
Penculikan biasanya akan menyembunyikan penculiknya dengan sembunyi-sembunyi, tetapi tidak dengan shadow.
Tujuan shadow ingin menyiksa Purnomo lahir dan batin, shadow justru mengirim pesan dan foto Yosi lewat WA agar dia segera datang sendiri.
Dilarang membawa teman ataupun melaporkannya kepada polisi, ini hanya urusan mereka berdua saja.
Tanpa melibatkan anak buah shadow juga, akan berhadapan layaknya Koboy yang saling berhadapan dengan gentelmen.
Anak buahnya hanya ditugaskan oleh shadow untuk mengawasi dan menangkap saja, selebihnya itu urusan pribadi mereka berdua.
Anak buah shadow hanya berjaga jaga di luar markas tanpa boleh mencampuri urusan bosnya itu.
Tetapi semua di luar prediksi shadow, karena yang di culik adalah seorang gadis walaupun masih belia tetapi memiliki sabuk hitam karate ternama di Surabaya.
Kemampuan seseorang Yosi Kurniawan tidak kalah dengan kemampuan Fatia dalam beladiri, sebelas dua belas istilahnya selisihnya.
Setelah sadar dari obat bius yabg digunakan untuk membekap mulut Yosi tadi, dan sadar dirinya di culik oleh orang yang tidak di kenalnya, Yosi mulai mengenali daerah sekitarnya.
Yosi hanya diletakkan di atas tempat tidur dan tidak di ikat tangan dan kakinya, sehingga dia lebih mudah menyusun setrateginya.
Yosi tidak membawa tasnya tetapi handphonenya ada di dalam kantong celana, Yosi mengirim kode SOS yang hanya di ketahui oleh anggota karate saja, mereka memang membuatkan kata sandi khusus jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Di rumah Fatia sedang menyusui baby Al handphonenya mendapatkan notifikasi yang berbeda dari biasanya, nadanya memang di buat khusus oleh Fatia agar mudah di ketahui.
"Bib..... bib....bib..."
Seketika Fatia bangun dan mengambil handphonenya.
"S.yosi.OS KPS" tulis Yosi dalam pesannya.
Langsung Fatia memanggil Jose, saat itu Jose sedang berada di ruang kerja nya.
"Yahnda..., yahnda... " panggil Fatia sambil berlari mendekatinya.
"Ya Bun, ada apa? mana baby Al?" tanya Jose kaget.
"baby Al tidur, Yosi kirim pesan ke bunda, dia dalam bahaya" kata Fatia gugup.
"Sebentar yahnda telpon Syaiful dulu" jawab Jose cepat.
Jose menghubungi Syaiful dengan cepat, kemudian menghubungi Ardi dan pengawal Yosi.
Ternyata Syaiful dan anggota kepolisian sudah mengetahui penculikan itu, karena memang dari kemarin sudah mengawasi mereka.
Kepolisian, pengawal Jose berangkat ke TKP hampir bersamaan, yang pertama berangkat ke TKP adalah Purnomo, karena memang dia yang mendapatkan informasi terlebih dahulu.
__ADS_1
Purnomo langsung masuk ke markas itu tanpa melihat kiri dan kanan, dia tahu betul tidak akan di shadow menyerangnya dari belakang.
Anak buah shadow mengetahui kedatangan Purnomo langsung mempersilahkannya masuk.
"Akhirnya kau datang juga" celoteh shadow.
"Jangan melibatkan banyak orang, aku mohon, ini tentang kita saja" pinta Purnomo.
"Memang aku tidak tahu siapa Yosi Kurniawan?" celoteh shadow.
Dalam waktu yang bersamaan Yosi mengendap endap mendengarkan percakapan antara Purnomo dan shadow.
"Dari mana kamu tahu kalau Yosi adalah putri kandungku" tanya Purnomo penasaran.
"Kamu tidak perlu tahu, yang jelas nyawa di bayar dengan nyawa, kau harus merasakan bagaimana di tinggalkan orang yang sangat kau cintai" kata shadow marah.
Sedangkan dibalik dinding itu Yosi duduk lemas mendengar bahwa Purnomo adalah ayah kandungnya.
Setahu Yosi selama ini ayah kandungnya sudah meninggal dunia sejak Yosi lahir, selama ini baik ibu Diniya ataupun Jose tidak pernah menceritakan tentang ayah kandungnya.
