Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 56 Bertemu Infotainment


__ADS_3

Tepat pukul satu siang para kru infotainment datang dan langsung menemui Jose dan Fatia.


"Selamat siang pak, Bu?".


"Selamat siang, silahkan dimulai saja".


"Sebentar pak kami persiapkan terlebih dahulu".


Para kru itu mempersiapkan keperluannya dengan cepat, dan pembawa acaranya sudah mulai bersiap siap untuk wawancara dengan bintang tamu.


Semua sudah siap, termasuk Jose dan Fatia yang memangku putranya Al, ada kameraman, pembawa acara, sutradara, asisten, penanggung jawab serta para kru lainnya.


"Ok kamera... roll on....ection"


Pembawa acara infotainment itu mulai membuka acaranya, yang pertama di tanyakan adalah nama dari masing-masing, hobi, pekerjaan, kegiatan sehari hari, dan sudah berapa lama mereka menikah dan kegiatan karate Fatia.


Kemudian pembawa acara infotainment menanyakan apa yang menjadi motivasi saat membantu gadis balita itu terjatuh.


"Membantu sesama tidak memerlukan motivasi tertentu, saya melakukan dengan tulus, kita ini makhluk sosial saling membutuhkan, jadi membantu bukan cuma dengan materi dengan kemampuan yang kita miliki juga termasuk amal itu yang diajarkan oleh bapak kami" Fatia menjawab.


Pertanyaan berikutnya adalah pertemuan pertama mereka saat mereka berkenalan.


Jose yang menjawab pertanyaan pembawa acara itu dengan penuh semangat.


"Saya bertemu pertama kali dengannya juga karena dia membantu saya saat di jalan yang sepi sedang di rampok oleh kawanan begal dan lengan kiri saya tertembak".


Pembawa acara itu bertanya lagi kepada Jose kapan pertama kali jatuh cinta pada istrinya.


"Saat malam itu juga sampai sekarang saya selalu Jatuh cinta padanya lagi dan lagi".


Satu lagi pertanyaan terakhir yang di ajukan oleh membawa acara itu ada yang mau disampaikan untuk orang yang anda cari mungkin yang belum di temukan.


Jose menjawab dengan sedikit ragu dan berkaca kaca.


"Saya hanya ingin sedikit berharap ingin bertemu dengan ayah kandung yang belum pernah saya lihat, ibu saya asli dari suku Jawa dan tinggal di Surabaya bernama ibu Diniya dan ayah kandung saya berasal dari USA bernama Mark Jose, seandainya beliau masih hidup saya ingin bertemu walaupun hanya sekali, terima kasih".

__ADS_1


Acaranya kemudian berakhir setelah satu jam, dan para kru itu berpamitan pulang.


Acara infotainment itu akan di siarkan nanti sore jam lima di salah satu televisi swasta nasional.


Anak anak bermain di water park sampai jam tiga sore, kembali ke resort dengan hati yang bahagia.


Semua beristirahat sejenak, baru jam lima sore semua keluarga melihat tanyakan televisi yang menayangkan wawancara dengan Jose dan Fatia tadi siang.


Fatia juga menceritakan kepada Jaseline tentang wawancara itu, agar dia mengetahui rencana Jose tentang ayah kandungnya.


Seperti nobar film atau nobar sepakbola suasana di resort sore itu melihat tayangan televisi nasional di infotainment itu.


Jaseline dan suaminya juga menyaksikan acara itu, langsung menghubungi Dady nya di USA, serta mengirim tayangan itu yang di ambilnya dari YouTube.


Hati Jaseline sangat gelisah memandang tayangan televisi itu, mengusap wajah Jose di handphonenya.


"Apakah betul dia kakakku satu ayah beda ibu, mengapa Dady tidak pernah menceritakan masa lalunya" gumam Jaseline


Suami Jaseline langsung memeluk istrinya dengan erat sambil tersenyum dan berucap.


"Bagaimana kalau kita berkunjung ke Surabaya bulan depan, darling?, di jadwal ulang dulu agar tidak menggangu pekerjaan ok".


