
Tepat pukul lima sore Jose keluar dari kantor, mengeluarkan mobilnya menuju kafe yang di sebutkan Dedy nya tadi.
Sedangkan Triana belum tiba di kafe, tetapi Mark dan Fatia yang sedang menggendong Al sudah mengawasi dari pojok kafe membelakangi pintu masuk.
Pertama mereka melihat sosok Triana memasuki area kafe dengan percaya diri, masih mengawasi suasana itu dan melihat apakah Jose sudah tiba.
kedua Jose membuka pintu kafe mencari keberadaan Mark yang telah lama menunggunya.
Tetapi justru Jose melihat Triana yang berdiri terpaku dan tersenyum manis ke arahnya.
"Jose... kamu disini juga kebetulan..... ayo aku mau bicara sebentar?".
"Maaf aku sedang mencari Dedy ku bukan kamu".
"Ayolah sebentar saja... dari kemarin aku mencari kesempatan untuk bertemu denganmu... please".
Triana menarik tangan Jose dan berusaha memeluknya, tetapi Jose menahan dengan tangan sebelahnya menghindari pertemuan dua tubuh yang bukan muhrim.
"Baiklah tetapi lepaskan tanganmu terlebih dahulu".
Triana tersenyum dan melepaskan tangan Jose serta duduk di kursi, serta memesan makanan ringan dan softdrink kepada pelayan kafe itu.
"Silahkan duduk, ayolah tidak lama kok".
Jose akhirnya duduk di depan Triana dengan terpaksa dengan sangat kesal.
"Cepat katakan apa sebenarnya mau mu, aku sedang mencari Dedy ku?".
Triana mencoba meraih tangan Jose yang saat itu berada di pinggir meja, tetapi Jose menarik tangannya dengan cepat sehingga tangan Triana tidak sempat meraihnya.
"Jose.... apakah kamu mencintai istrimu?, apakah istrimu bisa memuaskanmu?".
"Apa maksudnya dengan pertanyaan itu?".
"Aku rela memuaskanmu jika istrimu tidak bisa, mengingat waktu itu saat kita berada di hotel itu.......... ?"
Triana tidak melanjutkan ucapannya karena ingin memancing reaksi Jose.
"Maaf... Triana... aku tidak mau melanjutkan percakapan ini, wanita aneh"
Jose berdiri, memundurkan kursinya ingin meninggalkan tempat itu.
"Aku akan mengirimkan pertemuan kita ini kepada istri mu jika kau pergi dari sini, lihat lah ini"
Triana menunjukkan foto yang Triana ambil diam diam saat baru bertemu, ketika Triana memegang tangan Jose.
__ADS_1
"Si....alan.....apa sih sebenarnya mau mu?".
Jose duduk lagi di kursi dengan kesal dan menatap tajam ke arah Triana.
"Jangan marah dong sayang.... aku hanya ingin bersamamu sekali saja please...."
"Sayang....sayang.... sembarang saja, aku bukan sayangmu".
"Jose... untuk sementara kita sampai disini dulu ya.... aku lagi ada urusan mendadak, jangan lupa jika aku hubungi kau tidak datang, Foto ini akan aku kirim kepada istrimu ingat itu".
Jose bernafas dengan berat, tanpa berkata sepatah katapun, melihat Triana melangkah keluar kafe dengan penuh kemenangan.
Jose masih terpaku duduk di kursi sampai mendengar suara.
"Yayah.....Yayah.....Yayah.....".
Jose sangat mengenal suara itu, kemudian menengok ke kanan dan kiri mencari suara itu, dan menemukan tiga sosok yang sangat di cintai nya itu.
"Al.... sayang... mengapa kalian ada disini?".
Fatia tersenyum, mencium pipi suaminya dengan lembut.
"Maaf.... membuatmu emosi, semua ini rencana kami".
"Jadi kalian mengetahui pertemuanku dengan wanita yang tidak jelas itu?".
"Syukur lah, aku sempat takut".
"Kenapa harus takut, kalau kau tidak melakukan kesalahan" Fatia berkata itu sambil menatap dengan sendu.
"Aku takut kehilanganmu sayangku".
Jose langsung mencium bibir Fatia tanpa malu-malu walaupun di depan Dedy nya.
