
Syaiful dan Ardi mengawasi Purnomo dari kejauhan, Di luar area rumah Jose juga ada yang mengawasi gerak-gerik Purnomo.
Pengawal Jose ada di luar area rumah itu, sehingga mereka mengetahui adanya orang yang mencurigakan sekitar tiga orang.
Pengawal itu melaporkan penemuan tiga orang itu kepada Ardi, karena Jose sedang sibuk dengan acara aqiqahnya baby Al.
"Bro, kata pengawalku juga ada yang mengawasi gerak-gerik Purnomo diluar sekitar tiga orang" kata Ardi kepada Syaiful.
"Bagaimana orangnya, coba di foto kirim lewat WA" perintah Syaiful.
"Siap laksanakan" kata Ardi sambil membuka handphonenya mengirim pesan kepada pengawalnya.
Tidak lama ada kiriman dari pengawal itu ke handphone Ardi, kemudian diteruskan kepada Syaiful.
Syaiful langsung membuka handphonenya juga setelah mengetahui adanya anak buah dari shadow, Syaiful memerintahkan pihak kepolisian untuk waspada dan berjaga jaga.
Acara resminya sudah selesai, termasuk Purnomo dan Irul pamit, mereka tidak berpamitan kepada Jose ataupun ibu Diniya, sehingga Jose pun tidak mengetahui adanya kedatangan Purnomo.
Setelah para tamu pulang, Syaiful mendekati Jose dan menceritakan tentang kedatangan seorang Purnomo dan anak buah shadow.
Jose langsung kaget dan memanggil Yosi karena takut terjadi apa-apa dengan nya.
"Yosi..... come here please" perintah Jose.
"Ya mas ada apa?" tanya Yosi.
"Siapa tamu kamu tadi?" tanya Jose di dampingi oleh teman sejati kecuali Ridwan.
"Itu itu teman Yosi kuliah, tetapi beda fakultas dan dua semester lebih tinggi dari Yosi" jawab Yosi jujur.
"Teman apa teman?" goda Danny.
"Iya teman mas" jawab Yosi singkat.
"Yang memakai masker itu siapa?" tanya Ardi pura pura.
"Itu sekuriti kampus mas, paman teman Yosi dia" keterangan Yosi.
"Kenapa kamu undang kesini?" tanya Jose lagi.
"Dia itu baik sama Yosi mas, sering ngobrol kalau lagi senggang di kampus, sering nyamperin Yosi, baik pokoknya orangnya" puji Yosi.
"Pernah tanya apa aja dia?" tanya Syaiful gantian.
"Tidak pernah tanya macam macam sih mas, cuma kegiatan kampus aja tidak lebih" kata Yosi lagi.
"Memang kenapa sih kok Yosi di interogasi oleh group mas Jose?" tanya Yosi penasaran.
__ADS_1
"Kau harus hati-hati Yos, bukan sembarang orang itu" nasehat Danny.
"Maksudnya apa to mas?" tanya Yosi penasaran lagi.
"Mas belum bisa menceritakan sekarang, yang Jelas, mulai sekarang kau harus jaga jarak'" perintah Jose.
"Tapi mas" protes Yosi.
Sebelum Jose menjawab Yosi, Fatia datang menghampiri mereka yang sedang asyik ngobrol.
"Ada apa yahnda, kok Yosi seperti di interogasi gitu?" tanya Fatia kepada Jose.
"Waaaah yang sudah menjadi ayahanda dan bunda baru, mesra banget" ledek Danny.
"Baby Al mana kok tidak dibawa sini?" tanya Syaiful.
"Lagi tidur mas baby Al nya" jawab Fatia singkat.
"Bunda sini sebentar" kata Jose sambil menarik Fatia dan dipangkunya.
"Se.... hati hati jangan modus, baru melahirkan kemarin, harus puasa 40 hari dulu ya" protes Danny kemudian.
"Masak Dan, aku harus puasa selama itu?" tanya Jose heran.
"Se... kau ini hidup di dunia mana sih begitu saja tidak tahu?" protes Syaiful kemudian.
Ternyata tidak jauh dari rumah Jose, Purnomo juga sudah mengetahui gerak gerik anak buah shadow.
Tetapi Purnomo kalah cepat dengan kepolisian, akhirnya Purnomo pulang kerumahnya dengan Irul.
