Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 31 Pasangan Pengantin Yang Viral


__ADS_3

Rombongan sampai di rumah walikota Ridwan di sambut oleh mertua Ridwan, mereka mandi dan istirahat sebentar.


Pada malam harinya rombongan jalan jalan alun-alun Ngawi, cuacanya sangat cerah, banyak pertunjukan musik Jawa, kuliner khas, serta pedagang kaki lima yang berjualan berbagai macam jenisnya.


Jose jalan bergandengan tangan dengan Fatia, sangat mesra, setiap orang melihatnya dengan senyum senyum, sangat serasi katanya.


Tetapi justru teman temannya menggelengkan kepalanya karena terlalu bucinnya seorang Jose, seakan dunia milik berdua saja yang lain pada ngontrak.


"Se.... tau tempat ngapa kalau bermesraan" ledek Syaiful.


"Tidak usah syirik, mesra dengan istri sendiri kan boleh to" jawab Jose sekenanya.


"Ha ha ha dasar Jose bucin" Kadek Danny juga.


Semua rombongan pada tertawa gembira, banyak yang belanja oleh-oleh, makanan khas dan melihat lihat pertunjukan musik.


Ada seorang ibu yang sedang berteriak-teriak.


"Copet....... copet....... copet"


ada seorang laki-laki yang berlari ke arah Fatia dan Jose sambil memegangi dompet itu tadi.


Fatia langsung bersiap dengan kuda-kuda yang kokoh dan menendang copet itu.


"Ciiyaaaaaa"


"Brukkkk....."


"Aduh aaaaargh...." teriak copetnya.


"Mas ambil dompetnya" bisik Fatia ditelinga Jose sambil memeluknya dari belakang.


Jose langsung merebut dompet itu saat copetnya masih terbaring di jalan aspal karena tendangan kaki Fatia, dan memberikan kepada ibu itu.


Spontan semua pengunjung datang berlari dan membantu Jose untuk menangkap copet itu termasuk rombongan Jose.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Syaiful yang notabene seorang polisi.


"Iya we are ok" jawab Jose singkat.


"Awas......awas jangan main hakim sendiri" pinta walikota Ridwan.


"Waaah ada walikota, selamat malam pak" celetuk salah satu warga.


"Selamat malam semuanya, mohon jangan main hakim sendiri ya, kita serahkan semua pada yang berwajib" ucap Syaiful sambil mengacungkan tanda pengenal polisinya agar warga tentang tidak main hakim sendiri.


Akhirnya ada patroli polisi datang dan membawa copet itu ke kantor polisi.


"Selamat malam komandan, kami bawa tersangkanya" ucap salah satu polisi yang melihat tanda pengenal Syaiful sambil hormat.


"Malam, silahkan" jawab Syaiful singkat.

__ADS_1


Semua masyarakat langsung berkerumun bersalaman dengan rombongan kami satu persatu.


Kami kembali ke rumah walikota Ridwan setelah pukul sepuluh malam, dan beristirahat.


Di rumah dinas Ridwan ada beberapa kamar tamu yang biasanya digunakan untuk tamu yang datang.


Jose dan Fatia berada di kamar tamu paling pinggir.


"Jose kamu kamarnya itu yang paling ujung" pinta Danny


"Kenapa begitu?" tanya Jose penasaran.


"Kalau lagi bergerilya tidak terdengar sampai mana mana bos" goda Ardi.


"Kalian bisa aja, dari kemarin meledek terus, awas ya" ancam Jose.


Semua tertawa bersama-sama sambil masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.


Jose dan Fatia masuk kamar, dan ingin mandi karena kegerahan habis jalan jalan tadi.


"Yang.... ayo bareng aja mandinya, dari kemarin tidak bisa terus" ajak Jose.


"Tidak aaah, nanti mas modus lagi" protes Fatia.


"Modus sama istri sendiri kan tidak apa-apa" rayu Jose sambil merangkul pinggang Fatia.


"Ayolah, keburu malam" Jose merayu lagi.


Awalnya menggosok punggung Fatia, memeluk nya dari belakang meraba gunung kembarnya, membuat tanda kepemilikan di tubuh Fatia.


