Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 65 Salah Target


__ADS_3

"Jose....kau sudah datang....kemari lah sayang"


Lampu di kamar hotel Triana mati, hanya cahaya dari balik gorden saja yang ada, sehingga tidak bisa memandang wajah keduanya dengan jelas.


Triana menarik sosok laki-laki itu dalam dekapannya, di peluknya dengan erat dan di awali mencium tangannya dengan penuh cinta.


"Sudah bertahun-tahun aku menunggu saat ini sayangku".


Triana langsung membuka kancing Hem dari sosok laki-laki itu dengan cepat, sedangkan Triana sudah dari awal pintu terbuka tadi melepaskan semua kain yang melekat di tubuhnya, mendorong sosok laki-laki itu di tempat tidur.


Sosok laki-laki itu hanya mengikuti irama yang di buat oleh Triana, Triana yang terlalu agresif akhirnya sosok laki-laki itu mengimbangi permainan Triana.


Sama sama mencium bibir keduanya dengan bergantian, sampai terlihat kehabisan nafas mereka, melepaskan ciuman itu, Triana berpindah ke bawah bergerak ke dada bidang sosok laki-laki itu, berpindah lagi ke lehernya hanya terdengar desahan dari sosok laki-laki itu, yang membuat Triana lebih bersemangat.


Mereka berdua sudah hampir setengah jam bermain adegan panas itu sampai saat puncaknya Triana mendominasi pergulatan panas itu dengan cepat dan menggerakkan dengan penuh semangat yang membara sampai ke klimaks nya.


Sosok laki-laki itu tersenyum puas melihat Triana terbaring disampingnyanya dengan nafas yang tersengal-sengal dan keringat yang bercucuran di seluruh tubuhnya.


"Terima kasih Jose sayang, aku sangat puas" kata Triana sambil memeluknya.


Sosok laki-laki itu hanya terlentang diam tetapi dengan hati yang puas, baru saja merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan dengan wanita wanita yang selama ini dia kencani.


Sesaat setelah Triana tertidur, sosok pria itu bangun dari tempat tidur itu, mengambil baju dan memakainya, menyalakan lampu kamar dan mengambil kamera yang telah dia selipkan di samping bantal Sebelum terjadi adegan panas itu.


Memandang dengan lekat sosok wanita cantik yang baru saja membuatnya puas, dengan iseng memotretnya dengan berbagai sudut.


Baru kemudian sosok laki-laki itu meninggalkan kamar hotel dengan bersenandung kecil karena habis menikmati sensasi berbeda yang selama ini belum di rasakan dengan wanita yang selama ini di kencani.


Sedangkan di kamar Jose tersenyum simpul membayangkan apa yang terjadi di kamar hotel itu.


"Yaaah... kok senyum senyum sendiri ada apa?.

__ADS_1


"Aku hanya.... membayangkan apa yang akan terjadi di hotel itu".


"Jangan berpikir yang macam macam".


"Sayang.... kalau tidak boleh memikirkannya lebih baik kita praktekkan aja yok".


"naaah mulai lagi....".


Jose tersenyum penuh arti, langsung menarik tubuh Fatia dan memeluknya, mencium bibirnya serta mengabsen gigi sampai lidahnya dengan teliti.


Terjadilah adegan panas di sana sampai mereka berdua ke klimaks nya, Jose selalu merasa bisa terbangun jika ada disamping Fatia saja.


Menjelang pagi Triana terbangun sudah tidak ada sosok laki-laki yang berbaring di samping nya, mengambil baju yang di letakkan di samping tempat tidurnya.


Berdiri dan mengambil kamera yang di letakkan di meja di balik cosmetic nya, pelan pelan membuka kamera itu dan memutarnya.


Awalnya memandangi video itu dengan tersenyum, setelah lama memperhatikan wajah sosok laki-laki itu ternyata agak berbeda, sampai melihat sosok laki-laki berwajah bule itu menyalakan lampu setelah adegan panasnya.


