
Triana keluar dari kamar hotel dengan cepat tanpa ada yang mencurigai, suasana hotel itu juga sepi karena waktu sudah lebih dari tengah malam.
Berjalan keluar hotel dan membuang pisau kecil yang terkena darah itu di selokan kecil depan hotel.
Triana langsung naik taksi yang kebetulan lewat, ke arah apartemen mewahnya, membuka baju, sarung tangan, kaca mata, sepatu vantopel dan wig nya lalu memasukkan ke sebuah koper di atas lemari.
Triana masuk ke kamar mandi dibawah shower air hangat beberapa saat sambil menangis.
Pagi harinya Triana berada asistennya naik pesawat komersil penerbangan pertama ke Surabaya bersama rombongan model yang lain.
______________________
Sementara keluarga Jose sudah tiga hari ini berada di Ngawi, Mark ingin mengikrarkan dua kalimat syahadat di depan besannya yaitu pak Haji.
Fatia juga ingin memberikan oleh oleh yang di belinya dari Manhattan USA kemarin kepada seluruh keluarga besar di Ngawi.
Dua hari yang lalu Mark sudah mengucapkan dua kalimat syahadat itu di masjid di saksikan oleh para santri dan masyarakat sekitar.
Semua tetangga Fatia sangat bangga bukan cuma satu tetapi ada dua bule bersongkok sebagai jamaah masjid pak Haji.
Hari ini tepatnya sehabis zuhur rencananya Jose dan keluarga akan berpamitan pulang ke Surabaya.
Setelah sarapan pagi kedua keluarga bercengkerama di ruang keluarga sambil menonton berita pagi televisi.
Seorang pembawa berita itu membacakan ada laki laki bule yang berasal dari Manhattan USA terbunuh di sebuah hotel bintang lima dengan keadaan tanpa busana bernama Arnold Smith.
"Jose.... look at it?".
"Yes Ded"
Semua orang ikut memperhatikan berita itu "dengan seksama.
"Siapa dia?" Tanya pak Haji.
"Itu teman Dedy dari USA, bapak" jawab Jose cepat.
"Inna ilaihi wa innailaihi rojiun"
Semua orang juga mengungkapkan kalimat itu dengan serentak.
__ADS_1
"Ajarin aku kalimat itu juga" pinta Mark kepada Jose.
Jose membimbing merk mengucapkannya, setelah selesai Jose meminta Dedy nya menghubungi Arnold.
Tetapi handphone Arnold tidak aktif, sudah hampir sepuluh kali Mark menghubunginya tetap saja ada di luar jangkauan.
Jose kemudian menghubungi Syaiful menceritakan semua tentang Arnold, dan sepak terjangnya.
Syaiful menyarankan pulang terlebih dahulu ke Surabaya, baru nanti berangkat ke Jakarta bersama sama.
Akhirnya Jose meminta ijin kepada bapak mertuanya untuk pulang sekarang karena helikopter juga sudah stand by di lapangan dekat desa orang tua Fatia.
Hati Mark sangat terluka dan syok, bagaimanapun juga perkenalan Arnold dengan Triana adalah atas ide Mark, tetapi justru dia yang menjadi korban.
Mark hanya berharap yang terbunuh di hotel bintang lima di Jakarta itu bukan teman kasanova nya.
Jose menghubungi pilotnya untuk bersiap siap terbang sekarang, dan tidak lupa menghubungi walikota Ridwan meminta maaf tidak jadi mampir karena adanya insiden Arnold teman Mark Dedy nya.
Oleh oleh di titipkan pada mbak Mona, besok keluarga pak Haji akan bersilaturahmi ke sana setelah sholat Zuhur.
Mereka langsung berangkat setelah berpamitan dengan seluruh keluarga besar pak Haji dan terbang langsung menuju Surabaya.
Pilot di minta tetap stand by di tempat karena dalam satu jam ke depan akan terbang lagi ke Jakarta.
Mark memberikan bukti-bukti tentang kebersamaan antara mereka berdua selama satu Minggu ini di Jakarta.
Mark, Jose dan Syaiful berangkat ke Jakarta, di rumah dan perusahaan diserahkan oleh Ardi dan om Rio
Sedangkan Triana melakukan pemotretan dari jam sembilan pagi sampai jam satu siang selama tiga hari.