Fatia hanya mendesah lirih dengan setiap sentuhan Jose, lama kelamaan semakin dalam sentuhan Jose, desahan demi desahan kecil Fatia semakin membuat Jose bahagia.


Jose langsung membopong Fatia di tempat tidur dengan diusapkan handuk agar tidak basah tempat tidurnya.


Selanjutnya Jose melanjutkan gerilyanya, mencium bibir, sampai hampir habis nafasnya, turun ke leher kebawah lebih gunung kembar dan ke bawah lagi, dan menyatukan keduanya sampai ke klimaksnya.


Jose terbaring di samping Fatia, memeluknya tertidur sampai pagi dengan hati yang bahagia, berbunga bunga sampai tidak bisa di gambarkan dengan kata kata.


Pagi harinya, setelah semua mandi dan sholat subuh, mereka berkumpul di ruangan meja makan untuk sarapan pagi.


Kemudian berkumpul di gazebo sambil menikmati udara pagi yang cerah.


"Ini kok ada acara pernikahan dengan baksos kita, dan penangkapan copet tadi malam lagi viral di YouTube mas" tanya Fatia kepada Jose sambil menunjukkan handphonenya.


"Coba lihat yang" jawab Jose sambil memeluk pinggang Fatia.


"Nah.....nah mulai lagi, ada apa sih Se?" protes Danny.


"Ini siapa yang mem-viralkan nya?" tanya Jose lagi.


"Ooooo itu paling istriku" jawab Ridwan singkat.

__ADS_1


"Ini ada juga di surat kabar ternama di Jawa timur Se" tunjuk Syaiful sambil menyodorkan surat kabar itu.


Betul saja kabar pernikahan Jose beserta foto lengkap keluarganya terpampang jelas di surat kabar itu.


Pernikahan unik disertai baksos dan pengantin baru menangkap copet adalah judul kabar yang viral hari itu.


Surat kabar itu tersebar ke seluruh wilayah Jawa timur, sampai juga di kota Madura.


Betul saja di tangan laki laki paruh baya yang memegang surat kabar itu dengan tangan gemetarnya.


Dialah mantan asisten Mark Jose, Purnomo memandang wajah ibu Diniya dan adik Jose Yosi dengan seksama.


Mengapa ada getaran hati Purnomo memandang kedua wajah itu, dia langsung teringat kembali peristiwa yang dia lakukan pada masa lalu kepada ibu Diniya.


Hatinya menangis menyesali apa yang dia lakukan saat itu.


Setelah peristiwa itu Purnomo dan anak buahnya perampok di sebuah bank swasta dan tertangkap serta di penjara selama sepuluh tahun.


Selesai hukumannya Purnomo tinggal sendiri di kota Madura dan tidak pernah menikah,


hanya penyesalan lah yang ada di hati Purnomo saat ini.


Tetapi setelah melihat kabar di surat kabar itu Purnomo ingin menyelidiki siapa Yosi sebenarnya.


Purnomo mencari informasi tentang keluarga Jose melalui internet dan media sosial lainnya.


Dikumpulkan informasi itu dengan tujuan untuk modal mencari gadis itu kelak.


Saat ini Purnomo mempunyai usaha toko sofenir oleh-oleh khas Madura yang di kelola oleh orang kepercayaannya di kota Madura.


Kemudian Purnomo berangkat ke Surabaya dengan mobil pribadinya dan mencari kontrakan di jalan Bung Tomo.


Sementara itu Jose dan rombongan juga pulang menuju Surabaya dengan mobil masing masing kembali kerumah dan rutinitas kesehariannya.


Jose mulai bekerja seperti biasanya, Fatia mulai mengerjakan tesisnya sebagai syarat kelulusan kuliahnya.


Yosi sudah menyelesaikan ujian akhir SMU nya tinggal menunggu Ijasah nya keluar.


Bulan depan sekolahan Yosi aja mengadakan perpisahan sekolah, sementara dua bulan lagi Fatia akan di wisuda kelulusan kuliah S2.


Yosi berencana akan kuliah di universitas ternama di Surabaya dengan jurusan ekonomi bisnis seperti mas Jose.


______________


hai........... guys.......


mohon dukungan nya......


like, vote dan komentar nya trims


I love you all

__ADS_1


__ADS_2