Matanya terbelalak lebar ternyata buka Jose tadi malam yang ada dalam pelukannya, darahnya langsung mendidih membuang apa saja yang ada di meja, melempari kaca dan menangis meraung raung, merasa tertipu oleh Jose dan Mark.


"Awas ya..... tunggu pembalasanku saat kau sampai Indonesia nanti..... aku sangat membencimu".


Pada pagi buta itu yang pertama membaca pesan itu adalah Fatia, karena Fatia tidak memiliki nomor Triana sehingga Fatia tidak tahu dari siapa ancaman itu berasal.


Jose keluar dari kamar mandi melihat wajah Fatia yang sedikit kaget langsung mendekati nya.


"Ada apa sayang pagi pagi bengong begitu?".


Fatia menunjukkan pesan singkat itu dari handphone nya, Jose langsung meraih handphone dan melihat WA nya juga ternyata dari Triana.


Jose dan Fatia kemudian keluar kamar dan mencari Mark, ternyata Mark juga sedang mencari mereka, bertiga mendapatkan kiriman pesan yang sama dari Triana.

__ADS_1


Lalu Fatia pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi, dan Jose kembali ke kamar untuk berganti baju, sedangkan Mark kembali ke kamarnya untuk mandi.


Selesai mandi Mark mendapatkan telepon dari teman kasanova Arnold, mengucapkan terima kasih dan mengirim video nya saja, sedangkan foto foto nya di koleksi Arnold sendiri.


Mereka bercerita panjang lebar tentang apa yang terjadi dengan Triana dan dirinya saat itu, Mark tersenyum dan mengucapkan terima kasih juga kepada temannya karena telah membantunya.


Saat sarapan pagi Jose, Fatia dan Mark mulai merencanakan langkah selanjutnya, tidak lupa menceritakan tentang Arnold yang menyelesaikan tugasnya dengan baik.


Mark mengirimkan rekaman yang dikirim Arnold kepada Jose dan Fatia setelah sarapan pagi tadi.


Fatia dan Jose tertawa lepas melihat rekaman adegan panas yang di kirim Mark ke handphone mereka.


"Betul kan... Bun, sama seperti yang aku bayangkan tadi malam".


"Bukan di bayangkan tapi kau praktek kan" ucap Fatia singkat.


Jose tertawa lebar mendengar protes dari Fatia tadi memang sebetulnya bukan cuma membayangkan tetapi mempraktekkan dengan istri tercintanya itu.


Jose langsung berangkat kerja karena hari ini akan merampungkan bukti kejahatan adik tiri dari Dedy nya yaitu Marten Jose, juga mengumpulkan orang orang yang dahulu membela Marten tetapi sudah memilih mendukung Mark.


Setelah Jose berangkat kerja, Mark berangkat ke hotel untuk mencari Triana disana, sampai lobi hotel Jose bertanya kepada resepsionis tetapi sudah terlihat Triana sudah check out dari hotel itu tadi pagi jam tujuh.


Mark langsung menuju bandara Jhon f Kenedy mencari informasi tentang pesawat yang akan terbang ke Indonesia.


Mark mempunyai teman yang berada di bagian kitchen bandara, dia menuju ke sana menemui nya.


Mark langsung mengajak temannya ke tempat ruang tunggu melihat apakah ada Triana di sana.


Mark hanya melihat dari kejauhan, setelah yakin ada Triana di sana, dia langsung mengajak temannya pergi dari ruang tunggu itu, pamit dan mengucapkan terima kasih serta langsung pulang mengendarai mobilnya menuju rumah.


Hati Mark sedikit lega salah satu masalah yang bisa di selesaikan sementara saat ini, Sekarang tinggal konsentrasi menghadapi Marten Jose yang sebentar lagi akan di rencanakan olehnya bersama putranya Jose.

__ADS_1


Sampai di rumah Mark menemui Fatia dan menceritakan bahwa Triana sudah kembali ke Indonesia.


Fatia juga mengirimkan pesan kepada suaminya bahwa Triana sudah kembali ke Indonesia pagi tadi dengan penerbangan pertama.


__ADS_2