Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 34 Bertemu Langsung Dengan Putriku


__ADS_3

Jose merajuk gara gara dokter Tia meminta tidak boleh berhubungan badan dengan Fatia selama trimester pertama.


Fatia memberikan pengertian dengan sudah payah, agar tidak merajuk lagi, tetap saja Jose protes mengapa harus mengurangi kesenangannya katanya.


Sesampainya Jose dan Fatia dirumah langsung memberikan kabar bahagia kalau akan datang cucunya nanti.


Ibu Diniya sangat bahagia dan meneteskan air mata karena sangat bahagia akan menimbang cucu sebentar lagi.


Tidak lupa juga Fatia memberikan kabar bahagia atas kehamilannya kepada orang tua dan kakak kakak nya di Ngawi.


Karena Jose masih uring-uringan saat mengingat perkataan dokter Tia yang tidak boleh sering sering berhubungan badan dengan Fatia.


Akhirnya Fatia berinisiatif untuk minta bantuan ibu mertua tentang masalah ini, karena ibu sudah berpengalaman makan asam garam kehidupan keluarga.


Ibu Diniya memberi pengertian dengan sabar dan hati hati karena tahu betul bagaimana seorang Jose jika marah, susah di bujuknya.


"Se.... kalau marah segitunya, cuma tiga bulan aja, bukannya tidak boleh melakukannya, hanya di kurangi saja" nasehat ibu Diniya


"Kamu tidak ingin kan Fatia capek, orang hamil itu semua serba dobel Se..." ucap ibu Diniya lagi.


"Apa maksudnya dobel Bu?" tanya Jose penasaran.


"Kan Jose harus menjaga dua orang, istrimu dan anakmu juga, Fatia makan tidak sendiri sekarang, ada baby juga yang perlu di berikan nutrisi. memang kamu tega Fatia terlalu capek, menjaga kandungannya juga mengikuti kemauan kamu terus" jelas ibu Diniya lagi.


"Kamu harus mulai jadi suami siaga Se....., kalau jangan buat istrimu susah, turuti apa maunya selagi kau bisa, jangan sampai nanti anakmu ileran gara gara kamu ya," protes ibu Diniya kesal karena Jose masih marah.


"Iya..... iya Bu, Jose akan menjaganya, tenang aja" jawab Jose pasrah.


Jose langsung ke kamar menyusul Fatia setelah selesai berbincang dengan ibunya, dia tidak ke kantor hari ini, hanya ingin berdua saja dengan Fatia.


Ardi justru yang kerepotan karena harus membuat jadwal ulang tentang pekerjaan Jose.


Sore harinya Ardi pulang kerumah dan menggendong baby Dina dan berjalan menuju ruang keluarga, disana semua keluarga ngumpul bareng.


Ardi langsung tertawa mendengar cerita tentang perubahan Jose yang aneh-aneh,


"Dulu waktu Rina hamil kan kau sering meledekku bos, kalau lagi memenuhi keinginan Rina yang aneh aneh, sekarang merasakan sendiri" ledek Ardi sambil tersenyum.


Jose hanya tersenyum sinis terhadap ledekan Ardi, ternyata yang dulu di kiranya kalau ngidam itu hanya akal-akalan istri, justru dia sendiri merasakan ngidam itu.

__ADS_1


____________________


Sementara hari ini Purnomo mengikuti tes penerimaan sekuriti di universitas yang Yosi tuju, dan Purnomo di terima sebagai sekuriti mulai hari Senin besok.


Hati Purnomo begitu bahagia akhirnya rencana mendekati Yosi hampir berhasil, tinggal menunggu waktu mahasiswa baru masuk.


Purnomo bertemu dengan teman sebayanya waktu masih kerja dengan Mark Jose, Anwar dan Siswanto namanya.


Mereka bertemu di sebuah kedai kopi yang tidak jauh dari kampus tempat Purnomo kerja.


"Bagaimana kabarmu Pur?" tanya Anwar.


"Yaaah seperti ini saja, mungkin karena karma aku tidak bisa seperti kalian di masa tua tidak ada orang mau bersamaku" ucap Purnomo dengan rasa penyesalan yang mendalam.


"Jadi kamu tidak pernah menikah Pur?" tanya Siswanto kemudian.