Sedangkan anak buah shadow yang berbeda di depan rumah Jose tadi di tangkap polisi karena tuduhan membawa senjata tajam ilegal.
Anak buah shadow di interogasi oleh polisi, untuk mengetahui apa hubungannya dengan Purnomo, ada salah satu diantara yang di tangkap itu mengakui tetapi dengan syarat di bebaskan.
Dari ketiga anak buah shadow akhirnya satu di bebaskan dengan alasan tidak membawa senjata tajam, dan dia mengakui bahwa memang ada dendam pribadi antara shadow dengan Purnomo di masa lalu.
Pria yang di bebaskan itu bercerita bahwa di masa lalu Purnomo telah salah menembak, yang seharusnya menembak musuhnya tetapi terkena adik perempuan kesayangan shadow.
Akhirnya Syaiful mengirim kan penemuan interogasi anak buah shadow itu ke group teman sejati nya.
"Tringgg...... tringgg.... tringgg"
"Se.... Se sudah ada titik terang nich tentang Purnomo" kata Syaiful dalam tulisannya.
"Maksudnya bro?" tanya Ardi tidak mengerti.
"Shadow mengincar keturunan Purnomo" kata Syifaul kemudian.
__ADS_1
"Maksudnya apa ini?" tanya Jose penasaran.
"Kemungkinan Purnomo tahu siapa sebenarnya Yosi Kurniawan" jelas Syifaul.
"Ini maksudnya gimana sih kok aku kurang faham?" tanya Ridwan.
Memang Ridwan teman satu satu nya grup yang paling jauh rumahnya, sehingga dia kurang mengetahui permasalahannya.
"Purnomo adalah orang telah menembak adik perempuan shadow yang saat itu mau menembak musuhnya tetapi terkena adik perempuan kesayangannya." awal cerita Syaiful.
"Naaah terus, shadow ingin balas dendam nyawa di bayar dengan nyawa pula, kemungkinan Purnomo tahu siapa Yosi Kurniawan adalah putri kandungnya, sehingga shadow mencari informasi tentang Yosi" kemudian Syaiful menjelaskan lebih.
"Jadi bagaimana sekarang, kita bergerak sendiri aja yok?" ajak Jose kesal.
"Jangan Se, berbahaya kalau terjadi sesuatu gimana, percayalah sama pihak kepolisian" ucap Syaiful mantap.
" Tetapi ini menyangkut keluargaku bro" kata Jose marah.
"Sabar bro, harus kita perhitungkan dengan matang" nasehat Ridwan.
"Sebaiknya tambahkan pengawalan saja Se" nasehat Danny.
"Sebetulnya aku tidak terlalu khawatir, karena Yosi mempunyai sabuk hitam dalam Karate nya" Ucap Jose.
Ternyata shadow sudah mengetahui siapa Yosi Kurniawan, sehingga anak buahnya selalu mengikuti keluarga Jose dan mengawasinya.
Termasuk ibu Diniya, Fatia dan si kecil baby Al juga tidak luput dari pengawasan dari anak buah shadow.
Pihak kepolisian juga tidak kalah, mengawasi gerak-gerik Purnomo dan shadow juga.
Hari ini ada kegiatan di kampus Yosi yang diadakan di aula kampus, kegiatan itu adalah memeringati hari kemerdekaan RI.
Di aula sedang mengadakan berbagai macam acara dari ilmiah, hiburan ataupun bakat di bidang seni.
Sedangkan di Bidang seni di bagi lagi seni tari, drama dan seni bela diri.
Yosi mengikuti lomba di seni bela diri, karena pelatihnya adalah Fatia tidak ada yang bisa mengalahkannya dan menjadi juara umum.
Tetapi dengan tampilnya Yosi di panggung dijadikan setrategi anak buah shadow bagaimana mana cara menculiknya.
Selama didalam lingkungan kampus Yosi tidak terlalu di awasi oleh pengawalnya, karena ada Purnomo disana.
Justru itulah yang di manfaatkan oleh anak buah shadow untuk rencana menculik Yosi.
Anak buah shadow menyamar menjadi mahasiswa dan menggunakan almamater kampus.
Saat Yosi pergi ke kamar mandi anak buah shadow memberikan obat bius di mulut Yosi dari belakang dan membawa gadis itu ke markas shadow di daerah pinggiran Surabaya.
__ADS_1
Saat pemanggilan pemenang di panggil di panggung baru di sadari oleh Purnomo kalau Yosi menghilang.