Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 61 Di Manhattan


__ADS_3

Minggu pagi Jose dan keluarga akan langsung pamit untuk pulang ke Surabaya, Mark ikut juga kesana ingin menemui ibu Diniya.


Tiba di Surabaya pukul sembilan pagi, langsung sarapan dan istirahat sebentar


sampai Zuhur, Mark baru menemui ibu Diniya di ruang tamu.


"Baby... sorry, I am sorry"


"Tidak usah minta maaf, semua sudah berlalu".


"Bagaimana bisa kah kita mulai dari awal lagi?".


"Kalau itu maaf, aku belum bisa mengambil keputusan, banyak pertimbangan yang harus di pertimbangkan".


"Please baby.... give me one more chance".


"I am sorry... give me some more time, kita sudah cukup umur juga, saya hanya memikirkan anak dan cucu saja"


"Maaf juga Jose tumbuh tanpa ada Dedy di sampingnya, aku begitu bodoh kenapa tidak pernah memikirkan jika ini terjadi".


Mark merasa menyesal dulu telah meninggalkannya ternyata dia mempunyai anak laki-laki yang tampan dan sukses dalam meniti karir bisnisnya.


"Baby... bolehkah aku bawa Jose sebentar untuk ke USA untuk mengatasi perusahaan yang bermasalah disana?"


"aku sih terserah Jose, musyawarahkan saja sama istrinya".


"Ok.. nanti aku menemui mereka".


"Kalau bisa istrinya harus di bawa juga, aku tidak mau Jose seperti dulu lagi, karena istrinyalah Jose. bisa seperti sekarang ini".


"Tentu itu yang juga sudah menjadi pertimbangan ku".


Jose menggendong Al dan Fatia turun ke lantai bawah untuk menemui Mark yang berada di tuang tamu.


"Halo Ded, Are you ok"

__ADS_1


"Yes my Son, data perusahaan Dedy kirim lewat email ya, tolong pelajari dulu, soalnya sudah hampir empat bulan ini Dedy tidak menanganinya, hanya mengawasi dari jauh".


"Ok Ded,..... minta waktu minimal satu Minggu lah untuk mengetahui apa penyebabnya".


"Sayang... tapi harus ikut ya jika ke USA tempat Dedy?".


"Sebaiknya sendiri saja yah.... Al bagaimana mana?".


"Kemungkinan agak lama Bun, bagaimana aku bisa kerja kalau bunda tidak ikut?".


Selama satu Minggu Jose dan Ardi mempelajari permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan Mark.


Jose dan Ardi mulai mendapatkan titik terang dan cara mengatasinya, tetapi kemungkinan bisa membutuhkan waktu satu bulan baru bisa selesai.


Selama satu Minggu juga Mark setia membantu memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi perusahaan Mark yang di USA.


Akhirnya Jose memutuskan untuk pergi ke USA bersama Dedy nya dan juga di sertai anak dan istri tercintanya.


Perusahaan yang di Surabaya untuk sementara di pegang oleh Ardi dan ayah Rio selama Jose ke USA.


Penerbangan akan di laksanakan pada malam hari, dari bandara internasional Juanda Surabaya pukul delapan malam menuju bandara Jhon f Kenedy.


Perjalanan di tempuh hampir satu hari sampai di sana, melanjutkan perjalanan ke Manhattan tempat tinggal dan perusahaan Mark.


Kota Manhattan adalah salah satu pusat bisnis terbesar di USA, bertaburan gedung pencakar langit.


Manhattan adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah selatan ujung sungai Hudson, pulau ini juga termasuk salah satu kota bagian yang termasuk kota New York dan juga seluruh Amerika serikat.


Manhattan juga yang menjadikan acuan desain Ibukota Republik Indonesia baru karena kemiripan ukuran luas kawasan inti ibu kota baru RI dengan Manhattan.


Daerah wisata kota Manhattan juga tidak kalah terkenalnya yaitu Patung Liberty, Chelsea Market, Central park, Time Square dan masih banyak lagi.


