
Keesokan harinya Jose dan rombongan memutuskan ke Monas berangkat pukul sepuluh pagi, sampai di sana Jose langsung membeli tiket masuk ke dalam area Dufan.
Semua harus menjadi satu rombongan dan tidak boleh ada yang terpisah, karena tidak ingin terjadi seperti pada kejadian di Dufan kemarin.
Jose juga selalu mengawasi daerah sekitar nya, takut Andini mengikutinya lagi, karena Jose tahu bagaimana sifat Andini itu.
Setelah sampai di daerah Monas pertama tama yang di lakukan Jose dan rombongan naik kereta wisata berkeliling daerah Monas yang sangat luas.
Hampir satu jam mengelilingi daerah Monas sampai puas, kemudian Jose mengajak rombongan melihat rusa tutul yang hidup di daerah Monas, tepatnya di taman Medan merdeka, disana hidup puluhan rusa tutul yang bisa langsung berinteraksi dengan pengunjung yang datang.
Sampai jam makan siang Jose dan rombongan memasuki daerah wisata kuliner khas jajanan dan makanan khas daerah ibukota Jakarta.
Ada deretan food court yang berjejer di samping parkiran, Jose dan rombongan makan di sana sholat Zuhur di daerah itu juga.
Setelah cukup beristirahat Jose dan rombongan masuk area tugu Monas dan ingin naik ke puncak Monas yang tingginya mencapai 132 meter dan memiliki puncak berlapis emas.
Naik ke atas puncak dengan lift bergantian, sesampainya di atas melihat pemandangan yang sangat indah, gedung mencakar langit, dan jalan raya yang terlihat indah berkelok kelok seperti ular yang berjalan melata.
Sungguh maha karya yang agung jika di lihat dari mata manusia sebagai hamba dan Allah maha pencipta alam semesta.
Sudah menjelang sore Jose dan rombongan keluar dari area Monas, dan ingin kembali ke hotel dimana mereka menginap, tetapi saat di belokan jalan menuju hotel tepat nya di toko emas pinggir jalan raya ada gerombolan perampok yang berjumlah tiga orang dengan senjata celurit dan parang.
Jalanan macet total mobil yang membawa rombongan kami ikut terjebak di kemacetan itu, Jose turun dan mencari tahu apa yang terjadi, Jose bertemu dengan laki laki muda yang sama pemasarannya.
"Ada apa bang?"
"Ada perampokan pak, itu di toko emas, polisi belum datang".
Fatia dan Yosi mendengar percakapan antara Jose dan pemuda itu saling pandang seolah berkata dan Fatia menitipkan baby Al kepada ibu Diniya.
Fatia dan Yosi keluar dari mobil tanpa pamit kepada Jose yang masih ngobrol dengan laki laki dan membelakangi mobil, sehingga tidak menyadari jika keduanya keluar dari mobil, sedangkan Ardi lagi tertidur pulas di dalam mobil.
Fatia dan Yosi menyelinap di antara orang orang yang melihat kejadian itu, ternyata ada salah satu perampok itu yang sedang mengancam pegawai toko dengan mengalungkan celurit di lehernya dan sudah mengeluarkan darah.
posisi perampok itu ada di depan pintu yang sedang memegangi sandera, sedangkan yang dua lagi mau membuka lemari kaca untuk mengambil perhiasan emas.
Fatia dan Yosi menyelinap dari belakang perampok yang sedang mengancam sandera dari sebelah kiri dan kanan tanpa disadarinya.
Fatia dari sebelah kanan langsung memegang dan menarik tangan kanan perampok dengan kuat sehingga celuritnya terlepas dari tangan dan jatuh ke bawah dan ujung celurit itu menancap di kaki perampok itu.
__ADS_1
"Auw......aduh..... arghhhhhh"
"Senjata makan tuan kan" ucapan Yosi sambil menendang bagian vital perampok itu.
"Yaaaiiit...."
"brough....... aaaaaaaa"
perampok itu tersungkur dan memegangi kakinya yang terluka terkena ujung celurit.
