
"Sayang.. dipindahkan saja sakitnya ke mas" rayu Jose sambil mengelus perut Fatia.
"Caranya gimana mas,....... aduh datang lagi mulesnya" ucap Fatia sambil pemegang kuat tangan Jose sampai merah.
"Sayang kau tahu kan, kau adalah satu satunya wanita ku, kesayangan ku, kau yang bisa merubah hidupku, kalau dalam Al-Qur'an kesayangan itu apa?" tanya jose.
Betul saja di ajak ngobrol Fatia agak rileks dan tidak terlalu merasakan mulesnya.
"ALHAKAN itu maksudnya kesayangan mas" jawab Fatia singkat.
"Ok deal..... sayang nama putra kita itu nanti kita panggil baby Al ya" kata Jose sambil tersenyum dan mengelus perut Fatia
Fatia hanya menganggukkan kepalanya dan bersamaan dengan datangnya dokter Tia untuk memeriksa sudah pembukaan berapa.
"Sudah pembukaan sepuluh ini sudah waktunya di baby keluar" kata dokter Tia.
"Suster siap-siap ya, pak anda di belakang ibunya ya di peluk dari belakang untuk memberikan kekuatan agar kuat kalau mengejan nanti" perintah dokter Tia.
Jose naik ke brankar dan duduk di belakang Fatia merentangkan kakinya mengapit Fatia dan memeluknya erat.
"Ok sudah siap ya, nanti kalau sudah terasa ada dorongan keluar baru didorong keluar ya Bu, tapi ambil nafas dulu dalam baru keluar kan" perintah dokter Tia.
"Ambil nafas ayo.... dorong" kata dokter lagi.
"Aaaaahhh wu....wu...wuuu" Fatia nafasnya tersengal-sengal.
"Kalau sudah terasa ulangi lagi ya Bu, sudah kelihatan nich rambut babynya" titah dokter.
"Ayo ambil nafas..... dorong kuat" ucap dokter.
"Ayo sayang semangat" kata Jose memberikan semangat.
"Aaaaaaaaahh aaaaaahh wu ...wu.wuu.capek dok, istirahat sebentar" pinta Fatia.
"Sayang mau dipanggil bunda atau mama" rayu Ken agak Fatia bersemangat.
"bunda saja, sudah terasa lagi dok" kata Fatia.
"Ayo.... sebagai semangat ayo ayahanda nya panggil putranya ya" saran dokter Tia.
"Ayo nak keluar, ALHAKAN JOSE JUNIOR KURNIAWAN" kata Jose memberikan nama lengkap.
"Aaaaahhh aaaaaaaahh"
__ADS_1
"Owek...... oeweeeek ..... owek" suara baby Al keluar.
"Alhamdulillah ya Allah" ucap Jose bahagia.
Jose terasa lega, badan panas dingin, bersyukur walaupun melihat tangannya merah semua bakas genggaman erat Fatia saat mulas mulas tadi.
"Ternyata perjuangan hidup dan mati seorang ibu melahirkan, sungguh tiada duanya perjuangan sayangku, terima kasih banyak mau menjadi ibu dari putraku, terima kasih juga telah rela rahimmu untuk benih cintaku..., I love you so much" ucap Jose sambil mengecup kening nya.
Fatia tidak kalah bahagianya, senyumnya mengembang, setelah melahirkan dengan cara normal, dan putranya sehat.
"Ini putranya Bu, bisa skin to skin dengan ibunya sebentar ya biar terjalin erat kasih sayang antara ibu dan putranya" ucap dokter sambil meletakkan putranya di dada Fatia.
Setelah setengah jam dan mendapatkan ASI pertamanya, baby Al sangat cepat mengisap ASI-nya.
"Sayang..... itu kan punya kesayangan mas" protes Jose saat baby Al lagi menyusui dengan berbisnis di telinga Fatia.
"Yahnda tidak boleh begitu dong, masak tidak mau kalah dengan baby Al" kata Fatia sambil tersenyum.
"Demi baby Al, yahnda rela deh tapi berbagi ya... ya ...ya" rayu Jose lagi.
"Ah... mas ini malu dilihat susternya tuh" celoteh Fatia lagi.
