Ikat Pinggang Cinta

Ikat Pinggang Cinta
Bab 99 Penculikan Al


__ADS_3

"Aku Bun, kemarin yang siaran langsung..... Dedy melihatnya dari sana" jawab Jose tersenyum.


"Karena siaran langsung itulah uncle Marten mantap ingin mengucapkan dua kalimat syahadat" jawab Mark.


"Alhamdulillah....." ucap Fatia.


Kemudian Fatia menghubungi bapak di Ngawi dan menceritakan tentang rencana uncle nya untuk memeluk agama Islam dengan bimbingan pak haji tentunya.


Karena jadwal dua Minggu kedepan penuh, Pak haji meminta agar mereka saja yang datang ke Ngawi, karena lebih banyak yang menyaksikan acara sakral itu dan banyak yang mendoakan.


Akhirnya satu Minggu kemudian Jose, Mark dan Marten yang ke Ngawi, mereka hanya berangkat subuh dan pulang bada isya tanpa menginap disana.


Uncle Marten mengucapkan dua kalimat syahadat di Ngawi di laksanakan setelah sholat asar di saksikan oleh santri dan jama'ah masjid pak haji.


Dedy Mark dan uncle Marten hanya dua Minggu di Surabaya, pulang ke Manhattan di ikuti oleh Irul yang harus memenuhi syarat sebelum menikahi Yosi yaitu magang di perusahaan Mark selama enam bulan baru rencananya mereka akan menikah.


Waktu cepat sekali berlalu sudah hampir enam bulan berlalu, Yosi dan Irul hanya berhubungan lewat handphone melalui vedio call ataupun telepon saja.


Uncle Marten juga sudah mulai memimpin perusahaan dengan di bantu Mark serta Irul sebagai asisten pribadinya, rencana Minggu ini Jose sekeluarga berserta Yosi, keluarga Ardi dan bapaknya Irul yaitu Anwar juga ikut kesana karena akad nikah akan di adakan Manhattan USA, hanya resepsi saja yang akan di adakan di Surabaya.


Acara akad nikah di laksanakan di kediaman Mark, ada dua pasang pengantin saat itu Yosi dan Irul dengan wali hakim karena Jose tidak bisa menjadi wali nikahnya, Jose hanya saudara seibu, serta uncle Marten dan aunty Camilla dengan wali ayah kandung aunty Camilla sendiri.


Acara sangat hikmad dan sakral walaupun hanya di adakan secara sederhana tetapi tidak mengurangi kebahagiaan mereka.


Melakukan bulan madu selama seminggu Yosi dan Irul di Manhattan, sedangkan rombongan yang lain berwisata di sana juga selama satu Minggu juga.


Pulang kembali ke Surabaya, perusahaan di Manhattan di pimpin oleh Uncle Marten, Mark ikut Jose menetap di Surabaya menjadi warga Surabaya.


Setelah mengadakan resepsi Yosi dan Irul tinggal di rumah peninggalan almarhumah ibu Diniya, di samping rumah Ardi dan keluarga.

__ADS_1


Jose dan Fatia menempati rumah barunya yang dulu di belinya saat baru menikah dengan Fatia, Mark ikut tinggal di rumah Jose dengan bahagia di rumah yang lebih besar dari rumah ibunya.


Waktu berlalu dengan cepat Al sekarang sudah berumur lima tahun, memiliki adik perempuan yang cantik dengan nama ELTIA JOSE KURNIAWAN, sedangkan Irul dan Yosi memiliki satu putra yang di beri nama YORI ANWAR.


Sudah hampir tiga tahun terakhir ini juga Al ikut berlatih karate dengan Bunbunnya dan sudah mulai masuk sekolah TK hampir sudah tiga bulan ini.


Tidak ada wanita yang mengejar Jose selama tiga tahun ini, hidup mereka sangat bahagia, sampai mendengar berita dari Syaiful bahwa Syafitri sudah keluar dari rumah sakit jiwa.


Dari Ridwan ada kabar jika Damar di pindah tugaskan ke Surabaya sudah hampir lima bulan terakhir, Ridwan mendapatkan kabar Damar karena Ridwan di pilih menjadi walikota untuk yang kedua kalinya saat berkunjung di depertemen pertanian saat itu.


