
Jose mengajak masuk di warung bakso itu, dan menarik kursi sedikit kebelakang.
"Please, girl sit in here" ucap Jose sambil menarik kursi.
"Thanks sir" jawab Fatia singkat.
"Girl, mau bakso mercon level berapa?" tanya Jose lagi.
"Level tiga aja, pak" jawab Fatia sambil menunduk.
"Apa minumnya?" Tanya Jose lagi.
"Es jeruk tawar aja" ucap Fatia.
Jose berjalan menuju pedagang bakso itu untuk memesan nya.
"Mana gula jagung nya nanti saya tuang di es jeruk nya?" kata Jose sambil mengulurkan tangannya.
Fatia kaget mendengar ucapan Jose yang tadinya menunduk langsung menatap mata Jose penuh selidik.
"Darimana anda tahu semua itu tentang saya pak?" tanya Fatia heran sambil mengambil gula jagung.
"Kan tadi siang sudah bilang saya mencari mu selama bulan ini" ucap Jose jujur.
Fatia menundukkan kepalanya kembali dan mengingat ucapan bosnya itu tadi siang.
"Boleh kah saya bertanya satu hal lagi girl?" tanya Jose lagi.
"Silahkan saja pak?" jawab Fatia singkat.
"Waktu peristiwa di jalan Muhammad Hatta itu, saya mendapatkan CCTV dari kepolisian dari situlah awal mulanya mencari jejak mu, sebelum meninggalkan tempat itu kau berkata alamat tidak bisa makan seminggu karena kehilangan sepatu, betulkah itu girl?" tanya Jose penasaran.
Fatia tersenyum mengingat peristiwa itu, karena dia saat itu tidak mempunyai banyak uang untuk persediaan makanan dalam satu Minggu.
"He he he, Saya makan kok pak, karena keesokan harinya saya berangkat ke kota Bali selama tiga Minggu, yang kuasa maha adil kok pak, saya beli sepatu dan dapat makan gratis selama tiga minggu setelah menolong anda" jawab Fatia hati hati.
Pelayanan datang membawa pesanan dua mangkuk bakso dan dua gelas minuman dingin.
Setelah pesanan datang Jose menuang gula jagung kedalam es jeruk Fatia dan menyerahkan nya. Jose pesan bakso nya level satu dan es teh manis, mereka menikmati makanan nya dalam diam hanya suara sendok dan garpu yang berbunyi.
"Apakah perlu mencari makan ronde ke tiga" tanya Jose mengawali pembicaraan lagi setelah habis bakso nya.
__ADS_1
"Jangan pak tidak perlu, nanti uang anda habis lho" jawab Fatia sambil tersenyum.
"Cari lagi lah kalau habis, gampang kan" jawab Jose lagi
"Oya girl, sepatu nya sudah ketemu lho, ada di rumah, kemarin pihak kepolisian menyerahkan nya, besok saya bawakan ke kantor ya?" ucap Jose lagi.
"Masih ada kah, Alhamdulillah terima kasih, itu sepatu kesayangan ku" jawab Fatia dengan mata berbinar.
Jose membayar bakso nya kepada pedagang itu dan mengajak Fatia keluar dari sana.
"Ini kita jalan ke taman dulu ya, jangan pulang masih sore" kata Jose lagi.
Mereka berjalan beriringan di taman itu, hati Jose menghangat bisa jalan-jalan berdua dengan Fatia, selama ini dia tidak pernah mengalami nya.
"Ooooo seperti ini ya.....rasanya jalan bareng gadis cantik" goda Jose
"Masak sih pak, emang tidak pernah jalan sama pacarnya kah pak?" tanya Fatia.
"Saya kan tidak punya pacar, girl" akunya Jose dengan jujur.
"seorang pimpinan perusahaan pasti banyak yang mengejar anda pak, masak tidak punya pacar?" tanya Fatia sambil jalan tapi agak menunduk.
"Nanti lain kali aja saya ceritakan kenapa nya ok" ucap Jose singkat.
"boleh kah saya tanya tentang kuliah mu girl?" tanya Jose.
