Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 37 Bertemu Yosi


__ADS_3

Hari ini jadwal Fatia wisuda di universitas terkenal di Surabaya, di dampingi oleh suaminya Jose dan juga ibu Diniya dan adiknya Yosi.


Orang tua kandung Fatia tidak bisa hadir karena jarak dan waktu yang menghalangi.


Karena wisudanya dalam keadaan hamil muda Jose terlalu over protektif, mulai dari penampilan yang tidak boleh memakai haighhill, baju harus tertutup atau pun penampilan lainnya.


Fatia hanya bisa pasrah menerima peraturan dari Jose, ini demi kebaikan serta kesehatan anaknya juga.


Jose selalu mengikuti kemanapun Fatia berada waktu wisuda itu, saat peristiwa memindahkan tali toga dan penyerahan sertifikat pun Jose selalu ada di bawah panggung mengawasinya.


Ketika Fatia di panggung di belakangnya berdiri Adi laki laki selalu mencari perhatian Fatia, saat Fatia mau turun dari panggung di bantu oleh Adi dengan memegangi tangannya.


Jose mulai lagi dengan kecemburuan yang mulai tidak masuk akal, sampai di bawah panggung Fatia langsung ditarik oleh Jose.


"Mana tangannya sini sayang, mas cuci tangannya yang di pegang si Adi itu" ucap Jose kesal.


"Mas jangan mulai lagi, dia cuma membantu, tidak ada niat jelek" protes Fatia kesal.


"Tidak boleh ada jejak laki laki sedikitpun ada pada tanganmu, hanya mas aja yang boleh" kata Jose sambil cemberut.


"Sayang ku......" rayu Fatia singkat.


"Lagi yang.... yang... panggil seperti itu lagi" pinta Jose senang.


Sebentarnya Fatia adalah gadis yang tidak romantis, karena melihat Jose yang sebegitunya cemburu gara gara Adi Fatia berinisiatif untuk merayu Jose.


"Sayang ku, listen to me my heart is only for you" Fatia merayu lagi.


"I know, I love you so much" jawab Jose sambil memeluk Fatia dengan erat.


Drama cemburu itu akhirnya berakhir setelah rayuan maut Fatia, sampai proses wisudanya selesai.


Tinggal berfoto bersama dengan teman atau keluarga, Jose justru yang antusias mengambil foto Fatia dengan banyak gaya, baik sendiri, berdua atau bersama keluarga.


Fatia merasa capek dan terduduk di samping Jose dengan tertunduk.


"Sayang capek ya, maaf mas terlalu bersemangat?" kata Jose.


"Ayo mas gendong saja" ucap Jose sambil menggendong Fatia bridal.

__ADS_1


ibu Diniya dan Yosi hanya menggelengkan kepalanya karena Jose yang terlalu over protektif kepada Fatia.


Memang akhir-akhir ini Fatia mudah capek dan mudah mengantuk saat siang hari, sering sekali dia tertidur di kantor saat bekerja menggantikan posisi Rina istri Ardi.


Setelah umur baby Dina berumur tiga bulan, Rina kembali kerja di kantor karena masa cuti hamilnya berakhir.


Baby Dina di asuh oleh neneknya yaitu eyang Tanti ibu kandung Ardi, setelah Rina masuk gantian Fatia yang berhenti bekerja.


Sebetulnya Fatia masih ingin membantu Rina di kantor, tetapi Jose melarangnya karena Fatia merasa mudah capek jika bekerja.


Sementara di kampus Yosi, Purnomo sering berbincang dengan Yosi, Purnomo sering memberi perhatian lebih, memberikan makanan kecil, menawarkan minuman, ataupun menawarkan mengantarkan pulang.


Perhatian Purnomo kepada Yosi layaknya ayah terhadap anaknya, Yosi juga sangat nyaman dengan Purnomo, seperti pendapat perhatian dari ayahnya yang selama ini tidak pernah di kenalnya.


Sepengetahuan Yosi ayahnya sudah meninggal dunia itu cerita ibunya, Yosi juga tahu kalau antara Jose dan Yosi adalah saudara seibu tetapi beda ayah.


Hari Jum'at Purnomo ijin tidak masuk kerja, Yosi mencari informasi tentang keberadaan Purnomo, tetapi tidak mendapatkannya.