Jose mulai memberikan pengawalan kepada keluarga nya, Al selalu di kawal oleh dua orang saat sekolah, dan dirumahnya di jaga oleh dua sekuriti.


Jose semakin khawatir saat mendengar berita dari Jakarta bahwa penjara yang di tempati Triana kebakaran dan banyak yang meninggal dunia para tahanan itu, tetapi Triana tidak di ketahui dimana timbanya.


Di group teman sejati juga banyak pesan yang masuk dengan nasehat yang sangat membantu Jose.


"Se.... kabari kami segera jika ada hal yang mencurigakan" pesan lagi dari Danny.


"Kami selalu siaga untuk mencari informasi tentang mereka bertiga" pesan dari Ardi.


Ternyata memang benar, ketiga orang spikopat itu bersatu tinggal di sebuah kontrakan kecil sedang merencanakan penculikan terhadap Al putra Jose dan Fatia.


Kesepakatan mereka Jose akan di ajak untuk hidup bertiga antara Triana dan Syafitri sedangkan Fatia akan di miliki seutuhnya oleh Damar, kesempatan gila memang tetapi itulah mereka.


Sudah hampir dua Minggu ini mereka bertiga mengawasi Al di sekolah TK nya, merencanakan penculikan terhadap anak itu, setelah pulang sekolah.


Setelah rencana matang mereka bertiga merencanakan langkah selanjutnya, yaitu Syafitri mengalihkan perhatian kepada kedua pengawal Al dengan cara meminta bantuan untuk mengganti ban mobilnya yang kempes di depan sekolah TK itu.


Sedangkan Triana dan Damar mendekati Al saat di gerbang mencari pengawalnya, karena sebagian besar para murid TK itu sudah pulang situasi nya justru mendukung aksi Triana dan Damar.

__ADS_1


Al di tariknya di balik gapura gerbang pintu TK di bekapnya menggunakan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.


Di gendong ke dalam mobil melesat cepat ke kontrakan kecil itu tanpa di ketahui oleh seorang pun.


Selesai membantu Syafitri mengganti ban, kedua pengawal itu melihat tas Al yang tergeletak di depan pintu gerbang, barulah mereka menyadari kalau Al sudah hilang tanpa jejak.


Kedua pengawal itu melaporkan kepada Jose dengan gemetar tetapi tetap harus lakukan.


"Bos.... Maaf putra anda hilang" kata salah satu pengawal itu melapor.


"Apa..... kenapa kalian ceroboh sekali?" kata Jose marah.


Jose langsung menghubungi Syaiful untuk meminta kesatuan nya untuk mencari di mana keberadaan Al saat ini.


Ardi dan Jose melesat cepat mengendarai mobilnya ke sekolah TK Al dengan kecepatan tinggi.


Sampai di halaman sekolah itu Jose menghajar kedua pengawal itu sampai babak belur, mereka hanya menunduk tanpa melakukan perlawanan sama sekali karena memang merasa bersalah.


Pihak sekolah juga tidak kalah paniknya dengan hilangnya Al dari pengawasan mereka, setelah Syaiful dan para anak buahnya datang, mereka langsung mencari informasi dengan bertanya kepada setiap orang yang ada di lingkungan sekolah itu.


Mereka juga mengecek CCTV sekolah TK itu, tetapi penculik sangat pintar bisa menghindari CCTV itu, hanya tangan saat menarik Al saja yang terekam.


Syaiful lari ke luar gerbang mengawasi daerah sekitar TK itu, ada di seberang TK warung kopi yang lumayan ramai untuk nongkrong para ibu-ibu muda yang memiliki anaknya sekolah di TK itu.


Syaiful tanpa berpikir panjang menyebrangi jalan raya dan masuk ke warung kopi itu.


"Maaf mas... saya dari kepolisian, boleh saya bertemu dengan owner warung kopi ini?" kata Syaiful dengan menunjukkan kartu identitas kepolisian nya.


Para pegawai itu sangat kaget dan ketakutan takut ada sesuatu yang akan mereka tangkap dan salah satu pegawai itu mengantar Syaiful ke owner dengan gemetar.

__ADS_1


__ADS_2