Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 16 Pertemuan Kedua


__ADS_3

Hari Senin ini Fatia masuk kantor agak telat karena di jalan tadi ada kecelakaan beruntun sehingga jalan dialihkan dan agak memutar, tapi sudah WA mbak Rina.


"mbak maaf ada kecelakaan lalu lintas, sepertinya aku akan terlambat datang" tulis Fatia.


"Ya.... tidak apa-apa, yang penting kau selamat" Jawab tulisan Rina.


Jose yang sudah menunggu dari pagi ingin melihat sosok gadis karate itu menjadi uring-uringan dan mondar mandir seperti setrikaan.


"Sabar bos, jalanan macet nanti kakak ipar pasti datang" ucap Ardi sambil tersenyum.


"Jangan mulai meledek ya, bukanya di carikan solusi malah senyum-senyum tidak jelas" jawab Jose sambil melihat arah pintu yang dibuka.


"Itu sepertinya bos ada suara langkah kaki" kata Ardi sambil melihat luar juga.


Betul saja ada gadis cantik tinggi 160 cm berjalan dengan anggun menggunakan rok panjang dan blazer biru Dongker menuju ruang kantor keuangan.


Jose melihat Fatia tanpa berkedip dan mulut yang sedikit terbuka, padahal yang dilihat tidak menyadari nya sama sekali, bahkan Fatia juga belum tahu siapa pemilik PT KURNIA.


"Bos......awas mulut ditutup nanti ada lalat masuk" ledek Ardi sambil menggelengkan kepalanya.


"Hhmmmm, bisa aja" jawab Jose malu.


Jose melempar kertas yang sudah di remas oleh nya kepada Ardi.


"Ayo mulai kerja, nanti aja jam 11 suruh istri mu, minta Fatia mengantar laporan keuangan bulan ini" ujar Jose lagi.


"Jangan mulai modus bos" ledek Ardi sambil berjalan menuju ruang bagian keuangan.


Ardi mendorong pintu kantor bagian keuangan itu perlahan dan mendekati Rina


"Sayangku.......cintaku.....apakah sudah selesai laporan keuangan untuk bulan ini?" kata Ardi sambil memeluk Rina.


"Belum sayang sebentar lagi lah, Oya Fatia kenalin ini suamiku" jawab Rina sambil memeluk suaminya.


"Aku sudah kenal, tapi mungkin dia yang lupa" jawab Ardi dengan datar.


Tetapi Ardi tetap mengulurkan tangannya untuk bersalaman walaupun mengaku mengenalnya.


"Maaf pak saya lupa, apakah kita pernah ketemu?" tanya Fatia dengan heran.

__ADS_1


"Aaaaahhh.... lupakan saja, nanti saja kalau ada waktu saya ceritakan, Oya Fatia nanti kalau sudah selesai antar laporan keuangan nya ke ruangan bos ya" jawab Ardi dengan mengibaskan tangannya.


"Tidak usah kamu yang antar dokumen nya ya sayang.... kasihan kakimu tuh agak bengkak jalan terus" kata Ardi sambil mengedipkan matanya.


Dengan spontan Fatia mengarahkan pandangan nya ke arah kaki Rina.


"Kaki mbak Rina bengkak kah kok bisa?" tanya Fatia sambil jongkok di samping Rina.


"Cuma sedikit kok Fat, tenang aja, lanjutkan aja laporan keuangan nya" jawab Rina sambil tersenyum.


Setelah selesai membuat laporan keuangan sekitar jam 11 Fatia berjalan menuju ruang pimpinan yang masih di lantai 5 tapi pintu pertama dekat lift.


"Tok.....tok.....tok..."


"Silahkan masuk" kata Jose singkat.


"Selamat siang pak, ini laporan keuangan nya" kata Fatia sopan.


"Ok.....silahkan duduk" jawab Jose dengan gugup dan membuat nya ter batuk-batuk.


"Uhuk.... uhuk.....uhuk...".


"Are you ok sir, ini silahkan minum dulu" spontan Fatia menyodorkan minuman mineral yang di ambil dari meja Jose.


"Are you remember me, girl" kata Jose yang masih menatap matanya.


