
Hari kedua dalam liburan bersama keluarga besar itu akan mengunjungi kebun apel, karena jaraknya yang agak jauh dari resort, semua rombongan membawa mobil masing masing menuju kesana.
Perjalanan dimulai pukul sembilan pagi, perjalanan selama satu jam sampai disana pukul sepuluh pagi, hari ini Syaiful yang membeli tiket untuk semua anggota keluarga itu.
Masuk di area kebun apel sangat indah dan asri pemandangannya, sejauh mata memandang ada ratusan pohon apel dengan berbagai jenis apel.
Didukung oleh udara yang sejuk dan segar semua sangat antusias ingin memetik apel segar dan menikmati nya.
Di sana di sediakan keranjang kecil dan gunting untuk memetik apel malang itu.
Fatia duduk di bawah pohon apel, Al menggapai daun apelnya dengan cepat, memainkannya dengan senang, sedangkan Jose berdiri di samping Fatia sambil mengawasi Al yang sedang bermain daun.
"Sayang... mau coba makan apelnya, disitu aja nanti aku aja yang ambil".
Jose langsung mengambil keranjang dan gunting untuk memetik buah apel itu, di kupas kulitnya dengan pisau yang telah di sediakan.
"Ini ayo makan dulu apelnya".
Jose duduk di samping Fatia dan makan apel berdua dan Al ikut mengambil apelnya.
"Nak... kau juga ingin makan apel ya?"
Fatia mengunyah apel itu sampai lembut dan dimasukkan ke dalam mulut Al, kemudian Al tersenyum sambil mengunyah apel yang sudah lembut itu.
"Al menyukai nya yah.. coba sini minta lagi"
Jose langsung mengupas kan apel lagi, dan di berikan kepada Fatia untuk di suapkan kepada Al tetapi tidak lupa di kunyah terlebih dahulu sampai lembut.
Di siang harinya rombongan menuju masjid di daerah kebun apel itu, dan beristirahat sejenak di sana.
tepat pukul dua siang mereka keluar dari kebun apel, untuk mencari restauran terdekat karena belum makan siang.
anak anak meminta makan di restauran siap saji, sehingga rombongan memutuskan untuk pergi ke mall yang ada di kota Malang itu, karena biasanya makanan siap saji mudah di temukan disana.
Semua rombongan parkir dengan rapi diparkiran mall itu dan masuk mencari restauran siap saji, ternyata ada di lantai dasar dekat pintu masuk.
Al sedang di gendong oleh Jose dan sedang di ganggu oleh Yosi dari belakang, sedangkan Fatia berjalan di samping Jose.
Saat Fatia memandangi lantai atas ada pasangan suami istri yang sepertinya sedang bertengkar, istrinyanya berambut pirang dan menggendong putri balitanya, sedangkan suaminya berkulit sawo matang asli orang Indonesia.
Suaminya mendorong dengan kencang ke arah pembatas balkon di lantai atas itu, dengan tidak sengaja putri balitanya terlempar keluar balkon dan jatuh meluncur ke bawah
"Mom....help me aaaa mooooom"
__ADS_1
gadis kecil itu berteriak sangat kencang sambil menangis.
Dengan sepontan Fatia berlari melempar tas berisi ganti baju Al ke lantai dan menangkap gadis balita itu dengan kedua tangannya sampai Fatia hampir terjatuh, tetapi karena kuda kuda kaki Fatia sangat kuat akhirnya Fatia dan gadis balita itu tidak sampai terjatuh hanya siku Fatia lecet menyentuh lantai mall itu.
"Are you ok honey" Fatia memeluk erat gadis itu.
"Yes.... momy.....momy.... hu..hu..."
seorang wanita bule itu berlari dari lantai atas sambil menangis memanggil putri nya dan di ikuti oleh suaminya dari belakang menuruni tangga lift
"Emely...... Emely sorry honey"
Wanita itu langsung memeluk putri nya Emely dan Fatia sekaligus.
"thanks you for helping my daughter..... thanks you so much".