"Sudah... ayo kita pulang... nanti kita bicarakan dirumah strategi selanjutnya" ajak Mark sambil meraih Al dan menggendongnya.
"Kita makan dulu Ded, kebetulan aku lapar tadi siang tidak sempat makan"
"Kebiasaan kalau kerja lupa makan ya... nanti kalau sakit bagaimana?" jawab Fatia kesal.
"Tidak ada lebel halal disini sebaiknya kita makan di tempat lain saja yang ada lebel halal nya" ajak Fatia lagi dan berjalan keluar Kafe serta diikuti oleh Jose dan Mark dengan cepat.
Mereka menuju rumah makan yang tidak jauh dari posisi Kafe itu, restauran milik warga Malaysia tinggal tinggal disana dan ada Lebel halal di depan pintu restauran.
Masuk restauran itu mereka langsung mencari tempat duduk yang kosong, dan ada pelayanan yang mendekati mereka memberikan daftar buku menu.
__ADS_1
Jose langsung memesan nasi lemak untuk dirinya, soto untuk putranya Al.
"Bun....mau makan apa?" dan Dedy what do you want?.
"Rawon saja yah".
"Nasi lemak boleh, my Son".
Semua makan dengan lahap, sesekali Jose dan Fatia bergantian menyuapi Al.
Barulah mereka pulang dengan perut kenyang dan hati yang sangat bahagia, karena masalah bisa diselesaikan dengan baik sepertinya.
Langsung mandi dan beristirahat sejenak saat mereka tiba di rumah, baru setelah sholat isya dan menidurkan Al, mereka bertiga bermusyawarah menyusun strategi untuk menghadapi siasat Triana selanjutnya.
Bertiga sepakat jika nanti di minta Triana datang ke hotelnya, Jose harus menemuinya malam hari karena alasan pekerjaan yang menumpuk.
Mark menghubungi temannya yang seorang petualang cinta atau disebut kasanova cinta untuk membantunya bernama Arnold.
Mark menceritakan bahwa wanita itu seorang foto model, teman Mark sangat semangat ingin cepat bertemu dengan Triana gadis seksi itu.
Dua hari kemudian Triana menghubungi Jose ingin mengajak bertemu di sebuah restauran hotel tempat Triana menginap, tetapi Jose menolaknya dengan alasan tidak ada makanan yang berlebel halal.
Jose mengusulkan bertemu di dalam kamar hotel saja, justru Triana sangat bahagia dengan ajakan Jose itu, saat Triana meminta datang jam lima sore Jose menolaknya karena harus lembur.
Jose harus lembur sampai jam delapan malam, akhirnya Triana meminta datang setelah pulang kerja yaitu jam delapan malam setelah pulang kerja.
Jose dan Triana sepakat bertemu di hotel tempat Triana menginap, jam delapan malam, dan satu lagi Jose meminta mematikan lampu kamar hotel, tidak mengunci pintu kamar dengan alasan merasa malu jika bertemu dengannya seperti waktu kejadian di hotel Surabaya saat masih kuliah.
Hati Triana seperti mendapatkan emas segunung, tersenyum lebar membayangkan apa yang akan terjadi nanti, fikirannya sudah membayangkan adegan panas di atas tempat tidurnya, langsung melakukan perawatan dengan cepat karena waktu sudah sore saat menghubungi Jose tadi.
Sedangkan Mark juga sudah menghubungi teman kasanova nya Arnold, memberikan nama dan nomor kamar hotel dimana Triana menginap.
Mark juga meminta kepada teman kasanova nya itu diam saja tidak boleh mengeluarkan sepatah katapun, menerima apa yang akan di lakukan Triana, kalau perlu imbangi permainan yang akan di lakukan oleh Triana.
Tepat pukul delapan malam Arnold berangkat menuju hotel, memakirkan mobilnya, dan berlari kecil menuju kamar hotel itu, membuka pintu pelan pelan.
"Jose.... kau sudah datang...kemari lah sayang"
_________________________________
Bagaimana jadinya di dalam hotel itu ya...
jangan ngintip ya........
jangan lupa like vote dan komentar nya
__ADS_1
terima kasih