Diluar markas sudah di kepung oleh pihak kepolisian dan pengawal Jose, sudah hampir di lumpuhkan semua anak buah shadow tetapi yang di dalam belum menyadarinya.
Karena Purnomo tidak mendatangkan jawaban yang sesuai akhirnya Purnomo mengeluarkan pistol yang sudah disiapkan sebelumnya.
"Kamu lupa kalau putrimu ada padaku, silahkan saja tembak aku, kau akan menemukan putrimu mati di tangan anak buahku" kata shadow santai.
"Kau tidak tahu bagaimana putriku, dia gadis yang tangguh, tidak akan mudah kau melumpuhkan dia, kalau tidak dengan curang yang seperti kau lakukan saat kau menangkapnya" celoteh Purnomo yang membuat shadow marah.
Dibalik dinding itu Yosi mendengar semua, tidak sengaja saat bersandar, dia terjatuh karena dinding triplek yang rapuh.
"Brakkkkkk.... aarh....." Yosi terjatuh.
"Dooooor" sepontan shadow melepaskan tembakan ke arah Yosi tetapi meleset.
"Yosi...... " teriak Purnomo sambil berlari kearah Yosi.
"Dooooor.......dooooor" tembakan shadow kedua dan ketiga.
Purnomo berlari tanpa melihat ke bawah dan menginjak kayu tajam tidak di rasakannya, Purnomo pelompat bersamaan tembakan ke tiga shadow, yang kedua meleset kearah samping, tetapi peluru yang ketiga tepat bersarang di dada Purnomo.
Purnomo masih sempat melindungi tubuh Yosi yang terjatuh, dan akhirnya Purnomo berbalik badan dan.
"Dooooor..... dooooor....dooooor" suara pistol Purnomo.
peluru Purnomo tepat terarah ke kepala leher dan dada shadow, seketika shadow tersungkur. tak berdaya dan mati seketika.
__ADS_1
Seketika Yosi bangun dan menghampiri Purnomo yang sudah terkena tembakan di dada, dan terluka robek di telapak kaki.
"Pak..... pak..... apakah anda baik baik saja?" yang Yosi sambil menggoyangkan badan Purnomo yang sudah lemah karena darah terus keluar dari kedua lukanya.
Yosi merobek baju bagian lengannya yang saat itu dia mengenakan lengan panjang, robekan lengan baju sebelah kiri untuk mengikat kaki, dan sebelah kanannya untuk luka yang di dada untuk menghentikan pendarahannya.
Bersamaan datang antara pasukan kepolisian dan pengawal Jose sudah bisa melumpuhkan kan semua anak buah shadow, dan masuk kedalam mencari keberadaan Purnomo, shadow dan Yosi.
"Pak.....pak ayolah bangun, anda masih punya hutang penjelasan tentang tentang kebenaran kalau saya adalah putri anda" perintah Yosi.
Purnomo hanya melipat dan menyatukan tangan di atas dadanya yang terluka, sambil mengeluarkan air matanya.
Bersamaan dengan itu datanglah Syaiful dan anggota polisi lainnya.
"Yosi..... Yosi...." panggil Syaiful.
"Mas...... Yosi disini" jawab Yosi sambil jongkok di samping Purnomo.
"Tolong dia mas, tertembak karena menyelamatkan nyawa saya, cepat mas" perintah Yosi.
"Jose..... Ardi disini Yosi nya" teriak Syaiful dengan kencang.
Jose, Ardi dan para pengawalnya mendekati Yosi dan Purnomo yang terluka.
"Are you ok Yosi?" tanya Jose.
"Mas.....mas.....hu...hu...hu" seketika Yosi lari dan memeluk Jose dengan erat.
"Siapa dia mas...... siapa dia mas ayo mas katakan hu.... hu huu" tanya Yosi sambil menunjuk arah Purnomo yang masih berbaring.
"Cepat panggil ambulance" perintah Syaiful kepada anggota kepolisian.
Jose hanya berdiri mematung dan memeluk Yosi dan tidak menjawab sepatah katapun atas pertanyaan Yosi.
"Mas..... apakah betul kalau dia adalah bapak kandung ku" tanya Yosi.
_____________________
S.Yosi.OS.KPS adalah artinya
S.Yosi.OS kode kode Yosi minta bantuan.
KPS adalah singkatan kasus
penculikan sendirian.
__ADS_1