Sambil terus menangis wanita itu kemudian menciumi putri kecilnya dan memeluk Fatia dengan erat.
Kemudian ayah gadis itu langsung mendekati mereka dan melipat kedua tangannya sambil menangis.
"Darling maaf Dady tidak sengaja... maaf"
Datang bersamaan Jose yang menggendong Al langsung memeriksa siku Fatia yang berdarah
Semua pengunjung ikut berkerumun dengan adanya kejadian itu, ada pihak keamanan mall yang mendekati mereka.
"Are you speak bahasa Miss?"
Fatia bertanya kepada wanita bule itu, dan dia hanya menganggukkan kepalanya saja, kemudian Fatia mengajak mereka ke restauran siap saji dan memesan makanan bersama rombongan.
Pihak keamanan dan kepolisian datang karena kejadian itu, tetapi Jose meminta mereka untuk makan sebentar dan baru nanti membuat laporan, dan mereka mengijinkan karena posisi tidak jauh dari TKP, dan mengobati siku Fatia di restauran itu.
"kenalkan nama saya Jaseline Jose"
"Namaku Fatia Jose, mengapa nama belakang kita sama?"
"Jose adalah ayah kandung saya" Jaseline menjelaskan.
"Jose adalah nama suami saya, kenalkan ini suami saya" jawab Fatia sambil menunjuk Jose yang berada di sampingnya.
"Baiklah kita makan dulu saja baru nanti kita cerita lagi" ajak Jose kepada semua rombongan yang ada disitu.
Ardi membayar semua makanan yang mereka pesan di restauran cepat saji itu, setelah selesai baru Fatia mengantarkan pasangan suami istri itu untuk membuat laporan kepada petugas keamanan dan kepolisian didampingi oleh Syaiful.
__ADS_1
Karena ketidak sengajaan dalam peristiwa itu akhirnya oleh polisi tidak di proses lebih lanjut juga karena ada Syaiful sebagai saksi polisi disana.
Ternyata pasangan suami dari Jaseline itu bernama Banu Winarno asli orang Indonesia yang tinggal di Jakarta, mereka juga sedang wisata di Malang juga.
Jose melamun mendengar pembicaraan Fatia dan Jaseline tadi bahwa nama belakang mereka yang sama.
"Kenapa melamun yah?"
"Coba Bun, tanyakan sama Jaseline tentang nama belakangnya, sepertinya ada yang mengganjal gitu"
"Iya ..... yah, baiklah..,"
Fatia mendekati Jaseline bertukar nomer telepon, memberikan alamat lengkap
"Boleh kah tanya satu lagi Jaseline?"
"dengan senang hati Fatia"
"Nama lengkap ayahmu dan berasal dari negara mana?"
"Ayah dan ibuku aslinya dari USA bernama Mark Jose"
Jaseline menjawab pertanyaan dari Fatia langsung saling bertatap mata dengan suaminya.
Rombongan akhirnya akan kembali ke resort dan Fatia ingin mengajak Jaseline bersama mereka.
Tetapi Jaseline menolaknya, dia ingin menyelesaikan masalah dengan suaminya terlebih dahulu.
Semua rombongan berpamitan kepada sepasang suami istri dan putrinya cantiknya itu dan langsung kembali ke resort.
Jaseline juga kembali ke hotel dan berjanji akan mengunjungi resort itu sebelum pulang ke Jakarta.
Dalam media sosial mulai viral lagi dengan cepat Fatia yang menolong seorang gadis balita yang terjatuh dari balkon lantai dua Sebuah mall.
Sekarang tidak hanya di Indonesia saja Fatia terkenal bahkan sampai luar negeri karena yang di tolong adalah balita keturunan dari USA.
Justru Jose masih melamun di kamarnya mengingat nama belakang orang tua Jaseline.
"Mungkinkah dia itu saudara tiriku" gumam Jose dalam hati.
Fatia mendekati Jose dan mencium bibirnya dengan lembut, Jose tersenyum karena Fatia mencium bibirnya.
Karena Fatia mencium bibirnya Jose membalas nya dengan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, I love you so much'".