Fatia menatap sendu kepada bos nya yang baru di kenalnya itu, baru dia teringat dengan peristiwa perampokan di jalan Muhammad Hatta malam itu.


"Apakah anda yang.... yang....? " jawab Fatia dengan gugup.


"Tepat sekali, ini saya orang yang pernah kamu tolong waktu di jalan Muhammad Hatta pada malam itu" jelas Jose.


"Oooo iyakah, apakah luka di tangan anda sudah pulih pak?" jawab Fatia lagi.


Jose menunjukkan tangan kirinya di atas meja kerja nya dengan cepat.


"Sudah Alhamdulillah, saya belum sempat mengucapkan terima kasih atas bantuan mu" ucap Jose cepat.


"Saya sudah mencari kamu hampir 2 bulan, seperti menghilang Tanpa Jejak, pada jam istirahat bisakah temani saya makan siang, nanti saya yang traktir lah sebagai tanda terima kasih" ucap Jose berharap.

__ADS_1


Fatia menunduk malu, baru pertama ketemu tetapi sudah mengajak nya makan siang.


"Ma .... maaf pak, bukanya saya tidak mau, tapi saya lagi puasa, tidak perlu mengucapkan terima kasih pak, saya ikhlas kok" jawab Fatia gugup.


Ada raut wajah yang sedikit kecewa karena ternyata gadis pujaan nya tidak bisa menemaninya makan siang.


"Oooo puasa Sunnah ya, atau pas buka puasa aja deh, please?" Jose memohon.


"Tapi pak, saya buka puasa nya dua ronde lo he he, awalnya minum dan kue setelah isya baru makan berat, nanti menghabiskan uang bapak" kata Fatia sambil tersenyum.


Jose ikut tersenyum mendengar alasan Fatia yang aneh.


"Tidak masalah, kalau perlu saya traktir nya empat ronde" jawab Jose dengan bercanda.


Fatia masih merasa ragu untuk menjawab nya, dan terdiam sesaat di kursi itu sambil melamun.


"Tidak boleh menolak ya, nanti saya jemput sebelum magrib" kata Jose lagi agar Fatia tidak membuat alasan untuk menolaknya.


Akhirnya Fatia tidak berani menolak atasannya itu, hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, kemudian berpamitan keluar dari ruangan bos baru nya.


Setelah pulang kerja Fatia mandi, berganti baju dan sholat asar.


"Aash, tadi pimpinan PT KURNIA mau ngajak buka puasa, mau menjemput ku, tapi kan tidak tahu dimana aku tinggal, aku saja tidak tahu namanya kalau tidak baca papan nama di mejanya tadi" gumam Fatia.


"Tringgg.... tringgg.... tringgg...".


Ada WA masuk tanpa ada namanya, lalu Fatia membacanya dengan cepat.


"Keluarlah saya sudah didepan kos-kosan, aku Jose" tulis Jose.


"Baik pak" jawab Fatia sambil melamun dari mana dia tahu nomor handphone dan alamat rumah ku.


Hari ini Jose mengajak Fatia ke kompleks Islamic senter, dia tahu betul latar belakang keluarganya.


"Apa salahnya sambil penyelam minum air, sambil PDKT sambil belajar agama untuk mengambil hati calon mertua" gumam Jose sambil tersenyum.


Jose mendekati food court dan duduk di stant tersebut di ikuti oleh Fatia yang duduk di samping nya, membeli es kelapa muda murni, kue, dan kurma, sambil menunggu magrib untuk buka puasa.


Terdengar suara azan Jose mengambilkan kurma dan es kelapa muda untuk mengawali berbuka, bergantian mengambilkan kue, baru kemudian Jose mengajak Fatia sholat Maghrib dan isya di masjid berjamaah.

__ADS_1


Selesai sholat isya Jose mengajak nya ke kedai bakso mercon yang cukup terkenal di kota Surabaya yang letaknya tidak jauh dari tugu pahlawan.


Jose tahu betul bagaimana selera makan Fatia, yaitu makanan pedas, makanya dia sengaja mengajak ke tempat bakso yang rasanya pedas itu.


__ADS_2