
Hari ini Danny berniat membantu Jose untuk mencari gadis yang pernah membuat junior nya terbangun dari tidurnya yang panjang.
"Tringgg .... tringgg....tringg....".
bunyi chat dari group teman sejati.
"Apa kabar bro?" tulis Danny.
"Ayo kita bantu masalah teman jomblo akut kita" tulis Danny kembali.
Danny menulis sambil memeriksa laporan kerja di ruangan rumah sakit.
"Apa masalah penembakan kemarin?, pelakunya sudah di hukum 10 tahun untuk pimpinan nya, dan 8 tahun untuk anak buah nya" tulis Syaiful yang berada di kantor polisi bersama teman teman nya ngopi di kantin kantor polisi.
"Bukan masalah yang itu bro" tulis Ardi gantian sambil memeriksa dokumen perusahaan yang belum selesai.
"Masalah yang mana lagi bro, jangan buat aku penasaran nich?" tulis Ridwan dari kota Ngawi.
Ridwan masih di dalam kantor walikota dan duduk santai beristirahat sejenak setelah kunjungan kerja ke daerah pasar.
"Ada hubungannya sih dengan peristiwa itu, Oya Syaiful bisa minta tolong kah?" kiriman tulisan Ardi.
"Apakah ada CCTV dari jalan Muhammad Hatta yang dijadikan bukti penembakan itu?" tulis Jose kemudian.
"Oooo... itu ada di kantor polisi sebagai barang bukti, emang kenapa to?" tanya Syaiful dalam chat nya.
"Apakah kau sudah melihatnya?" jawab tulisan Jose cepat dengan membaca laporan keuangan yang di buat oleh Rina.
"Sudah sih, apa yang bisa saya bantu?" Syaiful menulis lagi.
"Apakah ada gadis yang membantu ku saat itu terlihat jelas di CCTV" tulis Jose penasaran.
"O.....o..o berarti ini tentang gadis yang memelukmu dari belakang dan mengambil ikat pinggang mu kah?" ledek Syaiful dalam tulisannya.
"Yap, kau tahu bro karena pelukan itu teman jomblo akut kita bangun dari tidur panjangnya termasuk juniornya" Danny ikut meledek dalam tulisannya.
"Jangan mulai membully ku ya, bukannya mendukung malah pada bullying tega ya" tulis Jose dengan emotion gambar marah nya.
"Nanti saya usahakan meminjam bukti CCTV nya, baru kita ketemuan, kebetulan kita lama tidak ngumpul versi lengkap to" usul Syaiful dalam tulisannya.
__ADS_1
"Bisa juga tuuuh, kebetulan dua hari lagi aku akan ke kota provinsi Surabaya untuk mengadakan pertemuan antar walikota" usul Ridwan.
"Baiklah kita ngumpul dimana nich?" jawab Jose sepat.
" Ciek...... ciek yang lagi terbangun dari tidurnya sudah tidak sabar nich" goda Danny.
"Di apartemen ku aja ya di jalan Bung Tomo, sekitar jam 3 sore aku tunggu kabar baiknya" Jose memberi usul.
"Ok siap" semua anggota menulis.
"Ok siap dan sampai jumpa besok"
Dua hari Jose menunggu kabar dari Syaiful dan teman sejati nya seperti setahun, hatinya gelisah tidak menentu, menunggu hari itu tiba.
Akhirnya hari yang dinantikan oleh Jose sudah tiba, semua teman sejati itu pun berkumpul di apartemen Jose.
Jose sudah mempersiapkan jamuan makan dengan lengkap untuk temannya, baik dari minuman makanan berat dan makanan ringan.
Jose memesan makanan dari restauran dekat apartemen itu melalui online agar mudah dan praktis.
Satu persatu mereka datang ke apartemen Jose, dengan membawa mobil sendiri kecuali Ridwan yang datang dari luar kota Surabaya.
Jose dengan hati yang berdebar-debar melihat rekaman CCTV itu tanpa berkedip sedikit pun begitu juga dengan teman-teman nya.