"Tidak pernah, setelah keluar dari penjara aku sendirian" jawab Purnomo singkat.


Ternyata Siswanto mempunyai istri dan dua anak yang sekarang masih duduk di bangku SMU dan SMP.


Sedangkan Anwar mempunyai satu putra yang sudah kuliah di universitas negeri tempat Purnomo kerja dan sudah semester tiga dengan jurusan Tehnik sipil bernama Khairul Anwar dan istri Anwar meninggal satu tahun yang lalu.


"Dari pada kau ngontrak Pur, tinggal bersama keluargaku saja, aku di rumah cuma berdua, masih ada kamar kosong, daripada kau sendiri" ajak Anwar.


"Betul juga Pur, kalau kau tidak kerja bisa membantu Anwar di bengkelnya nanti" saran Wanto.


"Baiklah aku tinggal di rumahmu saja, dan satu lagi bisakah aku minta tolong?" pinta Purnomo pada teman nya itu


"Apa..... masalah apa?" tanya Wanto.


Akhirnya Purnomo menceritakan tentang perbuatannya di masa lalu, dan kecurigaannya tentang Yosi Kurniawan adalah putri kandungnya sendiri.


"Kamu gila ya Pur, tega banget sih sama mantan istri bos kita dulu" kata Siswanto marah.


"Aku sekarang sudah insyaf Wan, sangat menyesal, makanya aku ke Surabaya ini untuk menebus dosaku" pengakuan Purnomo kemudian.


"Sudah sampai mana kau menyelidiki masalah ini?" tanya Anwar lagi.


"Sampai anakku itu lulus SMU kemarin, sekarang di terima di universitas negeri tempat aku bekerja" jawab Purnomo singkat.

__ADS_1


"Saran aku Pur, mengalir saja jangan terlalu kamu paksakan, justru nanti putrimu tidak mau menerimamu" saran Anwar bijak.


"Iya itu rencanaku, aku akan mendekatinya dari hati ke hati saja, masalah diterima atau tidak itu lihat nanti aja" jawab Purnomo sendu.


"Sampai sekarang aku masih bekerja di perusahaan Jose Kurniawan, nanti aku bantu kalau ada informasi tentang keluarga mereka" ucap Siswanto.


"Baik, terima kasih banyak" jawab Purnomo lagi.


Menjelang sore mereka bertiga akhirnya menuju kontrakan Purnomo, dan membantu membawa barang barang Purnomo untuk pindah ke rumah Anwar.


Purnomo merasakan memiliki keluarga, setelah tinggal bersama Anwar dan putranya Irul.


Anwar memperkenalkan Purnomo kepada putranya Irul sebagai saudara sepupu jauh yang dulu tinggal di Madura.


Purnomo sangat menyayangi Irul seperti putranya sendiri, karena anak itu sopan dan penurut.


Saat senggang Purnomo membantu Anwar di bengkelnya, mereka sudah seperti keluarga sendiri.


Setelah satu bulan berlalu hari Senin ini hari pertama Yosi menjadi mahasiswa baru di universitas negeri itu.


Purnomo menunggu Yosi di gerbang kampus dengan hati yang berdebar-debar dan bahagia.


Memperhatikan satu persatu mahasiswa baru terutama mahasiswinya, setelah ada sosok gadis anggun turun dari mobil mata Purnomo terbuka lebar ternyata Yosi diantar kakaknya Jose ke kampus.


Purnomo hanya memperhatikan dengan seksama tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Purnomo hanya membungkukkan badannya tanda hormat dan tersenyum.


Ternyata di luar dugaan Yosi berbalik arah mendekati Purnomo.


"Selamat pagi pak" ucap Yosi sopan.


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu nak?" tanya Purnomo dengan ragu.


"Di sebelah mana mahasiswa baru berkumpul pak, saya bingung?" tanya Yosi.


"Dari sini lurus sampai ruang dekan belok kanan disana ada aula, disitu mahasiswa baru berkumpul" jelas Purnomo.


"Terimakasih pak" jawab Yosi singkat.


"Atau saya antar kah?" Purnomo menawarkan diri.

__ADS_1


"Tidak usah pak terima kasih" jawab Yosi sambil meninggalkan Purnomo ke arah aula.


__ADS_2