"Ini saya mulai menyusun tesis sambil magang, mungkin dalam lima bulan ke depan insyaallah saya sudah selesai" jawab Fatia.
"Apa yang akan kau lakukan setelah lulus kuliah?" tanya Jose lagi.
Fatia menundukkan kepalanya lagi dan mengerutkan keningnya berpikir sejenak.
"Entahlah, belum ada planning kesana sih" jawab Fatia sambil mengangkat kedua bahunya.
"Eee....Ada pertunjukan di sebelah sana, boleh kah saya melihatnya" tanya Fatia sambil lari kecil meninggalkan Jose di belakang.
Disitu ada sekelompok pemuda dengan seragam karate nya sedang mengadakan petunjuk amal untuk membantu bencana alam.
"Maaf bapak, ibu dan teman-teman, kami mengharapkan keridhoan anda semua untuk membantu bencana alam seikhlasnya, atau ada yang menyumbang pertunjukan juga kami persilahkan" kata koordinator perguruan karate itu.
Ada tiga pemuda yang menunjukkan bela diri tangan kosong, ada 5 pemuda yang menggunakan Toya, ada kayu panjang yang berdiri di samping kotak kardus yang belum di pergunakan untuk pertunjukan.
__ADS_1
Pertunjukan itu di sertai musik pendukung seperti di film yang berlatar laga, sangat menggugah hati, dan di tonton melingkari pertunjukan itu.
Fatia yang notabene karateka sejati tergerak hatinya karena cuma sedikit yang memberikan sumbangan padahal banyak orang yang sedang menonton nya.
"Maaf pak, saya bantu mereka sebentar ya" ijin Fatia pada Jose yang hanya di jawab dengan anggukan.
Fatia mendekati koordinator dan meminta izin untuk mengikuti pertunjukan dalam lingkaran arena itu.
Walaupun Fatia hanya menggenakan celana Levis dan kaos berkerah tanpa seragam karate, tetapi Fatia tidak mengalami kesulitan dalam gerakan nya.
Fatia mengambil tongkat panjang yang berada di samping kardus dan mulai memutar-mutar nya, langkah kaki Fatia kokoh membuat kuda-kuda, terkadang dia melompat ke udara dan menghentakkan tongkatnya dengan cekatan.
Fatia dengan lincahnya memainkan tongkatnya, dari depan ke belakang serta samping kanan dan kiri.
Mata Jose mengikuti kemana arah gerakan badan Fatia tanpa berkedip sedikit pun, yang awalnya anggun dalam bergerak tetapi setelah melihat pertunjukan itu Fatia sangat terlihat tangguh dan handal serta kuat.
Tepuk tangan gemuruh menggema di taman itu, banyak orang yang mengagumi gerakan nya.
Dengan spontan Jose memegang kardus kotak amal itu dan di bawanya berputar meminta sumbangan seikhlasnya.
Tanpa terasa kardus kotak amal tersebut penuh dengan uang sumbangan dari orang-orang yang menyaksikan pertunjukan Fatia.
Para pemuda itu mengucapkan terima kasih atas bantuan Fatia, mereka minta izin agar Fatia menjadi guru karatenya.
Jose hanya tersenyum simpul melihat para pemuda itu yang mengaguminya.
"Ternyata gadis ini sangat tangguh di balik keanggunan dari sikapnya, aku semakin tergila-gila pada nya" gumam Jose sambil tersenyum.
Tanpa mereka sadari ada seorang yang meng-upload aksi Fatia di YouTube saat itu juga.
Pertunjukan selesai, waktu pun beranjak malam, Jose mengantarkan Fatia pulang ke kos-kosan.
"Istirahat lah, besok kita harus kerja" pesan Jose.
"Baik pak, terimakasih sudah traktir bakso yang lezat" jawab Fatia.
"Apa kau sangat menyukainya girl?" tanya Jose lagi.
"Hhhm.... Assalamualaikum pak, sampai ketemu besok" ucap Fatia sambil berjalan masuk rumah kos-kosan.
"Walaikum salam, sampai ketemu besok"
__ADS_1
Jose menatap Fatia masuk kos-kosan itu sampai menghilang di balik pintu dan memutar mobilnya pulang dengan hati yang bahagia.