di samping penjual es doger itu.


"Yang.... turun temenin mas minum es doger, ayolah" Jose merayu Fatia.


"Ayo sayang turun" pinta Jose sambil memelas.


"Baiklah.... minta satu lagi es doger nya....Cak" pesan Fatia.


Jose menikmati es doger dengan bahagia, di masukkan ke mulut sesendok demi sesendok sampai habis tanpa tersisa.

__ADS_1


"Sudah selesai mas, atau mau tambah lagi, ini punya ku masih ada" kata Fatia sambil menyodorkan Ed ogernya.


"Ya sini mas habiskan" kata Jose sambil menghabiskan es milik Fatia.


Keesokan paginya Jose muntah muntah lagi, badannya lemas, keringat dingin mengucur deras di tubuhnya.


Fatia langsung memijat tengkuk Jose dengan lembut dan memapahnya ke tempat tidur, kemudian Fatia lari ke dapur minta air hangat kepada bibi Surti.


"Mas minum dulu ya" ajak Fatia


"Sayang... mulut mas rasanya pahit banget" ucap Jose lirih.


"Muntah lagi kah Se, kemarin sore makan apa sih nak?" tanya Ibu Diniya khawatir.


"Jajan kembang gula sama es doger" ucap Fatia jujur.


"Lain kali jangan jajan sembarangan, sudah ke dokter aja yok" perintah ibu Diniya.


"Sudah bu, hari ini janjian sama Danny jam sembilan pagi kita kesana" jawab Fatia.


"Istirahat aja dulu kalau gitu, ibu tinggal ya" kata ibu Diniya sambil keluar kamar.


"Yang..... yang... temenin mas dulu, jangan kemana-mana, sini berbaringlah" pinta Jose manja.


"Kok manja banget sih mas, aku mau mandi dulu, bau belum mandi" celoteh Fatia.


"Nanti aja mandinya" perintah Jose.


"Tok.....tok....tok.." ada ketukan pintu dari luar.


"Iya sebentar" jawab Fatia sambil bangun dan membuka pintu.


"Katanya mau ke dokter nak?" tanya ibu Diniya.


"Iya Bu kami siap siap dulu" jawab Fatia.


Fatia bergegas mandi berganti baju dan membangun kan Jose.


"Mas..... mas ayo bangun, kita jadikan ke dokter" kata Fatia sambil menggoyangkan tangan Jose.


Jose bangun kemudian mandi dan berganti baju yang sudah di siapkan Fatia di ruang ganti. badan Jose segar kembali setelah tidur dengan memeluk Fatia pagi itu.


Jose langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit, disana Danny sudah menunggunya.


"Ayo masuk Se, ajak iparku" titah Danny.


"Dan yang sakit kan aku, kenapa dia yang mau di periksa, inikan ruangan untuk pemeriksaan ibu hamil" protes Jose.


"Jangan protes aja, yang tahu penyakit kan dokter, ayo ikut aja" jawab Danny tidak mau kalah.


"Permisi ya Bu, maaf kapan terakhir kali ibu halangan" tanya dokter Tia.


"Saya lupa dok, soalnya saya tidak teratur jika mentruasi" jelas Fatia.

__ADS_1


"Baiklah bisa kah berbaring sebentar" pinta dokter Tia lagi.


Ada tiga suster dan perawat di ruangan itu, salah satu nya laki laki.


Jose langsung berdiri dan proses pada perawat laki-laki itu.


"Jangan sentuh istriku" bentak Jose.


"Dan, jangan ada laki laki nya kalau memang istriku yang diperiksa, termasuk kau juga keluar, kalau tidak aku tidak jadi periksa disini" kata Jose sambil marah marah.


"Mas.... jangan begitu malu tau" ucap Fatia sambil cemberut.


"Baiklah aku keluar dulu, ayo kau juga ikut, nanti kalau sudah selesai pemeriksaannya panggil aku lagi" jawab Danny sambil keluar ruangan.


Akhirnya perawat itu mengoleskan jel di perut Fatia, dan di tempelkan alat USG yang tersambung ke layar monitor.


"Naaah ini pak ada janin yang tumbuh di perut istri anda, kemungkinan sudah enam Minggu, baik sekarang di cetak dulu ya USG nya" dokter Tia menjelaskan.


"Istriku hamil, Alhamdulillah" ucap Jose senang.


Kemudian suster membersihkan jel yang ada di perut Fatia tadi dan mempersilahkan duduk kembali.


"Tolong bisa panggil dokter Danny lagi, sus" perintah dokter Tia.


"Baik dok" jawab suster singkat.


Setelah Danny masuk kembali baru dokter Tia menerangkan lagi.


"Begini pak, istri anda hamil sudah enam Minggu, masalah mengapa bapak yang akhir akhir ini muntah muntah dan keanehan lainnya itu di sebut ngidam simpatik" keterangan dokter Tia.


"Apa yang di maksud ngidam simpatik dok?" tanya Fatia penasaran.


"Itu maksudnya karena ikatan batin yang kuat biasanya yang merasakan ngidam justru suaminya" jelas Danny.


"Nanti di kasih obat untuk mengurangi rasa mualnya ya, dan juga vitamin agar kandungannya kuat" kata dokter Tia lagi.


"Selamat ya Se... akhirnya mau jadi bapak sebentar lagi" ucap Danny sambil mengulurkan tangannya.


"Ya Dan terima kasih, maaf tadi sempat marah marah" kata Jose senang.


"Maaf satu lagi pak, untuk trimester pertama kehamilan jangan sering hubungan badan dulu ya pak, karena agak rawan" jelas dokter Tia.


"Kok bisa begitu.......?" Jose heran.


______________


Waduh........ Jose


Sabar ya........


mohon dukungan nya yaaaa


like vote dan komentar nya trims.

__ADS_1


__ADS_2