Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 49 Kejadian di Dufan


__ADS_3

"Tidak mau lepaskan..... lepaskan" kata Andini sambil meronta ronta.


Fatia tetap menarik tangan Andini yang meronta ronta ke tempat ruang keamanan Dufan itu.


Ardi yang baru datang dari kamar mandi merasa heran mengapa Fatia menarik seorang wanita seksi.


Ardi berlari kecil sambil melihat wajah yang tertunduk dan meronta ronta karena ditarik oleh Fatia.


"Ada apa bos, maaf terlambat tadi aku muntah muntah di kamar mandi, bukankah dia Andini?"


Sambil tetap berjalan mengikuti Fatia yang menarik Andini Jose yang menggendong baby Al menceritakan apa yang terjadi baru saja.


Setelah faham situasinya Ardi langsung berlari lagi mendahului rombongan itu ke ruang keamanan dan membuat laporan.


Di ruang keamanan itu seorang pimpinan keamanan langsung memproses informasi yang di berikan Ardi.


Andini langsung di tahan oleh keamanan Dufan setempat, dan duduk di kursi di jaga oleh dua orang laki-laki berpakaian satpam.


"Bisa tolong panggil kepolisian pak?"


Ardi langsung berkata tegas kepada pimpinan keamanan itu.


"Apakah ada bukti tentang masalah ini pak" tanya pimpinan keamanan itu lagi.


"Silahkan saja lihat di CCTV pasti nanti ada buktinya" kata Yosi yang ikut meradang karena ulah Andini.


Andini hanya tertunduk dan menangis tanpa henti.


"Maaf.... jangan dilaporkan ke polisi, aku hanya ingin Jose menyukaiku, tidak lebih dari itu"


Andini mengeluarkan jurus andalannya menangis tersedu-sedu agar tidak dilaporkan ke kantor polisi, tujuannya hanya ingin dekat dengan Jose, Andini tidak berpikir panjang akibat yang dia lakukan akan menggiringnya masuk penjara.


Berpendidikan tinggi tidak menjamin sifat seseorang ternyata, terkadang tergantung pribadi dan pola pikirnya masing-masing.


Hanya karena cintanya di tolak oleh Jose Andini nekat ingin membuat keluarga Jose berantakan dan merebut Jose dari Fatia.


Yang Andini tahu hanya sudah beberapa tahun ini ingin mendekati Jose tetapi tidak pernah berhasil, Andini hanya tertunduk dan memandangi Fatia dengan sendu minta tolong agar tidak di laporkan ke kantor polisi.


Tetapi justru Fatia tidak bergeming karena menyangkut keluarganya, dia ingin memberikan pelajaran kepada Andini agar tidak macam macam dengan keluarganya.


Pimpinan keamanan itu akhirnya melihat CCTV dan mencocokkan laporan yang dibuat oleh Ardi, karena ternyata benar langsung pimpinan keamanan menelpon pihak kepolisian.

__ADS_1


"Yang..... sayang..."


Jose memanggil Fatia dengan sendunya, tetapi Fatia langsung berkata dengan cepat memotong panggilan jose.


"Apa mau membela wanita centil itu?"


Fatia berkata ketus kepada Jose, kemudian Jose tidak melanjutkan perkataannya, tidak berani mengucapkan kata-kata lagi.


Sebetulnya Fatia tidak berniat memperpanjang masalah ini, dia hanya ingin memberikan pelajaran kepada orang yang mencoba merusak kebahagiaan keluarganya saja.


Fatia hanya ingin menggertak mental Andini saja, ternyata benar dugaan Fatia wanita itu ketakutan dan menunduk mengeluarkan keringat dingin mengucur deras di seluruh tubuhnya.


Ada dua orang laki-laki berpakaian seragam polisi yang sedang ke ruang keamanan itu.


"Ada kejadian apa sebenarnya ini?"


Salah satu polisi itu mendekati pimpinan keamanan Dufan, kemudian menceritakan tentang kejadian itu, dan menunjukkan bukti CCTV nya juga.


"Bagaimana, apakah saya tindak lanjuti?" tanya salah satu polisi itu.


"Tunggu dulu pak, sebelum saya buat laporan saya akan bicara dengan wanita ini, tetapi dengan syarat semua orang yang ada disini menjadi saksi".


