
Pagi ini Fatia terbang ke negara tetangga Brunei Darussalam bersama pemenang lomba karate yunior tingkat Asia tenggara selama dua hari.
Fatia harus memenuhi undangan persahabatan negara kerajaan itu yang akan mengembangkan karate untuk prajurit kerajaan.
Berangkat dari bandara pukul sepuluh pagi, Fatia dan rombongan sudah mendapatkan jadwal ketat selama disana.
"Jaga nama baik perguruan dan negara kita ya" pesan pimpinan perguruan Abah guru.
Sedangkan Syaiful hari ini baru bisa mengunjungi perguruan karate tempat Fatia pukul sebelas siang sehingga tidak sempat bertemu dengan nya.
"Selamat datang pak polisi, saya pimpinan perguruan ini, terima kasih atas kunjungan Anda" ucap Abah guru
"Terimakasih, saya mewakili dinas kepolisian mengucapkan selamat atas keberhasilan perguruan ini menjadi juara" ucap Syaiful sambil menjabat tangan Abah guru.
"Oya, ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Abah guru lagi.
"Kami ingin mengundang pelatih dan pemenang juara karate, apakah saya bisa bertemu dengannya?" kata Syaiful dengan tegasnya.
"Maaf pak, mereka baru aja terbang ke negara Brunei Darussalam memenuhi undangan persahabatan karate" cerita Abah lagi.
"Waaaah, kalah cepat ya, atau begini saja, bolehkah saya minta jadwal mereka dalam bulan ini agar saya juga bisa mengatur jadwal ulang undangan nya nanti?" pinta Syaiful.
"Baiklah, mari ikuti saya" ajak Abah ke kantor sekretariat perguruan
Syaiful dan Abah guru berjalan beriringan menuju kantor sekretariat perguruan karate itu.
"Terutama jadwal pelatihnya ya Abah, siapa namanya gadis itu?" tanya Syaiful pura-pura tidak tahu.
"Namanya Fatia Bandiana, ini jadwal nya" kata Abah sambil menunjukkan buku agenda harian perguruan.
Syaiful membaca jadwal Fatia Minggu depan harus studi banding ke negara Jepang selama dua Minggu, setelah itu magang ke sebuah perusahaan yang belum di tulis apa nama perusahaan nya.
"Kenapa ada studi banding dan magangnya belum ada nama perusahaan nya, Bah?" Syaiful penasaran.
"Fatia sebetulnya mahasiswi jenjang S2 yang hampir selesai, tapi kemarin dia bilang kemungkinan tidak bisa mengikuti studi banding ke Jepang karena biaya yang terlalu besar maka itulah dia belum dapat tempat perusahaan untuk magangnya" Abah menjelaskan dengan panjang dan lebar.
Syaiful mengerutkan keningnya berpikir sejenak, mencari kemungkinan Jose bisa membantu nya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau ada sponsor yang mendanai studi banding nya, bisa kah Abah?" ucap Syaiful spontan.
Abah guru tersenyum senang mendengar ucapan Syaiful, berarti masalah Fatia bisa di atasi.
"Memang ada perusahaan yang mau mendanai kah pak?" jawab Abah dengan penasaran.
"Seharusnya sih ada, tapi harus ada syarat nya juga?" kata Syaiful sambil senyum simpul.
Dalam pikiran Syaiful semoga dengan cara seperti ini dapat mendekatkan Fatia dan Jose.
"Apa syaratnya, asal Fatia bisa menyelesaikan pendidikan S2 nya mungkin dia akan bisa memenuhi syarat itu?" Abah berharap.
"Begini saja Bah, hari ini saya akan menghubungi sponsor dulu agar Fatia bisa mengikuti studi banding, masalah syarat nya nanti pihak sponsor lah yang akan mengatur nya" jawab Syaiful dengan jelas.
Abah guru menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan setuju atas saran dari Syaiful.
"Dan satu lagi Bah, nanti dari dinas kepolisian juga akan mengundang nya saat acara ulang tahun kepolisian" lanjut Syaiful lagi.
"Baiklah, kami tunggu kabar baiknya pak" jawab Abah guru.