"Sudah ya baby-nya di pakaikan bedong dulu biar hangat dan nanti di azan kan" kata suster dengan mengambil baby Al dan menggendongnya.
keluarga Ardi, ibu Diniya, Yosi serta orang tua kandung Fatia dan tak lupa mbak Mona bersama si kecil Aisyah, keluarga dari Ngawi sudah datang tiga jam yang lalu setelah di telpon oleh Ardi dan di jemput menggunakan helikopter perusahaan.
Baby Al di azan dan Iqamah kan oleh Jose dan di dampingi Bapak mertua, setelah selesai gantian pak Haji juga memberikan doa kepada baby Al.
Setelah dua hari baby Al dibolehkan pulang oleh dokter beserta ibundanya.
Karena kebetulan ada kedua mertua datang, Jose memutuskan membuat acara aqiqah baby Al tiga hari setelah melahirkan.
Acara di adakan di rumah Jose dan dihadiri oleh kolega dan teman teman dekat mereka. ucapan selamat dan doa mengalir dari semua pihak.
aqiqah dilaksanakan setelah sholat Zuhur dengan menyembelih kambing jantan dua ekor seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah.
Diantara tamu yang hadir dalam aqiqah itu yang spesial adalah laki-laki paruh baya Purnomo yang sengaja di undang oleh Yosi tanpa sepengetahuan Jose ataupun ibu Diniya.
Purnomo ragu antara datang atau tidak, karena takut mengecewakan Yosi akhirnya Purnomo datang minta ditemani Irul.
Purnomo datang menggunakan masker dan topi agar tidak di kenali oleh ibu Diniya.
Saat Irul dan Purnomo datang, hati Yosi sangat bahagia, disamping Purnomo datang, rupanya Yosi juga tertarik dengan sosok Irul yang menjadi idola kampus nya.
__ADS_1
"Terima kasih mas sudah datang di acara aqiqah keponakanku" ucap Yosi sambil menjabat tangan dan mencium punggung tangan Purnomo bergantian.
"Sama sama, kami duduk disini saja ya" kata Purnomo disk di kursi bagian belakang sambil mendengarkan ceramah yang di bawakan oleh pak haji bapak kandung Fatia.
Semua tamu yang datang mendengarkan ceramah pak haji dengan hikmat, doa dan harapan di tujukan kepada putra yang baru lahir.
Setelah selesai ceramah di lanjutkan dengan proses mencukur rambut si bayi dan di umumkan pemberian nama si baby.
Ditutup dengan doa dan menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh keluarga.
Pertama yang menyadari adanya Purnomo adalah Syaiful, melihat sosoknya tidak begitu sulit bagi Syifaul karena dia adalah seorang polisi walaupun memakai masker dan topi.
Karena melihat Yosi yang sangat bahagia yang selalu mendampingi kehadiran Purnomo dan Irul, Syaiful hanya mengawasi nya dari jauh.
Hal itu diperhatikan oleh Ardi dan Ardi pun bertanya kepadanya.
"Ada apa bro dari tadi melihat ke arah sana terus?" tanya Ardi kepada Syaiful penasaran.
"Coba kau lihat laki laki yang menggunakan masker dan topi itu yang bersama dengan seorang pemula tampan" ucap Syaiful dengan mendongakkan kepalanya.
"Yang topi hitam itu kah?" tanya Ardi singkat.
"Ya sepertinya itu Purnomo dan keponakannya yang aku ceritakan kemarin" cerita Syaiful.
"Yang duduk bersama Yosi itukah?" tanya Ardi lagi.
"Iya " jawab Syaiful singkat.
"Mau apa orang itu.... cari masalah saja" kata Ardi marah sambil mau mendekati mereka.
Tetapi di tahan oleh Syaiful, dan disuruhnya Ardi duduk kembali.
"Sabar bro.... jangan gegabah, masih banyak orang nich" nasehat Syifaul.
"Kita lihat dan tunggu sebentar lagi, kasihan acara baby Al terganggu nanti, apa lagi kalau ketahuan Jose bisa jadi marahnya tidak bisa di kendalikan" nasehat Syifaul kemudian.
________________
bagaimana kalau Jose tahu ya
marah kah
jangan lupa like vote dan komentar nya ya
__ADS_1
terima y