Mark tinggal Manhattan sejak kecil bernama kedua orang tuanya Sebelum meninggal dunia, dan sekarang di rumah peninggalan orang tuanya itulah Mark saat ini.


Disinilah sekarang Jose, Fatia dan Al malam ini sudah sampai di rumah Mark, rumah yang lumayan besar, walaupun dari luar seperti bangunan yang sederhana tetapi dalamnya berdesain rumah modern, Jose tinggal di kamar lantai dua dengan kamar yang luas.

__ADS_1


Jose akan masuk di perusahaan Mark di bantu oleh salah satu orang kepercayaan Mark yang notabene keturunan Amerika Indonesia bernama Hasson, di perkenalkan sebagai keponakan yang berasal dari Indonesia bernama Kurniawan.


Jose bekerja sebagai wakil direktur bagian keuangan karena pengalaman yang sangat besar di dunia bisnis, dengan mudah juga Jose beradaptasi dengan lingkungan perusahaan itu.


Hari demi hari Jose bekerja keras tanpa lelah, menyelidiki dari awal, saat mendapatkan informasi sedikit langsung di bahas dengan Mark, itulah kegiatan nya.


Informasi yang di dapat Jose di kumpulkan hingga saatnya nanti sebagai bukti gugatan Mark ke perusahaan itu, juga di dukung oleh orang orang kepercayaan Mark dalam perusahaan itu memudahkan Jose menganalisa permasalahan yang terjadi di sana.


Sudah berjalan sekitar dua Minggu Jose bekerja, setiap hari pulang malam meninggalkan Fatia dan Al di rumah sendiri, jika siang hari tetapi untungnya ada dua pembantu rumah tangga yang hampir menemani setiap harinya, Mark hanya menemani Fatia dan Al sesekali saja karena sama sibuknya dengan Jose.


Jose saat di rumah jarang bercengkerama dengan Al putranya, karena saat berangkat Al masih tidur dan saat pulang Al sudah tidur malam juga.


Saat Al sudah mulai bisa berjalan dan berbicara walaupun bahasanya masih belum banyak di mengerti, Jose setelah pulang kerja selalu bercengkerama dengan Fatia menanyakan perkembangan putranya.


Jose bisa bersama keluarga kecilnya saat weekend saja, jika tidak terlalu capek di manfaatkan untuk berwisata mengenal daerah wisata di kota Manhattan.


Seperti hari ini di temani oleh Mark, Jose dan keluarga mengunjungi patung Liberty yang sangat terkenal itu.



Di sana Jose dan Fatia bisa mengetahui bahwa patung Liberty memiliki tinggi 93 meter didalam terbuat dari rangka baja sedangkan di bagian luar terbuat dari tembaga bukan semen atau batu.


Patung Liberty merupakan salah satu tempat wisata kebanggaan New York yang terletak di muara sungai Hudson.


Di samping mengunjungi patung Liberty Jose dan Fatia mencari kuliner di daerah itu yang berlogo makanan halal.


Mark mengajak mereka di salah satu restauran terkenal milik orang keturunan Arab yang menyajikan berbagai jenis makanan baik khas disana yang sudah di modifikasi ataupun masakan timur tengah.


Jose memilih menu nasi beriyani kambing untuk semua keluarga serta es krim untuk makanan penutup karena Al mulai menyukai es dingin yang menyegarkan itu.


Tidak lupa juga setelah selesai makan Fatia membeli pernak-pernik khas daerah yang ada di sana, termasuk gantungan kunci berbentuk patung Liberty sebagai persiapan jika pulang ke Surabaya nanti.


Menjelang sore hari saat matahari terbenam di ufuk barat dan mulai berada di dalam peraduannya Jose dan rombongan langsung pulang dengan hati yang bahagia.


Ini adalah pengalaman yang sangat indah tetapi ada yang membuat Fatia marah ketika pulang sampai depan rumah nya ada sosok wanita model papan atas Indonesia yang berdiri menunggu mereka.

__ADS_1


"Hallo every body...."


__ADS_2