Sedangkan kedua perampok yang didalam mulai panik karena yang di luar sudah di lumpuhkan oleh Fatia dan Yosi.
Perampok itu belum sempat mengambil perhiasan, kemudian mengacungkan senjata parang dan celurit ke arah Fatia dan Yosi.
"Mbak Fat ayo satu lawan satu".
"Baiklah hati hati, senjatanya lumayan besar sepertinya".
Disamping pintu masuk toko itu ada peralatan kebersihan, rupanya perampokan itu terjadi saat pegawai toko sedang bersih bersih toko dan baru buka tokonya sehabis sholat asar.
Fatia langsung mengambil sapu panjang yang kebetulan bergagang besi, sedangkan Yosi mengambil ember berisi air campuran karbol.
"Byuuuuuur"
Dan dalam waktu bersamaan Fatia mengayunkan gagang sapu besi itu terkena tangan perampok yang satunya dan parangpun terlempar mengenai kaca lemari perhiasan.
"Bug......... bug.... pranggggg"
Suara pecahan kaca itu terdengar lumayan keras dan salah satu pecahan kaca itu mengenai lengan Fatia, akhirnya ketiga perampok itu berhasil di lumpuhkan.
Saat bersamaan datang rombongan polisi yang mengamankan tempat kejadian perkara itu, serta Jose dan Ardi yang berlari mendekati tempat kejadian itu.
"Maaf pak anda di larang mendekat tempat kejadian perkara".
"Dia istri saya pak".
Sambil menunjuk ke arah istrinya Fatia Jose tidak perduli dengan larangan polisi karena melihat lengan Fatia yang terluka.
"Sayang...... tanganmu terluka?".
__ADS_1
"Cuma terkena pecahan kaca yah, tidak apa-apa".
Kemudian datanglah ambulance yang memecah keramaian itu, dan membawa pegawai toko perhiasan yang lehernya terkena goresan celurit saat di sandera tadi.
Kejadian itu cukup menyita masyarakat luas, banyak yang merekam kejadian itu.
"Pasti Viral lagi kejadian ini" Ardi langsung berceloteh tentang kejadian itu.
Akhirnya perampok itu di bawa ke kantor polisi, dan rombongan Jose ikut juga ke kantor polisi sebagai saksi.
Dan pihak kepolisian juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah menangkap para perampok itu.
Ternyata benar juga kejadian perampokan itu langsung viral dan menjadi tranding di media televisi nasional dan media sosial lainnya dalam waktu yang singkat, juga peristiwa tranding beberapa tahun lalu yang viral itu menjadi muncul lagi.
Cuma bedanya waktu itu Fatia bersama Jose, tetapi justru sekarang Yosi lah yang lebih terkenal dari Fatia karena Yosi masih singgel.
Banyak pemuda yang kagum dengan Yosi seorang gadis cantik yang pandai bela diri dan tidak takut melawan perampok laki laki yang lebih besar badannya.
Nama perguruan karate itu juga ikut terkenal dan banyak para pemuda dan pemudi yang ikut bergabung dengan perguruan karate itu hanya karena mengidolakan sosok Yosi dan Fatia.
Jose dan rombongan langsung pulang ke hotel tempat mereka menginap setelah selesai urusannya dengan kepolisian.
Tetapi sebelum pulang ke hotel Fatia di periksa di klinik dekat kantor polisi itu untuk mencegah tetanus karena serpihan kaca.
Sesampainya di hotel semua rombongan beristirahat semalam lagi, rencananya akan langsung pulang ke Surabaya, tetapi karena kejadian itu Jose memutuskan untuk beristirahat malam ini, besok pagi baru akan terbang kembali ke Surabaya.
Jose juga menghubungi perusahaan untuk menjemputnya besok pagi saja, saat sedang istirahat ada ketukan pintu dari luar kamar Jose.
"Tok......tok........yok"
"Ya ... sebentar, siapa.....?"
_______________
Siapa tamu nya ya........
Andini atau polisi.....
jangan lupa like vote dan komentar nya ya
__ADS_1
terima kasih