Hari hari berikutnya wisata di lanjutkan menjelajahi daerah yang ada di Malang museum, kampung biru Arema, dan daerah wisata lainnya.


Tepat pada malam tahun baru semua keluarga berada di alun-alun Batu Malang, menelusuri kuliner khas kota itu, menyaksikan kembang api pada perhatian tahun baru berbaur dengan masyarakat sekitar Batu Malang atau wisatawan dalam negeri ataupun wisatawan asing.


Kembang api bertaburan seperti bintang di langit sangat indah dan membuat gembira, terima Anak anak sangat bahagia melihat kembang Abi yang berkelap-kelip di langit biru yang kebetulan saat itu langit cerah.


Pada malam tahun baru itu sebagian besar jalan raya macet total hampir menjelang pagi mobil mereka baru sampai sampai resort, sehingga anak-anak tertidur di mobil masing-masing.


Dan pagi harinya digunakan untuk istirahat dan tidak ada jadwal berwisata, semua hanya bersantai di resort saja menikmati udara segar.


Pada hari ke enam dalam wisata itu akan diadakan di resort saja, yaitu eniversery pernikahan yang ke dua Jose dan Fatia.


Dan hari ini juga akan dimasukkannya para istri tercinta ke dalam group teman sejati, karena dari kemarin mencari momen yang tepat.

__ADS_1


Jose memesan ketering kepada pengelola resort untuk acara hari ini, tetapi sudah terlambat ternyata dari awal para teman teman Jose sudah merencanakan semuanya dari awal kedatangan mereka di resort itu.


Para teman sejati ingin memberikan kejutan untuk acara eniversery Jose kedua, acaranya juga sudah di susun dengan rapi.


Dari sarapan pagi, makan siang sudah di persiapkan dan akan diadakan baberqiu nanti di malam hari, siang nya ada potong kue, dan potong tumpeng juga disediakan pada hari itu.


Seharian penuh acara itu sangat meriah dan menambah keharmonisan pada semua keluarga.


Malam harinya acara baberqiu sudah siap di bantu oleh pegawai resort itu berlangsung dengan meriah juga.


Anak anak sebagian besar setelah makan masuk kamar untuk istirahat karena mengantuk.


Semakin malam acara di dominasi oleh para laki-laki saja, karaoke bercengkerama dan bercanda dengan akrab.


Sampai jam dua belas malam acara itu berakhir, harus istirahat karena besok pagi mereka akan kembali ke rumah masing-masing, rombongan Jose kembali ke Surabaya, sedangkan keluarga walikota Ridwan kembali ke Ngawi.


Mereka keluar dari resort pukul delapan pagi setelah semua siap siap dan packing dengan teliti agar tidak ada yang tertinggal.


Tetapi Fatia ingin pulang ke Ngawi karena sudah lama tidak mengunjungi orang tua kandungnya.


"Yah... kita mampir ke Ngawi yok... bareng walikota Ridwan".


"Untuk berapa lama Bun?".


"Terserah aja yang penting kesana, kangen nich lama tidak kesana, selama ini kan Bapak dan ibu yang sering mengunjungi kita".


"Baiklah kita ke Ngawi bareng walikota Ridwan".


"Bagaimana dengan undangan dari berbagai infotainment itu, bunda?"


"Kan belum ada yang pasti tanggalnya, nanti biar di jadwal ulang aja sama mas Ardi".


Akhirnya Jose sekeluarga berangkat ke Ngawi bersama walikota Ridwan ke Ngawi dengan menggunakan mobil masing-masing.


Sebelum berangkat Fatia menghubungi orang tuanya bahwa dalam waktu tiga jam mereka akan sampai di Ngawi datang bersama seluruh anggota keluarganya.

__ADS_1


Jose dan keluarga langsung pulang ke rumah orang tua Fatia, tidak mampir terlebih dahulu di rumah walikota Ridwan walaupun mereka melewatinya.


Jose berjanji akan mengunjungi rumah walikota Ridwan setelah pulang dari orang tua kandung Fatia di perbatasan kota Ngawi dan wilayah Jawa tengah.


__ADS_2