Ternyata Purnomo sedang menyelidiki mantan temannya waktu muda yang dendam dengannya.


Purnomo waktu muda mempunyai banyak musuh karena berkecimpung di dunia hitam, narkoba, perampokan, sering keluar masuk club malam dan hal buruk lainnya.


Teman Purnomo itu bernama Badrun dengan julukan Si shadow, orangnya tinggi besar, Hitam dan sangat kejam.


Sejak saat itulah si shadow selalu ingin balas dendam kepada Purnomo, si shadow selalu mencari informasi tentang keberadaan Purnomo.


Saat Purnomo berada di Surabaya, si shadow langsung terbang ke Surabaya meninggalkan kota Jakarta, menyelidiki apa yang dilakukan oleh Purnomo di Surabaya.


Setelah Purnomo mendengar jika si shadow berada di Surabaya, Purnomo tidak ingin di shadow mengetahui tentang Yosi Kurniawan, Purnomo ingin melindungi keberadaan Yosi.


walaupun nyawa taruhannya Purnomo akan selalu melindungi Yosi, teryata betul saja shadow sedang menyelidiki keberadaan Purnomo dan ingin balas dendam, nyawa di bayar dengan nyawa itulah prinsip hidup si shadow.


Selama ini hanya teman akrab Purnomo, Anwar dan Samsul saja yang mengetahui siapa Yosi sebenarnya.


Tetapi tetap saja Purnomo sangat khawatir tentang kedatangan si shadow ke Surabaya, sehingga hari ini Purnomo menyelidikinya.


Baru hari Senin kemudian Yosi melihat Purnomo masuk kerja sebagai sekuriti lagi.


"Kemarin kemana kok bapak tidak masuk kerja?' tanya Yosi.

__ADS_1


"Itu.... itu... kemarin bapak lagi tidak enak badan" jawab Purnomo berbohong.


"Apakah sekarang sudah sudah sehat pak?" tanya Yosi khawatir.


"Sudah nak, tidak usah khawatir, terima kasih sudah perhatian sama bapak" jawab Purnomo sangat bahagia.


Tiba-tiba datang seorang pemuda tampan yang menghampiri mereka berdua.


"Paman, nanti pulang jam berapa?, Irul ikut ya kalau pulangnya sore" pinta Irul dengan penuh harap.


"Iya nak insyaallah sore paman pulang, oya kenalkan ini mahasiswa baru di sini" ucap Purnomo.


"Yosi kenalkan ini Irul keponakan bapak" kata Purnomo lagi.


Mereka saling berjabat tangan dan saling pandang, Yosi sudah tahu siapa Irul, mahasiswa yang tampan tapi di dingin ketua senat dan pandai dalam akademik.


Hanya saja Irul tidak mengenal gadis itu karena dia mahasiswi baru, tetapi setelah pertemuan itu hati Irul seperti tertarik pada Yosi.


Malam hari saat Purnomo dan Anwar lagi minum kopi di ruang keluarga Irul datang bergabung.


"Paman, boleh Irul tanya kah?" kata Irul ragu ragu.


"Ada apa nak?" jawab Purnomo singkat.


"Itu.... itu... gadis yang paman kenalkan tadi....." ucap Irul tidak melanjutkan ucapannya.


"Yosi, nak Irul naksir dia kah?" langsung Purnomo menebak.


"Tahu aja paman ini" kata Irul malu malu.


"Kalau naksir silahkan saja, sepertinya dia masih jomblo, tetapi ingat dia dia itu pandai karate hati hati ya" cerita Purnomo.


"Jurusan apa dia paman?" tanya Irul kemudian.


"Ekonomi bisnis, pintar lo nak dia" usap Purnomo.


"Baiklah paman, terima kasih atas informasinya" jawab Irul bahagia.


Irul lari ke kamar nya dengan hati yang bahagia, dia ingin mencari informasi tentang Yosi terlebih dahulu sebelum mendekati gadis itu.

__ADS_1


Dia mencari melalui internet dan media sosial lainnya, serta mencari informasi melalui fakultas ekonomi dan bisnis.


Karena Irul adalah ketua senat mahasiswa dia lebih mudah mencari informasi tentang gadis cantik bernama Yosi melalui senat kemahasiswaan


__ADS_2