Selebihnya Triana mulai mengawasi keluarga Jose menggunakan mobil milik adiknya yang kuliah di Surabaya.
Triana tidak mau di temani oleh asistennya ataupun adiknya selama berpetualang mengawasi keluarga Jose, karena sudah hafal jalanan kota Surabaya.
Sudah tiga hari ini Jose berada di Jakarta, dan sudah tiga hari juga Triana mengawasi gerak-gerik keluarga Jose.
Triana juga sudah mengetahui bahwa Jose dam Mark berada di Jakarta.
Hari keempat Triana sudah tidak ada pemotretan jadi mulai pagi dia sudah mengawasi gerak-gerik keluarga Jose.
__ADS_1
Jam sembilan pagi ibu Diniya berniat berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar dengan naik mobil online.
Sampai di pertigaan jalan Triana menabrak mobil online Ibu Diniya dari samping, sehingga Ibu Diniya terjepit mobil itu sedangkan sopir mobil online itu tidak mengalami cidera.
Triana mundur dan melarikan diri dari kecelakaan itu, sedangkan ibu Diniya terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit dimana Danny bertugas.
Di Jakarta Jose, Mark dan Syaiful memastikan jika tamu yang mendatangi Arnold di hotel di hari pertama dan hari terakhir sebelum terbunuh adalah Triana, siluet tubuh Triana walaupun menggunakan baju laki-laki.
Waktu kedatangan dan meninggal dunia Arnold juga tepat sesuai analisa kepolisian, hanya bukti yang belum di kantongi oleh kepolisian itu.
Mark mengurus jenazah Arnold untuk di terbangkan dengan pesawat ke Manhattan hari ini juga setelah di otopsi selesai oleh pihak yang berwajib.
"I am sorry my friend, maafkan kami Arnold, kau terlihat dalam masalah keluarga kami, justru kau yang jadi korban" kata Mark Sebelum mengangkat peti jenazah Arnold menuju ke pesawat.
Hari itu kepolisian menurunkan anjing pelacak untuk mencari jejak senjata tajam yang digunakan oleh pelaku, karena dari CCTV pelaku berdiri sebentar di depan parit kecil depan hotel.
Anjing pelacak itu akhirnya menemukan pisau kecil yang di pergunakan untuk menusuk Arnold yang sudah mulai mengering darah yang menempel di pisau itu.
Setelah mendapatkan bukti dan saksi mata kepolisian mencari alamat Triana, dan mendatangi apartemen Triana ternyata dalam keadaan kosong.
kepolisian itu mengintrogasi sekuriti apartemen itu, ada sekuriti yang berjaga malam hari mengatakan selama satu Minggu ini ada seorang laki-laki bule yang tiap malam datang pukul sebelas malam dan pulang lima pagi.
Dan sekuriti yang berjaga pagi juga menceritakan Senin pagi Triana membawa koper keluar apartemen sendirian.
Kemudian kepolisian mendatangi agensi dimana Triana bergabung selama ini, Mereka menceritakan bahwa Triana bersama rombongan sedang melakukan pemotretan selama tiga hari di Surabaya.
Rombongan sudah sampai Jakarta hari ini pukul sembilan pagi, tetapi Triana tidak ikut pulang dengan alasan rindu dengan orang tuanya yang tinggal di Surabaya.
Pihak berwajib memanggil asisten Triana yang sudah tiba di Jakarta, pihak kepolisian juga meminta asisten Triana untuk membukakan pintu apartemen untuk melakukan penggeledahan.
Ditemukan di dalam koper di atas lemari baju yang dipakai Triana terakhir saat mengunjungi Arnold di hotel.
Sudah cukup bukti kuat untuk menuduh Triana sebagai pelaku pembunuhan Arnold Smith.
Syaiful mendapatkan informasi dari kepolisian bahwa Triana berada di Surabaya, dan bersamaan dengan itu Jose mendapatkan telepon dari Yosi.
"Kring..... kring...... kring..."
"Mas jose....hu..hu..hu.hu...ibu mas hu hu ibu"
__ADS_1
"Yosi.....dik.... ibu kenapa?.
"Ibu kecelakaan mas..... cepat pulang....hu..hu"