Setelah selesai melihat tayangan CCTV itu, mereka baru mulai membahasnya.
"Ooooo nama gadis itu FAT" gumam Jose dalam hati.
"Bagaimana bos, kita mulai dari mana pencarian nya?" tanya Ardi.
"Kalau itu serahkan pada ahlinya" ujar Danny sambil menatap Syaiful.
Danny langsung menunjuk ke Syaiful karena hanya dia yang mampu bisa membantu Jose saat ini.
"Baiklah, menurut analisa ku gadis itu memiliki ilmu karate yang mumpuni, dilihat dari cara tangan memutarkan ikat pinggang itu, dan juga kuda-kuda kakinya" keterangan Syaiful.
Mereka begitu kagum dengan analisa yang sangat akurat dari Syaiful hanya melihat rekaman CCTV itu.
"Sebaiknya kita mulai dari penelusuran dari perguruan karate yang ada di kota Surabaya terutama" lanjut Syaiful lagi yang di ikuti anggukan kepala dari semua teman-teman yang hadir.
__ADS_1
"Baiklah, kita mulai dari situ dulu" ajak Syaiful kemudian.
"Oya Syaiful apakah kepolisian masih menyimpan sepasang sepatu gadis itu?" tanya Jose sendu.
"Tentu saja, kalau kau mau nanti aku kirimkan lewat kurir ke rumah mu" lanjut Syaiful.
Jose masih merahasiakan tentang kesembuhan nya kepada ibu Diniya, karena belum menemukan dimana gadis karateka itu berada.
"Eeee jangan, kirim ke apartemen ku aja, nanti kalau sudah ada titik terang baru aku cerita pada ibu takutnya ibu curiga" jawab Jose cepat.
"Eeee tunggu dulu, kau lihat tadi di akhir CCTV gadis itu bilang alamat tidak bisa makan satu Minggu gara-gara sepatu itu, kok jiwaku jadi Melo ya?" imbuh Ridwan.
" Sudahlah jangan mengganggu macan yang baru bangun, kasihan dia kepikiran nanti, Oya sudah tak kirim ke group ya foto dan ciri-ciri gadis itu siapa tau diantara kalian lebih dulu menemukan nya" ucap Syifaul dengan bijak.
Setelah selesai berdiskusi mereka makan bersama, dan sore harinya pulang kerumahnya masing masing.
Di dalam kamar apartemen itu Jose menelpon Ibu Diniya jika dia malam ini tidak pulang ke rumah, melainkan di apartemen nya.
Selalu memandangi gadis karateka itu sambil berbaring di tempat tidur tanpa mengedipkan matanya.
Seperti terhipnotis oleh pesona gadis itu, Jose mengusap layar handphone nya dengan lembut.
"Semoga aku bisa menemukan mu secepatnya my girl" ucap Jose sendiri dengan mengusap layar handphone nya.
Jose mengambil foto yang sangat banyak dari vedio CCTV itu, dijadikan nya wallpaper handphone nya dengan tujuan bisa memandangi wajah gadis karateka itu setiap saat.
Setelah puas memandangi wajah gadis itu Jose mulai tenang tertidur lelap di kamar apartemen itu sampai menjelang pagi hari.
Matahari mulai mengintip dari balik Mega mulai menyinari peraduan kamar Jose dari balik gorden, mata Jose mulai terbuka dengan perlahan.
Mengambil handphone nya dan menatap sendu layar itu.
"Selamat pagi my girl.... semoga kita akan segera bertemu" kata Jose lirih.
Jose kemudian turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah selesai berganti baju, berangkat ke kantor dengan hati yang bahagia.
Harapan Jose bertemu dengan gadis karateka itu sangat besar setelah menemukan CCTV dan sepatu yang akan di kirimkan Syaiful nanti ke apartemen.
Sesampainya di kantor bertemu dengan Ardi dan menanyakan apakah sudah ada perkembangan tentang gadis karateka itu, ternyata belum, semoga sebentar lagi harapan Jose.
__ADS_1