Syaiful sudah mendapatkan informasi yang akurat tentang gadis yang di cari Jose selama ini, kemudian berpamitan kepada Abah guru.
"Ya terimakasih juga atas kunjungan Anda"
Setelah keluar dari gedung perguruan karate itu Syaiful langsung menuju rumah Jose karena sudah janji akan memberikan hasil informasi yang di dapatkan.
Syaiful keluar dari perguruan karate dan menuju ke rumah Jose dengan mobil pribadi nya dengan perasaan yang bahagia karena bisa membantu teman sejati nya.
Setelah sampai rumah Jose Syaiful di sambut oleh Jose dan ibunya dengan antusias, justru Bu Diniya lah yang tidak sabar mengetahui kabar calon menantu katanya.
Syaiful menceritakan semua yang telah didapatkan dengan jelas serta menjelaskan maksud dan tujuan syarat yang harus dilakukan setelah mengikuti studi banding berseponsor itu.
Maksud Syaiful adalah agar Jose mau mendanai Fatia studi banding ke Jepang dengan syarat harus magang di perusahaan PT KURNIA selama tiga bulan.
Tujuan Syaiful agar Jose bisa melakukan pendekatan dengan mudah, tetapi Syaiful juga menyarankan harus diawali dengan pendekatan yang jujur agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Jose dan Bu Diniya sangat setuju atas usulan Syaiful, bahkan maunya ibu Diniya minta langsung di lamar saja tidak usah menunggu pendekatan.
__ADS_1
Tetapi Jose dan Syaiful meminta ibunya untuk bersabar terlebih dahulu, tidak boleh terburu-buru, takutnya nanti calon mantu pergi menjauh.
"Bagaimana menurut mu ....Se?" tanya Syaiful.
"Aaaauh....tidak ada ruginya punya teman seorang polisi, terimakasih usul itu sangat bagus aku setuju" ucap Jose bangga dengan ide teman nya itu.
"Ardi saja yang datang sebagai perwakilan resmi PT KURNIA" saran ibu.
"Kenapa harus Ardi Bu?" tanya Jose.
"Calon mantu ibu tidak ada disana, percuma juga jika kau yang kesana" alasan ibu.
Keesokan harinya Ardi berkunjung ke perguruan karate Fatia sebagai wakil resmi PT KURNIA yang akan mendanai studi banding nya.
"Selamat siang pak" ucap Ardi saat tiba di perguruan karate itu.
"Selamat siang..... panggil saja saya Abah guru".
Saya perwakilan resmi dari PT KURNIA yang menawarkan sponsor studi banding ke Jepang untuk anggota anda"
Kemudian Ardi mengajukan persyaratan jika sudah selesai studi banding harus magang di PT KURNIA selama tiga bulan.
Perguruan itu juga setuju dengan persyaratan yang diajukan oleh PT KURNIA dan Abah guru yang menandatangani surat perjanjian sebagai wakil Fatia yang masih di Brunei Darussalam.
Ardi juga minta foto copy KTP, akta kelahiran dan kartu keluarga sebagai syarat tambahan yang langsung diberikan oleh perguruan karate tersebut karena memang data itu tersimpan di kantor sekretariat.
"Waaaah...ternyata warganya walikota Ridwan dia" gumam Ardi setelah melihat data dari Fatia.
Setelah berhasil dan berpamitan kepada Abah guru Ardi langsung ke kantor menemui Jose yang sudah menunggu nya disana.
"Bagaimana Ar.....beres?" tanya Jose setelah melihat Ardi masuk ruangan bosnya.
"Beres bos, ini biodata gadis karate itu" jawab Ardi sambil memberikan amplop coklat.
Jose membuka amplop coklat itu dan membacanya satu persatu dari KTP, akta kelahiran dan kartu keluarga.
"Bagus, kamu memang yang terbaik, lho ini kok warganya Ridwan ya lahirnya di kota Ngawi" tanya Jose sambil membaca isi amplop coklat itu.
__ADS_1
"Iya benar bos, sebaiknya kita nanti minta bantuan walikota Ridwan saja untuk mencari Latar Belakang keluarga nya".