"Begini Bu Andini, saya tidak akan melanjutkan laporannya ke kepolisian asalkan anda tidak menggangu lagi keluarga saya, lagian suami saya juga tidak suka sama anda, ini hanya soal cinta yang tidak terbalas"


"Saya ingin anda membuat pernyataan bahwa ini tidak akan terulang lagi dan tidak mendekati suami saya lagi, lagian masih banyak laki laki di luaran sana, dan saya juga minta tanda tangan kepala semua yang hadir disini agar suatu saat nanti tidak terjadi kesalah pahaman"


Akhirnya Fatia melepaskan Andini dan Andini menandatangani surat pernyataan yang isinya harus menjauhi Jose dan keluarga.


Jika suatu saat nanti Andini melanggar janji yang di sepakati hari ini Fatia tidak segan segan melaporkan ke pihak kepolisian.


"Ingat Bu Andini, ini saya bawa rekaman CCTV sebagai bukti hari ini anda hampir menculik anak dan ibu saya, jadi jangan macam-macam dengan saya"


Fatia mengancam Andini, dan Andini tidak bisa berkutik dengan itu, karena adanya surat perjanjian dan bukti CCTV yang di saksikan oleh pimpinan hotel Dufan dan pihak kepolisian, Fatia merasa lega.


Jose dan Ardi merasa lega dengan keputusan yang diambil oleh Fatia, dari tadi mereka terdiam tidak banyak ikut andil karena kemarahan Fatia.


Ternyata seorang Jose takut juga melihat sisi lain Fatia jika sedang marah, selama ini Jose belum pernah melihat Fatia yang sedang marah.


Sifat yang sangat mandiri yang ada pada Fatia memang selalu bisa mengontrol emosinya, tetapi jika sudah menyangkut orang yang di cintainya juga tidak ada tawar menawar tentang hal itu.


Andini di perbolehkan pulang oleh pihak keamanan dan kepolisian, dia keluar dari ruangan itu dengan gontai dan menunjukkan kepalanya.

__ADS_1


Andini berjalan menuju parkiran dengan di kawal oleh dua polisi itu sekalian Meraka akan kembali ke kantor polisi.


Fatia dan rombongan akhirnya memutuskan untuk pulang dan tidak melanjutkan lagi wisata nya di Dufan.


Fatia duduk di sofa kamar hotel sambil melamun, sedangkan baby Al lagi tertidur pulas di ranjang tempat tidur hotel.


Sekarang sudah terlewati makan siang Jose tidak masuk kamar hotel tetapi memesan makanan dan minta di antar ke kamar, tidak lupa juga memesankan makanan untuk Ardi, ibu Diniya dan Yosi.


Setelah selesai memesan makanan Jose masuk kamar hotel dan melihat Fatia sedang duduk melamun di sofa kamar hotel itu.


"Sayang..... maaf, masih marahkah, kenapa melamun?"


Fatia hanya menggelengkan kepalanya saja tidak menjawab pertanyaan Jose, Jose duduk di samping Fatia dan memeluknya dengan erat.


"Tok.....tok......tok......"


Ada ketukan dari luar pramusaji yang mengantarkan makanan, dan Jose berdiri langsung berjalan menuju pintu dan membukanya


"Ini pesanannya pak"


"Terima kasih".


Jose mendorong troli meja yang berisi makanan pesanan Jose mendekati Fatia yang masih duduk melamun.


"Bun... ayo makan dulu"


"Tidak lapar yah... duluan aja, sana makan"


"Jangan begitu kasihan nanti baby Al tidak ada gizinya jika bunda tidak makan makanan yang mengandung gizi seimbang".


"Ayolah sini disuapin aja"


Fatia makan disuapin Jose dan mereka makan sepiring berdua tanpa bersuara sampai habis dan kenyang.


"Yah..... kita pulang aja yok ke Surabaya"


"Maunya begitu Bun, tetapi ibu pingin ke Monas dulu, jadi bagaimana dong?"


"Ya sudah habis ke Monas kita pulang ya...."


"Iya besok saja ke Monas nya bunda istirahat dulu aja kalau capek, sini......"

__ADS_1


Jose memeluk Fatia dengan erat, dalam pelukan Jose Fatia merasa lega dan tenang.


__ADS_2